cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Berbantuan ChatGPT Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Materi Kearifan Lokal di MTsN 5 Magetan Cahaya billah, Mutia
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry berbantuan ChatGPT terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi kearifan lokal. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS yang masih berpusat pada guru serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test-post-test non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas IX di MTsN 5 Magetan, yaitu kelas IX-H sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model inquiry berbantuan ChatGPT dan kelas IX-G sebagai kelas kontrol dengan model ekspositori. Data diperoleh melalui tes hasil belajar kognitif yang dianalisis menggunakan uji t independen dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar kognitif siswa setelah diterapkan model pembelajaran inquiry berbantuan ChatGPT. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, serta uji t menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua kelas. Dengan demikian, model pembelajaran inquiry berbantuan ChatGPT berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada materi kearifan lokal.
Pengembangan Congklak Modips Sebagai Media Model Pembelajaran IPS untuk Melatih 4C Skills Peserta Didik Dimas Baharudin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya keterampilan 4C (berpikir kritis, berpikir kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi) yang harus dimiliki oleh peserta didik di abad ke-21 membuat guru harus bisa membimbing peserta didik untuk mencapai keterampilan tersebut, tak terkecuali guru IPS. Untuk mengasah keterampilan 4C peserta didik, guru IPS dapat menerapkan model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Model pembelajaran IPS berbasis permainan Congklak Modips bisa menjadi pilihan karena menggabungkan beberapa aktivitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik seperti diskusi kelompok, penyajian hasil diskusi, tanya jawab, serta mengutarakan sebuah pendapat yang dibungkus dalam suatu permainan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran IPS yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi peserta didik dalam melatih keterampilan 4C mereka. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Hasil uji validitas media memperoleh persentase sebesar 93,63% yang berarti sangat layak dan valid untuk digunakan. Hasil uji kepraktisan media memperoleh persentase sebesar 84,76% yang berarti praktis untuk digunakan. Untuk menguji efektivitas media, maka dilakukan penelitian di kelas 9-2 SMPN 3 Tanjunganom dengan total sampel berjumlah 25 peserta didik. Melalui pre-test dan post-test one group design, diperoleh rata-rata nilai pre-test sebesar 55,2 dan rata-rata nilai post test sebesar 87,8. Berdasarkan rata-rata nilai tersebut, selanjutnya dilakukan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dan diketahui nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka hipotesis bahwa pembelajaran IPS berbasis Congklak Modips memberikan pengaruh yang signifikan dapat diterima. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah Congklak Modips terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran IPS yang aktif dan menyenangkan.
Interaksi Sosial Murid Reguler dan Murid Inklusi Kelas VII di SMPN 4 Sidoarjo Ines, Lestria
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial antara murid inklusi dan murid reguler di kelas VII SMPN 4 Sidoarjo serta mengidentifikasi peran guru dan hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, guru pendamping khusus (GPK), murid reguler, dan murid inklusi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara murid reguler dan murid inklusi di SMPN 4 Sidoarjo berlangsung secara bertahap dan bersifat dinamis. Bentuk interaksi yang terjalin meliputi kerja sama dalam pembelajaran, solidaritas sosial, serta tumbuhnya penerimaan sosial dan empati. Program Sobat Inklusi menjadi salah satu sarana efektif dalam mendorong interaksi yang suportif dan setara. Guru berperan sebagai fasilitator, mediator konflik, serta pemberi pemahaman sosial yang membantu menciptakan iklim kelas inklusif. Namun demikian, ditemukan pula tantangan seperti ketakutan atau kecanggungan murid reguler dalam menghadapi perilaku emosional murid inklusi yang sulit diprediksi, seperti tantrum atau kemarahan mendadak. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan dari guru dan pihak sekolah dalam membentuk pola interaksi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. interaksi sosial, murid inklusi, murid reguler, pendidikan inklusi
Analisis Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai Potensi sumber Belajar IPS dalam Kurikulum Merdeka zahrotun islamiyah; Nuansa Bayu Segara; Riyadi; Niswatin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai potensi sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit, memiliki kekayaan situs sejarah seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Gapura Wringinlawang, dan Museum Trowulan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru IPS, siswa, dan pengelola situs budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai sumber belajar, pemanfaatannya dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas. Hambatan utama adalah kurangnya integrasi dalam kurikulum, kendala administratif, serta kurangnya pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran berbasis lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan kolaborasi antara pihak sekolah dan pengelola situs budaya, serta penyusunan bahan ajar dan proyek pembelajaran berbasis lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti berfikir kritis, bernalar, kreatif, dan cinta budaya bangsa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme. Dengan demikian, kawasan Cagar Budaya Trowulan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber belajar yang kaya nilai edukatif. Kata kunci: Cagar Budaya, Trowulan, Sumber Belajar, IPS, Kurikulum Merdeka ABSTRACT This study aims to analyze the Trowulan Cultural Heritage Area as a potential learning resource for Social Studies (IPS) within the implementation of the Merdeka Curriculum. The Merdeka Curriculum provides flexibility for teachers and students to develop contextual and environmentally-based learning. Trowulan, formerly the center of the Majapahit Kingdom, is rich in historical sites such as Brahu Temple, Tikus Temple, Wringinlawang Gate, and the Trowulan Museum, all of which can serve as educational resources. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants include social studies teachers, students, and heritage site managers. The findings reveal that although Trowulan has significant potential as a learning resource, its actual use in educational activities remains minimal. Major obstacles include lack of curriculum integration, administrative barriers, and limited teacher understanding of place-based learning strategies. This research recommends enhancing collaboration between schools and site managers, and developing local-based teaching materials and learning projects. Through this approach, students are expected to develop key competencies of the Pancasila Student Profile, such as critical thinking, reasoning, creativity, and appreciation of national culture. The study also emphasizes the importance of cultural preservation as part of character education and nationalism. Thus, the Trowulan Cultural Heritage Area is not only a tourist attraction but also a valuable educational asset. Keywords: Cultural Heritage, Trowulan, Learning Resource, Social Studies, Merdeka Curriculum
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS MEDIA FILM PENDEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI MASA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME KELAS VIII DI SMP LABSCHOOL UNESA 2 SURABAYA Wiwik Krisnowati, Lolita Salsabilla Widiyanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis media film pendek terhadap hasil belajar IPS materi Masa Kolonialisme dan Imperialisme di SMP Labschool Unesa 2 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain Quasi Eksperimen, melibatkan kelas VIII-A sebagai kontrol dan VIII-B sebagai eksperimen yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, dan N-Gain Score dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-Gain Score 70 (kategori tinggi), serta perbedaan signifikan hasil posttest antara kelas kontrol dan eksperimen. Dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis media film pendek efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk memberikan peningkatan dalam hasil belajar IPS.
Pengaruh Zero Waste Lifestyle Melalui Model Pembelajaran Project Based Laerning Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Siswa Pada Materi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Di SMP Negeri 12 Surabaya Amelia Febryanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, menjadi isu global yang mendesak. Sampah plastik yang sulit terurai menimbulkan pencemaran, kerusakan ekosistem, dan ancaman kesehatan. Di Surabaya, meski program lingkungan telah berjalan, penerapan prinsip zero waste masih menghadapi tantangan. Sekolah berperan strategis membentuk generasi peduli lingkungan, salah satunya melalui pembelajaran kontekstual seperti Project Based Learning (PjBL) terintegrasi zero waste. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan gaya hidup zero waste melalui PjBL terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment, melibatkan kelas VIII-D sebagai eksperimen dan VIII-J sebagai kontrol, dipilih dengan purposive sampling. Data diperoleh melalui angket sebelum dan angket sesudah perlakuan, dianalisis dengan N-Gain, Uji Mann Whitney, dan Wilcoxon menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan penerapan zero waste melalui PjBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan. Rata-rata N-Gain Score 70 (kategori tinggi) pada kelas eksperimen, serta terdapat perbedaan signifikan dengan kelas kontrol. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa, pemahaman kontekstual, dan sikap tanggung jawab terhadap lingkungan.