cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Pengaruh Problem Based Learning Dengan Modeling The Way Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPS Di SMP Islam Perlaungan Ayu Sya'dyah; Nuansa Bayu Segara; Agus Suprijono; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Modeling the Way dipandang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan Modeling the Way terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Perlaungan pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Modeling the Way dipandang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan Modeling the Way terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Perlaungan pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan kategori kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Persentase N-Gain sebesar 38,2% menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan Modeling the Way cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII. Instrumen yang digunakan berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan kategori kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Persentase N-Gain sebesar 38,2% menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan Modeling the Way cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.
PENGGUNAAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Alif Musdalifah; Wiwik Sri Utami; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS yang masih dominan bersifat teoritis dan hafalan berkontribusi pada rendahnya minat belajar serta tingginya risiko miskonsepsi, khususnya pada materi Geografi dan Sosiologi yang memuat banyak istilah kompleks. Metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik menjadi salah satu penyebab siswa cepat bosan dan kesulitan memahami materi. Beberapa guru hanya mengandalkan gambar dari buku tanpa penjelasan lanjutan, padahal banyak materi membutuhkan penjabaran lebih lanjut. Kesulitan juga muncul karena banyak istilah dalam materi Geografi dan Sosiologi yang belum familiar bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya nilai ulangan harian yang mencerminkan adanya miskonsepsi dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat miskonsepsi siswa dan mendeskripsikan indeks profil menggunakan pendekatan Certainty of Response Index (CRI) pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Deket untuk mengukur keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory untuk mengkaji miskonsepsi siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui tes CRI, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan siswa dan guru. Pendekatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang tingkat, penyebab, dan faktor pemicu miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal berada pada kategori tingkat kesukaran sedang, dengan variasi pemahaman dan miskonsepsi yang signifikan. Meskipun beberapa soal mudah dapat dijawab dengan benar, masih ditemukan miskonsepsi yang menunjukkan pemahaman konseptual yang dangkal. Temuan ini mengindikasikan keterbatasan pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang memberikan ruang bagi eksplorasi, refleksi, dan keterlibatan aktif siswa. Selain itu, faktor transisi dari pendidikan dasar ke menengah serta rendahnya minat belajar dan kebiasaan berpikir kritis turut menjadi penyebab dominan munculnya miskonsepsi. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada soal nomor 17 dan 22 (43,24%), sedangkan ketidakpahaman paling tinggi terjadi pada soal nomor 21 (74,32%). Penggunaan CRI sebagai alat evaluasi konseptual mampu mengungkap tingkat pemahaman siswa dan mengelompokkan mereka berdasarkan kategori pemahaman, yaitu: paham konsep, mengalami miskonsepsi, dan tidak memahami konsep. Diperlukan pergeseran paradigma menuju pembelajaran yang bersifat kontekstual, interaktif, dan berbasis inkuiri untuk membangun pemahaman konseptual yang utuh serta menurunkan tingkat miskonsepsi dalam pembelajaran IPS.
Studi Dinamika Lingkungan Sekolah sebagai Faktor Pendukung Kemandirian Belajar IPS pada Siswa Kelas VIII di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya Aleyda Putri Sabina
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan menghadapi tantangan zaman. Salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui penguatan kemandirian belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam konteks pendidikan inklusif, dinamika lingkungan sekolah baik dari sisi fisik, sosial, maupun akademik menjadi faktor penting yang turut membentuk kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana elemen-elemen lingkungan sekolah dapat menjadi faktor pendukung dalam membentuk kemandirian belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan siswa kelas VIII, guru, serta pihak sekolah. Analisis data mengacu pada teori ekologi Bronfenbrenner yang menekankan pada interaksi antar sistem lingkungan dalam memengaruhi perkembangan individu. Penelitian ini mengkaji bagaimana elemen-elemen lingkungan sekolah saling berinteraksi dalam mendorong perilaku belajar mandiri siswa, khususnya dalam pembelajaran IPS yang berlangsung dalam suasana kelas inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang nyaman, interaksi sosial yang harmonis, dan pendekatan akademik yang fleksibel memberikan kontribusi besar dalam mendorong kemandirian belajar siswa. Hambatan yang muncul antara lain kurangnya adaptasi antar siswa, keterbatasan media pembelajaran interaktif, serta belum optimalnya metode pembelajaran aktif oleh guru. Strategi yang efektif meliputi penggunaan pembelajaran berbasis proyek, penerapan sistem moving class, pemanfaatan media digital interaktif, serta pelaksanaan pembelajaran luar kelas. Keseluruhan dinamika ini membuktikan bahwa lingkungan sekolah yang adaptif dan inklusif berperan penting dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa secara berkelanjutan khususnya dalam pembelajaran IPS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA BELAJAR KOMIK DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP LABSCHOOL UNESA 3 Destrian Syharani Machjaya
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di era digital menuntut inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dengan media komik digital terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII SMP Labschool UNESA 3. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran dan tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, dengan menetapkan kelas VII-B atas pertimbangan guru IPS karena memiliki karakteristik yang heterogen, baik dari segi akademik maupun sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 54,4 pada pretest menjadi 85,7 pada posttest, yang membuktikan adanya pengaruh positif model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, presentase keterlaksanaan pembelajaran juga meningkat dari pertemuan pertama 92%, pada pertemuan kedua menjadi 97%, hingga pertemuan ketiga menjadi 100%, menandakan model cooperative learning tipe jigsaw berbantuan media komik digital dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran IPS.
Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi Dan Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Prihatini Alfath; Sukma Perdana Prasetya; Nuansa Bayu Segara; Katon Galih Setyawan
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan keterampilan abad 21, khususnya literasi informasi dan keterampilan sosial, dalam menunjang keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri atas 64 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan literasi informasi, lembar observasi keterampilan sosial, dan dokumentasi nilai prestasi belajar IPS. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 21 melalui uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan kontribusi sebesar 66,5%. Keterampilan sosial juga memiliki pengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 36,3%. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 70,6% terhadap prestasi belajar IPS siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial secara bersama-sama berkontribusi positif terhadap capaian akademik siswa. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis literasi dan sosial di lingkungan sekolah.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Tradisi Upacara Kasada Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Shinta Dewi Kusumaningrum
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era 4.0 atau era digital memberikan tantangan baru yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakter generasi muda agar memiliki kesadaran budaya dan menghadapi dampak negatif globalisasi. Masyarakat Suku Tengger yang tetap mempertahankan tradisi upacara Kasada menjadi contoh nyata pelestarian nilai-nilai budaya lokal di tengah arus kemajuan teknologi seperti saat ini. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi upacara Kasada sebagai sumber pembelajaran IPS diharapkan tercipta pembelajaran IPS yang menarik dan tidak membosankan serta dapat membuat peserta didik lebih mengenal budaya lokal yang ada di daerahnya.. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Upacara Kasada memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilai tersebut tercermin dari sikap yang menunjukkan penghormatan terhadap Sang Hyang Widhi dan para roh leluhur, solidaritas masyarakat dalam gotong royong, pelestarian budaya lokal, upaya dalam menjaga keseimbangan lingkungan, serta selalu mengingat, menghormati, dan menjalankan perintah para leluhur karena ajaran-ajaran dari para leluhur sangat berpengaruh bagi kehidupan. Nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi Upacara Kasada memiliki relevansi dengan Capaian Pembelajaran Fase D IPS dan dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran IPS dalam materi “Pelestarian Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi” kelas IX SMP.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAME TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP TOLERANSI SOSIAL SISWA DI SMP NEGERI 5 SIDOARJO Heny Rachmawati
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap toleransi yang disebabkan oleh penggunaan model, metode, dan media pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament di SMP Negeri 5 Sidoarjo. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimental dengan kelompok kontrol yang tak setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Sidoarjo tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik Purposive sampling.Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket dan observasi. Teknik analisis data mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedasitas, uji regresi linear sederhana, dan uji T. Berdasarkan hasil analisis data, uji regresi linear sederhana menunjukkan R2 sejumlah 0.488 hal berikut berarti bahwasannya 48.8% variasi dari variabel dependent Sikap Toleransi bisa dijelaskan oleh variasi dari variabel independen yakni Teams Game Tournament. Sedangkan sisanya sejumlah (100% - 48.8% = 51.2%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Hasil uji signifikansi regresi menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05) yang menandakan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Hasil uji t variabel Teams Game Tournament memegang nilai signifikansi sejumlah 0.000, nilai tersebut lebih kecil dari 0.05. Sedangkan untuk t hitung didapatkan nilai sejumlah 5.436 > ttabel (2.036) maka variabel Teams Game Tournament berpengaruh kepada variabel Sikap Toleransi. Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima yang membuktikan bahwa model pembelajaran Teams Game Tournamnet terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan sikap toleransi sosial siswa di SMP Negeri 5 Sidoarjo.
The Effect Of Digital Learning Media Based On Augmented Reality With Assemblr Edu Application On Students' Critical Thinking Abilities In Social Studies Subjects Of Grade VIII SMPN 18 Gresik: Pengaruh Media Pembelajaran Digital Berbasis Augmented Reality Dengan Aplikasi Assemblr Edu Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII SMPN 18 Gresik Girit Ningrum, Endang Wuluh
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain the effect of digital learning media based on Augmented Reality (AR) using the Assemblr Edu application on students' critical thinking skills in Social Studies (IPS). This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a pretest-posttest control group design. The subjects of the study were eighth-grade students at SMPN 18 Gresik, with class VIII F as the experimental group and class VIII G as the control group. Data collection techniques included critical thinking pre-test and post-test assessments, student response questionnaires, and documentation. The prerequisite test results showed that the data were normally distributed and homogeneous, making it appropriate to analyze using the Independent Sample T-Test. The t-test results showed a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference in critical thinking skills between the experimental and control classes. The average post-test score of the experimental class was 88.38, while the control class scored 81.25. In addition, the N-Gain test showed a score of 0.6561, which falls into the effective category (moderate to high). This indicates that digital learning media based on augmented reality using the Assemblr Edu application is quite effective in improving students' critical thinking skills. Beyond the quantitative data results, student responses also revealed that those who participated in learning using the Assemblr Edu application experienced a significant increase in critical thinking skills compared to students in the control group. AR-based learning media encouraged students to be more active in exploring the material, thinking analytically, and understanding the relationships between concepts more deeply. These findings support the use of interactive digital technology as an effective learning strategy to foster critical thinking skills and meet the demands of 21st-century education.
Strategi Guru IPS dalam Menanamkan Karakter Gotong Royong pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 4 Sidoarjo Fitriana, Nova Desinta
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek fundamental dalam sistem pendidikan nasional karena peserta didik saat ini menghadapi tantangan besar berupa penurunan nilai-nilai sosial akibat pengaruh kemajuan teknologi sehingga mengakibatkan perubahan perilaku peserta didik yang cenderung menjadi lebih individualis dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa karakter gotong royong belum tertanam secara optimal. Padahal, gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang mencerminkan sikap saling membantu, kolaborasi, dan empati. Oleh karena itu, penanaman pendidikan karakter khususnya karakter gotong royong sangat penting dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui peran guru, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru IPS dalam menanamkan karakter gotong royong pada peserta didik kelas VII serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sidoarjo dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari waka kurikulum dan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan karakter oleh Thomas Lickona dan teori behavioristik oleh B.F Skinner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru IPS dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru IPS mengintegrasikan nilai gotong royong dalam modul ajar melalui elemen kolaborasi, berbagi, dan kepedulian. Pada tahap pelaksanaannya, guru IPS menerapkan pembelajaran kolaboratif yang memberikan kesempatan peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok secara aktif, serta menyelesaikan tugas pembelajaran secara bersama-sama. Pada tahap evaluasi dilakukan secara formatif dengan mengamati sikap dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Keberhasilan strategi ini didukung oleh kebijakan sekolah melalui komunitas "Krida", ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai, serta partisipasi aktif peserta didik. Strategi ini terbukti efektif menumbuhkan sikap kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial peserta didik, meskipun menghadapi beberapa hambatan seperti perbedaan karakter peserta didik, keterbatasan waktu, dan kecenderungan sikap individualistik yang masih dijumpai pada sebagian peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS METAVERSE MENGGUNAKAN VIRTUAL REALITY (VR) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN SIDOARJO Muhammad Hilmy Cahyadi; Sukma Perdana Prasetya; Muhammad Ilyas Marzuqi; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan. Sistem pembelajaran konvensional dinilai kurang mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini yang cenderung lebih condong dengan teknologi dan lebih menyukai pengalaman belajar berbasis teknologi. Konsep metaverse hadir sebagai solusi inovatif dalam dunia pendidikan, menciptakan environment belajar virtual yang imersif dan memungkinkan terjadinya interaksi dan eksplorasi yang mendalam terhadap materi pelajaran. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), penggunaan teknologi metaverse dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sosial dan budaya melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis metaverse dengan menggunakan Virtual Reality (VR) menjadi penting untuk mengatasi tantangan pembelajaran di abad ke-21. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis metaverse menggunakan VR dalam pembelajaran IPS serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Produk yang dikembangkan berupa museum virtual tiga dimensi yang diakses melalui aplikasi VRChat yang kemudian diisi dengan konten materi IPS kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Media pembelajaran ini kemudian divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, diuji coba terbatas, serta diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian ini adalah dosen ahli media dan materi, guru IPS dan siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh para ahli dan mendapatkan tanggapan positif dari guru maupun siswa. Berdasarkan hasil evaluasi, media ini memiliki pengaruh pada taraf sedang, karena tingkat ketercapaian peserta didik berada pada kategori sedang dan tinggi, dan tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori rendah.