cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
Pemanfaatan Digital Learning Sebagai Sumber Belajar Alternatif Dalam Mata Pelajaran IPS Kelas 9 B SMP 10 Nopember Sidoarjo Dwina Cahya, Kinanti Rahma
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kajian pengetahuan dalam IPS cenderung fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat baik masa lalu, masa sekarang, dan kecenderungan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan digital learning sebagai sumber belajar alternatif dalam Mata Pelajaran IPS kelas IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP 10 Nopember Sidoarjo dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang diteliti secara sistematis, faktual, dan akurat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25 dengan menggunakan uji Paired sample t-tes, uji Independent sample t-tes, dan perhitungan uji N-gain Score. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan digital learning sebagai sumber belajar alternatif dalam Mata Pelajaran IPS kelas IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo memberikan pengaruh yang signifikan sumber belajar alternatif. Hal ini dibuktikkan dengan adanya pemanfaatan digital learning pada mata pelajaran IPS kelas IX SMP 10 Nopember Sidoarjo lebih tinggi daripada 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan digital learning pada mata pelajaran IPS termasuk kategori sangat tinggi. Artinya makin meningkat pemanfaatan digital learning maka semakin meningkat pula sumber belajar peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran elektronik (learning) dapat berlansung adalah dengan menggunakan quizizz dan canva, dengan menggunakan Quizizz, guru dapat memberikan kuis yang berbeda tingkat kesulitannya, sementara Canva memungkinkan siswa dengan kemampuan visual yang lebih tinggi untuk mengekspresikan pemahaman mereka dengan cara yang lebih kreatif. Abstract This study aims to determine the study of knowledge in social studies tends to phenomena that occur in society both past, present, and future trends. This study aims to determine the use of digital learning as an alternative learning resource in the subject of social studies class IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo. This research was conducted at SMP 10 Nopember Sidoarjo using a descriptive quantitative approach, namely research that aims to describe and analyze the relationship between the variables studied systematically, factually, and accurately. Data collection techniques are carried out through tests and documentation. Data analysis techniques are carried out with the help of the SPSS program version 25 using the Paired sample t-test, Independent sample t-test, and N-gain Score test calculations. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the use of digital learning as an alternative learning resource in the subject of social studies class IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo provides a significant influence on alternative learning resources. This is evidenced by the utilization of digital learning in the IX grade social studies subject of SMP 10 November Sidoarjo, which is higher than 75%. Therefore, it can be concluded that the utilization of digital learning in the IPS subject is categorized as very high. This means that the greater the utilization of digital learning, the more learning resources students have. One way to ensure the e-learning process can take place is by using Quizizz and Canva. By using Quizizz, teachers can give quizzes of varying difficulty levels, while Canva allows students with higher visual abilities to express their understanding in more creative ways.
Praktik Kekerasan Seksual Di Kampus: Studi Fenomenologi Tentang Dampak Dan Relevansinya Pada Pembelajaran IPS annisa eka febriyanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the practice of symbolic sexual violence on campus, including forms such as sextortion, catcalling, and cyber sexual harassment, while analyzing its impact on students and its relevance to Social Studies (IPS) learning. The research employs a qualitative phenomenological approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving both victims and Social Studies students as informants. The analysis is grounded in Pierre Bourdieu’s theory of symbolic power and Bronfenbrenner’s ecological systems theory to understand the dynamics of power relations, the psychological, social, and academic impacts, as well as the interaction between individuals and their environments. The findings indicate that symbolic sexual violence on campus has significant effects on students, including psychological trauma, decreased self-confidence, academic setbacks, and social marginalization. Sextortion places students in academic and moral dilemmas, catcalling creates a sense of insecurity while reinforcing patriarchal culture, and cyber sexual harassment extends violence into the digital sphere, which is more difficult to regulate. The relevance to Social Studies learning lies in its role in fostering awareness of values, norms, gender equality, and healthy social relations. Therefore, Social Studies can serve as a critical educational tool to prevent, reduce, and address symbolic sexual violence in higher education.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Materi Perdagangan Internasional Di SMP Negeri 23 Surabaya Ardiana, Fathimatus Putri; Nasution; Ali Imron; Asnimawati
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan penggunaan media flipbook terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran IPS dengan topik Perdagangan Internasional di SMP Negeri 23 Surabaya. Dasar pelaksanaan penelitian ini didasari oleh temuan empiris mengenai masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh dominasi penggunaan metode TCL (Teacher Centered Lerning). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model rancangan quasi-experimen dan desain non equivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas dengan total 60 siswa, yaitu kelas VIII-I sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan dan kelas VIII-H sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi observasi, dokumentasi, tes kemampuan berpikir kreatif dan angket untuk mengukur respons siswa. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, serta perhitungan N-Gain untuk menilai peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Hasil uji independent sample t-test dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Selain itu, hasil pretest dan posttest juga meningkat dengan skor N-Gain sebesar 0,6017 kategori sedang. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan flipbook berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS pada materi Perdagangan Internasional di SMP Negeri 23 Surabaya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) MELALUI GOOGLE SITES UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VIII SMPN 23 SURABAYA Muzaki, Fery Ardiansyah; Sukma Perdana Prasetya; Agus Suprijono; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan dan efektivitas media pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) melalui Google Sites dalam mendukung literasi digital siswa pada pembelajaran materi IPS Proses Kebangsaan Menuju Kemerdekaan di SMP Negeri 23 Surabaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi digital siswa dalam mengakses dan memanfaatkan sumber belajar digital secara optimal. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE dan melibatkan 32 siswa kelas VIII-C sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli media dan ahli materi, angket literasi digital siswa, serta pretest dan posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Aiken's V, N-Gain, dan Paired Sample t-Test. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis IoT melalui Google Sites berada pada kategori sangat layak dengan skor 98%. Hasil angket literasi digital menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dengan rata-rata persentase sebesar 87% pada kategori sangat baik. Selain itu, hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan dengan nilai N-Gain sebesar 0,66 pada kategori sedang, yang menandakan bahwa media pembelajaran berbasis IoT cukup efektif dalam mendukung literasi digital siswa. Berdasarkan temuan tersebut, media pembelajaran berbasis IoT melalui Google Sites dinyatakan layak dan efektif untuk mendukung proses pembelajaran IPS.
STRATEGI GURU DALAM MENGHADAPI AI: PEMANFAATAN CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KONTEKSTUAL DI ERA SOCIETY 5.0 PADA SMPN 61 SURABAYA Yunita Nurhariyanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi kebutuhan penting pada era Society 5.0. Salah satu bentuk AI yang mulai dimanfaatkan di sekolah adalah ChatGPT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam memanfaatkan ChatGPT pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis kontekstual serta mengidentifikasi tantangan dan dukungan institusional dalam implementasinya di SMPN 61 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi utama, yaitu penyajian materi kontekstual berbantuan ChatGPT, perancangan perangkat ajar, fasilitasi diskusi kritis, serta pengawalan literasi dan etika digital siswa. Namun, implementasi ChatGPT masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital guru, kecenderungan siswa menyalin jawaban tanpa analisis, infrastruktur internet yang belum stabil, serta belum adanya kebijakan sekolah yang formal. Dukungan institusional tampak melalui penyediaan sarana TIK dan forum pengembangan profesional guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemanfaatan ChatGPT sangat ditentukan oleh kapasitas pedagogis guru, dukungan infrastruktur, dan kebijakan sekolah yang jelas.
The Effect of the LOK-R Learning Model on Improving Multimodal Literacy Skills in Social Science Learning for Seventh Grade Students at MTsN 1 Surabaya Aisyah Ayu Nararya; Katon Galih Setyawan, S.Sos., M.Sosio.; Dr. Nuansa Bayu Segara, S.Pd., M.Pd.; Dr. Hendri Prastiyono, M.Pd.
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the process of improving multimodal literacy skills in social studies learning on the topic of Meeting Needs using the LOK-R learning model and to determine the effect of the LOK-R learning model on improving multimodal literacy skills in social studies learning among seventh grade students at MTsN 1 Surabaya. This study used a quantitative method designed using a Quasi-Experimental Design group experiment (Class VII G) and control group (Class VII I)). This study was supported by Vygotsky's social constructivism theory related to social interaction, ZPD, and scaffolding in the learning process. The instrument to stimulate various modes of communication, including text, visual, audio, and audio-visual, to determine the improvement in students' multimodal literacy skills. In addition, there was another instrument, namely an observation instrument tailored to multimodal indicators, which was used to determine the learning process in the classroom in improving students' multimodal literacy skills. The prerequisite test was conducted using question validity and reliability tests. Data analysis was performed using normality tests, homogeneity tests, and non-parametric tests (non-normal data) using the Mann-Whitney test to test the significance of the learning model and the N-gain test to determine the effectiveness of the learning model. The results of this study indicate that the LOK-R learning model has an effect on improving the multimodal literacy skills of seventh-grade social studies students at MTsN 1 Surabaya.
SYNERGY BETWEEN PARENTS AND SCHOOL ROLES IN THE EDUPARK TOUR PROGRAM TO STRENGTHEN INDEPENDENCE AND ENVIRONMENTAL CARE VALUES AT SMP NEGERI 61 SURABAYA Dzihni Kusnanda, Alya Fikriyah; Sarmini; Nuansa Bayu, Segara; Prastiyono, Hendri
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Edupark tourism program has great potential in instilling the values of independence and environmental awareness in students through direct and contextual experiences. The most significant challenge to be addressed is the limited involvement of parents in this program, which needs to be examined in order to strengthen collaboration between schools and parents. This study aims to analyze the synergy between the role of parents and schools in reinforcing the values of independence and environmental awareness among students of SMP Negeri 61 Surabaya through Edupark tourism activities, while also identifying the challenges and solutions that arise in the collaborative process. The research method employs a qualitative case study approach with subjects consisting of parents, the principal, and the Adiwiyata coordinator teacher. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The findings show that the synergy between schools and parents in the Edupark tourism program takes the form of directed technical participation. However, this synergy has not yet reached a comprehensive deliberative collaboration, due to time constraints and the lack of two-way communication, which hinders collective understanding of the goals and challenges of the activities. Nevertheless, the school has made sustainable efforts by scheduling activities more flexibly on weekends and creating two-way dialogue spaces through WhatsApp channels. These research findings contribute theoretically to the development of collaboration concepts in the context of environment-based and community-based education.
Pengembangan Bahan Ajar IPS Pengembangan Bahan Ajar IPS Berbasis Potensi Lokal Daerah pada Materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia di SMP Negeri 24 Surabaya Salsabila Mercy Maharani
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan pengembangan bahan ajar IPS yang mampu menciptakan pembelajaran kontekstual dan meaningful learning melalui pemanfaatan potensi lokal daerah menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Dasar pemikiran ini muncul dari kebutuhan peserta didik di SMP Negeri 24 Surabaya akan materi yang dekat dengan realita kehidupannya, sehingga dapat meningkatkan pemahamannya khususnya pada materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berfokus pada menciptakan produk berupa bahan ajar IPS berbasis potensi lokal daerah Surabaya yang layak untuk diimplemetasikan. Penelitian ini menggunakan metode (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, evaluation. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 24 Surabaya pada semester ganjil tahun ajaran 2025-2026. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif terhadap data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket guna mendeskripsikan kelayakan bahan ajar. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi instrumen observasi, wawancara, validasi ahli materi dan ahli desain bahan ajar, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil validasi ahli menyatakan bahwa bahan ajar IPS berbasis potensi lokal daerah menunjukkan kriteria sangat layak dengan skor 96% dari ahli materi dan 96% dari ahli desain bahan ajar. Hasil angket respon guru sebesar 100% dan hasil angket respon peserta didik sebesar 88%, hasil tersebut menunjukkan kriteria sangat baik sehingga bahan ajar dinilai mampu menciptakan pembelajaran kontekstual dan meaningful learning. Simpulan dari penelitian ini adalah bahan ajar telah memenuhi kriteria kelayakan yang dapat dijadikan sumber belajar dalam materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia. Saran bagi penelitian selanjutnya agar pengembangan bahan ajar diperluas pada aspek materi serta diujikan secara luas untuk melihat efektivitasnya.
Pengaruh Kemampuan Komunikasi Sosial Dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa Kelas VIII Di Surabaya Niken Rahayu
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the influence of social communication skills and learning independence on the social studies learning outcomes of eighth-grade students in junior high schools in Surabaya using a quantitative associative approach with purposive sampling with 146 students from 3 elementary school. Data were collected through questionnaires and learning-outcome documentation, then analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that both social communication skills and learning independence positively and significantly affect social studies learning outcomes, either individually or simultaneously, with a correlation coefficient of 0.840 indicating a very strong relationship, and social communication skills emerging as the most dominant predictor. These results highlight the importance of strengthening students’ communication and independent learning abilities, while encouraging teachers and schools to create interactive learning environments, and suggesting future studies to expand the sample and include additional variables such as learning motivation or parental support. Keyword: Behavior, Facilities, Waste, River
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR (SAC) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS anwari, adib suhail; Muhammad Ilyas Marzuqi; Ali Imron; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator (SAC) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII di SMPN 35 Surabaya sekaligus mengkaji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan berupa aplikasi pembelajaran interaktif pada materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia yang dilengkapi dengan berbagai elemen pendukung, seperti gambar, video, animasi, evaluasi interaktif, serta sistem navigasi, dan dapat diakses melalui perangkat Android maupun HTML5. Kelayakan media dinilai melalui validasi ahli media, penilaian guru IPS, serta uji coba lapangan, dengan hasil yang menunjukkan bahwa media SAC termasuk dalam kategori sangat layak. Tanggapan siswa selama uji coba juga menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah digunakan, dan memiliki penyajian materi yang jelas. Pengukuran peningkatan motivasi belajar dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah penggunaan media, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media. Rata-rata motivasi belajar siswa meningkat dari 51,42% menjadi 76,45%, dengan kenaikan sebesar 25,02%. Selain itu, hasil analisis N-gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,51 pada kategori sedang, dengan rentang 0,18–0,83, serta persentase N-gain rata-rata sebesar 51,17% yang mengindikasikan peningkatan kemampuan siswa secara umum pada kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator sangat layak digunakan, efektif, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.