cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Berat Badan Bayi Hanifah Rahmania
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan bayi merupakan salah satu indikator dalam penilaian status gizi bayi. Selain dipengaruhi oleh faktor internal seperti asupan gizi, berat badan bayi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti stimulus. Stimulus dapat berupa terapi pijat bayi. Pijat bayi merupakan terapi sentuh yang sejak lama dipraktikkan oleh masyarakat desa maupun kota di Indonesia. Penelitian mengenai pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi telah dilakukan di dalam maupun di luar negeri. Metode-metode yang telah digunakan dalam penelitian tersebut diantaranya adalah case control dan clinical trial. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan membuktikan adanya pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi. Dalam jurnal ini akan dibahas beberapa penelitian tentang pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi serta mekanisme yang mendasarinya. [J Agromed Unila 2015; 2(4):446-450]Kata kunci: bayi, berat badan, pijat bayi, status gizi
Analisis Tingkat Pengetahuan Orang Tua tentang Stimulasi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0-5 Tahun Silvia Marischa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita dikategorikan ketika umur 0-5 tahun, dengan tingkat kapasitas otak yang masih sangat tinggi sehingga akan lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengayaan. Perkembangan anak adalah semua perubahan yang terjadi pada anak, meliputi perkembangan fisik maupun daya pikir. Pada masa ini terjadi tumbuh kembang yang pesat dan prosespematangan berlangsung secara terus menerus, terutama fungsi sistem saraf yang terjadi dalam usia 0– 12 bulan. Perkembangan motorik merupakan salah satu dimensi dari pekembangan yang mengontrol gerakan-gerakan tubuh dengan melibatkan koordinasi antara susunan syaraf pusat, dan otot. Perkembangan motorik terbagi atas motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan-perkembangan tersebut sangat berpengaruh penting terhadap perkembangan anak. Diperlukan interaksi antar anak dengan orang tua bagi proses perkembangan anak secara keseluruhan. Karena orang tua dapat segera mengenali kelainan proses perkembangan anak nya, dan sedini mungkin seperti memberikan pengetahuan pada tumbuh kembang anak secara menyeluruh. [J Agromed Unila 2015; 2(4):451-455]Kata kunci: balita, motorik kasar, perkembangan anak
Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif sebagai Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif Harmeida Risa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dilakukan sejak bayi lahir sampai usia enam bulan. Kedua praktek pemberian ASI ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan bayi yang optimal. Inisiasi menyusui dini dilakukan dalam 30 menit sampai 1 jam setelah bayi dilahirkan. Bayi diberi kesempatan menyusu sendiri denganmembiarkan kontak kulit ibu ke kulit bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMD dapat mengurangi angka kematian bayi sebesar 22%. Pemberian ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama enam bulan, namun masih banyak ibu yang memberikan ASI tidak secara eksklusif selama enam bulan. Pelaksanaan IMD dan ASI eksklusif di Indonesia masih sangat rendah, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan perilaku ibu. Dilihat dari data yang telah ada bahwa pemberian inisiasimenyusui dini dan ASI eksklusif masih dibawah standar terutama di Provinsi Lampung. Pemberian IMD dan ASI eksklusif pada bayi dipengaruhi oleh pengetahuan yang di dapat dari pengalaman, umur, tingkat pendidikan dan lain-lain. Sedangkan perilaku ibu juga mempengaruhi, bisa dari faktor internal berasal dari diri sendiri dan faktor eksternal berasal dari lingkungan. Hubungan IMD dan ASI eksklusif telah dibuktikan melalui beberapa penelitian, antara lain menyatakan bahwabayi mulai menyusu dini dalam 1 jam pertama akan meningkatkan ASI eksklusif dan lama menyusui. Simpulan, tingkat pengetahuan ibu tentang IMD dan ASI eksklusif sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pemberian ASI eksklusif. [J. Agromed Unila 2015; 2(4):456-461]Kata kunci: asi eksklusif, imd, pengetahuan, perilaku
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Penyakit HIV/AIDS Rio Gasa Handriyo
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit berbahaya dan paling mematikan adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dimana virus ini menyerang system kekebalan tubuh manusia sehingga memudahkan infeksi penyakit lain untuk menyerang tubuh dikarenakan imunitas tubuh yang lemah. Indonesia tahun 2014 secara kumulatif terhitung dari tanggal 1 April 1987 s.d 30 September 2014 jumlah penderita HIV adalah 150.296 jiwa,jumlah penderita AIDS adalah 55.799 jiwa, 9.796 meninggal dan selalu terjadi infeksi baru setiap tahunnya. Kebanyakan penularan terjadi pada sub-populasi berperilaku berisiko atau pada populasi kunci terdampak HIV-AIDS. Dimana sebagian besar sub-populasi beresiko adalah remaja ataupun usia dewasa muda yang cenderung produktif. Berbagai upayapencegahan telah dilakukan, salah satunya yaitu dengan meningkatkan pengetahuan mengenai HIV/AIDS, dengan harapan dengan tingginya tingkat pengetahuan remaja maka mempengaruhi upaya pencegahan terhadap penyakit HIV/AIDS ini. [J. Agromed Unila 2015; 2(4):462-466]Kata kunci: AIDS, HIV, pencegahan, pengaruh pengetahuan
Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare pada Bayi Umur 0-6 Bulan Isnida Shela Arlovi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah makanan terbaik yang harus diberikan pada bayi karena didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi.Idealnya bayi yang diberi ASI eksklusif tidak terkena diare karena ASI merupakan makanan alami yang ideal bagi bayi dan sesuai dengan kondisi sistem pencernaan bayi yang belum matur (pada bayi 0-6 bulan) sehingga tidak menyebabkan alergi pada bayi. Pemberian ASI yang dianjurkan adalah ASI eksklusif selama 6 bulan yang diartikanbahwa bayi hanya mendapatkan ASI saja tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih. ASI mengandung berbagai zat yang berfungsi sebagai pertahanan nonspesifik maupun spesifik.Pertahanan nonspesifik diperankan oleh sel seperti makrofag dan neutrofil serta produknya dan faktor protektif larut, sedangkan sel spesifik oleh sel limfosit dan produknya. Air susu ibu selain sebagai sumber nutrisi dapat memberi perlindungan kepada bayi melalui berbagai zat kekebalan yangdikandungnya. Pemberian makanan berupa ASI sampai bayi mencapai usia 4-6 bulan, akan memberikan kekebalan kepada bayi terhadap berbagai macam penyakit karena ASI adalah cairan yang mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, jamur dan parasit. Ada perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapat ASI eksklusif minimal 4 bulan dengan bayi yang hanya diberi susu formula. Pemberian makanan selain ASIeksklusif dapat mempengaruhi sistem pencernaan pada bayi. Bayi yang berumur 0–6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap angka kejadian diare. [J Agromed Unila 2015; 2(4):467-470]Kata kunci: asi eksklusif, diare
Pengaruh Pisang Ambon (Musa paradisiaca S.) terhadap Hipertensi Kautsar Ramadhan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi medis yang ditandai peningkatan tekanan darah secara kronis, yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 25,8% sesuai data Riskesdas 2013. Pengobatan untuk hipertensi dilakukan dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Terapi non farmakologi hipertensi dapat dilakukandengan penggunaan herbal, salah satunya dengan mengkonsumsi pisang ambon. Pisang ambon mengandung kalium tinggi yang bekerja mirip obat antihipertensi. Kalium membantu menjaga tekanan osmotik di ruang intrasel sehingga kadar kalium yang tinggi dapat meningkatkan ekskresi natrium dalam urin dan dapat menurunkan volume darah dan tekanan darah. Penurunan kalium dalam ruang intrasel menyebabkan cairan dalam ruang intrasel cenderung tertarik keruangan ekstrasel dan terjadi retensi natrium akibat respon dari tubuh agar osmolaritas pada kedua kompartemen berada pada titik ekuilibrium. Simpulan, pisang ambon dapat menurunkan tekanan darah. [J. Agromed Unila 2015; 2(4):471-474]Kata Kunci: hipertensi, pisang ambon, kalium
Penggunaan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Lutfi Aditama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, mendorong perubahan pola gaya hidup masyarakat seperti perubahan sosial ekonomi, lingkungan, perubahan struktur penduduk serta perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular (PTM).Salah satu penyakit tidak menular yang sangat berbahaya adalah hipertensi. Hipertensi juga disebut silent killer karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala namun dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.Di Indonesia sejak dahulu telahmemanfaatkan bahan herbal untuk pengobatan berbagai penyakit, karena tersedianya berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan dan mengurangi risiko efek sampingkarena penggunaan obat sintetis.Mengkudu (Morindacitrifolia L.)dapat menurunkan tekanan darah karena kandungan bahan aktif diantaranya adalahscopoletin dapat menurunkan resistensi periferdan xeroninbekerja sebagai diuretik yang dapat meningkatkan volume  urin. Mengkudu (Morindacitrifolia L.) aman dikonsumsi karena digolongkan dalam zat yangtidak toksik. [J Agromed Unila 2015; 2(4):475-480]Kata kunci: hipertensi, mengkudu, scopoletin, xeronin
Hubungan antara Obesitas dengan Siklus Menstruasi Rani Purnama Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa transisi sering ditandai dengan perkembangan fisik dari usia anak menjadi dewasa yang disebut pubertas. Pada remaja putri, pubertas ditandai dengan permulaan menstruasi. Menstruasi adalah perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovula secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Durasi antara dua siklus menstruasi berkisar 21-45 ha dalam 1-2 tahun setelah menarche. Wanita biasanya mengalami masalah yang berkaitan dengan menstruasi. Gangguan tersebut antara lain nyeri saat menstruasi dan perdarahan menstruasi berat. Gangguan siklus merupakan masalah ginekologi terbanyak di antara wanita terutama remaja. Salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan siklus menstruasi adalah obesitas. Obesitas dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi melalui jaringan adiposa yang secara langsung mempengaruhi rasio hormon estrogen dan androgen. [J Agromed Unila 2015; 2(4):481-485]Kata kunci: gangguan siklus menstruasi, obesitas, siklus menstruasi
Pengaruh Penggunaan Antibiotik Irrasional terhadap Angka Resistensi Bakteri pada Ruang Rawat Intensif Ratu Balqis Anasa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi 3x24 jam setelah pasien dirawat di rumah sakit dan bukan merupakan bawaan dari infeksi sebelumnya. Peningkatan angka morbiditas dan mortalitas berhubungan dengan infeksi nosokomial pada Ruang Rawat Intensif (Intensive Care Unit=ICU) adalah masalah yang sangat serius saat ini. Pasien yang dirawat di ICU mempunyai resiko yang lebih besar untuk terkena infeksi nosokomial dibandingkan dengan pelayanan lainnya di rumahsakit. Untuk meminimalisinr angka resistensi, dapat dilakukan berbagai hal, diantaranya mendorong penggunaan antibiotika secara rasional (antibiotika hanya diberikan untuk indikasi yang jelas), mengurangi penggunaan yang tidak perlu baik untuk profilaksi maupun terapi, dan proses seleksi antibiotika termasuk dosis, frekuensi, dan lama pemberian harus dilakukan secara lebih seksama untuk meningkatkan efektivitas antibiotika dalam menanggulangi infeksi. [J Agromed Unila 2015; 2(4):485-492]Kata kunci: antibiotik, bakteri, infeksi, nosokomial, resistensi,ruang perawatan intensif
Hubungan Paparan Debu dengan Kapasitas Vital Paru Pekerja Batu Bara Silvi Qiro'atul Aini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Debu merupakan partikel zat padat yang mempunyai ukuran diameter 0,1-50 μm atau lebih. Kadar debu yang berada diatas Nilai Ambang Batas (NAB) yaitu diatas 0,15 mg/m3 untuk waktu 8 jam dapat menimbulkan berbagai penyakit. Partikel debu dapat masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi, ingesti dan penetrasi kulit. Paparan debu dapat menimbulkan penurunan kapasitas vital paru. Kapasitas vital paru sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi, atau jumlah maksimal udara yang dapat dikeluarkan seseorang dari paru dengan sekuat-kuatnya setelah terlebih dahulu mengisi paru secara maksimal dan kemudian mengeluarkan dengan maksimal ±4.600 ml. Kapasitas vital paru dapat diukur dengan menggunakan spirometri. Selain paparan debu, terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhigangguan fungsi paru. Faktor tersebut meliputi usia, masa kerja, perilaku penggunaan alat pelindung diri, riwayat penyakit, jenis kelamin, kebiasaan olahraga, status gizi dan kebiasaan merokok. [J Agromed 2015; 2(4):493-499]Kata kunci: debu, kapasitas vital, pekerja batu bara

Page 6 of 57 | Total Record : 565