Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles
565 Documents
Obesitas dan Kapasitas Paru pada wanita
Delvi Rusitaini Putri;
M. Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Obesitas adalah peningkatan berat badan diatas batas normal dan pada saat ini masih sangat sering kita temukan dikalangan wanita. Dikatakan obesitas apabila berat badan dan tinggi badan tidak seimbang, berdasarkan WHO obesitas diklasifikasikan berdasarkan IMT yaitu jika IMT didapatkan 25-30 adalah obesitas derajat 1,30- 40 derajat 2 dan > 40 derajat 3. beberapa study mengatakan bahwa obesitas dapat menjadi faktor resiko meningkatnya penyakit kardiovaskuler, obesitas juga berhubungan dengan berbagai gangguan pernapasan antara lain tahanan aliran udara, pola pernapasan, pertukaran gas,mekanika pernapasan dan akhirnya akan mengakibatkan keabnormalitasan dalam tes fungsi paru. [J Agromed Unila 2015; 2(4):389-395]Kata kunci: kapasitas paru, obesitas, wanit
Kadar Prolaktin Serum Penderita Psoriasis Vulgaris dengan Score Psoriasis Area and Severity Index
Devita Wulan Permatasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Psoriasis merupakan suatu penyakit inflamasi kulit kronik yang ditandai dengan terjadinya hiperproliferasi keratinosit. Etiologi psoriasis belum dimengerti sepenuhnya, namun tampaknya faktor genetik, defek imun, lingkungan, dan hormonal berperan pada terjadinya penyakit ini. Prolaktin merupakan suatu imunomodulator yang menstimulasi proliferasikeratinosit pada epidermal kulit dan terlibat dalam patogenesis psoriasis. Sehingga semakin tinggi kadar prolaktin maka semakin tinggi kejadian psoriasis. Cara untuk mengetahui derajat keparahan psoriasis dengan menggunakan tehnik Score Psoriasis Area and Severity Index (PASI). Tehnik PASI menggabungkan elemen pada presentasi klinis yang tampak pada kulit berupa eritema, indurasi dan skuama. Kadar prolaktin serum yang meningkat berpengaruh terhadap kejadian psoriasis vulgaris dengan menggunakan score psoriasis area and severity index. [J Agromed Unila 2015; 2(4):396-401]Kata Kunci: psoriasis vulgaris, prolaktin, score PASI, severity index
Manifestasi Kelainan Kulit pada HIV/AIDS
Dika Yunisa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Acquired Immuno Deficiency Syndrome merupakan penyakit yang mengancam seluruh negara di dunia. Lebih dari 42 juta orang hidup dengan HIV dan AIDS. Infeksi oportunistik pada HIV/AIDS diakibatkan oleh penurunan daya tahan tubuh yang umumnya terjadi bila jumlah CD4 < 200/ml atau dengankadar lebih rendah. Salah satu manifestasi penurunan CD4 dapat dilihat pada kulit. Manifestasi dermatologis yang dilihat pada tiap stadium HIV/AIDS sering menunjukkan jenis yang beragam. Kelainan kulit ini menjadi penyebab morbiditas yang tinggi, yang memberikan efek kosmetik dan mempengaruhi kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Penurunan fungsi sel langerhans yang terinfeksi HIV menjadi penyebab kelainan pada kulit. Spektrum perubahan kulit pada penyakit AIDS sangatluas, bervariasi dan unik. Kelainan kulit mengindikasikan bahwa AIDS bersifat progresif karena CD4+ yang menurun secara mendadak. Kelainan kulit dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan parasit maupun noninfeksi. [J Agromed Unila 2015; 2(4):402-407]Kata kunci: CD4, HIV/AIDS, infeksi opurtunistik, kulit
Gangrene Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus
Dwi Erin
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes mellitus merupakan kumpulan gejala yang timbul karena gangguan antara keseimbangan karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan kekurangan insulin secara absolute maupun relative, sehingga menyebabkan terjadinya hiperglikemia dan glukosuria. Gangrene diabetik adalah gangrene yang dijumpai sebagai komplikasi penderita diabetesmelitus. Gangrene disebabkan oleh kematian jaringan karena obstruksi pembuluh darah yang memberikan nutrisi kepada jaringan tersebut. Secara umum angiopathy dapat dibagi dalam dua jenis yaitu makroangiopati dan mikroangiopathy. Mikroorganisme terbanyak yang ditemukan pada gangrene diabetik adalah Klebsiella sp, Proteus mirabilis dan Staphylococcus aureus sp. Berdasarkan gambaran klinik gangrene dibagi menjadi kaki neuropati dan kaki ishkemik sedangkan dari jenisnya menjadi gangrene kering dan gangrene basah. Penatalaksanaan gangrene diabetik selain mengontrol kadar gula darah yaitu, tirah baring, kompres hangat, antibiotik hingga tindakan pembedahan. [J AgromedUnila 2015; 2(4):408-412]Kata kunci: angiophaty, diabetes melitus, gangrene diabetik
Faktor Risiko Tuberkulosis Multidrug Resistant (TB-MDR)
Mohammad Syahrezki
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TB masih merupakan masalah global kesehatan. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi kedua yang menyebabkan kematian diseluruh dunia setelah penyakit Human Immunno Deficiency Virus (HIV). Estimasi terakhir pada tahun 2013 terdapat 9 juta kasus baru TB dan 1,5 juta kematian yang diakibatkan TB. Prevalensi penduduk Indonesia yang didiagnosis TB oleh tenagakesehatan tahun 2013 adalah 0.4 persen. Dari seluruh penduduk yang didiagnosis TB paru oleh tenaga kesehatan, hanya 44.4% diobati dengan obat program. Multi Drug Resistant (TB-MDR) merupakan masalah terbesar dalam pencegahan dan pemberantasan TB dunia. TB-MDR adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberkulosis yang resisten minimal terhadap rifampisin dan isoniazid. Indonesia berada di peringkat 8 dari 27 negara dengan TB-MDR terbanyak di dunia. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya TB-MDR antara lain faktor dokter, pasien, obat, dan program nasional TB. [J Agromed Unila 2015; 2(4):413-418]Kata kunci: tuberkulosis, resistensi obat, TB-MDR, faktor risiko
Kecemasan dalam Objective Structured Clinical Examination (OSCE)
Gabriella Berta Risma
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Objective Structured Clinical Examination (OSCE) adalah sebuah penilaian keterampilan klinis yang biasa dipakai di dunia medis. Penilaian tersebut dinilai sangat efektif untuk menilai keterampilan medis siswa dan memberikan efek positif pada siswa. Namun, dalam hal lain OSCE juga meningkatkan kecemasan siswa saat menghadapi ujian. Tingkat kecemasan OSCE dikatakan lebih tinggi dari ujian lainnya. Kecemasan dalam ujian dapat mempengaruhi performa siswa sehingga dapat menimbulkan kegagalan dalam ujian. Objective Structured Clinical Examination memang menimbulkan kecemasan lebih tinggi pada mahasiswa kedokteran dibandingkan ujian lain, namun kecemasan saat OSCE akan berkurang apabila pesertamempersiapkan ujian dengan baik. [J Agromed Unila 2015; 2(4):419-424]Kata kunci: kecemasan, OSCE, ujian
Manfaat Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Gambaran Histopatologis Sel Otot Jantung Tikus Wistar Jantan Akibat Pemakaian Minyak Goreng Berulang
Fathia Sabila Umar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan minyak goreng di masyarakat saat ini semakin meningkat. Minyak goreng yang digunakan secara berulang mengandung zat radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Kebiasaan mengkonsumsi lemak pada minyak goreng bekas dapat mengakibatkan banyaknya penyakit yang timbul. Kerusakan pada sel otot jantung merupakan salah satu dampakakibat penggunaan minyak goreng berulang yang berlebihan. Konsumsi lemak yang berlebihan akan mengakibatkan perubahan sel menjadi nekrosis. Kemangi merupakan tumbuhan yang memiliki antioksidan yang dan dapat menangkal radikal bebas sehingga ekstrak daun kemangi dapat menjadi protektor bagi sel otot jantung. Daun kemangi (Ocimumsanctum) mengandung asam askorbat, β-karoten, β-sitosterol, eugenol, asam palmitat, dan tannin berguna sebagai penangkal radikal bebas di dalam tubuh akibat konsumsi minyak goreng berulang. [J Agromed Unila 2015; 2(4):425-429]Kata kunci: ekstrak daun kemangi, minyak goreng, minyak goreng bekas
Pemeriksaan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Obesitas
Guntur Sulistio;
Hanna Mutiara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit tak menular dengan prevalensi yang cukup tinggi di dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2025 penderita DM angkanya mencapai 333 juta jiwa. Diabetes Melitus Tipe 2 mempunyai dua faktor penyebab yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin karena sel beta pankreas mulai terganggu fungsinya. Diabetes Melitus dilihat dari dua hal yaitu GDS dan pemeriksaan Glycate Hemoglobin (HbA1c). Pemeriksaan kadar HbA1c dapat memberikan informasi tentang kontrol glikemik pasien selama 2-3 bulan sebelumnya. Meningkatnya penderita DM Tipe 2 disebabkan oleh peningkatan obesitas, kurang aktivitas fisik, kurang mengonsumsimakanan yang berserat, merokok, dan mengonsumsi makanan tinggi lemak. Menurut American Diabetes Association (ADA) 2005, diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Hemoglobin A1c merupakan komponen minor paling besar dari sel darah manusia, normalnya 4% dari total hemoglobin A. Ketertarikan pada HbA1c dimulai pada saat Rahbar menemukanpeningkatan komponen tersebut sebanyak dua sampai tiga kali lipat pada pasien diabetes. Obesitas adalah akumulasi lemak secara berlebihan atau abnormal dalam tubuh sehingga dapat mengganggu kesehatan. Obesitas pada usia dewasa muda berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian penyakit jantung koroner, hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetesmelitus, dan gangguan metabolik. Ada perbedaan signifikan antara kadar HbA1c pada pasien DM dewasa yang obesitas dan tidak obesitas. [J Agromed Unila 2015; 2(4):430-432]Kata Kunci: diabetes melitus,HbA1c, obesitas
Bakteruria Asimptomatik pada Kehamilan
Hanarisha Putri Azkia;
Khairunissa Berawi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bakteriuria asimptomatik merupakan infeksi yang sering ditemukan pada wanita selama masa kehamilan. Bakteriuria asimptomatik atau infeksi saluran kemih asimptomatik dinyatakan positif ketika ditemukan bakteri secara bermakna pada urin wanita hamil tanpa disertai gejala infeksi saluran kemih. Adanya perubahan hormonal dan struktur saluran kemihmerupakan salah satu faktor predisposisi yang penting. Perubahan tersebut memudahkan terjadinya kolonisasi bakteri pada saluran kemih wanita hamil. Bakteri utama yang menjadi penyebab bakteriuria asimptomatik pada wanita hamil adalah bakteri E.coli. Meskipun prevalensi bakteriuria asimptomatik pada wanita hamil dan wanita yang tidak hamil hampir sama, namun wanita hamil memiliki risiko komplikasi yang lebih besar dibanding wanita yang tidak hamil. Komplikasi tersebut tidak hanya membahayakan ibu namun juga janin yang dikandungnya. Sehingga dibutuhkan deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk kasus bakteriuria asimptomatis pada wanita hamil demi menghindari kemungkinan komplikasi yang akan berdampak buruk bagi ibu dan janinnya. [J Agormed Unila 2015; 2(4):433-439]Kata kunci: bakteriuria asimptomatis, diagnosis, etiologi, kehamilan, komplikasi
Terapi Suplementasi Zink dan Probiotik pada Pasien Diare
Hanif Abdurrachman Latif
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini diare masih menjadi masalah kesehatan pada balita pada negara-negara berkembang disebabkan angka morbiditas dan mortalitasnya yang cukup tinggi. Di Indonesia sendiri, angka kematian balita akibat diare cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara (ASEAN) dimana angka kematian balita akibat diare pada tahun 2011 Indonesia menduduki peringkat ke-6 tertinggi. Hal yang berbahaya dari diare adalah dehidrasi. Tatalaksana diare selain dengan terapicairan juga dengan suplementasi zink dan probiotik yang saat ini sudah banyak digunakan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa pemberian suplementasi zink dan probiotik baik secara terpisah maupun bersamaan dapat mempercepat waktu penyembuhan atau lama rawat inap pasien diare. Efek pemberian zink adalah mempercepat regenerasi dan meningkatkan fungsi vili usus, sehingga akan mempengaruhi pembentukan enzim disakaridase yaitu laktase, sukrose, dan maltase, selain itu zink juga mempengaruhi transport Na dan glukosa, dan meningkatkan respon imun yang mengarah pada bersihan patogen dari usus sehingga zink dapat mempengaruhi proses penyembuhan diare. Efekpemberian probiotik adalh sebagai kompetitor bagi mikroorganisme patogen, mencegah adhesi pada dinding usus dan menghasilkan substansi yang dapat mencegah terjadinya infeksi dan memperbanyak mukus. Oleh karena itu pemberian zink dan probiotik secara bersamaan diduga memberikan efek yang saling mendukung (sinergisme). Dari bebagai macam kombinasi yang telah diteliti didapatkan bahwa kombinasi zink dan probiotik memiliki efek terbaik terhadap penyembuhandiare. [J Agromed Unila 2015; 2(4):440-445]Kata kunci: dehidrasi, diare, probiotik, zink