cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Gambaran Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus L.) Obesitas Huzaimah Huzaimah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir di semua negara di dunia, khususnya negara-negara maju, sebagian masyarakatnya mengalami obesitas. Masalah obesitas ini mempunyai korelasi yang kuat dengan morbiditas dan mortalitas sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat agar dapat menurunkan insidensi obesitas tersebut. Selain itu, obesitas juga memengaruhi kondisi tubuh seseorang, terutama organ-organ penting yang ada dalam tubuh. Salah satu organ penting itu adalah hati yang dapat mengalami fattyliver (hasil dari akumulasi asam lemak dalam berbagai bentuk, terutama trigliserida). Seseorang dikatakan mengalami perlemakan hati jika kandungan lemak di hati orang tersebut (sebagian besar trgliserida) lebih dari 5% dari keseluruhan berat hati. Akan tetapi, pengukuran berat hati termasuk hal yang sulit dan tidak praktis sehingga diagnosis ditegakkanberdasarkan analisis spesimen biopsi jaringan hati, yaitu  dengan ditemukannya minimal 5 – 10 % sel lemak darikeseluruhan hepatosit. Tempe merupakan makanan yang terbuat dari bijikedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi yang secara umum dikenal sebagairagi tempe.Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, tempe mempunyai kemampuan untuk menurunkan kolesterol. Senyawa-senyawa yang mungkin berpengaruh terhadap penurunan kolesterol antara lain protein, asam lemak tidak jenuh tunggal dan majemuk, serat dan antioksidan seperti isofalvon.Terdapat pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit (Mus Musculus L.) obesitas. [J Agromed Unila 2015;2(2):175-179]Kata kunci: gambaran histopatologi, hati, obesitas, tempe
Hubungan Kadar Hiperhomosistein dengan Kejadian Preeklampsia Sarah Windia Baresti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia dilaporkan masih menjadi masalah utama ibu hamil di Indonesia dan dapat mengancam keselamatan ibu dan janin. Kondisi tersebut jelas berperan dalam tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Meskipun kejadian preeklampsia cukup tinggi, etiologi yang mendasarinya masih belum jelas. Ada banyak teori tentang etiologi danpatogenesis preeklampsia termasuk disfungsi endotel dan inflamasi. Pada penelitian in vitro, beberapa peneliti telah menguji pengaruh homosistein (Hcy) terhadap pertumbuhan sel endotel pada jaringan pembuluh darah yang dikultur. Hasil dari penelitian tersebut membuktikan bahwa Hcy dapat memberikan efek sitotoksis langsung terhadap endotel sehinggaterjadi kerusakan dan gangguan terhadap endotel. Hiperhomosisteinemia mempengaruhi dinding pembuluh darah dan menyebabkan perubahan pada endotel dan proliferasi otot polos. Peningkatan kadar homosistein dapat meningkatkan kejadian preeklampsia. [J Agromed Unila 2015; 2(2):180-185]Kata kunci: endotel, hipertensi, homosistein, preeklampsia
Pengaruh Aktivitas Olahraga, Kebiasaan Merokok, dan Frekuensi Duduk Statis dengan Kejadian Low Back Pain Leon L. Gaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah salah satu jenis gangguan musculoskeletal yang paling banyak ditemukan dalam penyakit akibat kerja. LBP adalah masalah kesehatan yang umum, namun terkadang dianggap masalah kecil. LBP dapat menyebabkan terbatasnya aktivitas dan ketidakhadiran dalam bekerja yang dapat berdampakpada beban ekonomi yang besar. Individu dengan LBP lebih memiliki pekerjaan yang menuntut fisik dan aktivitas pekerjaan fisik yang tinggi, namun aktivitas fisik yang kurang selama waktu luang. Lebih jauh lagi, mereka lebih sering tinggal di dalam komunitas yang kecil, pendidikan yang kurang, perokok, dan memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) yang lebih tinggi. LBP dapat disebabkan oleh strain otot. Tipe LBP ini bervariasi, dapat dull atau tajam, dan dapat bertambah buruk pada posisi duduk,berdiri, saat berjalan, atau gerakan lainnya. Berbaring biasanya dapat membantu memperbaiki keadaan. Faktor-faktor penyebab LBP dibagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor pekerjaan, faktor individu, dan faktor lingkungan. Faktor individu yang dapat menjadi faktor penyebab LBP contohnya adalah kebiasaan merokok dan aktivitas olah raga. Sedangkan yang termasuk faktor pekerjaan yang dapat menyebabkan LBP contohnya adalah melakukan pekerjaan yang bersifat statis, seperti duduk yang lama secara statis. Ketiga faktor tersebut dapat menyebabkan LBP. Kebiasaan seseorang melakukan aktivitas olah raga, kebiasaan merokok seseorang, dan duduk secara statis dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi terjadinya Low Back Pain. [J Agromed Unila 2015; 2(2):186-189]Kata kunci: duduk statis, merokok, nyeri punggung bawah, olahraga
Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Rahma Amtiria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit akibat kerja adalah gangguan kesehatan baik jasmani maupun rohani yang ditimbulkan karena aktivitas kerja atau kondisi yang berhubungan dengan pekerjaan. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan tenaga kerja diantaranya adalah faktor mekanik, faktor fisik, faktor biologik serta faktor kimiawi. Faktor lingkungan dapat menyebabkan dermatitis kontak apabila tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara baik dan benar. Dermatitiskontak merupakan bentuk peradangan pada kulit dengan spongiosis atau edema interselular pada epidermis karena interaksi dari bahan iritan maupun alergen eksternal dengan kulit. Dermatitis kontak diklasifikasikan menjadi 2 bagian besar, yaitu dermatitis kontak iritan (DKI) yang merupakan respon nonimunologik dan dermatitis kontak alergi (DKA). Pada tempat kerja, DKI biasanya terjadi akibat dari suatu kecelakaan kerja atau karena tidak menggunakan APD. Kebiasaan memakai APDdiperlukan untuk melindungi pekerja dari kontak dengan bahan kimia. Penggunaan sarung tangan dengan tepat dapat menurunkan terjadinya dermatitis kontak akibat kerja baik jumlah maupun lama perjalanan dermatitis kontak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pekerja yang tidak lengkap menggunakan APD mengalami dermatitis sebanyak 46%,sedangkan pekerja yang lengkap menggunakan APD hanya 8% mengalami dermatitis kontak. Pemakaian APD yang tidak tepat dapat mencelakakan tenaga kerja karena mereka tidak terlindung dari bahaya potensial yang ada di tempat mereka terpapar. Oleh karena itu memilih APD yang tepat merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah DKI. [J Agromed Unila 2015; 2(2):190-195]Kata kunci: alat pelindung diri, dermatitis kontak, penyakit akibat kerja
Diagnosis dan Tatalaksana Bronkopneumonia pada Bayi Laki-laki Usia 8 Bulan Raden Adityo; Muhammad Aditya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun benda asing. Pasien bayi laki-laki, berusia 8 bulan, datang dengan sesak napas yang tidak disertai suara mengi, sesak didahului oleh batuk, pilek, serta demam, sesak tidak dipengaruhi cuaca atau udara dingin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sesak napas,kesadaran compos mentis, nadi 130 x/menit, pernapasan 51 x/menit, suhu 38,3˚C, status gizi pasien terkesan baik menurut Growth Chart World Health Organization (WHO) Z score yaitu BB/U -1–1 SD (median); PB/U -1–1 SD (median), tidak tampak napas cuping hidung, bibir tidak sianosis, pada thoraks tampak retraksi subcostal (+/+), suara napas terdengar vesikuler (+/+) dan ronkhi basah halus (+/+), jantung dalam batas normal. Pada ekstremitas superior dan inferior teraba akral hangat (+/+).Pasien didiagnosis sebagai bronkopneumonia, dengan penatalaksanaan yaitu infus RL 7 gtt/menit dan oksigenasi nasal kanul 0,5-1 L/menit, ampicillin 300 mg/8 jam, gentamicin 20 mg/12 jam, serta ambroxol 3x½ cth. Prognosis pasien ini secara umum dubia. Simpulan, pengobatan yang tepat dan gizi yang baik memberikan respon baik pada bronkopneumonia yang ditandai dengan perbaikan klinis yang cepat dan masa rawat yang singkat. [J Agromed Unila 2015; 2(2):67-71]Kata kunci: anak, bronkopneumonia, diagnosis, status gizi, tatalaksana
Peranan Ekstrak Kulit Manggis dalam Memperbaiki Kerusakan Hati Akibat Isoniazid Muhartono Muhartono; Fakhmiyogi Fakhmiyogi; Dewi Nurfiana; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Isoniazid dalam jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati. Salah satu upaya untuk mencegah kerusakan hati tersebut dengan cara pemberian ekstrak kulit manggis. Ekstrak kulit manggis diduga mempunyai aktifitas antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi kulit manggis dalam memperbaiki kerusakan hati akibat isoniazid. Pada penelitian ini, 25 tikus jantan dibagi dalam 5 kelompok secara acak dan diberi perlakuan selama 14 hari. K1 diberi aquadest, K2 diberi isoniazid 30 mg/100gBB, K3 diberi ekstrak kulit manggis 20 mg/100grBB dan isoniazid 30 mg/100gBB, K4 diberi ekstrak kulit manggis 40 mg/100gBB dan isoniazid 30 mg/100gBB, dan K5 diberi ekstrak kulit manggis 80 mg/100gBB dan isoniazid 30 mg/100gBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah pembengkakan sel hepatosit pada K1 3±4,472;K2 96±4,183; K3 61±4,183; K4 42±7,582; dan K5 16±5,477. Simpulan, ekstrak kulit manggis dapat memperbaiki kerusakanhati akibat isoniazid. [J Agromed Unila 2015; 2(2):63-66]Kata kunci: ekstrak kulit manggis, hepar, isoniazid
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Hubungan Infeksi Soil-Transmitted Helminth dengan Malnutrisi dan Anemia pada Anak Aulia Sari Pratiwi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi soil transmitted helminth (STH) adalah infeksi yang paling sering di dunia. Spesies utama yang sering menginfeksi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus, dan Ancylostoma duodenale. Anak-anak adalah kelompok dengan prevalensi tertinggi infeksi intestinal dan juga sangat rentan terhadap efek dari infeksi kecacingan seperti defisiensi nutrisi ,memperburuk anemia dan membuat ketidakseimbangan perkembangan fisikal dan mental pada anak. Infeksi STH dapat memperburuk status nutrisi (malnutrisi) melalui beberapa mekanisme seperti memakan jaringan, malabsorbsi, kompetisi vitamin A di usus dan respon inflamasi. Infeksi STH juga dapat menyebabkan anemia diakibatkan karena proses kehilangan darah secara primer dan sekunder. [J Agromed Unila 2015; 2(4):377-380]Kata kunci: anemia, malnutrisi, STH
Pengaruh Pemberian Madu Hutan terhadap Fungsi Hati yang Diinduksi Bobi Kurnia Hartanto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemberian ibuprofen dengan dosis 500 mg dapat merubah sel hati yang normal menjadi sel hati yang bisa berdampak patologis secara bermakna, penggunaan ibuprofen dengan dosis 500 mg/kg/bb dapat mengakibatkan lesi pada lambung, nekrosis centrilobular, vakuolisasi dan hepatomegali. Efek samping dari ibuprofen sendiri dapat di deteksidengan menggunakan parameter biokimia enzim penanda hati seperti ALT/SGPT, AST/SGOT, ALP, dan bilirubin. Aktivitas enzim antioksidan alami seperti superoksida dismutase (SOD), katalase (CAT), gluthation peroksidase (GPx), dan Glutathione-S-Transferase (GST) menurun secara signifikan. Pengukuran enzim dan biokimia lain seperti albumin, bilirubintotal dan serum merupakan tes fungsi. Tes fungsi hati diatas sangat sering dilakukan untuk mendiagnosa penyakit hepatobilier atau penanda adanya hepar yang patologis. Pengukuran serum SGOT (Serum Gluthamic Oxaloacetic Transaminase) atau sering dinamakan AST (Aspartat Aminotransferase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase)atau sering disebut AST (Alanin Aminotransferase) intraseluler dan ALT yang telah bocor ke sirukulasi umum dan dengan demikian, berfungsi sebagai indikator hepatotoksisitas. [J Agromed Unila 2015; 2(4):381-384]Kata kunci: hepabilier, hepatotoksisitas, hepar, ibuprofen
Manfaat Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) sebagai Antifungi pada Tinea Pedis Adi Nugraha DJ Anwar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea pedis merupakan salah satu penyakit dermatofita yang menyerang pada bagian kaki terutama pada bagian sela jari dan telapak kaki. Penyebab utama tinea pedis adalah jamur Trichophyton rubrum. Pengobatan pada tinea pedis dapat menggunakan obat kimiawi maupun obat tradisional. Salah satu obat tradisional untuk tinea pedis adalah daun ketepeng cina. Daun ketepeng cina (Cassia alata L.) mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, steroid, dan antrakuinon yangmemiliki efek sebagai antifungi. Dengan keberadaan zat fungistatik, akibatnya sel jamur akan menjadi sensitif terhadap perubahan lingkungan dan sel jamur menjadi mudah mati. Simpulan, daun ketepeng cina dapat digunakan sebagai antifungi terhadap penyakit tinea pedis karena zat yang terkandung di dalamnya yang bekerja secara fungistatik dengan caramenghambat proses pemanjangan hifa jamur. [J Agromed Unila 2015; 2(4):385-388]Kata kunci: cassia alata l., daun ketepeng cina, tinea pedis, trichophyton rubrum

Page 4 of 57 | Total Record : 565