cover
Contact Name
MASJUDIN
Contact Email
masjudin@undikma.ac.id
Phone
+6281917700789
Journal Mail Official
jmpm@undikma.ac.id
Editorial Address
Jl. Pemuda, No.59A Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Media Pendidikan Matematika
ISSN : 23383836     EISSN : 26570610     DOI : https://doi.org/10.33394/mpm.v13i1
Journal of Media Pendidikan Matematika (MPM) focuses on publishing articles related to research results as well as the results of literature studies on mathematics education. This type of research can be in the form of classroom action research, experiments, qualitative research or other research. The results of the study can be the results of the application of the model / method / approach, the use of learning media (props).
Articles 329 Documents
PENERAPAN KERANGKA KERJA ELPSA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MTS. IHYA ULUMUDDIN AL-MAARIF KABUL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Wahyuni, Khaerumin Alvi; Masjudin, Masjudin; Yuntawati, Yuntawati
Media Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v5i2.1791

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa di MTs. Ihya Ulumuddin Al-Maarif Kabul. Hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan guru selalu monoton seperti: (1) Pada saat guru menyampaikan suatu materi baru, guru jarang membangkitkan pengetahuan siswa dengan pengalaman (Experience) sebelumnya, (2) Guru tidak menggunakan bahasa (Language) yang tepat yaitu bahasa yang sederhana dan jelas yang dapat dipahami oleh siswa untuk mendeskripsikan ide-idenya, (3) Guru jarang menggunakan benda konkrit dan gambar (Pictorial) dalam membantu atau menjembatani pemahaman siswa, (4) Guru biasanya hanya mendeskripsikan simbol (Symbol) menggunakan notasi untuk memahami suatu materi, dan (5) Guru jarang mengaplikasikan (Application) pemahaman siswa terhadap materi yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari. Adapun tujuannya adalah untuk mendeskripsikan penerapan kerangka kerja ELPSA yang dapat meningkatkan hasil  belajar  matematika siswa  MTs.  Ihya  Ulumuddin Al-Maarif Kabul  pada  materi himpunan tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  yang  terdiri  dari  empat  tahap,  yaitu:  tahap  perencanaan,  tahap  pelaksanaan tindakan,  tahap observasi, dan tahap refleksi. Pada tahap perencanaan, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di buat oleh Masjudin, M.Pd dan Ita Chairun Nissa, M.Pd. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua siwa kelas VII MTs. Ihya Ulumuddin Al-Maarief Kabul. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes evaluasi sedangkan teknik analisis datanya dilakukan secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data tersebut, ketuntasan klasikal yang dicapai pada siklus I adalah 60 % sedangkan pada siklus II 86,66 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kerangka Kerja ELPSA dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi himpunan kelas VII MTs. Ihya Ulumuddin Al-Maarif Kabul.
IDENTIFIKASI BENTUK PARTISIPASI SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ELPSA Ikasari, Juliani; Nissa, Ita Chairun; Juliangkary, Eliska
Media Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v5i2.1794

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, ditemukan adanya suatu permasalahan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Rendahnya partisipasi belajar siswa disebabkan kurang bervariasinya model pembelajaran, guru belum memaksimalkan potensi siswa dan juga siswa masih pasif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi siswa SMP dalam pembelajaran matematika berbasis ELPSA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII dengan pokok bahasan garis dan sudut.  Instrumen yang digunakan adalah 1) Transkip video pembelajaran matematika berkerangka kerja ELPSA, 2) lembar observasi, dan 3) daftar cek. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) Data proses pembelajaran matematika dengan kerangka kerja ELPSA diamati dari video, 2) data dialog guru dengan siswa dalam proses pembelajaran dengan kerangka kerja ELPSA diambil dari transkip video, dan 3) data partisipasi siswa dalam proses pembelajaran matematika dengan kerangka kerja ELPSA diambil dari daftar cek. Berdasarkan hasil pengkodingan dan analisis terhadap 3 video pembelajaran matematika berkerangka kerja ELPSA menunjukkan bahwa indikator partisipasi siswa yang lebih mendominasi adalah indikator partisipasi siswa dengan kode ME (Mengingat). Dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi siswa yang berhasil diidentifikasi dalam video pembelajaran matematika pada pokok bahasan garis dan sudut dengan kerangkan kerja ELPSA adalah bentuk-bentuk partisipasi siswa dengan kode ME (Mengingat), KL (Kelancaran), PU (Persepsi siswa terhadap konsep, metode dan hubungan dalam matematika secara umum), PM (Persepsi siswa terhadap konsep, metode dan hubungan dalam matematika secara matematis), dan SK (Sintesis dan koneksi matematis).
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII MTS. QUR’ANIYAH PADA MATERI PECAHAN MELALUI PEMBELAJARAN FRAMEWORK ELPSA Juliangkary, Eliska; Zulkifli, Zulkifli
Media Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v6i1.1795

Abstract

Tujuan dari penelitian ini  adala,h untuk mengetahui pemahaman konsep materi pecahan pada siswa kelas VII MTs. Qur’aniyah. Penelitianini berlokasi di MTs. Qur’aniyah Batukuta Narmada Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey kepada 20 siswa denga rincian 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan kelas VII Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian inimerupakan studi pendahuluan untuk melihat profil pemahaman konsep siswa selanjutnya digunakan sebagai analisis didaktik. Instrumenyang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay sebanyak empat soal.  Persentase pencapaian pemahaman konsep siswa untuk  indikator pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep adalah 76,875%  indikator  kedua   yaitu  Menyatakan  konsep   dalam  berbagai  bentuk  representasi matematika adalah  76,25%,  dan  indikator  ke  tiga  yaitu  mengklasifikasi objek  menurut  sifat tertentu sesuai dengan konsepnya adalah 77,5%. Sehingga mendapatkan persentase pencapaian rata-rata pemahaman konsep siswa adalah 76,875% dan berkategori Tinggi.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI BENTUK ALJABAR Arianti, Lasmi; Irham, Muhammad; Maulidyawati, Desi
Media Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v6i2.1814

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran cooperative learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bentuk aljabar di kelas VIII. Jenis pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan jumlah populasi pada penelitian ini adalah 161 siswa yang terdiri dari 5 kelas dan banyak sampel adalah 48 siswa yang terdiri dari dua kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pembelajaran cooperative learning efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji ketuntasan belajar yang melebihi kriteria ketuntasan belajar sehingga diperoleh thitung = 3,42 dengan z(0.05,24)=1,714 dan hasil uji kesamaan rata-rata (uji dua pihak) yang menunjukkan bahwa nilai  Sig  (2-tailed) = 0,00 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa rata-rata pada hasil pretest dan hasil posttest tidak sama sehingga terdapat perbedaan yang positif dan signifikan antara hasil belajar yang menggunakan pembelajaran Cooverative Learning dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
PENGGUNAAN KARTU DOMINO MATEMATIKA DALAM FRAMEWORK ELPSA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Akbar, Khairul
Media Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v6i1.1815

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes on material eksponensial using mathematical dominoes in the ELPSA framework. This research is a classroom action research (CAR) conducted in two cycles. The subjects of this study were students IX-1 grade of  SMPN 2 Praya Barat Daya, Central Lombok District TP. 2017/2018 there were 28 people consisting of 15 female students and 13 male students. The research data collection instruments were Observation Sheet and Test Sheet. Indicators of research success are determined based on KKM 70 as a determinant of individual completeness with Classical Completion (KK) of 70%. The results showed that the average pre-action learning achievement was 30.71. After the action in the first cycle increased to 60.18. Student learning achievements in the first cycle increased by 29.47. In the second cycle the average student learning achievement was 76.07, which means an increase of 15.89 from the first cycle. Mastery learning / classical completeness in pre-action by 14.29% increased in the first cycle to 42.86%, and also increased in the second cycle by 71.43%. From the results of this study it can be concluded that the use of mathematical dominoes in the ELPSA framework on material eksponensial can improve student learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KOPANG Husnawati, Nely; Sanapiah, Sanapiah; Abidin, Zainal
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1817

Abstract

: Tingkat pemecahan masalah siswa masih rendah menyebabkan siswa cenderung pasif dan bergantung pada guru sehingga siswa hanya menerima saja tanpa memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikirnya. Model pembelajaran yang dianggap mampu melatih kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis siswa adalah model pembelajaran Creative Problem Solving.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis matematika siswa melalui model pembelajaran Creative Problem Solving pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 kopang. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan jenis “Pretest-Postest Group Design”. Populasi penelitian adalah kelas VII SMP Negeri 2 Kopang yang terdiri dari lima kelas, sampel ditentukan dengan Clauster Random Sampling dan terpilih kelas VII E sebagai kelas eksperimen (dibelajarkan dengan model Creeative Problem Solving) dan kelas VII A sebagai kelas kontrol (dibelajarkan dengan metode konvensional). Instrumen yang digunakan adalah lembaran tes kemampuann awal (pretest) dan tes kemampuan akhir (postest). Analisis data menggunakan uji statistikNonparametrisMann-Whitney Ukarena data kedua kelompok tidak berdistribusi normal, kemudian analisis data menggunakan program SPSS 16 for Windows dengan taraf signifikasi 5%. Hasil analisis data menunjukkan  bahwa kemampuan  berpikir  kritis  kelompok  siswa  yang  belajar dengan menggunakan model Creative Problem Solving dengan rata-rata (56,20) sedangkan kemampuan berpikir kritis yang dibelajarkan dengan metode konvensional(ceramah) dengan rata-rata (52,37). Hasil uji statistik Nonparametris Mann-Whitney U menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model Creative Problem Solving dengan siswa yang  dibelajarkan  dengan  metode  konvensional(ceramah)  dengan  sig=  0,042 dan   =0,05 (sig <     ). Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa  yang  dibelajarkan  dengan  model  Creative  Problem  Solving lebih  baik daripada kemampuan berpikir kritis yang dibelajarkan dengan metode konvensional(ceramah).
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA MATERI SEGIEMPAT PADA SISWA SMP NEGERI 5 GERUNG Hafizah, Asmaul; Kurniawan, Ade
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1818

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII SMP Negeri 5 Gerung diperoleh permasalahan bahwa proses pembelajaran matematika yang terjadi masih bersifat teacher oriented, guru lebih banyak menjelaskan dan memberikan informasi tentang definisi, teorema dan rumus-rumus dilanjutkan dengan pemberian contoh soal dan latihan, metode yang digunakan kurang mendorong siswa berinteraksi dengan siswa lain, siswa kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan siswa belum mampu menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, akibatnya koneksi matematika siswa rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Problem Based Learning dalam meningkatkan koneksi matematika materi segiempat pada siswa SMP Negeri 5 Gerung. Problem Based Learning adalah rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes kemampuan koneksi matematika. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata kemampuan koneksi matematika pada siklus I sebesar 64% dan pada siklus II sebesar 79%, ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 57% dan pada siklus II mencapai 80%, aktivitas guru pada siklus I berkategori baik dan pada siklus II berkategori sangat baik, sedangkan aktivitas siswa pada siklus I berkategori aktif dan pada siklus II berkategori sangat aktif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan Problem Based Learning dapat meningkatkan koneksi matematika materi segiempat pada siswa SMP Negeri 5 Gerung.
PENGARUH PENERAPAN LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR STATISTIKA PADA SISWA MTs. DARUL MUHAJIRIN Ningsih, Fitria
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1819

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan learning cycle terhadap hasil belajar statistika pada siswa MTs. Darul Muhajirin. Model pembelajaran learning cycle adalah model pembelajaran yang menyarankan agar proses pembelajaran dapat melibatkan siswa dalam kegiatan belajar yang aktif. Learning cycle dalam penelitian ini terdiri dari 7 tahapan atau 7e, yaitu elicit, engagement, exploration, explanation, elaboration, evaluation, dan extand. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan desain Quasi eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga dalam penelitian ini yang dijadikan kelas eksperimen yaitu siswa kelas VII A yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas VII B yang berjumlah 23 orang sebagai kelas kontrol. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu berupa lembar tes dengan 15 soal pilihan ganda dan 4 soal uraian. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model digunakan uji-t dengan rumus polled varian. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data diperoleh nilai thitung  = 2,06 dan ttabel = 2,017 pada taraf signifikan 5% dengan dk = 45, maka thitung > ttabel. Karena thitung > ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran learning cycle berpengaruh terhadap hasil belajar statistika pada siswa MTs. Darul Muhajirin
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI SEGI EMPAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 NARMADA Yulianti, Susi Irma
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1820

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilaksanakan di SMPN 4 Narmada diperoleh permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mengakibatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa menjadi rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 4 Narmada pada materi pokok segiempat  semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan pendekatan Kontekstual. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, pertemuan 1 dan 2 untuk proses pembelajarannya dan pertemuan 3 untuk evaluasinya. Data kegiatan aktivitas siswa dan guru dikumpulkan melalui lembar observasi sedangkan data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes evaluasi hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan Pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan aktivias dan hasil belajar siswa pada materi pokok segiempat hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 51,85%, analisis aktivitas belajar siswa kurang aktif pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua cukup aktif, sedangkan aktivitas guru tergolong cukup baik pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua tergolong baik. Pada siklus II hasil evaluasi sebesar 75%, analisis aktivitas belajar siswa tergolong cukup aktif pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua tergolong aktif sedangkan aktivitas guru tergolong baik pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua tergolong sangat baik.
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RUANG DIMENSI TIGA PADA SISWA SMAN 8 MATARAM Tari, Asdiati; Agusfianuddin, Agusfianuddin
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1821

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran matematika di SMAN 8 Mataram adalah hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan discovery learning dengan pendekatan saintifik dalam meningkatkan hasil belajar ruang dimensi tiga pada siswa SMAN 8 Mataram tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan discovery learning dengan pendekatan saintifik dalam meningkatkan hasil belajar ruang dimensi tiga pada siswa SMAN 8 Mataram tahun pelajaran 2014/2015. Model pembelajaran discovery learning dengan pendekatan saintifik adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan siswa untuk mencari, menyelidiki dan menemukan secara sistematis dan kritis sehingga siswa mendapatkan pengetahuan sendiri. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peneliti. Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa LKS, soal tes, dan lembar aktivitas guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa: peningkatan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Mataram setelah mengikuti pembelajaran dengan dengan model discovery learning dengan pendekatan saintifik terlihat bahwa nilai hasil belajar siswa pada siklus I adalah 66,67%, sedangan pada siklus II adalah 78,26%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan menerapakan model discovery learning dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar ruang dimensi tiga pada siswa SMAN 8 Mataram.

Page 6 of 33 | Total Record : 329