cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 143 Documents
Kajian Kesetaraaan Gender Pada Buku Teks Sejarah Kelas X SMA Kurikulum 2013 Debi Setiawati; Fadila Maulidiah; Andrianto Andrianto
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.24

Abstract

Perempuan memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari masa ke masa. Mereka berjuang dengan memajukan status perempuan pribumi di bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk perjuangan mereka dilakukan dengan melawan penjajah, memperjuangkan kesetaraan, mendirikan surat kabar, membentuk organisasi perempuan Indonesia dan memajukan pendidikan perempuan pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kesetaraan gender dalam buku pelajaran sejarah kelas X SMA kurikulum 2013. Jenis penelitian ini menggunakan Kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dengan sumber primer berupa buku teks sejarah kelas X kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud, sedangkan sumber sekunder menggunakan buku, artikel jurnal, laporan penelitian. Kemudian dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kesetaraan gender sudah tampak dalam kegiatan di sektor publik. Namun, masih sangat minim baik dalam gambar maupun konten teks serta narasi yang disajikan belum mendalam. Apresiasi dan capaian perjuangan perempuan dalam organisasi politik masih belum terlihat dan masih sedikit tokoh perempuan yang berperan dalam proses perjuangan bangsa serta belum ada nilai relevansi yang dapat dikaitkan dengan kondisi peran perempuan Indonesia saat ini.
Kajian Sosiologis Kehadiran Jemaat Gereja Habilong Desa Waimakaha Sumba Barat Daya Marten Oha Owa; Fatmawati Fatmawati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Faktor sosiologis dan strategi untuk meningkatkan kehadiran jemaat Waimakaha di Gereja Habilong, Dan persepsi jemaat Waimakaha terhadap Gereja Habilong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan data dengan wawancara terhadap Pendeta, jemaat gereja Wailangira. Pokok kajian yang ditemukan adalah Meningkatnya suatu jemaat pada suatu gereja tepatnya gereja Habilong di Desa Waimakaha strategi yang dilakukan oleh Pendeta, memberikan motivasi pada jemaat bahwa sebagai manusia harus selalu berhubungan baik dengan Tuhan Nya dalam kehidupan. Kedisiplinan baik Pendeta dan pengurus Gereja akan menjadi contoh bagi Jemaat. Dalam menjalankan pelayanan gereja dibutuhkan saling percaya.
Struktur Dan Dinamika Kehidupan Komunitas Pecinan Di Kota Jember Selama Periode Kolonial Belanda Abd. Rosid; Feri Andika; Fira Mariska; Rokhmawati Rokhmawati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.27

Abstract

Studi ini menyelidiki struktur dan dinamika kehidupan komunitas pecinan di Kota Jember selama periode kolonial Belanda. Melalui pendekatan historis, penelitian ini menganalisis bagaimana pecinan di Kota Jember terbentuk dan berkembang selama masa kolonial Belanda. Melalui pendekatan historis peneliti dapat menggali sejarah komunitas pecinan. Fokusnya adalah pada tata ruang kota, interaksi sosial, dan peran ekonomi komunitas pecinan dalam konteks kolonialisme. Studi ini memperluas pemahaman tentang komunitas pecinan di Kota Jember pada masa kolonial Belanda. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pecinan terbentuk, beradaptasi, dan berkembang dalam konteks kolonialisme. Melalui analisis tata ruang kota, interaksi sosial, dan peran ekonomi, penelitian ini mengungkap kompleksitas kehidupan masyarakat pecinan serta dampak kebijakan kolonial terhadap mereka. Dengan fokus pada adaptasi sosial dan ekonomi, studi ini memberikan wawasan tentang dinamika komunitas pecinan yang kaya akan sejarah. Hasilnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran komunitas pecinan dalam masyarakat kolonial pada masa itu. Dengan memeriksa berbagai sumber historis, termasuk literatur akademis dan arsip sejarah, studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunitas pecinan di Kota Jember beradaptasi dengan kebijakan kolonial, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari dan identitas budaya mereka. Hasil penelitian Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika sosial dan ekonomi komunitas pecinan di kota kolonial pada masa tersebut.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Sosio-Emosional terhadap Pencapaian Belajar pada Siswa Sekolah Dasar: A Literature Review Haztika Jihadania Asdhar; Nono Hery Yoenanto
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.29

Abstract

Proses pembelajaran yang efektif melampaui penguasaan akademik untuk mencakup pengembangan aspek sosial dan emosional siswa. Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) menekankan keterampilan seperti empati, kerja sama, manajemen emosi, dan resolusi konflik, yang sangat penting untuk mengatasi tantangan akademik dan sosial, serta meningkatkan hasil pembelajaran. Banyak penelitian telah menunjukkan dampak positif SEL terhadap pencapaian akademik, keterampilan sosial, dan pengurangan masalah perilaku, khususnya dalam pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan meninjau tujuh artikel. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis penelitian yang ada mengenai efektivitas SEL dalam meningkatkan kinerja akademik siswa dasar. Temuan menunjukkan bahwa SEL tidak hanya meningkatkan kompetensi sosial-emosional siswa tetapi juga secara signifikan memperbaiki keberhasilan akademik mereka. Integrasi SEL yang efektif ke dalam kurikulum sangat penting, dengan kompetensi guru dan lingkungan kelas memainkan peran kunci. Penelitian mendatang harus mengeksplorasi dampak jangka panjang dan mengidentifikasi strategi yang paling efektif untuk implementasi SEL.
Membangun Karakter Melalui Sinema: Analisis Nilai Budaya dalam Film Pendek “Unggah-Ungguh” I'in Dwi Susanti; Mulyana Mulyana; Shilvi Khusna Dilla Agatta
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.30

Abstract

Hakikat pendidikan selain membantu manusia menjadi cerdas dan pintar juga membimbing mereka menjadi manusia yang berbudi luhur. Dibandingkan dengan menjadikan seseorang pintar akan lebih sulit membantu manusia menjadi bijak, sehingga sangat wajar jika permasalahan moral akan terus menjadi persoalan akut yang mengiringi kehidupan manusia. Fakta inilah yang kemudian menjadikan pentingnya menyelenggarakan pendidikan karakter mulai dari tingkat pendidikan dasar. Pendidikan karakter di sekolah dasar dapat diperkuat melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti yang ditunjukkan dalam film pendek "Unggah-Ungguh" karya Arfan Agusta. Namun, penggunaan film sebagai media pembelajaran untuk membentuk pendidikan karakter harus mampu membentuk emosional dan perubahan positif dalam diri peserta didik, sehingga proses pembelajaran dapat lebih efektif dan mendalam. Berdasarkan latar belakang dan pertanyaan di atas, studi kualitatif ini akan dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan analisis wacana Van Dijk untuk melihat bagaimana nilai budaya lokal dikomunikasikan dan direpesentasikan dalam film “Unggah-Ungguh”. Sebagai hasil temuan awal, dapat diketahui jika truktur makro menyoroti tema pendidikan karakter melalui nilai unggah-ungguh dan benturan antara nilai tradisional dengan sikap individualistis. Struktur superstruktur menekankan pentingnya unggah-ungguh dalam membangun hubungan sosial yang baik. Adapun struktur mikro mencakup penggunaan bahasa Jawa, Serat Wulangreh, dan paribasan sebagai medium pembelajaran, serta interaksi tokoh yang mencerminkan konflik nilai-nilai budaya. Temuan-temuan ini menggarisbawahi pesan mendalam film ini tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui analisis mendalam ini, penelitian ini menyoroti bagaimana sinema dapat membentuk dan memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai budaya dalam pendidikan karakter di tingkat pendidikan dasar. .KATA KUNCI analisis wacana, pendidikan karakter, unggah-ungguh
Penerapan Kearifan Lokal Sumenep di Sekolah Menengah Pertama Binar Syafira Alfiani; Istianah Sandy
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.31

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan kearifan lokal yang diterapkan di Sumenep, Madura, dan bagaimana hal tersebut tercermin dalam proses pembelajaran Generasi Z. Penelitian ini dilakukan di SMP Binar, di mana salah satu kearifan lokal yang mereka terapkan adalah bhuppa’-bhâbhu’-ghuru-rato, yang berarti orang tua dan guru memiliki posisi yang setara dan harus dihormati karena mereka memberikan bantuan dalam semua aspek kehidupan. Dengan melakukan studi kasus pada proses pembelajaran mereka dan bagaimana kearifan lokal dilestarikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa dibimbing oleh semua guru yang dipekerjakan berdasarkan semangat mereka dalam dunia pendidikan.  
Eksistensi Alat Musik Tradisional Matatou Pada Masyarakat Muna Di Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat Ahmad Ahmad; Ode Sahran
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.35

Abstract

Alat musik tradisional perlu mendapat perhatian dalam perkembangan zaman yang semakin modern agar eksistensinya tetap terjaga seperti alat music tradisional Matatou yang dimiliki masyarakat suku Muna khususnya di Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui eksistensi, cara memainkan dan fungsi Matatou pada masyarakat etnik Muna di Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif melalui metode observasi, wawancara serta dokumentasi. Data dikumpulkan melalui wawancara sekaligus mendokumentasikan saat memainkan alat musik tradisional Matatou tersebut dan di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) alat musik tradisonal Matatou sudah tidak lagi familiar di kalangan masyarakat Wadaga karena tinggal segelintir saja masyarakat yang dapat memainkan alat musik tersebut sehinggan eksistensinya mulai terancam hilang. (2) Fungsi alat musik tradisional Matatou bagi masyarakat etnis Muna di Kecamatan Wadaga ialah sebagai media Komunikasi, berekspresi dan hiburan. Komunikasi: bunyi alat music Matatou memberi pesan kepada petani lainnya mengenai keberadanya di ladang dan penyampain pesan panggilan kepada masyarakat ketika ada kegiatan yang berlangsung di masyarakat melalui bunyinya. Berekspresi: sebagai ungkapan terhadap situasi yang dirasakan, baik senang maupun sedih. Hiburan: bersenandung di kesunyian saat diladang, sekaligus menghalau hama yang dapat mengganggu tanaman.
Potensi Wisata Budaya Siti inggil Sebagai Situs Sejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto Sayyida Nafisah; Lutfiyatul Laili; Nabila Dini Cantika; Rahma Ayu Clorika; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.38

Abstract

Mojokerto merupakan Provinsi di Jawa Timur yang terkenal akan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Salah satu situs penting di kawasan ini adalah Siti Inggil, yang terletak di Trowulan, Mojokerto. Siti Inggil, yang berarti "Tanah Tinggi" dalam bahasa Jawa, diyakini sebagai tempat penyimpanan setengah dari abu jenazah Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. Siti Inggil memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang erat kaitannya dengan Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi persemayaman Raden Wijaya dan berfungsi sebagai petirtaan yang digunakan dalam ritual agama Hindu-Buddha. Di situs ini ditemukan berbagai artefak penting seperti candi, makam, dan Sumur Jatimulya, yang airnya dianggap suci. Melalui penelitian kualitatif dengan studi literatur dan wawancara, untuk mengeksplorasi nilai spiritual dan sejarah Siti Inggil di Trowulan. Selain menjadi tempat ziarah, Siti Inggil juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya yang bisa mendukung pelestarian warisan Majapahit dan meningkatkan ekonomi lokal. Namun, tantangan seperti keterbatasan dana dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga situs ini masih menjadi hambatan, sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan pengembangan dan pelestarian yang berkelanjutan.
Eksistensi Rawat Ruwat Ranu Masyarakat Klakah Sebagai Kearifan Lokal Dalam Menghadapi Perubahan Budaya Dan Arus Globalisasi Alya Nainawatsaqifah; Lina Dwi Lestari; Nihayatus Sa'adah; Razita Atsilah; Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.39

Abstract

Indonesia melambangkan negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa serta agama. Hal ini menunjukkan bahwa tiap-tiap daerah di negara kita yaitu Indonesia memiliki tradisi atau kearifan lokal yang berbeda-beda. Bahkan seiring kemajuan zaman dan arus perubahan globalisasi, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa daerah yang masih menjaga kearifan lokalnya. Kearifan lokal disetiap daerah sangat bervariasi, misalnya saja tradisi Rawat Ruwat Ranu Klakah masyarakat Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang termasuk salah satu kearifan lokal berupa kampanye pelestarian lingkungan melalui jalan kebudayaan. Penelitian ini tergolong dalam macam jenis penelitian kualitatif. Dengan metode deskriptif yang digunakan yaitu deskriptif analisis, yaitu penelitian berwujud kutipan peristiwa dalam bentuk kata- kata, kalimat, serta paragraf yang mendemonstrasikan bentuk kearifan lokal tradisi Rawat Ruwat Ranu. Sumber datanya berasal dari data primer melewati tahap wawancara dan data sekunder dari referensi sumber bacaan dan artikel internet. Teknik perolehan data pada penelitian ini memakai metode studi pustaka serta studi lapangan, sementara itu metode pengkajian data terhadap riset ini menerapkan penelitian deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya simbol simbol yang mendasari unsur tradisi Rawat Ruwat Ranu. Tradisi ini telah melewati perubahan yang panjang, baik segi nama maupun dari segi tradisi serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan tradisi ini. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk memahami makna dan simbolisme tradisi Rawat Ruwat Ranu.
Mengungkap Makna Gendhing-Gendhing : Tradisi dalam Kearifan Lokal Waduk Bunder Gresik Shafa Yuniar Putri Rosyadah; Afifah Wardah Ariesty; Ananda Dwi Setya Dewi; Ivanda Melia Putri; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.40

Abstract

Dalam artikel ini, kita akan menemukan makna tradisi gendhing-gendhing dalam kearifan lokal Waduk Bunder Gresik. Gendhing tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual yang penting bagi masyarakat. Artikel ini mempelajari bagaimana gendhing berperan dalam menjaga keseimbangan sosial dengan memperkuat ikatan komunitas dan memberikan hubungan spiritual yang menghubungkan masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan dan leluhur. Gendhing juga mengandung pesan lingkungan yang mengajarkan masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam. Dengan demikian, tradisi gendhing-gendhing di Waduk Bunder Gresik menjadi refleksi kearifan lokal yang mampu mengikuti perkembangan zaman sambil tetap mempertahankan identitas budaya dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya menjaga tradisi ini untuk generasi berikutnya agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam gendhing tetap hidup dan relevan dalam masyarakat.

Page 2 of 15 | Total Record : 143