cover
Contact Name
Muh. Zulkifli
Contact Email
maulana.atsani@iaihnwlotim.ac.id
Phone
+6281805503485
Journal Mail Official
maulana.atsani@iaihnwlotim.ac.id
Editorial Address
Jln. Utama Mataram Lb. Lombok km.49 Anjani Kec. Suralaga Kab. Lombok Timur NTB
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner
ISSN : -     EISSN : 30631661     DOI : https://doi.org/10.51806/rctbrn94
Core Subject : Religion, Education,
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner adalah jurnal ilmiah pendidikan multidisiplin yang diterbitkan oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur. Maulana Atsani, terbit empat kali setahun, pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini diterbitkan pertama untuk Vol. 1, No. 1 (2024) Juli pada Tanggal 8 Juli 2024. Maulana Atsani, merupakan wadah bagi para dosen, guru, peneliti, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk berbagi artikel mutakhir berdasarkan kajian konseptual, hasil Penelitian dan Pengabdian di bidang pendidikan, yang meliputi: (1) Konseling dan Bimbingan, (2) Kurikulum, (3) Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, (4) Masalah dan Kebijakan Pendidikan, (5) Pendidikan Utama, (6) Pendidikan Multikultural, (7) Pendidikan Nilai dan Karakter, (8) Pendidikan Non Formal, (9) Pendidikan Usia Dini, (10) Mengajar dan Belajar, (11) Penilaian dan Evaluasi Pendidikan, (12) Psikologi Pendidikan & (13) Teknologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2025): April" : 6 Documents clear
KAJIAN NEUROPSIKOLOGI: DAMPAK POLA PIKIR POSITIF TERHADAP KESEHATAN FISIK DAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF NEUROSAINS Yogi, Yogi Sopian Haris; Muhammad Syarqowi; Abdul Hafiz
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 1 No. 4 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/hsc2d087

Abstract

Pikiran manusia memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Neurosains, sebagai cabang ilmu yang mempelajari sistem saraf termasuk otak, telah memberikan penjelasan ilmiah tentang bagaimana pikiran dapat mempengaruhi aktivitas otak dan proses fisiologis dalam tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis teks, Jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tema Kekuatan pikiran dan berpikir positif terhadap kesehatan perspektif neurosains. Temuan penelitian  mengungkapkan bahwa pola pikir positif dan negatif dapat membentuk pola aktivitas neural yang berbeda di dalam otak, terutama di daerah-daerah yang terkait dengan pengolahan emosi dan regulasi suasana hati. Berpikir positif dapat meningkatkan pelepasan neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan endorfin, yang berperan dalam regulasi suasana hati dan persepsi rasa sakit. Selain itu, pikiran positif juga dapat mempengaruhi sistem endokrin, seperti mengurangi pelepasan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan pelepasan hormon relaksasi dan penyembuhan (oksitoksin). Pola pikir positif terbukti dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme neuroendokrin, sementara stres dan emosi negatif dapat menekan sistem kekebalan. Pikiran positif juga membantu dalam proses penyembuhan luka dan mengurangi persepsi rasa sakit. Temuan terbaru menunjukkan bahwa pola pikir positif dapat mempengaruhi ekspresi gen terutama gen-gen yang terkait dengan respons kekebalan tubuh, penyembuhan luka, dan proses penuaan.
INTEGRASI KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM PEMBELAJARAN : DAMPAKNYA PADA LITERASI DIGITAL  DAN BERPIKIR  KRITIS SISWA Muh. Zaini; Iskandar; Maslahatul Wardani; Musni Gina
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 1 No. 4 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/5fjxzv59

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, khususnya pengaruhnya terhadap penguatan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa di Yayasan Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin NW Lopok. Inti permasalahan terletak pada kesenjangan antara kemudahan akses informasi melalui AI dan ketidaksiapan kognitif siswa dalam memproses data secara reflektif serta kritis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan sebagai mitra kognitif yang memperkuat literasi digital siswa dalam hal navigasi informasi, namun kemampuan berpikir kritis berkembang signifikan hanya ketika interaksi dengan AI didampingi oleh scaffolding guru. Selain itu, ditemukan kecenderungan ketergantungan kognitif pada AI yang dapat melemahkan daya refleksi jika tanpa pengawasan pedagogis. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AI efektif sebagai media pembelajaran reflektif, asalkan didukung desain instruksional berbasis pertanyaan terbuka dan pembimbingan aktif guru. Implikasi penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan AI secara etis dan reflektif, serta mendorong studi longitudinal tentang dampak jangka panjang penggunaan AI di pendidikan.Kata Kunci: Artificial Intelligence, Literasi Digital, Berpikir Kritis, Pembelajaran, Scaffolding.  
NILAI AKHLAK, MORAL DAN SPIRITUAL DALAM HADIST TARBAWI Musni Gina; Mutamminal Insiyah; Novi Aprianti; Reniatul Izzati; Safira Maula Muharromi; Nurul Faiza; Muh. Zaini
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 1 No. 4 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/qh02xp54

Abstract

Degradasi moral, krisis spiritual, dan tantangan etika digital menjadi isu mendesak dalam pendidikan abad ke-21. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai-nilai akhlak, moral, dan spiritual dalam perspektif Hadis Tarbawi sebagai solusi pendidikan karakter transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang menelaah kitab hadis, tafsir, dan literatur akademik melalui analisis isi tematik. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai ḥablumminallāh seperti tauhid, takwa, doa dan tawakal, haya’, serta thaharah berkontribusi pada ketahanan spiritual dan penguatan akhlak individu. Sementara itu, nilai-nilai ḥablumminannās seperti empati, ta’awun, etika komunikasi, pengendalian amarah, dan zuhud mendorong kohesi sosial dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, implementasi Hadis Tarbawi dalam pendidikan tampak melalui integrasi nilai dalam kurikulum, pengembangan kecerdasan multidimensi, dan penguatan literasi etika-digital. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap studi pendidikan Islam berbasis hadis serta rekomendasi praktis bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru. Kesimpulannya, Hadis Tarbawi adalah fondasi strategis dan aplikatif dalam membentuk generasi berkarakter di tengah disrupsi zaman. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi model pembelajaran berbasis digital-hadis
PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI WUDHU’ MELALUI METODE PEMBIASAAN Nur Ali Yasin; M.Habibulloh
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 1 No. 4 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/mhk4ej56

Abstract

TPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pendampingan anak dalam pembelajaran fikih materi wudhu’ melalui metode pembiasaan di Desa Pesucen, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman dan praktik ibadah yang benar pada anak-anak khususnya pasca pandemi di lingkungan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dan strategi pendampingan partisipatif, kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan dalam memahami tata cara wudhu’ dan membiasakan diri melaksanakannya dengan benar. Pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan didampingi secara langsung mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini secara efektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan praksis dan teladan langsung dalam pendidikan ibadah pada anak-anak.
ANALISIS KONTEN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI ERA DIGITAL MELALUI PLATFORM YOUTUBE Lalu Rahmat Sugiara; Yogi sopian haris; Muhammad Khairul Fatihin
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 1 No. 4 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ameyq761

Abstract

Ketika meninjau konten video pembelajaran yang diunggah di YouTube, kesulitan sering kali muncul akibat kurangnya standar kualitas yang mendukung pembelajaran jarak jauh. Masalah ini penting untuk diperhatikan agar pengalaman belajar tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten pembelajaran bahasa Arab dan konten pembelajaran seperti apa yang disampaikan oleh YouTuber serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi konten dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah video-video yang diupload oleh empat youtuber yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa arab. Hasil Penelitian: Konten dengan tema kalimat ungkapan bahasa Arab paling diminati, ditunjukkan dengan tingginya jumlah penonton, like, dan komentar. Empat kreator yang dibahas antara lain Ustaz Shady Elsayed (@ArabPodcasts) yang menyajikan konten dengan berbicara langsung dalam bahasa Arab dan Indonesia, Sarah Playschool yang membuat konten animasi khusus untuk anak-anak, Kepo Bahasa Arab yang membahas gramatika dengan sistematis, dan Ammikol AZ yang menyajikan kosakata dalam bentuk lagu. Konten dengan penyampaian yang menarik, sistematis, dan dikombinasikan dengan praktik mendapat tanggapan positif dari audiens.
ANALISIS KRITIS HERMENEUTIK LINGUISTIK ARAB: KAJIAN HADIS KESETARAAN GENDER Muhammad Khairul Fatihin; Lalu Rahmat Sugiara; Yogi Sopian Haris
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 1 No. 4 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/9r7nvn55

Abstract

Traditional interpretations of several hadiths sometimes reflect the inequality embedded in religious practices and the understanding of Muslims. Specifically, this research aims to explore how the approach of Arabic linguistic hermeneutics can provide a more just, inclusive, and contextual understanding of these hadiths. This research uses the library research method with a qualitative approach and Arabic linguistic hermeneutics as the analytical framework. The main focus of this research lies in the in-depth analysis of the Arabic language structure in selected hadiths and the examination of the socio-historical context in which these hadiths were delivered. This method allows researchers to critically reinterpret the hadith texts to find alternative meanings that are more responsive to gender equality issues. The research results show that there are three hadiths that have often been used as the basis for gender inequality, but through the appropriate linguistic and hermeneutic approaches, these hadiths can be reinterpreted more fairly. Emphasis on grammatical meaning, analysis of key words in Arabic, and understanding the social context when the hadith was delivered allow for interpretations that support the principle of equality between men and women in Islam. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6