cover
Contact Name
Deden Agustira
Contact Email
deden.agustira@uskm.ac.id
Phone
+6281911432125
Journal Mail Official
jurnaldedikasi15@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Luar Bayuning, Perum Quanta 2 Blok B4 No. 5 Kuningan, Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31100821     DOI : -
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Yayasan Dekhalisha Global Prestise sebagai wadah publikasi artikel kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait dengan isu-isu sosial yang relevan, seperti pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, inovasi pendidikan, pemberdayaan komunitas, pembangunan berkelanjutan, dan solusi berbasis riset terapan. Jurnal ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasi; pengabdian dan praktik baik (best practice) yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta pemerhati sosial yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi kreatif. Jurnal pengabdian kepada masyarakat terbit secara berkala dan terbuka (open access) untuk memperluas jangkauan pengetahuan dan pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan di tingkat lokal, nasional, dan global. Jurnal ini menggunakan sistem manajemen jurnal elektronik berbasis Open Journal System (OJS) untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan akses terhadap seluruh artikel yang diterbitkan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Pelatihan Pengelolaan Anggaran Rumah Tangga Berbasis Konsep Kurva Indiferen Atin Nuryatin; Rani Tania Pratiwi; Sri Mulyati
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi keluarga melalui pelatihan pengelolaan anggaran rumah tangga berbasis konsep kurva indiferen di lingkungan Pesona Alam, Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pelatihan dirancang untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman warga mengenai perencanaan keuangan, pengelompokan kebutuhan, dan pengambilan keputusan konsumsi yang rasional. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi penyusunan prioritas belanja serta pemilihan kombinasi barang sesuai batas anggaran. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dengan antusiasme tinggi dan menghasilkan peningkatan pemahaman yang terlihat dari perbandingan evaluasi awal dan akhir serta keberhasilan peserta dalam menyelesaikan simulasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu membedakan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, menyusun skala prioritas, dan memahami konsep dasar kurva indiferen dalam konteks pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Selain itu, aktivitas simulasi membantu peserta menerapkan konsep ekonomi secara praktis dalam membuat keputusan konsumsi yang lebih optimal. Meskipun demikian, pelatihan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan kesulitan sebagian peserta dalam memahami konsep ekonomi abstrak. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkala dan penyediaan materi visual tambahan agar dampaknya lebih berkelanjutan.
Optimalisasi Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Yeyen Suryani; Entin Jumatini; Iskandar; Rani Tania Pratiwi; Yanneri Elfa Kiswara Rahmantya; Maulana Muhammad Solahudien; Wastam
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah pola bisnis dan ekonomi global, termasuk di tingkat desa. Masyarakat Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha. Minimnya pemahaman dan keterampilan dalam kewirausahaan digital menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Geresik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi pendekatan partisipatif, yaitu penyampaian materi interaktif, praktik langsung, serta diskusi kelompok untuk memahami strategi pemasaran digital, penggunaan media sosial, dan manajemen bisnis online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha secara digital. Peserta mampu mengoptimalkan platform digital untuk promosi, transaksi, serta pengelolaan usaha berbasis teknologi. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kesiapan masyarakat Desa Geresik dalam menghadapi era digital. Luaran dari kegiatan ini berupa publikasi artikel, peningkatan jumlah pelaku usaha digital, serta rencana pendampingan lanjutan guna memastikan keberlanjutan implementasi keterampilan yang telah diberikan.
Penguatan Literasi Numerasi Matematis Siswa Kelas XII SMAN 1 Kadugede Kuningan melalui Program Pengabdian Berbasis Kurikulum Merdeka Nuranita Adiastuty; Azin Taufik; Mohamad Riyadi
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mathematical literacy competency of Indonesian students remains relatively low based on PISA outcomes, attributable to the limited application of mathematical concepts in everyday life and instructional methods that insufficiently promote critical thinking. The Merdeka Curriculum mandates the strengthening of numeracy literacy through context-based learning and problem-solving approaches. Studies by Putri et al. and Kandaga et al. demonstrate that contextual learning and brain-based learning are effective in enhancing students' mathematical literacy. This community service initiative aimed to improve the mathematical numeracy literacy of 32 Grade XII students at SMAN 1 Kadugede, Kuningan. The implementation methodology comprised: (1) mapping of students' prior knowledge and development of pretest-posttest instruments, (2) teacher training on numeracy literacy-based instructional strategies, (3) implementation of contextual learning and collaborative group discussions, and (4) evaluation employing paired sample t-tests and N-Gain analysis. The findings revealed a statistically significant improvement in mean scores from 46.66 (pretest) to 62.72 (posttest), with t = 13.11 and a p-value of 3.49 × 10⁻¹⁴ (p < 0.05). The mean N-Gain value was 0.304 (moderate category), with 17 students classified in the moderate category and 15 students in the low category. Instruction grounded in numeracy literacy indicators and real-life contextual frameworks was demonstrated to be effective in improving students' mathematical literacy, thereby supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. Recommendations encompass extending the duration of the intervention, developing a more varied array of Higher-Order Thinking Skills (HOTS) items, and strengthening individualized mentoring to optimize and ensure more equitable learning outcomes.
Penguatan Karakter Kepemimpinan Siswa melalui Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS di SMP Satu Atap Margabakti Deden Agustira; Parman Rudiansyah; Hamidan Rahmat
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Basic Leadership Training (Latihan Dasar Kepemimpinan/LDK) represents a strategic capacity-building program designed to cultivate leadership competencies, self-confidence, and organizational skills among students. This community service activity aimed to enhance the leadership competencies of the student council (OSIS) executive members at SMP Satu Atap Margabakti, Kadugede District, Kuningan Regency — a school situated in a remote rural area characterized by limited access to systematic student development programs. The activity was conducted over a full day (approximately eight hours), engaging 25 participants comprising active OSIS executive members, student representatives, and OSIS faculty advisors. The instructional approach employed participatory training grounded in experiential learning principles, encompassing: leadership theory enrichment, public speaking and oratory exercises, deliberative consensus (musyawarah mufakat) simulation, and group dynamics activities. Evaluation was conducted through a participant satisfaction questionnaire (13 items, four-point Likert scale) and structured observation utilizing a three-tier rubric. Evaluation outcomes indicated an overall satisfaction rate of 85% (classified as Highly Satisfied), with 68% of participants attaining the highest level of active participation and 56% demonstrating voluntary presentation readiness. The novelty of this initiative lies in the implementation of an integrated LDK model within a satu atap (combined-level) school in a remote area that had previously lacked access to systematic leadership development interventions. The activity is recommended for continuation on a minimum annual basis per academic year.
Penguatan Kompetensi Riset Mahasiswa melalui Pelatihan Proposal Penelitian Rani Tania Pratiwi; Yeyen Suryani; Entin Jumantini; Dandi Dandi; Meri Maryati
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic literacy constitutes the foundational scientific competency of university students in higher education; however, a substantial proportion of final-year students continue to experience significant difficulties in composing research proposals that conform to established academic standards. This community service initiative represents the outcome of a collaborative endeavour between Taman Pelangi of Bayuning Village and the Economic Education Student Association of Universitas Kuningan, materialised in the form of a Research Proposal Writing Training programme. This activity constitutes part of Activity-17 of Taman Pelangi, which aims to enhance students' academic literacy competencies through an intensive training approach grounded in peer-review mechanisms and direct mentorship. The implementation methodology encompassed two sessions: an offline session comprising interactive face-to-face instruction and an online session involving guided assignments for proposal refinement. The programme was attended by 12 participants drawn from students in the fifth and seventh semesters. The outcomes of the activity demonstrated a significant improvement in the quality of proposal manuscripts, as evidenced by the participants' ability to formulate problem backgrounds grounded in research gaps, construct measurable research questions, and select methodologically appropriate approaches. The peer-review mechanism was demonstrated to effectively cultivate a culture of critical and collaborative thinking. This activity recommends the cross-institutional collaboration model as an effective paradigm for community service initiatives aimed at strengthening students' academic capacities.
Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran Kreatif bagi Guru Sri Mulyati; Iskandar Iskandar; Atin Nuryatin; Rani Tania Pratiwi; Yeyen Suryani; Sheila Maharani
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dituntut menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi peserta didik generasi digital, namun kompetensi pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai media pembelajaran masih rendah. Observasi awal terhadap 17 guru IPS SMP Negeri 1 Cilimus Kabupaten Kuningan menunjukkan 82% guru belum pernah memanfaatkan tools AI, 76% kesulitan merancang media interaktif, dan 65% masih bertumpu pada metode ceramah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan guru IPS dalam memanfaatkan AI sebagai media pembelajaran kreatif. Metode dilaksanakan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan berbasis learning by doing selama tiga hari, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program, dengan tools Canva AI, Quizizz AI, dan ChatGPT/Gemini. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test, post-test, lembar observasi, dan kuesioner kepuasan, kemudian dianalisis dengan N-Gain. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi dan keterampilan AI dari 42,4 menjadi 81,6 dengan N-Gain 0,68 (kategori sedang). Seluruh peserta menghasilkan produk media pembelajaran berbasis AI dan 88% di antaranya menerapkannya di kelas selama masa pendampingan. Kegiatan ini merekomendasikan pendampingan berkelanjutan melalui komunitas belajar guru agar inovasi media pembelajaran berbasis AI berkembang secara mandiri di sekolah.
Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka: Penguatan Perencanaan dan Model Pembelajaran Inovatif bagi Guru SMP Satu Atap Margabakti Kabupaten Kuningan Rani Tania Pratiwi; Yeyen Suryani; Entin Jumantini; Chena Puspitasari; Iman Rismana
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru SMP Satu Atap Margabakti, Kabupaten Kuningan, dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan menerapkan model pembelajaran inovatif sesuai Kurikulum Merdeka. Sekitar 80% guru masih terbiasa menggunakan format RPP Kurikulum 2013 dan belum memahami penyusunan Modul Ajar berbasis Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Tujuan Pembelajaran, sementara 75% guru masih dominan menggunakan metode ceramah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan partisipatif berupa sosialisasi, workshop penyusunan Modul Ajar, pelatihan model Problem Based Learning dan Project Based Learning, serta pendampingan dan evaluasi pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka, seluruh peserta berhasil menyusun Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar, serta sebagian besar guru mampu merancang skenario pembelajaran inovatif. Kegiatan ini disimpulkan efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru di daerah terpencil dan perlu ditindaklanjuti melalui pendampingan berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Intelektual Peserta Didik melalui Hilirisasi Program Literasi Rabu Berbasis Kearifan Lokal Gunung Ciremai Parman Rudiansah
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas program Gerakan Literasi Mingguan yang dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 06.30-07.10 WIB secara konsisten di SMPN Satu Atap Margabakti, Kabupaten Kuningan, dalam memperkuat kapasitas intelektual peserta didik sejak tahun 2022 hingga 2025. Program menerapkan pola berbeda antara kelas VII yang literasinya diintegrasikan dengan Muatan Lokal (Mulok) Gunung Ciremai, dan kelas VIII-IX yang melaksanakan literasi umum, dengan total 43 peserta didik (29 perempuan dan 14 laki-laki). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah dengan pendekatan mixed-method selama tiga tahun akademik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada membaca pemahaman (60,3% menjadi 90,7%), berpikir kritis (57,4% menjadi 85,6%), dan minat membaca (52,8% menjadi 91,4%). Integrasi Mulok Gunung Ciremai pada kelas VII terbukti meningkatkan relevansi dan motivasi literasi berbasis kearifan lokal sebesar 87,3%. Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi waktu, diferensiasi konten berbasis konteks lokal, dan komitmen guru penggerak merupakan tiga faktor kunci keberhasilan gerakan literasi sekolah.

Page 2 of 2 | Total Record : 18