cover
Contact Name
Mariyal Qibtiyah
Contact Email
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Phone
+6285894256608
Journal Mail Official
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 14, Kampus Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT)
ISSN : -     EISSN : 31093094     DOI : 10.20344/ijspt
Core Subject :
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar. Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) difokuskan pada lingkup bidang Fisioterapi yang meliputi Fisioterapi Olahraga, neurologi, geriatri, pediatri, kardiovaskular dan pulmonal, promotif dan preventif serta Ilmu Keolahragaan. Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala setiap bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus" : 8 Documents clear
Aktivitas Fisik dan Dampaknya terhadap Fungsi Paru serta Sistem Kardiovaskular Ibu Hamil: Narrative Review Luklu Susiati, Asih; Patiku, Yudit; Fony, Fony; Hafid, Wahyuni
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9153

Abstract

Latar belakang: Kehamilan memicu perubahan fisiologis signifikan, khususnya pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Aktivitas fisik teratur diyakini dapat mendukung fungsi fisiologis tersebut dan mencegah komplikasi kehamila. Tujuan: Studi ini bertujuan meninjau pengaruh aktivitas fisik terhadap fungsi paru dan kardiovaskular pada ibu hamil. Metode: Artikel ini merupakan kajian naratif terhadap literatur yang dipublikasikan antara tahun 2018–2025 yang diperoleh melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi studi klinis yang membahas pengaruh aktivitas fisik terhadap fungsi paru dan kardiovaskular pada ibu hamil, sedangkan kriteria eksklusi mencakup penelitian yang tidak relevan dengan topik, tidak menggunakan desain studi yang jelas, atau tidak memuat data hasil yang dapat dianalisis. Proses pemilihan artikel dilakukan melalui penyaringan judul dan abstrak, dilanjutkan dengan peninjauan teks lengkap, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang tersedia. Hasil: Tinjauan terhadap delapan artikel menunjukkan bahwa aktivitas fisik aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang secara terstruktur mampu meningkatkan kapasitas paru, memperbaiki fungsi jantung, serta menurunkan risiko preeklampsia dan hipertensi gestasional, tanpa membahayakan janin. Kesimpulan: Latihan fisik aman dan bermanfaat selama kehamilan, serta layak diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai strategi promotif-preventif untuk mendukung kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh. Ke depan, penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi jenis, durasi, dan frekuensi aktivitas fisik yang paling efektif, serta aplikasinya di berbagai setting layanan kesehatan.
Analisis Wrist Pain pada Pemain Petanque BKMF FIKK UNM Rijal, Syamsul; Arimbi; Badaru, Benny
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9417

Abstract

Petanque menjadi salah satu cabang olahraga yang cara melakukannya yang sederhana serta memerlukan fleksibilitas yang baik akan tetapi dapat menyebabkan wrist pain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi jumlah kejadian Wrist Pain pada pemain petanque Biro Kegiatan Mahasiswa Fakultas Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (BKMF FIKK UNM). Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan cross-sectional yang akan dilaksanakan di FIKK UNM. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain petanque BKMF FIKK UNM dengan total populasi 90 responden, penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 47 responden dari total populasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini kuesioner wrist hand disability index (WHDI) dalam mengukur mengenai masalah nyeri pada pergelangan tangan dengan bobot nilai 0 (tidak ada nyeri) hingga nilai 5 (nyeri hebat). Hasil dalam penelitian ini diperoleh 47 responden yang mengalami wrist pain, sebanyak 42 (89%) responden mengalami kecacatan ringan dan 5 (11%) lainnya mengalami kecacatan sedang pada aktivitas fungsionalnya. Pada kategori kecacatan ringan menunjukkan perempuan sebanyak 23 (48,9%) responden dan laki-laki 19 (40,4%) responden, pada kategori sedang terdapat 3 (6,4%) responden perempuan dan 2 (4,3%) responden laki-laki. Hasil akhir penelitian ini yaitu prevalensi wrist pain pada pemain petanque BKMF FIKK UNM mencapai 52% atau sebanyak 47 pemain petanque mengalami wrist pain dari 90 total populasi, yang menunjukkan bahwa tingkat kejadian wrist pain pada pemain petanque cukup besar.
Analisis Cedera Bahu pada Atlet Panahan Saleda, Hesty Natalia; Hasmyati; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9438

Abstract

Latar belakang : Olahraga panahan adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah ke permukaan target ( target muka ) setepat mungkin. Olahraga panahan merupakan cabang olahraga yang sangat memerlukan kekuatan, koordinasi, daya tahan, kelenturan, panjang tarikan, dan keseimbangan untuk membentuk teknik memanah. Dalam jangka waktu olahraga, seorang atlet sangat dipengaruhi oleh kondisi dan latihan fisik. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional untuk menyebabkan cedera bahu yang terjadi pada atlet panahan. Variabel pada penelitian ini yaitu cedera bahu. Dengan sampel 67 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner indeks nyeri dan disabilitas bahu (SPADI). Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa atlet yang mengalami nyeri bahu didominasi oleh nyeri bahu dan disabilitas berat sebesar 39,7%, nyeri bahu dan disabilitas parah sebesar 20,6% dan sisanya nyeri bahu dan disabilitas ringan yang dapat mengganggu aktivitas fungsionalnya. Kesimpulan : Cedera yang terjadi pada atlet panahan dipengaruhi oleh aktivitas yang berulang dalam durasi yang lama tanpa jeda dan pemanasan yang dilakukan oleh para atlet sehingga pencegahan cedera dalam olahraga panahan merupakan kunci dalam penatalaksanaan cedera untuk memastikan peforma tetap optimal dan tubuh terhindar dari masalah fisik jangka panjang.
Hubungan Repetitive Movement terhadap Kejadian Shoulder Pain pada Atlet Bola Voli Hafis, Syavira; Hakim, Hikmad; Mukrim, Harvina
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9439

Abstract

Latar belakang: Olahraga bola voli merupakan aktivitas yang melibatkan gerakan repetitif pada ekstremitas atas, khususnya shoulder complex. Gerakan berulang seperti spike, serve, dan block dapat menyebabkan stress mekanik pada struktur anatomi bahu, yang berpotensi menimbulkan nyeri bahu (shoulder pain). Atlet bola voli memiliki risiko tinggi mengalami cedera bahu akibat karakteristik gerakan olahraga yang memerlukan aktivitas overhead berulang dengan intensitas tinggi. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan repetitive movement terhadap shoulder pain pada atlet bola voli di BKMF Bola Voli SPARTA FIKK UNM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 25 atlet bola voli aktif di BKMF Bola Voli SPARTA FIKK UNM yang dipilih melalui teknik total sampling yang dilaksanakan pada tanggal 1-3 Juli 2025 di FIKK UNM. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur frekuensi repetitive movement, assessment nyeri bahu menggunakan Visual Analog Scale (VAS), dan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara repetitive movement dengan kejadian shoulder pain pada atlet bola voli (p<0,05). Sebanyak 67,5% atlet mengalami nyeri bahu dengan intensitas ringan hingga sedang. Kesimpulan: Peningkatan intensitas gerakan repetitif menyebabkan peningkatan tingkat nyeri dan disabilitas bahu dengan pola yang konsisten
Perbandingan Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia yang Aktif Senam dan Tidak Aktif Senam Amalia Mulya, Masvira; Arimbi; Mujari Wahid, Wahyana
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9501

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, dan seiring bertambahnya usia, mereka sering mengalami penurunan keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh. Meskipun senam terbukti efektif untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh, penelitian ini dilakukan karena rendahnya partisipasi lansia dalam kegiatan senam untuk membandingkan tingkat risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, mengumpulkan data melalui kuisioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan Time Up and Go Test (TUGT). Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden (Purposive Sampling) dari 51 populasi lansia di Klinik Madising Telkomas. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara skor TUGT pada kedua kelompok (p > 0,05), dengan faktor-faktor seperti indeks massa tubuh dan frekuensi senam yang rendah berkontribusi pada hasil tersebut. Kesimpulan: Meskipun senam dapat meningkatkan keseimbangan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program senam yang efektif untuk lansia.
Gambaran Pola Jalan pada Anak Down Syndrome Al Fariq, Farhaq; Rusli; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9502

Abstract

Latar belakang: Perkembangan motorik merupakan kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi sistem saraf pusat, otot, dan urat saraf. Aktivitas ini melibatkan motorik kasar seperti berjalan, yang memerlukan koordinasi neuromuskular dan fungsi psikis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pola jalan pada anak Down syndrome di SLB Negeri 1 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 12 anak Down syndrome yang dipilih dari 38 populasi di SLB Negeri 1 Makassar menggunakan teknik purposive sampling. Variabel tunggal adalah pola jalan, dengan instrumen gait analysis untuk menilai fase gait dan timed up and go test untuk keseimbangan. Hasil: Fase gait kategori “ada” ditemukan sebesar 62,89%, “lemah” 20,62%, dan “hilang” 16,49%. Fase mid-swing dan loading Gresponse paling stabil, sedangkan terminal stance dan mid-stance paling terganggu. Simpulan: Diperlukan intervensi fisioterapi untuk menguatkan fase stance agar meningkatkan stabilitas dan efisiensi berjalan pada anak Down syndrome.
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal akibat Kebiasaan Bermain Game Online pada Remaja Tasri, Afifah; G, Sarifin; Mukrim, Harvina
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9504

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan aktivitas bermain game online, khususnya pada remaja. Aktivitas ini sering dilakukan dalam durasi lama dengan postur tubuh statis dan ergonomi yang kurang tepat, sehingga berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal saat bermain game online pada siswa UPT SMA Negeri 1 Pangkep. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional menggunakan instrumen Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) pada 80 responden. Hasil: Sebanyak 59 responden (73,8%) mengalami tingkat risiko rendah dan 21 responden (26,3%) risiko sedang, tanpa ada yang masuk kategori tinggi maupun sangat tinggi. Terkait tindakan perbaikan, 73,8% responden tidak memerlukan intervensi, sedangkan 26,3% mungkin perlu perbaikan. Kesimpulan: Bermain game online dalam durasi panjang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal, sehingga diperlukan edukasi ergonomi, pengaturan postur, peregangan berkala, dan latihan penguatan otot.
Hubungan Kondisi Postural dengan Risiko Jatuh pada Lansia Atiqah Najwa; Badaru, Benny; G, Sarifin
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9526

Abstract

Latar belakang: Postur tubuh yang buruk dapat mempengaruhi gaya berjalan lansia dan menyebabkan ketidakstabilan dalam pergerakannya. Akibatnya, lansia akan kehilangan keseimbangan yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi postural dengan risiko jatuh pada lansia di Klinik Madising Telkomas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh populasi lansia di Klinik Madising Telkomas yang berjumlah 30 orang. Pengukuran postur tubuh menggunakan dua jenis, pengukuran dengan menggunakan alat Flexicurve dan Adam’s Forward Bending Test, pengukuran risiko jatuh menggunakan Time Up and Go Test (TUGT). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi postural dan risiko jatuh pada lansia, dengan hasil uji Chi Square yang menunjukkan p=0,71 (p>0,05). Kesimpulan: Risiko jatuh pada lansia dapat disebabkan oleh banyak faktor yang saling berinteraksi, dan kondisi postural hanya salah satu dari faktor penyebab yang meningkatkan risiko jatuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 8