cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2014)" : 35 Documents clear
Perbedaan Persepsi Sehat-sakit Pasien Menjadi Alasan Utama Kejadian Pulang Paksa Nofiyanto, Eko; Koeswo, Mulyatim; Utami, Endah Woro
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.557 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.35

Abstract

Pulang paksa merupakan salah satu indikator kurangnya mutu pelayanan kesehatan karena dapat mempengaruhi kesembuhan, dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kejadian pulang paksa di ruang Dahlia II RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka dan tertutup. Hasil penelitian menunjukkan 46,67% pasien setuju bahwa persepsi sehat-sakit menjadi alasan utama kejadian pulang paksa dan bukan mutu maupun keterjangkauan biaya.Kata Kunci: Kejadian pulang paksa, persepsi sehat-sakit, rawat inap
Perbandingan Sensitivitas Kontras Lensa Tanam Asferik dan Sferik Post Fakoemulsifikasi Nguda, Helen; Sulistya, T Budi; Prayitnaningsih, Seskoati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.10

Abstract

Lensa tanam asferik dapat mengurangi aberasi sferik yang terjadi pasca operasi katarak, dan meningkatkan sensitivitas kontras dibandingkan lensa tanam sferik. Penelitian ini membandingkan sensitivitas kontras antara pasien yang diberi lensa tanam asferik dan sferik dengan menggunakan lembar kartu Pelli-Robson yang telah dilakukan dengan metode observasi cross sectional. Pemeriksaan dilakukan pada 32 mata yang diambil secara konsekutif dari 23 pasien minimal 1 bulan setelah dilakukan fakoemulsifikasi dan penanaman lensa tanam (asferik dan sferik). Sensitivitas kontras diperiksa pada jarak 1 m di depan lembar kartu dengan tajam penglihatan terbaik pasien setelah koreksi (log MAR) dan keratometri kurang dari 1,5Dioptri (D). Berdasarkan data demografi dan data operasi tidak didapatkan perbedaan yang signifikan, sensitivitas kontras lebih tinggi pada lensa tanam asferik dibandingkan sferik dengan independent t test. Perbedaan yang signifikan ini dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan lensa tanam yang sesuai dengan kebutuhan agar pasien mendapatkan fungsi penglihatan terbaiknya.Kata Kunci: Lensa tanam asferik, lensa tanam sferik, Pelli-Robson contrast sensitivity
Jus Brokoli Menurunkan Kadar Low Density Lipoprotein Darah pada Tikus Model Diabetes Melitus Setyoadi, Setyoadi; Utami, Yulian Wiji; Yuliatun, Laily
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.439 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.6

Abstract

Menurunkan kadar LDL merupakan salah satu fokus utama dalam terapi Diabetes Melitus untuk menurunkan risiko kematian. Brokoli (Brassica oleracea Var. Italica) kaya akan vitamin dan mineral telah digunakan sebagai terapi diet bagi penderita Diabetes Melitus, terutama untuk menurunkan kadar LDL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus brokoli terhadap penurunan kadar LDL pada tikus putih model Diabetes Melitus (DM) dengan induksi STZ. Metode yang digunakan adalah experiment laboratory dengan rancangan post test only. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 ekor tiap kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (diinduksi STZ dan tanpa jus brokoli), kelompok perlakuan 1 (diinduksi STZ dan jus brokoli 2,52 g/Kg BB), kelompok perlakuan 2 (diinduksi STZ dan jus brokoli 5,04 g/Kg BB), dan kelompok perlakuan 3 (diinduksi STZ dan jus brokoli 7,56 g/Kg BB) dengan perlakuan 14 hari. Uji one way ANOVA yang dilanjutkan uji Tuckey menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan (p=0,000) kadar LDL pada tikus model DM, pada ketiga dosis dengan kadar LDL terendah pada dosis 7,56g/kgBB. Dapat disimpulkan pemberian jus brokoli menurunkan LDL darah pada tikus model DM.Kata Kunci: Diabetes Melitus, jus brokoli, penurunan kadar LDL
Pengembangan Lembar Timbang Terima Dokter di Unit Gawat Darurat untuk Membangun Komunikasi Efektif Dwi Harjayanti, Nofita; Tri Rahmi, Asih; Wiyanto, Satra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.976 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.33

Abstract

Komunikasi pada masa transisi pelayanan di rumah sakit merupakan titik kritis dalam manajemen keselamatan pasien. Unit Gawat Darurat rumah sakit merupakan ujung tombak dan pintu masuk pelayanan dengan intensitas pelayanan yang tinggi, sehingga mempunyai potensi insiden yang tinggi pula. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi proses timbang terima untuk mengembangkan model form timbang terima sehingga meningkatkan kualitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan cara melakukan observasi, membagikan kuisioner,  dan diskusi dengan subjek penelitian. Observasi dilakukan pada tiga setting transisi pelayanan yaitu UGD, Kamar Bersalin dan Rawat Inap. Wawancara dan diskusi dilakukan responden Dokter UGD. Hasil observasi menunjukkan proses timbang terima yang belum baku terutama komponen informasi yang disampaikan sehingga mengakibatkan potensi insiden keselamatan pasien. Hasil diskusi kelompok mengidentifikasi komponen atau aspek penting yang harus dikomunikasikan pada proses timbang terima yang meliputi laporan kondisi dan perkembangan keseluruhan pasien, peralatan penunjang (inventaris peralatan) termasuk stok obat, serta kondisi pada unit terkait yang juga merupakan bagian dari tanggung jawab Dokter Jaga IGD. Format timbang terima yang dikembangkan merupakan timbang terima pada tingkat unit, sesuai dengan tanggungjawab Dokter Jaga.Kata Kunci: Keselamatan pasien, komunikasi, timbang terima
Penentuan Kebutuhan Tenaga di RS HVA Toeloengredjo dengan Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) untuk Efisiensi Sumber Daya Manusia Harijanto, Wahjoe; Moestopo, FX Retriatmadja; Indah, Yetty Nusaria Nawa
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.21

Abstract

Rumah sakit harus mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja secara efisien tanpa mengorbankan kualitas pelayanan, guna meningkatkan daya saingnya. Workload Indicators of Staffing Need (WISN) adalah suatu metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja. Metode yang digunakan adalah Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Metode ini membandingkan kondisi ketenagaan riil dengan hasil penghitungan WISN. Dari rasio WISN bisa diketahui kelebihan atau kekurangan tenaga kerja yang ada. Unit yang diteliti ada 19 sub-divisi dari Divisi Pelayanan medis, Divisi Penunjang Medis dan Divisi Keperawatan. Dari penghitungan WISN terhadap 19 sub-divisi dihasilkan kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja tahun 2012 sebesar 158 orang dan saat ini terdapat 199 orang, sehingga terdapat kelebihan 41 orang. Rasio WISN yang dihasilkan sebesar 1,26 menunjukkan terjadi kelebihan tenaga lebih dari 25% dari kebutuhan yang ada. Kelebihan tenaga kerja dari penghitungan WISN dikarenakan rendahnya kegiatan di beberapa unit pelayanan. Penyebab yang lain karena ada unit pelayanan dan unit penunjang yang dibuka 24 jam tujuh hari per mingguuntuk memberikan keunggulan pelayanan kepada pasien. Untuk memenangkan persaingan antar rumah sakit dengan menonjolkan pelayanan yang cepat dan berkualitas, pihak manajemen rumah sakit harus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di unit pelayanan dengan melebihi dari kebutuhan beban kerja yang ada. Pelayanan yang cepat, tepat waktu, jam pelayanan, dan luas area rumah sakit memberikan pengaruh dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.Kata Kunci: Beban kerja, efisiensi, sumber daya manusia, WISN

Page 4 of 4 | Total Record : 35