cover
Contact Name
Andre Agachi Purba
Contact Email
pt.lembagappn@gmail.com
Phone
+6282181396566
Journal Mail Official
pt.lembagappn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kakak Tua No. 17 Kec. Medan Sunggal, Kota Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Golden Generation Abdimas
ISSN : -     EISSN : 31232876     DOI : https://doi.org/10.65244/jgga
Journal of Golden Generation Abdimas (E-ISSN: 3123-2876) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang diterbitkan oleh PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara. Jurnal ini didedikasikan sebagai wadah diseminasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan misi menjembatani keilmuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil di lapangan. Kami mengundang para akademisi, praktisi, dan pegiat komunitas untuk mempublikasikan inovasi serta praktik terbaik dalam berbagai bidang multidisiplin, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan untuk semua, kesehatan masyarakat, inovasi teknologi tepat guna, dan penguatan kelembagaan lokal. Jurnal ini terbit secara berkala empat kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
Strategi Pengembangan UMKM Lokal Melalui Digitalisasi, Branding, Dan Inovasi Kemasan Produk di Dukuh Nglencong, Desa Kemusu Gisheila Esya Putri Wiranto; Farhan Rizkiansyah; Arum Wulandari; Saffah Haya Ibrahim; Khoirun Nisa; Anita Indah Sayekti; Jujuk Juhariah
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1112

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam digitalisasi, branding, dan kemasan produk. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan UMKM keripik pisang dan mi ayam di Dukuh Nglencong, Desa Kemusu, melalui digitalisasi, pembuatan banner MMT, dan inovasi kemasan menggunakan kertas minyak. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pendampingan, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai promosi digital, identitas produk, serta pentingnya kemasan yang bersih dan menarik. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk UMKM lokal.
Optimasi Kecepatan Aplikasi Sipades Pelayanan Administrasi Desa Sebagai Implementasi Program Kerja KKN Universitas Boyolali di Kecamatan Kemusu Sumali; Kurnia Ismi Sholihati; Muhammad Fida Ikhsanul Fikri; Adam Maulana; Erwin Susiani; Muqorrobin; Fanny Hendro Aryo Putro
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1116

Abstract

Administrasi persuratan di Desa Kemusu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali selama ini dikerjakan dengan pengolah kata, penomoran dicatat pada buku register, dan arsip disimpan dalam bentuk cetak. Pola ini berjalan tanpa keluhan berarti, namun menyimpan tiga risiko struktural: pengerjaan bergantung pada dua orang perangkat, penelusuran arsip bertumpu pada berkas kertas, dan penomoran rawan ganda. Program Kuliah Kerja Nyata Kelompok 04 Universitas Boyolali merancang dan menerapkan SIPADes, aplikasi berbasis Python dan SQLite yang berjalan luring pada komputer kantor desa tanpa biaya langganan. Kegiatan ditempuh dalam lima tahap: observasi dan wawancara kondisi awal, perancangan, pengembangan berbasis templat surat asli desa, uji coba mandiri, serta pendampingan dan serah terima. Aplikasi yang dihasilkan memuat 8 modul fungsional, 7 templat surat baku, dan 8 tabel basis data, dilengkapi pengisian otomatis formulir Dukcapil F-1.01 dan F-1.03. Pada uji coba mandiri, perangkat desa menyelesaikan seluruh enam tugas pokok tanpa bantuan pendamping, dengan waktu pembuatan satu surat sampai tersimpan selama sepuluh detik. Perangkat memperkirakan waktu pelayanan satu surat turun dari 5 menit menjadi 2 menit dan penelusuran arsip dari 5 menit menjadi 2 menit. Kuesioner terhadap responden tunggal menghasilkan skor 5,00 pada skala 1-5 untuk seluruh 15 pernyataan. Hasil evaluasi bersifat indikatif dan belum dapat digeneralisasi karena keterbatasan jumlah responden dan singkatnya masa pemakaian. Kegiatan menunjukkan bahwa sistem administrasi desa yang dibangun mengikuti tata naskah yang sudah berjalan lebih mudah diterima perangkat daripada sistem yang menuntut perubahan kebiasaan.
Peningkatan Literasi Pajak Daerah Bagi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah untuk Mendorong Pertumbuhan dan Formalisasi di Kabupaten Soppeng Asmi Rahayu; Nur Achriaty Achmar; Ahmad Fajar
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1117

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal Kabupaten Soppeng melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ekonomi daerah. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya literasi pajak daerah, keterbatasan administrasi usaha, lemahnya pencatatan keuangan, serta rendahnya tingkat formalitas usaha. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku UMKM belum memahami kewajiban perpajakan daerah, prosedur administrasi usaha, serta manfaat legalitas usaha dalam mendukung pengembangan bisnis. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM mengenai literasi pajak daerah serta mendorong proses formalitas usaha melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Solusi yang diberikan meliputi pelatihan perpajakan daerah, pencatatan keuangan sederhana, pendampingan legalitas usaha melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Kegiatan ini melibatkan mitra secara aktif melalui penyediaan data usaha, partisipasi pelatihan, penyusunan SOP usaha, dan komitmen dalam meningkatkan formalitas usaha. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya literasi pajak daerah, tersedianya pencatatan keuangan sederhana, meningkatnya kepemilikan legalitas usaha, serta berkembangnya kapasitas manajemen dan pemasaran UMKM. Program ini juga mendukung implementasi MBKM dan IKU perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pengalaman nyata.
Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Transformasi Praktik Akuntansi Usaha Kecil dan Menengah A. Muh. Nurul Afdal; Asmi Rahayu; Muhammad Syahril
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1118

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama terkait pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital. Permasalahan tersebut menyebabkan pengelolaan arus kas belum optimal, evaluasi kinerja usaha sulit dilakukan, serta keputusan bisnis masih belum berbasis data. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Transformasi Praktik Akuntansi Usaha Kecil dan Menengah” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan UKM melalui penerapan sistem pembukuan digital yang sederhana, efektif, dan mudah digunakan. Solusi yang ditawarkan meliputi penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pencatatan keuangan, penerapan sistem pembukuan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), digitalisasi arsip transaksi, pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana, serta pendampingan pemanfaatan informasi keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan ini mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis proyek serta pemberdayaan masyarakat secara langsung. Luaran yang dihasilkan berupa SOP pembukuan UKM, sistem pencatatan keuangan digital, peningkatan literasi akuntansi dan digital mitra, serta laporan keuangan sederhana yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan usaha. Program ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola, efisiensi, dan keberlanjutan UKM dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Pemanfaatan Jeruk Limau Melalui Program Limasa untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kasang Limau Sundai Muhammad Akbar Muhajirin; Winda Natalia; Rendra Ardiansyah; Zahra Juandari; Tio Adriansyah; Wilna Destria; Amanda Eka Syahputri; Elsa Marditia; Fahlizha Maharani Arifin; Muhammad Tri Fajar
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1119

Abstract

Program LIMASA merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi lokal berupa jeruk limau di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh keberadaan tanaman jeruk limau yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat, sedangkan pemanfaatannya masih didominasi sebagai bahan pelengkap masakan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat dalam memanfaatkan jeruk limau sebagai bahan pendukung pembuatan sabun cuci piring. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan aplikatif dan partisipatif melalui observasi, sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Sasaran utama kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar desa. Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta. Peserta terlibat langsung dalam praktik pembuatan sabun dan berhasil menghasilkan produk yang dapat dibawa pulang. Peserta juga menunjukkan ketertarikan untuk mencoba membuat produk secara mandiri setelah kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa LIMASA dapat menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat yang aplikatif karena menghubungkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan peningkatan keterampilan rumah tangga. Pengembangan selanjutnya diperlukan pada aspek formulasi, kemasan, analisis biaya produksi, pengujian mutu, dan pendampingan berkelanjutan agar kegiatan dapat berkembang menjadi program produktif yang berkelanjutan.
Pengabdian Masyarakat melalui Penerapan Habit Tracker sebagai Media Pengenalan Pembiasaan Ibadah, Kemandirian, dan Akhlak Santri TPQ Ar-Ridlo Alivia Wardah; Muhamad Sidiq Asyhari
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1120

Abstract

Pembiasaan kebiasaan baik pada santri kerap kehilangan kesinambungan ketika kegiatan belajar mengaji tidak didampingi secara langsung, terutama pada masa-masa tertentu seperti musim perayaan Agustusan yang menyebabkan tingkat kehadiran menurun. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di TPQ Ar-Ridlo, Bareng, Jombang, dengan sasaran 20 santri berusia 9-14 tahun pada kelompok mengaji ba'da Maghrib. Program ini bertujuan mengenalkan Habit Tracker cetak sebagai alat pemantauan mandiri untuk mendukung keberlangsungan disiplin ibadah, kemandirian, dan akhlak baik di rumah. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal melalui wawancara dengan pengasuh TPQ, penyusunan instrumen Habit Tracker, sosialisasi dan pembagian booklet disertai pre-test, pengisian mandiri oleh santri selama satu pekan, serta pengumpulan yang disertai post-test. Temuan awal dari observasi menunjukkan bahwa ketidakhadiran yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam menjaga kebiasaan yang telah ditanamkan di TPQ. Habit Tracker dirancang dengan lima indikator dalam tiga domain, yaitu ibadah, literasi digital, dan kemandirian, dilengkapi kolom keterlibatan orang tua. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pengenalan praktik pemantauan kebiasaan yang sederhana, berkelanjutan, dan melibatkan keluarga bagi santri.
Pemberdayaan Tanaman Herbal Sebagai Produk Bernilai Tambah di Desa Sungai Alah Nur Arini Yulia; Kevin Andreas Simamora; Rahma Adelia; M. Syarief Faiz; Ghalina Aisyah Putri; Reni Chintya Putri Sirait; Dea Citra; Riva Rizky Mazidah; Habib Zaki Rafarli; Desri Alpandi; Oktaviani Nduru
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1125

Abstract

Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, memiliki potensi tanaman herbal lokal (serai, kunyit, jahe, lengkuas, temulawak, daun pandan, dan jeruk nipis) yang tumbuh subur di lahan pekarangan seluas 90 hektare, namun belum terpetakan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Permasalahan utama meliputi belum terpetakannya sebaran tanaman herbal, rendahnya pengetahuan masyarakat, serta minimnya keterampilan pengolahan menjadi produk bernilai tambah. Program pengabdian ini bertujuan memetakan potensi tanaman herbal, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah herbal menjadi obat nyamuk alami, sabun herbal, dan kain ecoprint, serta menyusun Buku Saku Pemanfaatan Tanaman Herbal. Kegiatan dilaksanakan melalui enam tahap: survei dan pemetaan, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi dan edukasi, pelatihan praktik, demonstrasi produk, serta penyusunan dan penyerahan Buku Saku, berlangsung selama empat minggu dengan sasaran Pemerintah Desa, ibu-ibu PKK, kader Posyandu, siswa SD, dan pemuda desa. Seluruh sepuluh program kerja terlaksana dengan ketercapaian 100%. Evaluasi terhadap 30 peserta pelatihan menggunakan skala Likert menunjukkan tingkat ketercapaian rata-rata 89,9% (kategori Sangat Baik), dengan 86,7% peserta berada pada kategori Sangat Baik. Program ini berkontribusi terhadap lima Sustainable Development Goals (SDG 3, 8, 12, 15, dan 17) dan diharapkan berdampak jangka panjang bagi kemandirian kesehatan dan ekonomi masyarakat. 
Pembinaan Masyarakat Dalam Pemulasaraan Jenazah Di Desa Lontar Kecamatan Muara Jaya Kabupaten Oku Faozan
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i2.1138

Abstract

Pemulasaraan jenazah merupakan salah satu kewajiban sosial-keagamaan (fardhu kifayah) yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar dapat dilaksanakan secara tepat sesuai tuntunan agama. Permasalahan yang ditemukan di Desa Lontar Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU adalah masih terbatasnya masyarakat yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan proses penyelenggaraan jenazah secara menyeluruh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemulasaraan jenazah melalui pelatihan berbasis teori dan praktik. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan masyarakat sebagai peserta aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah serta peningkatan keterampilan dalam praktik memandikan, mengkafani, dan menshalatkan jenazah. Antusiasme peserta menjadi faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan, sedangkan keterbatasan waktu menjadi kendala yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program lanjutan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian masyarakat dalam menjalankan pelayanan sosial-keagamaan serta memperkuat kapasitas komunitas dalam menghadapi kebutuhan pemulasaraan jenazah di lingkungan desa.
Meningkatkan Kreativitas Dan Jiwa Wirausaha Melalui Pelatihan Pembuatan Cookies Coffee (Coffee Bean Cookies) Di Desa Lontar Kecamatan Muara Jaya Reny Shinta Sari
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i2.1139

Abstract

Pengembangan produk berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Desa Lontar Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU memiliki potensi komoditas kopi yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk biji kopi dan bubuk kopi sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan kopi menjadi produk pangan inovatif berupa Cookies Bean Coffee. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan kewirausahaan, praktik pengolahan produk, pendampingan pengemasan, serta pengenalan strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kopi menjadi produk bernilai tambah, mulai dari proses produksi hingga pengembangan strategi pemasaran. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peluang usaha berbasis potensi lokal serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif di tingkat desa. Program ini menunjukkan bahwa inovasi pengolahan komoditas pertanian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi alternatif dalam menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.