cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
ANALISIS KESALAHAN AFIKSASI PEMELAJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING: STUDI KASUS TERHADAP PEMELAJAR BIPA DI UNIVERSITAS FLINDERS AUSTRALIA NFN Ratnawati
SAWERIGADING Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i3.400

Abstract

This article aims to describe the error analysis affixation of Indonesian for foreign learners writing in Flinders University, Australia. Indonesian language which is agglutinative results a fundamental difficulty for almost all learners of BIPA. This makes the writer interested to examine further issues in Indonesian language errors in association with affixation. By using error analysis suggested by Corder, it is found some errors, namely (1) omissions of affixes, (2) additions of affixes, (3) misusage of base form, and (4) mischoice of affixes. Abstrak Tulisan ini bertujuan menggambarkan analisis kesalahan afiksasi pada tulisan pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Flinders, Australia. Bahasa Indonesia yang bersifat aglutinatif mengakibatkan kesulitan mendasar yang hampir dialami oleh hampir semua pemelajar BIPA. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan afiksasi. Dengan menggunakan metode error analysis yang disarankan Colder ditemukan sejumlah kesalahan berupa (1) kesalahan penghilangan afiks, (2) kesalahan penambahan afiks, (3) kesalahan penggunaan bentuk dasar, dan (4) kesalahan pemilihan afiks.
PROFIL PENGUASAN BAHASA KOMBAI Buha Aritonang
SAWERIGADING Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i2.369

Abstract

Kombai language is spoken by Kombai ethnic in Kombai village, Kouh, Boven Digoul, West Papua. This research isan associative research and the objective of this research is to determine the relationship between independent anddependent variables. In this case, it contents of the relationship between Kombai respondents characteristic and masteryof Kombai language. Independent variables consist offour parts, gender variables (X1), age groups (X2), educationallevels (X3), and occupation (X4). Dependent variable is mastery of Kombai language. This research uses descriptiveand Crosstabs analysis that determine the relationship and closeness of independent and dependent variables. Theresult of four hypotheses, it can be concluded that there is not a relationship between X1, X2, X4 and Y. Meanwhile,there is a relationship between X3 and Y. The closeness of the variables [(X1 and Y), (X2 and Y), (X3 and Y),and (X4 and Y)] are weak and grades of variables are not more than 1. AbstrakBahasa Kombai dituturkan oleh suku Kombai di Kampung Kombai, Kouh, Boven Digoul, PapuaBarat. Penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubunganantara variabel independen dan dependen. Dalam hal ini, penelitian ini menitikberatkan hubunganantara karakteristik responden Kombai dan penguasaan bahasa Kombai. Variabel independen terdiriatas empat bagian, yaitu jenis kelamin (X1), kelompok usia (X2), tingkat pendidikan (X3), danpekerjaan (X4). Sementara itu, varibel dependen adalah penguasaan bahasa Kombai (Y). Penelitianini menggunakan analisis deskriptif dan Crosstabs untuk mengetahui hubungan dan keeratan variabelindependen dan dependen. Hasil empat hipotesis menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antaravariabel X1, X2, X4 dan Y. Sementara itu, ada hubungan antara X3 dan Y. Keeratan variabeltersebut [(X1 and Y), (X2 and Y), (X3 and Y), and (X4 and Y)] lemah dan nilai variabelnya di bawahangka 1.
Ujaran Kebencian Netizen terhadap Akun Instagram Nikita Mirzani Kajian Pragmatik Safitri, Silvana; Sanubarianto, Salimulloh Tegar
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1320

Abstract

The phenomenon of hate speech that occurs through someone's personal social media account platform is certainly no longer something foreign to our ears. In this article, the researcher explains how hate speech can occur and provides the results of research by collecting data via comments on the Instagram social media account belonging to public figure Nikita Mirzani Mawardi. This research takes a pragmatic study approach which uses a qualitative descriptive research method using the selective note-taking method as a data collection technique to analyze various types of comments that give rise to negative responses because the accounts contain various controversial matters. The researcher presents the main focus in this research as identifying and classifying hate speech and investigating the pragmatic meaning packaged in the form of hate speech which is expressed using various communication sketch tricks aimed at attacking the figure. Based on researchers' analysis, hate speech is classified into three types, namely hate speech in the form of defamation, hate speech in the form of insults, and hate speech in the form of provocation. This research also provides knowledge about the dynamics of language in various social media, especially Instagram. AbstrakFenomena ujaran kebencian yang terjadi melalui platform akun sosial media milik pribadi seseorang tentunya bukan lagi hal asing yang terdengar ke telinga kita. Pada artikel ini peneliti memaparkan bagaimana ujaran kebencian dapat terjadi serta memberikan hasil dari sebuah penelitian melalui pengumpulan data lewat komentar akun sosial media Instagram milik publik figur Nikita Mirzani Mawardi. Pada penelitian ini mengambil pendekatan kajian pragmatik yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan metode simak catat dengan selektif, sebagai teknik pengumpulan datanya untuk menganalisis berbagai jenis komentar yang menimbulkan respon negatif karena akun tersebut berisi dengan berbagai kontroversi. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik SBLC (simak bebas libat cakap) dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menginterpretasi sesuai dengan permasalahan penelitian. Peneliti menyuguhkan fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta mengklasifikasikan ujaran kebencian dan mengusut makna pragmatik yang dikemas dalam bentuk ujaran kebencian yang diungkapkan dengan berbagai trik sketsa komunikasi yang bertujuan menyerang tokoh tersebut. Berdarkan analisis peneliti ujaran kebencian diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu ujaran kebencian berbentuk pencemaran nama baik, ujaran kebencian berbentuk penghinaan, dan ujaran kebencian berbentuk provokasi. Penelitian ini juga memberikan pengetahuan mengenai dinamika berbahasa diberbagai media sosial terutama Instagram.
RETORIKA TEKSTUAL WACANA NARATIF DALAM BAHASA INDONESIA: UPAYA PENYAMPAIAN PESAN PENGARANG SECARA EFEKTIF Textual Rhetoric of Narrative Discourse Indonesian Language: Efforts to Effectively Convey the Author’s Point) Sumadi Sumadi
SAWERIGADING Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i3.70

Abstract

The study discusses the textual rhetoric of narrative discourse in Indonesian language, especially those of short stories. It deals with the principles of textual rhetoric covering the processibility, clarity, economy, and expressiveness. In accordance with the four principles in narrative discourse Indonesian of language, can be clarified by the following explanations.The narrative discourse in Indonesian language might have either straight or flashback plot, depending on the authors’ strategy to attract their readers’ interest. The narrative discourse of Indonesian language uses the sentences intended to prevent it from being equivocal. The narrative discourse of Indonesian language is presented briefly without derogating or reducing the message, that is, by deleting, referring, and shortening. The narrative discourse in Indonesian language is constructed in harmony with messages intended for communication using imaginative and metaphorical aspects.
MISTISME BAH DALAM PUISI "BAH, DI MEULABOH" KARYA AKHMAD K SYAMSUDDIN: ANALISIS METAFORA DAN SIMBOL HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR Andi Herlina
SAWERIGADING Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i2.367

Abstract

This research aimed at describing mysticism flood in the poetry "Bah di Meulaboh " by Akhmad K Syamsuddin usingmetaphor and symbol analysis and applying hermeneutic theory of Paul Ricoeur. This research applied descriptivequalitative method with noting, interview, and library study technique. Then, mysticism analysis in poetry "Bah, diMeulaboh" was awareness "I (in line)" of the natural disaster essence. The disaster could not be merely regarded ascurse. Yet, the disaster should be reminder of what had happened. Therefore, one could be better in the future to avoidthe bad incidents in order to avoid the history happened again. AbstrakTulisan ini bertujuan menggambarkan mistisme bah dalam puisi " Bah di Meulaboh" karyaAkhmad K Syamsuddin melalui analisis metafora dan analisis simbol dengan memanfaatkan teorihermeneutika Paul Ricoeur. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknikcatat, wawancara, dan studi pustaka. Analisis ini kemudian menggambarkan mistisme dari puisi "Bah, di Meulaboh " adalah kesadaran " aku lirik" tentang esensi sebuah bencana alam. Bencanajangan hanya dianggap sebagai kutukan. Namun, lebih dari itu bencana menjadi sarana pengingat,dari peristiwa yang telah terjadi. Sehingga seseorang dapat menjadi lebih baik di kemudian hari, jikatidak ingin sejarah kaum terdahulu terulang.
STRUCTURAL TYPOLOGY IN MAKASSARESE FOLKTALES (Tipologi Struktural dalam Dongeng Makassar) Hasina Fajrin R
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.177

Abstract

Makassar folktales, one of local indigenous in South Sulawesi need to preserve and to study in order to maintain its existence. One way to analyze the folktales is using Alan Dundes theory. Dundes proposes motifeme sequences like lack, lack liquidated, deceit, deception, task, task accomplished, interdiction, violation, consequences, and attempted escape to describe the structural typology of the folktales. The writing is library research and applies descriptive qualitative method that relies on linguistic and employing meaning based of data analysis, whilst, the object is Rupama, a book written by Zainuddin Hakim. After analyzing it, the writer finds that the shortest structure of motifeme consists of lack (L) and lack liquidated (LL). Furthermore, folktales also represent that Makassar people believe that evil deed is always punished directly or indirectly. One interesting thing after analyzing the sequences, the attempted escape motifeme is only found once in the folktale. It shows that Makassar people prefer to face the problem frontally.            
The Struggles to Overcome Traumatic Deviant Sexual Abuses as Starkly Portrayed in “Funeral Rites” by Jack Dickson Ratna Asmarani; Inni Inayati Istiana; Tri Wahyuni
SAWERIGADING Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i1.1138

Abstract

The short story titled "Funeral Rites" is about deviant sexual activity in the form of forced incest in several underage victims. This study analyzed the deviant forms of sexual abuse, devastating trauma, and unique solutions for letting go of the trauma. This study uses Sigmund Frued’s theory of literary and psychosexual psychology. The research method used is qualitative, and the results are descriptive. The concepts used to support the analysis are the definitions of incest, pedophilia, bisexuality, homosexuality, and other related issues. The results show that there were sexual deviations, such as incest-pedophilia-heterosexual rapes and incest-pedophilia-homosexual rapes performed repeatedly by the same predator, the older person, who should protect and care for young victims. Leave devastating and haunting trauma to the under-age victim. The eldest victim finally finds a unique solution to reduce the traumatic effects that they have endured for years.  AbstrakCerpen berjudul "Funeral Rites" ini bercerita tentang aktivitas seksual menyimpang berupa inses paksa pada beberapa korban di bawah umur. Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk menyimpang dari pelecehan seksual, trauma yang menghancurkan, dan solusi unik untuk melepaskan trauma. Penelitian ini menggunakan teori sastra dan psikologi psikoseksual Sigmund Frued. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Konsep yang digunakan untuk mendukung analisis adalah definisi inses, pedofilia, biseksualitas, homoseksualitas, dan isu-isu terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penyimpangan seksual, seperti pemerkosaan inses-pedofilia-heteroseksual dan pemerkosaan inses-pedofilia-homoseksual yang dilakukan berulang kali oleh predator yang sama, orang tua yang seharusnya melindungi dan merawat korban muda. Korban tertua akhirnya menemukan solusi unik untuk mengurangi efek traumatis yang telah mereka alami selama bertahun-tahun. 
KONSEP MASKULIN DALAM KARYA METROPOP ANTOLOGI RASA KARYA IKA NATASSA (Masculine Concept in Popular Literature Novel Antologi Rasa by Ika Natassa) Diah Meutia Harum
SAWERIGADING Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v24i2.538

Abstract

Patriarchal order is a form of community system with men as the head of the family which has power to control and become a dominant individual. Male dominance is an ever-present concept in a society even though women’s movement challenges this idea by demanding recognition and identity. Novel Antologi Rasa is one of metropop genre work (such as chicklit, teenlit, etc.) that presents the life of modern society.This research would like to explore how the masculine concept is voiced through the perspective of female authors by means of novel’scharacter. The method used is literature review with reading technique and record technique. The theory used is the theory of naratology by looking at the fokalization voiced figures. In this novel, it is found that the modern world which becames the background of this story does not make this novel free from masculine domination, yet it has become the scheme of thought of female characters in this novel.AbstrakTatanan patriarki merupakan bentuk sistem masyarakat dengan laki-laki sebagai kepala keluarga memiliki kekuatan untuk mengendalikan dan menjadi individu yang dominan. Dominasi laki-laki adalah konsep yang selalu ada di masyarakat walaupun gerakan perempuan menantang gagasan ini untuk menuntut pengakuan dan jati dirinya. Novel Antologi Rasa adalah salah satu karya bergenre metropop (seperti chicklit, teenlit, dll) yang menyajikan kehidupan masyarakat modern dengan gaya hidup serba boleh. Penelitian ini hendak melihat bagaimana konsep maskulin disuarakan lewat perspektif pengarang perempuan melalui penokohannya. Metode yang digunakan adalah kajian literature dengan teknik baca dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah teori naratologi dengan melihat fokalisasi yang disuarakan tokoh-tokohnya. Dalam novel ini dihasilkan, dunia modern yang menjadi latar belakang penceritaan ini tidak membuat novel ini terbebas dari dominasi maskulin yang menjadi skema pemikiran dari tokoh perempuan dalam novel ini.
PEMBELAJARAN MENULIS BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA SISWA KELAS II SLTP NEGERI 18 MAKASSAR NFN Salam
SAWERIGADING Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i3.423

Abstract

Writing learning model applied by teacher, less pays attention and develops the potential and students' creativity in writing, either in /developing studlents' idea, expressing individual experience, or in exercising students to describe simply about the phenomenon or thing using their own language. Through the research, learning writing based on constructivism a teacher could appreciate studlents' opinion and question, get closed with the students, and involve students in choosing or determining the suitable material with their needs. Its performing mechanisms are divided into two cycles. Each ycle is performed by three steps started from planning, action and observation, to reflection. Result of research relating to increasing writing creativity based constructivism on studlents' class II SLTP NEGERI 18 MAKASSAR involves (a) encouraging interest technique and student response, (b) encouraging braveness technique in cashing and proposing opinion, and (c) increasing students creativity technique in writing constructively. Abstrak Model pembelajaran menulis yang selama ini diterapkan guru, kurang memperhatikan dan mengembangkan potensi dan kreativitas siswa dalam menulis; baik dalam mengembangkan gagasan siswa, mengekspresikan pengalaman pribadi, maupun dalam melatih siswa mendeskripsikan secara sederhana tentang suatu fenomena atau benda dengan bahasa sendiri. Melalui penelitian, pembelajaran menulis berbasis konstruktivisme ini seorang guru dapat menghargai pendapat atau pertanyaan siswa, dekat dengan siswa, dan melibatkan siswa dalam memilih atau menentukan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Mekanisme pelak-sanaannya dengan dua (2) siklus. Setiap siklus masing-masing dilaksanakan dengan tiga tahap mulai dari tahap (1) perencanaan, (2) tindakan dan pengamatan, dan (3) refleksi. Hasil penelitian tentang peningkatan kreativitas menulis berbasis konstruktivisme siswa kelas II SLTP Negeri 18 Makassar, meliputi (a) teknik membangkitkan minat, dan respon siswa, (b) teknik membangkitkan keberanian bertanya dan mengemukakan pendapat, dan (c) teknik mening-katkan kreativitas menulis siswa secara konstruktivisme.
NUANSA TASAWUF IMAM LAPEO DALAM KALINDAQDAQ MANDAR: KAJIAN HERMENEUTIKA Zainuddin Hakim
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.332

Abstract

This writing discusses about Mandar literary work, called kalindaqdaq especially kalindaqdaq which is much influenced by sight of Islamic mysticism literary. Islamic mysticism known widely in Mandar society is Imam Lapeo mysticism. It is analyzed using hermeneutic theory. The analysis aims at explaining two things, the meaning of word in line and of line in kalindaqdaq stanga (poetry), and mysticism shades in kalindaqdaq. The analysis is done using descriptive method and library research technique. The analysis shows that each stanga of kalindaqdaq poetry has unified meaning with the shades of Imam Lapeo mysticism. Abstrak Tulisan ini membahas karya sastra Mandar, yaitu kalindaqdaq khususnya kalindaqdaq yang mengandung wawasan sastra sufi atau tasawuf. Tasawuf yang dikenal luas di kalangan masyarakat Mandar adalah tasawuf Imam Lapeo. Data Tulisan ini dianalisis dengan teori hermeneutika. Tujuan kajian ini direalisasikan dalam dua hal, yakni makna kata dalam larik, dan larik dalam bait kalindaqdaq(puis'i) serta nuansa tasawuf Imam Lapeo dalam kalindaqdaq. Kajian dilakukan dengan metode deskriptif, dengan teknik kajian pustaka. Realitas kajian menyatakan bahwa setiap bait puisi kalindaqdaq memiliki makna yang utuh dengan nuansa tasawuf Imam Lapeo

Page 8 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue