cover
Contact Name
RIVALRI KRISTIANTO HONDRO
Contact Email
rivalryjurnal@gmail.com
Phone
+6281375255171
Journal Mail Official
likuid@faatuatua.com
Editorial Address
Desa Ujung Labuhen, Perumahan New Pratama Asri Blok E No. 11, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ekonomi
Published by FAATUATUA MEDIA KARYA
ISSN : -     EISSN : 31097995     DOI : 10.70404
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi yang diterbit Faatuatua Media Karya diberi nama "LIKUID" diterbitkan mulai dari april 2025. Tujuan dari publikasi artikel pada jurnal LIKUID adalah untuk menyebarluaskan ide atau pemikiran konseptual yang berhubungan dengan bidang ilmu ekonomi yang bersumber dari hasil riset dan opini penulis atau peneliti. Jurnal LIKUID terbit 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan april, agustus dan desember.
Articles 49 Documents
Kepemimpinan Inklusif Sebagai Kunci Penguatan Keberagaman Dalam Organisasi Modern Maskarya Bawamenewi; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.459

Abstract

Keberagaman dalam organisasi modern merupakan sebuah realitas yang tidak dapat dihindari, baik dari segi latar belakang budaya, gender, usia, pendidikan, maupun cara berpikir. Namun, keberagaman yang tidak dikelola dengan baik justru dapat memicu konflik, kesenjangan, dan ketidakadilan dalam lingkungan kerja. Oleh karena itu, kepemimpinan inklusif menjadi salah satu pendekatan penting dalam menciptakan organisasi yang harmonis dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan inklusif sebagai kunci dalam memperkuat keberagaman dalam organisasi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif mampu menciptakan lingkungan kerja yang adil, terbuka, dan menghargai perbedaan, sehingga mendorong partisipasi aktif seluruh anggota organisasi. Selain itu, kepemimpinan inklusif juga berperan dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui terciptanya rasa percaya, loyalitas, serta kolaborasi yang lebih kuat di antara anggota organisasi. Dengan demikian, penerapan kepemimpinan inklusif menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan keberagaman di era organisasi modern yang dinamis.
Peran Kepemimpinan Transformasional Dalam Mendorong Keberagaman Kesetaraan Dan Inklusi di Tempat Kerja Gusti Mardalena Putri Lase; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.460

Abstract

Keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion/DEI) merupakan prinsip penting yang harus diterapkan dalam organisasi modern untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, harmonis, dan produktif. Namun, dalam praktiknya masih banyak organisasi yang menghadapi tantangan seperti diskriminasi, ketimpangan kesempatan, serta minimnya penerimaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam mendorong keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di tempat kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber relevan yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional dan konsep DEI. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya kerja yang inklusif melalui penguatan visi bersama, keteladanan pemimpin, pemberdayaan karyawan, serta komunikasi yang terbuka dan inspiratif. Pemimpin transformasional mampu menciptakan rasa keadilan, meningkatkan keterlibatan karyawan, serta mengurangi praktik diskriminasi di lingkungan kerja. Penerapan kepemimpinan transformasional juga berdampak positif terhadap kinerja, kepuasan kerja, dan keberlanjutan organisasi. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang menghargai keberagaman, menjunjung kesetaraan, dan memperkuat inklusi secara berkelanjutan.
Peran Employee Engagement Dalam Meningkatkan Retensi Karyawan Putra Oculi Harefa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.461

Abstract

Employee engagement telah menjadi faktor utama yang mengetahui retensi karyawan, terutama pada organisasi yang menghadapi tingkat turnover tinggi. Penelitian ini menelaah bagaimana engagement berkontribusi terhadap retensi dengan mengkaji aspek psikologis, emosi dan organisasi yang memengaruhi keputusan karyawan untuk tetap bekerja. Metode penelitian menggunakan survey kuantitatif yang disebarkan kepada karyawan sektor jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan dengan engagement yang tinggi cenderung berkomitmen kuat pada organisasi, tingkat turnover intention yang rendah, keputusan kerja lebih tinggi, serta ikatan emosional yang lebih mendalam terhadap organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan engagement melalui dukungan pimpinan, sistem apresiasi, lingkungan kerja yang kondusif dan memberikan makna dalam pekerjaan.
Analisis Employee Engagement Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Opi Raisa Zebua; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.462

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan bahwa sebagian karyawan masih menunjukkan kinerja yang tidak stabil, yang diduga berkaitan dengan tingkat employee engagement yang belum optimal. Untuk menangani maslah tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei kuesioner guna mengukur tiga indikator utama engagement, yaitu vigor, dedication, dan absorption, serta menilai pengaruhnya terhadap kinerja karyawan melalui analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian membuktikan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja, dimana vigor dan dedication muncul sebagai dimensi yang paling kuat dalam mendukung produktivitas serta mutu hasil kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan dukungan pimpinan, efektivitas komunikasi internal, dan sistem penghargaan yang adil merupakan langkah penting dalam membangun keterlibatan dan peforma karyawan.
HR analytics untuk pemimpin SDM: Paduan Pratis Mengambil Keputusan Berbasis Data Asmaweti Zai; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.466

Abstract

Di era digital yang serta cepat ini, peran sumber daya manusia (SDM) telah berkembangan sercara signifikan. Pemimpin SDM modern dituntut untuk tidak hanya memahami aspek-aspek tradisonal manajemen SDM, tetapi juga mampu memanfaatkan data untuk pegambilan keputusanyang lebih strategi dan efektif. HR Analytics hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan ini. Abstrak ini bertujuan untuk mengurangi bagaimana HR Analytich daapat menjadi panduan praktis bagi pemimpin SDM dalam mengambil keputusan brbasis data. HR Analytics memungkinkan pemimpin SDM untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data terkait karyawan dan proses SDM. Dengan menggunakan HR Analytics, pemimpin SDM dapat mengidentifikasi tren, pola, dan wawasan yang sebelumnya tersembunyi. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat sasaran dalam berbagai aspek, seperti rekrutmen, manajemen kinerja, pengembangan karyawan, dan retensi talenta. Selain itu, HR Analytics juga membantu pemimpin SDM untuk mengukur dampak dari inisiatif SDM yang telah dilakukan. Dengan memantau mentrik-mentrik kunci, seperti tingkat kepuasan karyawan, tingkat turnover, dan produktivitas, pemimpin SDM dapat mengevaluasi yang di perlukan. Penerapan HR Analytics juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional. Dengan mengotomatiskan proses-proses sdm yang repetitive dan meminimalkan kesalahan manusia, pemimpin SDM dapat menghemat waktu dan sumber daya. Hal ini memungknkan merekan untuk focus pada kegiatan-kegiatan yang lebih strategis, seperti pengembangan strategi SDM jangka panjang dan membangun budaya perusahaan yang positif. HR Analytics adalah alat yang sangat berharga bagi pemimpin SDM yang ingin mengambil keputusan berbasis data. Dengan memanfaatkan HR Analytics, pemimpin SDM dapat meningkatkan ektifitas, efisiensi, dan dampak strategi dari fungsi SDM.
Strategi Talent Management Development untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di Era Transformasi Digital Melki Setiawan Zebua; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis strategi Pengembangan Manajemen Talenta yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di tengah tantangan dan peluang yang ada dalam Era Transformasi Digital. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana perusahaan bisa menjaga dan meningkatkan kualitas talenta inti agar tetap relevan dan tetap produktif meski menghadapi perubahan teknologi yang pesat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui studi kasus dan wawancara terhadap manager sumber daya manusia serta karyawan berkualitas di beberapa perusahaan yang sudah menerapkan transformasi digital. Pendekatan ini membantu peneliti mendapatkan gambaran yang jelas mengenai praktik manajemen talenta saat ini serta mengenali kekurangan yang ada. Hasil sementara menunjukkan bahwa strategi yang menekankan pada pembelajaran terus menerus (reskilling dan upskilling), penggunaan platform digital untuk pelatihan dan kerja sama, serta sistem insentif yang bisa beradaptasi dengan perubahan digital, berhubungan erat dengan peningkatan produktivitas karyawan sebesar sekitar 15% pada tim yang diteliti. Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam setiap bagian pengembangan talenta. Penelitian ini juga memberikan saran nyata bagi organisasi dalam merancang program pengembangan talenta yang cepat bereaksi, bisa diukur, dan mampu mempersiapkan tenaga kerja untuk masa depan digital.
Sustainable Human Resource Management Sebagai Strategi Penguatan Keberlanjutan Organisasi Mentalisman Halawa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.471

Abstract

Sustainable Human Resource Management (SHRM) merupakan pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam kebijakan serta praktik SDM secara berkelanjutan. Dalam pendekatan ini, Green Human Resource Management (Green HRM) menjadi salah satu instrumen utama untuk mendorong perilaku hijau karyawan dan membangun budaya organisasi yang peduli lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran SHRM, khususnya melalui praktik Green HRM, sebagai strategi penguatan keberlanjutan organisasi dengan menelaah berbagai hasil penelitian empiris pada beragam sektor seperti perbankan, pariwisata, industri manufaktur, dan jasa lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan meninjau artikel ilmiah yang membahas hubungan praktik Green HRM, budaya organisasi hijau, kinerja lingkungan, dan kinerja berkelanjutan organisasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik Green HRM, antara lain rekrutmen dan seleksi hijau, pelatihan dan pengembangan kompetensi hijau, integrasi indikator lingkungan dalam penilaian kinerja, serta sistem penghargaan yang mendorong perilaku pro-lingkungan, berkontribusi terhadap peningkatan perilaku hijau karyawan, kinerja lingkungan, dan keberlanjutan perusahaan. Selain itu, penerapan manajemen SDM berkelanjutan membantu organisasi menyelaraskan tujuan bisnis dengan tuntutan keberlanjutan sehingga memperkuat kinerja organisasi secara menyeluruh dan mendukung keunggulan bersaing jangka panjang. Temuan tersebut menegaskan bahwa SHRM dapat dimanfaatkan sebagai strategi penting untuk memperkuat keberlanjutan organisasi dengan menempatkan SDM sebagai aktor utama dalam transformasi hijau.
Peran Sustainable Human Resource Management dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Berkelanjutan (Industri Manufaktur Ramah Lingkungan) Yunisa Halawa; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran strategis Sustainable Human Resource Management (SHRM) dalam mendorong tercapainya kinerja organisasi yang berkelanjutan, terutama di bidang industri manufaktur yang ramah lingkungan. Masalah keberlanjutan semakin menjadi perhatian utama, karena tekanan dari aturan pemerintah, harapan konsumen, serta kelangkaan sumber daya memaksa perusahaan manufaktur untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasional mereka. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana praktik SHRM seperti perekrutan yang ramah lingkungan, pelatihan berkelanjutan, penilaian kinerja yang memperhatikan lingkungan, serta sistem pengupahan berdasarkan triple bottom line dapat secara efektif membantu dan meningkatkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada 250 orang karyawan dan manajer di berbagai perusahaan manufaktur yang telah memiliki sertifikasi ISO 14001 di wilayah Jawa Barat. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk memeriksa hubungan sebab-akibat antara variabel SHRM dan kinerja berkelanjutan. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan berbagai dimensi SHRM memiliki dampak positif signifikan (p-value < 0.05), terutama terhadap kinerja lingkungan (koefisien jalur 0.48) dan kinerja sosial (koefisien jalur 0.35). Selain itu, kinerja yang baik di bidang lingkungan dan sosial juga berkontribusi secara bersamaan terhadap peningkatan kinerja ekonomi. Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa SHRM merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh industri manufaktur dalam mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan melalui praktik kerja yang lebih tanggung jawab.
Peran Budaya Organisasi dalam Mengimplementasikan Praktik HR yang Berkelanjutan Arini Rahmi Mendrofa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.475

Abstract

Praktik Human Resource Management (HRM) berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam organisasi modern karena tuntutan global terhadap keberlanjutan. Budaya organisasi terbukti berperan sebagai faktor penguat yang memfasilitasi penerapan praktik HR yang mendukung keberlanjutan, seperti green recruitment, pelatihan berbasis keberlanjutan, penilaian kinerja ramah lingkungan, serta insentif berbasis perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana budaya organisasi mendorong internalisasi nilai keberlanjutan dalam praktik HR melalui pendekatan studi literatur terhadap publikasi 5 tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi inovasi berkontribusi signifikan dalam mendorongketerlibatan karyawan serta efektivitas implementasi Sustainable HRM. Hasil kajian menegaskan bahwa keberhasilan HR berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi sangat ditopang oleh budaya organisasi yang mampu memfasilitasi perubahan perilaku dan komitmen jangka panjang.
Sustainable Human Resource Management: Analisis Komprehensif terhadap Konsep, Praktik, dan Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia yang Berkelanjutan dalam Organisasi Modern Paul Hesed Hulu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.476

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan atau Sustainable Human Resource Management (Sustainable HRM) merupakan pendekatan strategis dalam manajemen modern yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan ke dalam seluruh fungsi HR. Pendekatan ini lahir sebagai respon terhadap tantangan organisasi di era global yang dihadapkan pada tuntutan efisiensi, produktivitas, kesejahteraan karyawan, serta tanggung jawab jangka panjang terhadap masyarakat. Sustainable HRM berupaya menciptakan praktik HR yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan hubungan industrial, perlindungan hak karyawan, pengurangan dampak lingkungan, serta stabilitas operasional jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar Sustainable HRM, mengidentifikasi praktik-praktik HR berkelanjutan yang umum diterapkan di organisasi modern, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja karyawan dan keberlanjutan organisasi. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis pada referensi primer lima tahun terakhir yang relevan dengan tema keberlanjutan HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sustainable HRM berdampak signifikan terhadap peningkatan employee well-being, retensi karyawan, produktivitas, dan reputasi perusahaan. Selain itu, keberhasilan implementasi Sustainable HRM sangat dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan, budaya organisasi yang adaptif, serta integrasi strategi keberlanjutan dalam kebijakan HR. Penelitian ini juga menegaskan perlunya organisasi di Indonesia memperkuat kebijakan HR berkelanjutan agar mampu bersaing secara global.