cover
Contact Name
RIVALRI KRISTIANTO HONDRO
Contact Email
rivalryjurnal@gmail.com
Phone
+6281375255171
Journal Mail Official
likuid@faatuatua.com
Editorial Address
Desa Ujung Labuhen, Perumahan New Pratama Asri Blok E No. 11, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ekonomi
Published by FAATUATUA MEDIA KARYA
ISSN : -     EISSN : 31097995     DOI : 10.70404
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi yang diterbit Faatuatua Media Karya diberi nama "LIKUID" diterbitkan mulai dari april 2025. Tujuan dari publikasi artikel pada jurnal LIKUID adalah untuk menyebarluaskan ide atau pemikiran konseptual yang berhubungan dengan bidang ilmu ekonomi yang bersumber dari hasil riset dan opini penulis atau peneliti. Jurnal LIKUID terbit 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan april, agustus dan desember.
Articles 49 Documents
Pengembangan Talent Management melalui Strategi Reskilling dan Upskilling: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Rian Hidayat Zaen Tanjung; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.477

Abstract

Perkembangan teknologi, disrupsi digital, dan dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi adalah kesenjangan keterampilan (skill gap) yang muncul akibat perubahan kebutuhan kompetensi kerja. Dalam konteks tersebut, pengembangan talent management yang terintegrasi dengan strategi reskilling dan upskilling menjadi pendekatan penting dalam manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis konsep, peran, serta penerapan Talent Management Development melalui strategi reskilling dan upskilling berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi talent management yang efektif, didukung oleh program reskilling dan upskilling yang berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan, kinerja organisasi, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan pasar kerja. Selain itu, integrasi strategi pengembangan talenta dengan kebutuhan organisasi mampu meningkatkan retensi karyawan dan memperkuat keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademis dan praktis dalam pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang strategis dan berorientasi masa depan.
Integrasi Green HRM Dan Prinsip DEI dalam Mewujudkan Organisasi Berkelanjutan dan Inklusif Titin Gea; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.478

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi Green Human Resource Management (GHRM) dan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam mewujudkan organisasi yang berkelanjutan dan inklusif. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya penerapan praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis lingkungan yang disertai dengan nilai keadilan, keberagaman, dan inklusivitas di banyak organisasi. Sebagian besar organisasi hanya berfokus pada aspek lingkungan tanpa menggabungkannya dengan dimensi sosial, sehingga upaya keberlanjutan tidak berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana integrasi GHRM dan DEI dapat memperkuat praktik keberlanjutan organisasi serta mengidentifikasi elemen kunci yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang hijau, adil, dan inklusif. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dengan meninjau artikel nasional dan internasional yang relevan dalam rentang 5–10 tahun terakhir, kemudian melakukan pengelompokan tematik untuk menemukan pola dan hubungan antarvariabel. Hasil sementara menunjukkan bahwa integrasi GHRM dan DEI berpotensi meningkatkan efektivitas program keberlanjutan organisasi sebesar 25–40 persen melalui peningkatan motivasi karyawan, rasa memiliki, serta keterlibatan dalam program lingkungan. Selain itu, penerapan nilai DEI memperkuat keberhasilan GHRM dengan menciptakan budaya kerja yang mendukung partisipasi semua karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Peran Strategis Kesehatan Mental Dalam Kesejahteraan Karyawan Yerilia Waruwu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.481

Abstract

Kesehatan mental karyawan merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Namun, banyak organisasi masih menempatkannya sebagai isu sekunder sehingga memicu meningkatnya stres, kelelahan emosional, dan menurunnya kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis kesehatan mental dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memahami faktor–faktor utama yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik terbitan tahun 2019–2024. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi masalah, seleksi literatur, serta sintesis tematik terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres kerja, beban tugas yang berlebihan, konflik peran, dan kurangnya dukungan sosial merupakan penyebab utama penurunan kesehatan mental karyawan. Selain itu, dukungan organisasi melalui konseling, pelatihan manajemen stres, kebijakan kerja fleksibel, dan program bantuan karyawan terbukti mampu meningkatkan ketahanan psikologis serta kualitas kesejahteraan. Temuan juga menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan langsung dengan produktivitas, komitmen, dan retensi tenaga kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kebijakan kesehatan mental ke dalam strategi manajemen sumber daya manusia merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi.
Implementasi Talent Management Development dalam Memperkuat Kapabilitas SDM melalui Program Reskilling - Upskilling Kristina Natalia Zendrato; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.483

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui strategi pengembangan talenta yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi talent management development dalam memperkuat kapabilitas SDM melalui program reskilling–upskilling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terkait pelaksanaan program pengembangan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses identifikasi talenta dilakukan secara sistematis melalui analisis kinerja, potensi, dan kebutuhan strategis organisasi. Pemetaan kebutuhan kompetensi mampu mengungkap kesenjangan keterampilan yang relevan dengan tuntutan digitalisasi, sehingga program reskilling dan upskilling yang dirancang menjadi lebih tepat sasaran. Implementasi program pelatihan terbukti meningkatkan kemampuan teknis, literasi digital, serta soft skill pegawai. Evaluasi pascaprogram memperlihatkan adanya peningkatan efektivitas kerja, kesiapan menghadapi perubahan, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara manajemen talenta dan pengembangan kompetensi berperan strategis dalam memperkuat kapabilitas SDM secara berkelanjutan. Temuan ini memberikan manfaat praktis bagi organisasi dalam merancang model pengembangan talenta yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Analisis Implementasi Diversity, Equity, and Inclusion dalam Meningkatkan Kinerja, Produktivitas, dan Lingkungan Kerja Inklusif Karyawan Fitri Kristiani Zega; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) sebagai strategi peningkatan kinerja, produktivitas, dan pembentukan lingkungan kerja yang inklusif dalam organisasi. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan terkait pengelolaan keberagaman, ketidakadilan dalam distribusi kesempatan, serta rendahnya kepedulian terhadap rasa keterlibatan karyawan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kinerja, munculnya konflik internal, menurunnya kreativitas, dan kurang optimalnya produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah dua puluh jurnal nasional dan internasional terbitan lima tahun terakhir yang relevan dengan konsep DEI dan manajemen sumber daya manusia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana penerapan DEI dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut dan mendorong efektivitas kerja yang lebih tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberagaman yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi karena adanya variasi perspektif dalam proses kerja. Penerapan equity berkontribusi menciptakan kesetaraan akses terhadap kesempatan pengembangan, sehingga meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan. Selain itu, praktik inclusion terbukti menciptakan rasa aman, dihargai, dan diterima, yang berdampak langsung pada peningkatan kolaborasi, partisipasi aktif, serta kepuasan kerja. Secara keseluruhan, implementasi DEI memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas lingkungan kerja.
Employee Well Being And Mental Haelth Jua Anugrah Jaya Laoli; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.486

Abstract

Kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan kesehatan mental merupakan aspek fundamental yang menentukan produktivitas, kinerja, dan keberlanjutan organisasi. Dalam konteks lingkungan kerja modern yang semakin kompetitif, tekanan pekerjaan, tuntutan tugas yang meningkat, serta ketidakpastian ekonomi dapat memengaruhi kondisi psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan, termasuk beban kerja, dukungan organisasi, keseimbangan kerja–kehidupan (work-life balance), serta iklim kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei berbasis kuesioner yang melibatkan karyawan dari berbagai sektor industri. Hasil temuan menunjukkan bahwa dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja, desain pekerjaan yang adil, serta kebijakan organisasi yang pro-kesejahteraan memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap kesehatan mental karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi manajemen yang menempatkan well-being sebagai prioritas, seperti penyediaan program kesehatan mental, pelatihan manajemen stres, dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis dan performa kerja karyawan secara berkelanjutan.
Employee Engagement Misdar Kurinci; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.487

Abstract

Keterlibatan karyawan menggambarkan seberapa dalam karyawan terhubung secara emosional, mental, dan perilaku dengan pekerjaan dan organisasi yang mereka tempati. Artikel ini akan mengulas secara rinci arti dari keterlibatan, faktor-faktor yang membentuknya, serta peran keterlibatan karyawan dalam pencapaian kinerja suatu organisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang berdasarkan kajian pustaka untuk mengeksplorasi hubungan antara keterlibatan dan hasil kerja. Diskusi ini menunjukkan bahwa keterlibatan dipengaruhi tidak hanya oleh motivasi dari dalam diri tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, struktur pekerjaan, budaya organisasi, dan kesempatan untuk berkembang. Saat keterlibatan kuat, karyawan menunjukkan semangat kerja yang tinggi, antusiasme untuk berkontribusi, dan kesetiaan terhadap organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan adalah unsur penting yang diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang produktif dan bersaing.
Implementasi Kebijakan Well Being Untuk Mengurangi Stres Dan Bornout Karyawan Herman Putra Zamasi; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana kebijakan well-being diterapkan dalam organisasi dan pengaruhnya terhadap penurunan stres serta burnout pada karyawan. Fenomena meningkatnya stres kerja dan burnout di berbagai tempat kerja dipicu oleh beban tugas yang tinggi, dinamika perubahan organisasi, serta kondisi kerja yang tidak stabil. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman langsung karyawan serta efektivitas kebijakan well-being yang dijalankan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa berbagai program well-being, seperti layanan konseling psikologis, fleksibilitas waktu kerja, kegiatan pendukung kesehatan mental, serta penciptaan lingkungan kerja yang positif, berkontribusi dalam menurunkan tingkat stres dan gejala burnout. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi kebijakan sangat bergantung pada dukungan manajemen, konsistensi pelaksanaan, dan bagaimana karyawan memaknai manfaat program tersebut. Studi ini menegaskan pentingnya membangun budaya organisasi yang mendukung well-being serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar kebijakan dapat berjalan efektif.
Sustainable HRM sebagai Dasar Pengembangan Praktik HR yang Berkelanjutan Yurisman Waruwu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.491

Abstract

Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan sebagai pendekatan strategis dalam mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam praktik pengelolaan sumber daya manusia. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia pada banyak organisasi, yang menyebabkan lemahnya loyalitas karyawan, menurunnya kinerja lingkungan, serta kurang optimalnya pencapaian tujuan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka sistematis melalui empat tahap, yaitu pencarian literatur, seleksi sumber relevan, analisis konten, dan penyusunan temuan dari berbagai publikasi nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan mampu meningkatkan loyalitas karyawan hingga 30–40 persen, meningkatkan kinerja lingkungan melalui praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis lingkungan, serta memperkuat ketahanan organisasi melalui pemberdayaan dan peningkatan keamanan psikologis karyawan. Selain itu, rekrutmen berbasis keberlanjutan terbukti meningkatkan kesesuaian nilai antara karyawan dan organisasi, sementara pelatihan berkelanjutan berkontribusi pada penguatan kompetensi jangka panjang. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan merupakan landasan penting dalam membangun organisasi yang adaptif, etis, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Mengintegrasikan Reskilling dan Upskilling ke dalam Siklus Hidup Karyawan: Pendekatan Strategis dalam Manajemen Talenta Viki Rian Hura; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.492

Abstract

Perubahan dalam dunia bisnis yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan otomatisasi yang semakin cepat memaksa perusahaan untuk menggunakan pendekatan yang lebih strategis dalam mengelola karyawan agar tetap kompetitif. Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengatasi kesenjangan keterampilan, yang terjadi karena adanya perubahan digital. Banyak karyawan memiliki kemampuan yang sudah ketinggalan atau tidak sesuai dengan kebutuhan masa depan. Tujuan utama penelitian ini adalah membuat dan menguji model yang mengintegrasikan program reskilling dan upskilling secara menyeluruh dalam setiap tahapan siklus hidup seorang karyawan, mulai dari proses perekrutan, orientasi, pengembangan karier, hingga transisi jabatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus pada perusahaan multinasional di bidang teknologi. Metode ini melibatkan wawancara mendalam dengan HR Specialist, manajer departemen, dan karyawan, serta analisis terhadap program pelatihan dan kinerja mereka. Hasil sementara menunjukkan bahwa adanya program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dan proyek perusahaan, didukung oleh kepemimpinan yang baik dan budaya belajar yang kuat, dapat meningkatkan retensi karyawan sebesar 15% dan efisiensi proyek baru sebesar 18% dalam waktu enam bulan. Model ini menggunakan kerangka kerja berbasis data untuk mengidentifikasi kebutuhan keterampilan secara real-time dan menjalankan jalur pembelajaran yang personal. Dengan demikian, pengembangan karyawan bukan lagi sekadar aktivitas tambahan, tetapi bagian utama dari strategi perusahaan. Pendekatan strategis ini memastikan sumber daya manusia tetap relevan, adaptif, dan siap menghadapi perubahan pasar yang terus berkembang.