cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) Jasni Jasni; Yasrida Nadeak; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zc02n250

Abstract

Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi tantangan bagi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) di Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 42 akseptor KB sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,037), dukungan suami (p = 0,031), dan peran petugas kesehatan (p = 0,020) dengan penggunaan IUD. Responden dengan pengetahuan baik cenderung lebih memilih IUD dibandingkan yang kurang pengetahuan. Dukungan suami yang positif meningkatkan kenyamanan istri dalam menggunakan IUD, sementara peran petugas kesehatan melalui konseling efektif turut mendorong keputusan penggunaan IUD. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi kepada pasangan usia subur mengenai manfaat IUD, peran suami dalam mendukung keputusan istri, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, dan norma budaya, serta pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap IUD. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pemanfaatan IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI DI PUSKESMAS BARUGAIA KABUPATENKEPULAUAN SELAYAR Suci Qardhawijayanti; Asma Sukarta; St. Hasriani; Hikmah Nur Syahida
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4eyh873

Abstract

Senam nifas adalah sederetan gerakan tubuh yang dilakukan setelah melahirkan untuk memulihkan dan mempertahankan tekanan otot yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar. Pennelitian dilaksanakan bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum sebanyak 20 orang di Wiayah Kerja Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar. Pengambilan sampel pada peneitian ini diakukan dengan Total Sampling. Sampel yang diambil adalah seluruh ibu nifas yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Barugaia yang bersalin dari bulan Juni sampai Juli 2024 sebanyak 20 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang kelompok intervensi, sebelum diberikan senam nifas, semua responden mengalami TFU tidak normal (100%). Sedangkan sesudah diberikan senam nifas, semua responden mengalami TFU normal (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang kelompok intervensi, pengukuran TFU pertama, semua responden mengalami TFU tidak normal (100%). Sedangkan pengukuran TFU kedua, responden dengan TFU normal sebanyak 9 orang (60,0%) dan 6 orang (40,0%) tidak normal. Hasil penelitian menggunakan uji Independent Sampel T Test diperoleh nilai p=0,003 lebih kecil dari nilai α=0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri di Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar.
HUBUNGAN ANTARA SENAM HAMIL DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Utari Ariyanti
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/55bjxx83

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan dapat mengganggu kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara senam hamil dan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan case control, melibatkan 30 ibu hamil di Puskesmas Sunggal. Sampel diambil secara total sampling dengan rasio 1:1, yaitu 15 ibu hamil yang rutin melakukan senam hamil dibandingkan dengan 15 yang tidak rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ibu hamil yang rutin melakukan senam hamil, 66,7% (8 orang) tidak mengalami nyeri punggung bawah, sedangkan dari kelompok yang tidak rutin, hanya 33,3% (4 orang) yang tidak merasakan nyeri. Uji chi-square menghasilkan nilai p = 0,042 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara senam hamil dan penurunan nyeri punggung bawah. Senam hamil efektif dalam mengurangi nyeri punggung dengan memperkuat otot pendukung tulang belakang dan meningkatkan fleksibilitas. Selain itu, senam ini juga memberikan manfaat tambahan seperti meningkatkan sirkulasi darah dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efek senam hamil secara longitudinal dengan jumlah sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan variasi jenis latihan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN ANTENATAL CARE: LITERATUR REVIEW Erningsih Samosir; Rizka Sititah Rambe; Ika Damayanti Sipayung; Rasmi Manullang; Retno Wahyuni
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wkd4m580

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care (ANC) melalui studi literatur. Data diperoleh dari 10 jurnal yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, seperti indeksasi pada database terkemuka dan publikasi tahun 2018–2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Pengetahuan yang baik mengenai manfaat ANC, tanda bahaya kehamilan, serta pentingnya pemeriksaan rutin memungkinkan ibu hamil memantau kesehatan ibu dan janin serta mendeteksi risiko komplikasi lebih dini. Sikap positif terhadap ANC, yang dapat terbentuk melalui penyuluhan, kunjungan rumah, serta dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, juga mendukung peningkatan cakupan kunjungan ANC. Program ANC terbukti berkontribusi dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi, selaras dengan upaya mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap positif ibu hamil terhadap ANC harus menjadi prioritas dalam program kesehatan ibu dan anak. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, keberhasilan program ANC dapat ditingkatkan, sehingga mendukung terciptanya generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIENSECARA DIGITAL DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB)SETYA BUDI UTAMI, S. TR. KEB Arriska Rayi Nurul Jannah; Hedy Hardiana; Uci Ciptiasrini
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9tmz2g61

Abstract

Di era digital, penerapan sistem informasi terkomputerisasi menjadi elemen krusial dalam peningkatan kualitas layanan kebidanan, dengan mendukung efisiensi administrasi serta meningkatkan akurasi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi pendaftaran pasien secara digital di Praktik Mandiri Bidan (PMB) guna meningkatkan efisiensi layanan dan manajemen data pasien. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pengembangan sistem berbasis model waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) untuk mengukur tingkat kemudahan penggunaan dan efektivitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendaftaran digital yang dikembangkan memiliki usability yang sangat baik dengan rata-rata skor SUS sebesar 82,5. Pengguna merasa sistem ini mudah digunakan, memiliki antarmuka yang intuitif, dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, keamanan data pasien meningkat melalui fitur enkripsi dan autentikasi pengguna. Meskipun demikian, masih terdapat inkonsistensi dalam tampilan dan navigasi yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Secara keseluruhan, sistem ini memberikan manfaat signifikan bagi PMB, seperti percepatan proses pendaftaran, pengurangan antrean, serta peningkatan kepuasan pasien dan tenaga medis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL Ika Damayanti Sipayung; Rasmi Manullang; Lasria Yolivia Aruan; Yasrida Nadeak; Nurcahyanti
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bh5whx81

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan layanan kesehatan penting bagi ibu hamil untuk mencegah komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil. Menggunakan desain korelasi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 52 ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Maria, Jakarta Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ibu dengan pengetahuan baik dan dukungan suami optimal memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi, tidak terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kepatuhan ANC (p-value > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti pengalaman kehamilan dan motivasi individu, juga berperan dalam kepatuhan ANC. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS PEUSANGAN SIBLAH KRUENG KABUPATEN BIREUEN Mahadzir Z. A; Nurhidayat; Muhammad Hidayat; Mela Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7gwjs607

Abstract

Komunikasi lebih penting dalam profesi keperawatan karena komunikasi adalah metode utama dari proses keperawatan. Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan seseorang pasien setelah membandingkan kinerja pelayanan atau hasil yang dirasakan dengan harapan yang diinginkan oleh pasien setelah menjalani rawat inap. Data World Health Organization (WHO) tahun 2021 menunjukan data tentang kepuasan pasien rumah sakit di berbagai Negara yang terdiri dari lebih dari 6 juta masukan pasien dalam perawatan kesehatan di 25 negara. Hasil survey indeks kepuasan masyarakat yang dilakukan oleh (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017) didapatkan hasil kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit di Indonesia sebesar 82,7% masih dibawah target 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Dalam penelitian ini menggunakan desain analitik, dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini telah dilakukan tanggal 15 Agustus sampai dengan 27 Agustus 2024. Populasi adalah seluruh pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen berjumlah 66 orang data bulan April 2024. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling menggunakan tabel Krejcie berjumlah 56 orang. Pengolahan data menggunakan program komputerisasi SPSS versi 2.0. Hasil uji univariat diperoleh komunikasi terapeutik perawat sebagian besar pada kategori terapeutik (60,7%) dan kepuasan pasien sebagian besar pada kategori puas (58,9%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p (0,000) < α (0,05), Ha diterima, artinya ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien. Diharapkan dapat menambah informasi dan pengetahuan mengenai pelayanan kesehatan dan komunikasi yang dilakukan perawat yang berfokus pada kesembuhan pasien dan memberikan pasien rasa puas terhadap pelayanan.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BAYI TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN IMUNISASI DASAR Henni Sitompul
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/15mxnz10

Abstract

Imunisasi merupakan suatu strategi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional.alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi lengkakap karena faktor informasi, mengakibatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu yang memiliki bayi tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar di desa Marindal II kec.Patumbak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 orang, sedangkan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian ditemukan mayoritas pengetahuan kurang 18 0rang (60 %). Berdasarkan umur 30-35 mayoritas pengetahuan kurang 10 orang (33.3%). Berdasarkan pendidikan SMA mayoritas pengetahuan kurang 9 orang (30%). Berdasarkan pekerjaan petani mayoritas pengetahuan kurang 8 orang (26.7%). Berdasarkan informasi  mayoritas pengetahuan kurang 15 orang (50%). Berdasarkan hasil dari perhitungan kuesioner yang telah disebarkan maka hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu yang memiliki bayi tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar mayoritas kurang di desa Marindal II Tahun 2024. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan program penyuluhan kesehatan tentang pemberian imunisasi dasar bayi masyarakat khususnya ibu yang memiliki bayi.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 6-12 BULAN Rasmi Manullang; Nova Isabella Mariance Napitupulu; Lasria Yolivia Aruan; Yasrida Nadeak; Ika damayanti Sipayung
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/885drc94

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan rekomendasi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan. Studi ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 40 ibu menyusui di UPTD Puskesmas Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, dipilih sebagai sampel melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,5% ibu dengan sikap positif terhadap ASI eksklusif berhasil memberikan ASI eksklusif, sedangkan hanya 8,3% ibu dengan sikap kurang mendukung yang berhasil. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,012 (< 0,05), mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara sikap ibu dan pemberian ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya sikap positif ibu dalam mendukung keberhasilan menyusui eksklusif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan dukungan kepada ibu menyusui melalui intervensi tenaga kesehatan dan keluarga untuk mempromosikan pemberian ASI eksklusif yang optimal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR Lasria Yolivia Aruan; Nova Isabella Mariance; Rasmi Manullang; Ariska Fauzianty; Nova Herliza
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xcf38097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di Puskesmas Jeuram, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada April–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu dengan bayi berusia 9–12 bulan, yang dipilih dengan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu dengan pengetahuan kurang (56,7%) cenderung memiliki anak dengan imunisasi tidak lengkap (51,7%). Sebaliknya, ibu dengan pengetahuan baik lebih banyak memiliki anak yang menerima imunisasi lengkap. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan kelengkapan imunisasi (p = 0,000).