cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
PENGARUH BIRTH BALL TERHADAP LAMA KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN Rizka Sititah Rambe; Rahayu Ningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z0rt2183

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang melibatkan kontraksi uterus untuk memungkinkan kelahiran bayi. Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam persalinan adalah partus lama, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Berbagai metode alami dapat membantu mempercepat proses persalinan, salah satunya adalah penggunaan birthing ball dengan teknik pelvic rocking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh birthing ball terhadap durasi kala I fase aktif pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan two group only post-test design. Sampel terdiri dari 30 ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (menggunakan birthing ball) dan kelompok kontrol (tanpa birthing ball). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menggunakan birthing ball mengalami fase aktif yang lebih singkat dibandingkan kelompok kontrol. Faktor paritas juga memengaruhi durasi persalinan, di mana ibu multipara memiliki waktu persalinan yang lebih cepat. Kesimpulannya, penggunaan birthing ball dapat membantu mempercepat proses persalinan dan mengurangi risiko partus lama. Disarankan penelitian selanjutnya memperluas jumlah sampel dan mempertimbangkan faktor psikologis serta kombinasi metode lain untuk meningkatkan efektivitas teknik ini.
PENGARUH PEMBERIAN JUS NANAS TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI REMAJA PUTRI Ira Sanjaya; Ulfa Maqfirah; Irma Noviana
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3jg42m47

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri haid yang dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari wanita menjadi terhambat dan performa wanita menurun. Rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami dismenorea di setiap negara. Selama ini banyak yang mengatasi nyeri dismenorea dengan menggunakan obat-obatan analgetik yang sebenarnya kurang baik untuk kesehatan jangka panjang. Tingkat nyeri dismenorea sebaiknya dikurangi dengan menggunakan pengobatan tradisional yang minim atau tanpa efek samping. Jus nanas merupakan salah satu cara nonfarmakologis yang mudah dilakukan. Wortel mengandung vitamin E dan efek antiinflamasi pada Beta pineapple dan juga sebagai analgetik yang dapat berpengaruh terhadap nyeri dismenorea pada remaja putri. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan informasi kepada remaja putri tentang pemanfaatan jus nanas untuk mengurangi nyeri dismenorea. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan bimbingan langsung dalam pembuatan jus nanas. Hasil dari kegiatan ini adalah remaja putri dapat mengetahui dan memanfaatkan tanaman tradisional seperti nanas serta dapat mengaplikasikannya secara langsung untuk mengurangi nyeri dismenorea.
EFEKTIVITAS AIR REBUSAN CENGKEH UNTUK MENGURANGIFREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Irma Noviana; Ira Sanjaya; Ulfa Maqfirah
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rmmnfa67

Abstract

Ketidaknyamanan yang paling umum terjadi pada ibu hamil adalah mual dan muntah. Mual pada kehamilan merupakan reaksi tubuh ibu terhadap perubahan yang terjadi akibat kehamilan. Sekitar 75% dari seluruh wanita mengalami mual dan muntah pada awal kehamilan. Di Indonesia, data yang diperoleh dari ibu dengan mual dan muntah berlebihan pada tahun 2020 mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan. Keluhan mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Penelitian ini dilakukan di Klinik Dian Utama Lestari, Kota Subulussalam, Kota Subulussalam pada bulan Januari sampai dengan Februari 2025. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan desain kelompok kontrol. Populasi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester pertama. Jumlah sampel yang tersedia sebanyak 24 sampel yang diambil secara purposive sampling dari populasi tersebut. Hasil analisis bivariat efektivitas air rebusan cengkeh untuk menurunkan frekuensi mual dan muntah diperoleh nilai p-value (0,000). Dari hasil bivariat p-value < (0,05) dapat disimpulkan bahwa air rebusan cengkeh efektif dalam menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Klinik Dian Utama Lestari Kota Subulussalam tahun 2025. Disarankan kepada ibu hamil trimester I agar memanfaatkan upaya nonfarmakologis untuk menurunkan frekuensi mual muntah seperti rutin mengonsumsi air rebusan cengkeh dan mengurangi penggunaan obat-obatan medis yang dapat menimbulkan efek samping.  
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL YANG ANEMIA Ulfa Mafirah; Irma Noviana; Ira Sanjaya
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qxwfmn14

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global yang besar karena mempengaruhi hampir setengah dari semua ibu hamil di seluruh dunia yang menerima suplementasi zat besi. Akibat anemia defisiensi besi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan atau terhambatnya pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk sel otak. Pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, pendarahan sebelum dan sesudah melahirkan bahkan dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil anemia yang hasil uji Wilcoxonnya dapat diketahui bahwa dari 30 responden hasil uji wilcoxon ranking diperoleh nilai Signifikan (α) yaitu 000 dimana lebih dari 0,005 hal ini menunjukkan bahwa Ho akan ditolak dan Hi diterima. Terakhir dari uji t sample dapat diketahui bahwa hasil sebelum dan sesudah pemberian semur labu kuning pada responden lebih besar nilainya setelah diberikan semur labu kuning pada ibu hamil untuk meningkatkan kadar hemoglobin. ibu hamil, dan disarankan pemberian semur labu kuning dapat dijadikan acuan bagi ibu hamil anemia.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN KB IUD Adelia Wirmasari; Rasmi Manullang; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qn9esy48

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim, atau Intra Uterine Device (IUD), merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif untuk wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya penggunaan KB IUD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya penggunaan KB IUD. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB yang datang memeriksakan kesehatan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sampel berjumlah sebanyal 80 orang. Terdapat hubungan antara pendidikan (P=0,045) dan tingkat pengetahuan (P=0,025) dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (IUD) secara signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Sri Rahmadani Harahap; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kxhe1281

Abstract

Antenatal care memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya. Melalui antenatal care, masalah kesehatan yang mungkin timbul selama kehamilan dapat diidentifikasi dan ditangani dengan cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian digunakan adalah kolerasi deskriptif, dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Adanya hubungan yang signifikan antara status pekerjaan (P=0,002) dan dukungan suami (P=0,021) dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN Anna Rahmi Siregar; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x8978r95

Abstract

Bayi yang berusia 0-6 bulan sangat rentan terhadap perubahan gizi dan pola makan yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain atau rancangan penelitian Cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu memiliki bayi 0-6 bulan di  UPT Puskesmas Hanopan. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive sampling, jumlah sampel penelitian sebanyak 48 responden. Terdapat hubungan secara signifikan antara pengetahuan (p=0,002), dukungan tenaga kesehatan (p=0,003), dukungan suami (p=0,002) dan umber informasi (p=0,003) dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 12-24 BULAN TENTANG IMUNISASI DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI Nurhasanah Siregar; Rasmi Manullang; Ika Damayanti Sipayung; Lasria Yolivia Aruan
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/c7xfdy73

Abstract

Imunisasi merupakan upaya penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi bayi di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 ibu balita sebagai responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,001). Ibu dengan pengetahuan baik lebih cenderung melengkapi imunisasi bayi, sementara ibu dengan pengetahuan kurang memiliki tingkat ketidaklengkapan imunisasi yang lebih tinggi (37,5%). Tingkat pendidikan ibu, terutama lulusan SMA, juga berpengaruh terhadap pemahaman dan kepatuhan imunisasi. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan edukasi tentang imunisasi, terutama bagi ibu dengan tingkat pendidikan rendah. Untuk penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN SIKAP, PENDIDIKAN, DAN PEKERJAAN DENGAN KUNJUNGAN NIFAS Mutiara Rizky Tanjung; Yesika Geovani Sianipar; Friza Novita Sari Situmorang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cmdnka09

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, mencapai 210 per 100.000 kelahiran hidup, jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs). Masa nifas menjadi periode kritis dalam pemulihan kesehatan ibu, sehingga kunjungan nifas sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap, pendidikan, dan pekerjaan ibu dengan kunjungan nifas di PMB Angelina, Kota Sibolga. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional dan total sampling sebanyak 42 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tinggi meningkatkan kemungkinan kunjungan nifas lengkap, sementara ibu bekerja cenderung tidak melakukan kunjungan secara optimal. Sikap positif terhadap perawatan pascapersalinan juga berhubungan dengan frekuensi kunjungan yang lebih tinggi. Kesimpulannya, faktor pendidikan, pekerjaan, dan sikap berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kunjungan nifas. Diperlukan edukasi dan dukungan bagi ibu nifas agar kesenjangan layanan kesehatan dapat diminimalkan.  
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL JENIS SUNTIK DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR KB Nurhajijah; Yesica Geovany Sianipar; Septia Winanda Silitonga; Magdalena br Barus
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pdsk9m60

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pengendalian populasi adalah melalui program Keluarga Berencana (KB), dengan kontrasepsi suntik sebagai metode yang paling banyak digunakan. Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal suntik dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di PMB Mei Leli, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB suntik 1 bulan lebih banyak mengalami keputihan (41,7%) dibandingkan akseptor KB suntik 3 bulan. Analisis uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi suntik dengan kejadian keputihan (p = 0,001).