Sumbula : Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya
The focus of the themes and topics of this journal are understanding of religious, social and cultural studies, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews, Contains religious studies, whether educational, legal, political, economic, social, or cultural.
Articles
198 Documents
Dampak Negatif Facebook terhadap Pendidikan Aqidah Akhlak Siswa Kelas XI MA Bahrul Ulum Perak Jombang Tahun Pelajaran 2016/2017
Fathur Rofi'i
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v2i2.561
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Bagaimana Dampak Negatif Facebook Terhadap Pendidikan Aqidah Akhlak Siswa Kelas XI MA Bahrul Ulum Perak Jombang Tahun Pelajaran 2016/2017. Fenomena facebook bagaikan bola salju. Penggunanya bertambah sangat pesat yang terjadi di hampir seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Facebook menyediakan fasilitas yang bisa menghubungkan orang dengan teman atau relasinya sehingga biasa disebut situs pertemanan atau situs jejaring sosial. Fasilitas pertemanan ini sebenarnya positif, akan tetapi dalam perkembangannya, facebook ternyata juga membawa dampak negatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan karakteristik populasinya adalah semua siswa MA Bahrul Ulum Perak Jombang kelas XI dan sampelnya adalah siswa MA kelas XI yang berjumlah 30 siswa. Untuk menguji hipotesis yang telah diajukan, menggunakan perhitungan statistik dengan analisis data atau rumus korelasi produc moment. Hasil penelitian ini berdasarkan perhitungan rumus korelasi product moment ditemukan bahwa nilai r hitung (rxy) adalah 0,607. Nilai tabel “r†product moment dengan n = 30, diketahui pada taraf signifikan 5% adalah 0,349, sedangkan pada taraf signifikan 1% adalah 0,449. Dari hasil konsultasi tersebut diketahui bahwasanya rxy = 0,607 lebih besar daripada nilai tabel “r†product moment baik pada taraf signifikan 5% = 0,349 maupun 1% = 0,449. Jadi kesimpulannya adalah hipotesis kerja (ha) diterima dan hipotesis nihil (ho) ditolak. Sehingga terdapat signifikansi dampak negatif facebook terhadap pendidikan aqidah akhlak siswa kelas XI MA Bahrul Ulum Perak Jombang tahun 2016/2017.
Ziarah Makam Walisongo dalam Peningkatan Spiritualitas Manusia Modern
Ari Rohmawati;
Habib Ismail
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v2i2.562
Penelitian ini mengkaji makna dari ziarah walisongo yang telah dilakukan manusia modern yang berkembang dimasyarakat seperti sekarang ini. Modernitas yang menyebabkan hilangnya jati diri manusia sebagai “manusia†yang lemah aspek spiritualnya, dan menekankan aspek rasionalitas dan liberalitas, akan berdampak pada munculnya patologi sosial seperti kriminalitas, kemiskinan, disharmonisasi sosial dan lain sebagainya.maka dampak modernitas tersebut penting untuk ditemukan solusinya dengan menggunkan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah ziarah makam walisongo merupakan salah satu jalan untuk tetap membangunkan kesadaran ilahiyah, melalui pendekatan subyektif-metafisik, yaitu manusia sebagai hamba (indivdu) merasakan sebuah keindahan transendental dengan kedekatan terhadap sang Maha pembuat Hidup yaitu the ultimate reality- Allah Swt. Bahwa pertemuan sesudah kematian itu niscaya. Pendekatan subyektif-metafisik ini dapat melalui ziarah makam walisongo. Maka ziarah yang memiliki aspek transendental tersebut menjadi wilayah eskatologi yang mampu menyadarkan kembali dan meningkat spiritualitas manusia yang tersubstitusi zaman modern.
Kajian tentang Belajar dalam al-Qur'an Surat al-'Alaq Ayat 1-5
A. Syafi' AS.
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v2i2.563
This study aims to examine the learning contained in the Qur'an Surah al-'Alaq verses 1-5, because these verses are loaded with information about the importance of learning. In addition, in the Qur'an there are many verses that explain the basics of learning in the sense of exploring knowledge and developing it for the welfare and virtue of man in his life. Sources of data that the authors use is al-Qur'an Surah al-'Alaq verses 1-5 and other verses about learning and tafsirnya. The data collection in this research is done through literature study. While the data analysis using tahlily method, according to Baqir al-Shadr as tajzi'iy method, and content analysis method is a technique to draw conclusions by identifying the specific characteristics of a message subjectively and systematically. The results of this study indicate that learning in Surah al-'Alaq verses 1-5 is the ultimate command of Allah to Muslims by means of the word Iqra (read), reading here does not mean just reading a text only, but reading nature, the circumstances around us. Surah al-'Alaq uses the word iqra' and qalam, both of which are of vital importance in the process of learning and/or exploring knowledge.
Peran Orang Tua terhadap Pembinaan Akhlak Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam
Muhtadi Muhtadi
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v2i2.564
Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang peranan orang tua terhadap pembinaan akhlak anak dalam perspektif pendidikan Islam. Adapun yang menjadi pokok masalahnya adalah bagaimana peranan orang tua terhadap pembinaan akhlak anak dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelaahan yang dilakukan dengan cara mengadakan studi terhadap kondisi yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode analisis isi (Contents analysis) yaitu suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi karakteristik-karakteristik khusus suatu pesan secara subjektif dan sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa peran orang tua dalam pembentukan akhlak sangatlah besar. Orang tua sebagai madrasah pertama harus mampu menanamkan nilai keimanan, menjaga martabat seorang anak, membimbing anak menuju jalan yang benar dengan menanamkan nilai keislaman serta menanamkan pola pikir dan tidak tanduk yang bercirikan Islami.
Hubungan Profesionalisme Guru dengan Prestasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pucangsimo Bandarkedungmulyo Jombang
Adibah Adibah
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v2i2.565
Guru yang memiliki kemampuan profesional sangat di butuhkan. Untuk meningkatkan hasil belajar. Dengan seorang guru yang profesional siswa akan mendapatkan pelajaran dan ilmu, sehingga siswa bisa termotivasi dan tertarik dengan proses belajar mengajar di sekolah. Sebaliknya apabila guru tidak memiliki kemampuan profesional, maka akan berdampak negatif dengan hasil belajarnya. Ada satu permasalahan dalam penelitian ini yaitu: Apakah ada hubungan profesionalisme guru dengan prestasi belajar siswa di Jombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan profesionalisme guru dengan prestasi belajar siswa di Jombang. Untuk tehnik pengambilan data, peneliti menggunakan beberapa metode antara lain: angket. Setelah semua data terkumpul maka peneliti mulai menganalisa data, penganalisaan data untuk angket hubungan profesionalisme guru dengan prestasi belajar siswa. Sedangkan untuk analisis data statistik digunakan rumus: Prosentase P = Berdasarkan hasil regresi diperoleh r hitung yang menunjukkan angka 0,612 lebih besar dari r tabel dengan angka sebesar 0,254. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan profesionalisme guru dengan prestasi belajar siswa di Jombang
Mengembangkan Nilai-Nilai Multikulturalisme dalam Pendidikan Islam
Jerry David Hermawan;
Achmad Baihaqi
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v5i1.567
Penanaman nilai-nilai multikulturalisme yang paling efektif adalah melalui dunia pendidikan, dalam hal ini salah satunya dengan penerapan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai multikultural untuk memberikan respon terhadap keberagaman budaya dengan menawarkan demokrasi, kesetaraan, kemerdekaan, dan keberagaman dalam sebuah pendekatan. Pendidikan multikultural membawa setiap lapisan masyarakat merasa dikenali, dihargai, diperlakukan secara demokratis dan pantas kendati berbagai perbedaan budaya. Indikasi idealnya adalah adanya kemauan untuk menerima dan menghargai kelompok-kelompok lain dari etnik, gender, dan afiliasi agama dan budaya. Pendidikan multikultural muncul sebagai pengikat, kepenghubungan, pengaman, dan penjamin terhadap keberlangsungan kemajemukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk terciptanya keharmonisan antar sesama manusia dengan perbedaan yang sudah pasti terjadi di antara mereka. Sejatinya, core values pendidikan multikultural memiliki kesamaan dengan nilai-nilai inti yang terdapat dalam ajaran Islam terkait dengan hubungan antar sesama manusia. Dengan demikian, ajaran-ajaran Islam yang diaplikasikan pada pendidikan Islam secara garis besar telah memuat nilai-nilai multikultural.
Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur'an (Kajian Surat al-Hujurah Ayat 11-13)
Moh. Irfan
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v5i1.568
Al-Qur'an is the holy book of Islam which is loaded with the principles of life including moral education. This study aims to examine al-Qur'an verses 11-13 al-Hujurat about moral education and its application in people's lives. This type of research is library research, using documentary data collection methods and data analysis methods using content analysis. The results showed that moral education in the Koran al-Hujurat verses 11-13 include: Uphold the honor of Muslims, repentance, positive thinking, ta'aruf and egalitarian (equality). The application in social life is carried out through exemplary methods, advice, stories, lectures, habituation, warnings and threats (tarhib).
Sains dan Teknologi Dalam Al-Qur'an (Kajian Filsafat Pendidikan Islam)
A. Syafi' AS
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v5i1.569
This study aims to examine science and technology in the perspective of the Qur'an, and the positive and negative impacts on human life. This research is a library research using a qualitative descriptive approach. The data collection method uses the documentary method, and data analysis using inductive and deductive analysis. The results showed that science and technology in the perspective of the Qur'an absolutely upheld because it is very necessary in everyday life and even many provide convenience for human life. However, in its application, consideration must be given to the positive and negative impacts, so that the right policies are needed so that they are not detrimental to human life itself.
Malaikat dalam Perspektif Al-Qur'an(Kajian Komparatif Penafsiran al-'abardan Quraish Shihab)
Abdul Rouf
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v5i1.570
This study aims to examine the angels in the perspective of the Qur'an (Comparative Study of the interpretation of al-Ṭabarî and Quraish Shihab). This type of research is library research with a qualitative descriptive approach. The data collection method is a documentary, while the data analysis method uses inductive, deductive and comparative methods. The results show that al-Ṭabarî is one of the commentators who offers a method of interpretation of bi al-Ma'ṡȗr with the narrative approach of the Companions, and tâbi'în, interpretation of angels tends to refer to Isriliyat. This can be seen from the interpretation which says that in essence angels and demons are a group of people in heaven. Devil used to be named ‘Azâzîl. While Quraish Shihab is one of the commentators who emphasizes bi al-ra'y interpretation patterns with the language analysis approach. According to the Quraish Shihab, that istiṡnâ’ 'in the word illâ Iblîs is istiṡnâ “which is munqaá¹i†so that the word "ill" means "but", so according to him, Devil is not part of the angel.
Telaah Kritis Pemikiran Clifford Geertz tentang Islam dan Budaya Jawa (Literature Review)
M. Fakhrul Irfan Syah;
Abdul Muhid
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32492/sumbula.v5i1.571
This paper discusses about Islam and Javanese culture in Clifford Geertz’s perspective. Geertz's thought was carried out in several stages. First, describing the meaning of religion according to anthropologists. Second, revealing the symbiotic side of Islamic and Javanese mutualism according to Geertz. Meanwhile, if seen from the appreciation and intensity of its practice of Islamic teachings, in the sociological construct, Muslims in Java can be classified into Santri, Abangan, and Priyayi. First is the representation of Javanese Muslims who are very strict in carrying out the teachings of Islam while, in contrast, second one and last is the Muslim community that carries out Islamic teachings in a perfunctory and often "indifferent" way.