cover
Contact Name
A. Syafi' AS.
Contact Email
sumbula.ejournal@gmail.com
Phone
+6282288830166
Journal Mail Official
sumbula.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gus Dur No.29A, Mojongapitindah, Mojongapit, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Sumbula : Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 25282867     EISSN : 25483900     DOI : 10.32492/sumbula
The focus of the themes and topics of this journal are understanding of religious, social and cultural studies, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews, Contains religious studies, whether educational, legal, political, economic, social, or cultural.
Articles 176 Documents
Telaah Atas Keteladanan Rasulullah SAW dalam Mendidik Anak Ali Hadhari
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i1.539

Abstract

Sistem pendidikan yang di terapakan oleh Rasulullah SAW. adalah sistem pendidikan yang bersumber dari wahyu Allah SWT, hingga mampu mencetak pribadi agung. Berangkat dari fenomena dan latar belakang di atas, maka penulis mengangkat tiga rumusan masalah sebagai berikut, 1.Bagaimana konsep Rasulullah SAW dalam mendidik anak? 2.Bagaimana tahapan-tahapan Rasulullah dalam mendidik anak? 3.Bagaimana meneladani Rasulullah SAW dalam mendidik anak? Dalam penulisan laporang penelitian ini murni menggunakan penelitian kepustakaan ( library research). Sesuai dengan jenis dan sifat data yang diperoleh dari penelitian ini, maka tehnik analisis yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian deskripti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Dalam konsep pendidikan yang di terapakan oleh Rasulullah SAW. adalah konsep pendidikan yang bersumber dari wahyu Allah SWT, hingga mampu mencetak pribadi agung. 2. Dalam mendidik anak para orang tua bisa memahami keadaan anak secara baik dan menggunakan metode yang tepat dan sesuai tahapan-tahapan. seperti yang telah di contohkan oleh Rasulullah SAW. 3. Meneladani Rasulullah SAW dalam mendidik anak merupakan metode yang berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak.
Konsep Pendidikan Akhlak Perspektif Ibn Miskawaih Muhtadi Muhtadi
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i1.540

Abstract

Pengertian akhlak menurut Ibn Miskawaih yaitu kondisi jiwa manusia yang secara spontan mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan tanpa berpikir dan ragu. Karena menurut Ibn Miskawaih bidang akhlak termasuk salah satu yang mendasari konsepnya dalam pendidikan. Dan Ibn Miskawaih menjelaskan tentang dasar pendidikan, yang pertama adalah syari'at merupakan faktor penentu bagi lurusnya karakter manusia sehingga dapat memperoleh kebahagiaan. Yang kedua adalah psikologi, karena menurut Ibn Miskawaih karena antara pendidikan dan pengetahuan jiwa erat kaitannya untuk menjadikan karakter yang baik. Karena jika jiwa dipergunakan untuk hal yang baik, maka manusia akan sampai ketujuan yang mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih secara aktual telah dilandasi oleh pemikirannya terhadap manusia yang fitrahnya tidak akan berubah, sehingga konsepnya selalu aktual dan tidak pernah usang, dan mampu menjawab tantangan-tantangan yang sedang dihadapi dunia pendidikan dewasa ini.Dalam mengaktualisasikan pendidikan akhlak, Ibn Miskawaih mencetuskan dua metode khusus. Pertama, adanya kemauan yang sungguh-sungguh untuk berlatih terus menerus dan menahan diri. Yang kedua, menjadikan semua pengetahuan dan pengalaman orang lain sebgai cermin bagi dirinya. Metode inilah yang di utamakan Ibn Miskawaih untuk tercapainya akhlak yang baik (akhlaqul karimah).
Aspek-Aspek Kecerdasan Spiritual dalam Konsep Pendidikan Nabi Ibrahim AS Imam Mashudi Latif
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.541

Abstract

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas. Orang yang masuk dalam kategori memiliki kecerdasan spiritual biasanya memiliki kepedulian terhadap sesama. Nabi Ibrahim AS adalah nabi yang paling banyak disebut dalam al-Quran yang terkait langsung dengan pendidikan. Berangkat dari fenomena dan latar belakang di atas, maka permasalahan yang dirumuskan dalam tulisan ini adalah: 1. Aspek-aspek kecerdasan spiritual apa yang terkandung dalam pendidikan Nabi Ibrahim AS? 2. Bagaimana implementasi kecerdasan spiritual pada konsep pendidikan Nabi Ibrahim AS melalui rukun Islam, rukun Iman dan Ihsan? Dari tulisan ini menunjukkan bahwa: 1. Aspek-aspek kecerdasan spiritual yang terdapat pada konsep pendidikan Nabi Ibrahim AS adalah: a. aspek ruhani: syukur, tidak menyekutukan Allah, amar ma’ruf nahi munkar, sabar. b. aspek jiwa: Shalat, haji. c. aspek sosial: berbuat baik kepada orang tua, Shalat, amar ma’ruf nahi munkar, etika bergaul dengan sesama. 2. Implementasi kecerdasan spiritual pada konsep pendidikan Nabi Ibrahim AS adalah: a. Melalui rukun Islam, syahadat, Shalat dan haji. b. Melalui rukun Iman, Iman kepada Allah dan Iman kepada ketentuan Allah. c. melalui Ihsan, tanggung jawab, sikap disiplin dan peduli.
Konsep Pendidikan Islam Berbasis Pendidikan Kecakapan Hidup Zainul Abidin
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.542

Abstract

Ilmu dan teknologi terus berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia, pola kehidupan pun semakin bergeser pada pola yang universal. Suatu permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah berkisar pada permasalahan pendidikan dan pergulatan masyarakat. Mengingat objek pendidikan adalah manusia, maka manusia mempunyai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, masyarakat dan lingkungannya. Dalam hal ini manusia adalah mahluk yang dikarunia kecerdasan, bakat, dan kemampuannya. Dalam Islam manusia dituntut untuk belajar dan mengajarkannya,kewajiban setiap individu orang Islam untuk menuntut ilmu dari sejak buaian hingga akhir hayat. Berdasarkan dari hal tersebut, maka menjadi suatu hal yang logis apa bila pendidikan Islam yang sudah berjalan selama ini perlu diorientasikan kembali, yaitu pendidikan yang diorientasi kepada pendidikan kecakapan hidup (Life Skill), sehingga dengan orientasi tersebut mampu memberikan alternative layanan program pendidikan yang mampu memberikan kecakapan hidup bagi siswa. Karya tulis ini berusaha untuk mengidentifikan landasan yang digunakan sebagai pijakan dalam pendidikan berbasis kecakapan hidup (Life Skill), serta implementasi konsep pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
Urgensi Pendidikan Bagi Difabel (Studi Analisis dalam Perspektif Islam) Fathur Rofi'i
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.543

Abstract

Pendidikan tidak mengenal ruang dan waktu, ia tidak dibatasi oleh tebalnya tembok sekolah dan juga sempitnya waktu belajar di kelas. Secara kultural, pendidikan pada umumnya berada dalam lingkup peran, fungsi dan tujuan yang tidak berbeda. Semuanya hidup dalam upaya yang bermaksud mengangkat dan menegakkan martabat manusia melalui transmisi yang dimilikinya. Pendidikan tidak hanya diprioritaskan bagi anak-anak yang memiliki tingkat kegeniusan tinggi maupun anak-anak yang berasal dari keluarga bangsawan, tetapi juga bagi mereka yang dianggap berbeda dan terbelakang dari anak-anak normal lainnya. Baik anak normal maupun difabel diperintahkan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin, mereka dituntut untuk belajar. Karya tulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang konsep pendidikan dalam Islam, bagaimana pendidikan difabel dalam Islam, dan sejauh mana urgensi dan peran pendidikam bagi kaum difabel dalam perspektif Islam. Dari karya tulis ini dapat disimpulkan, bahwa urgensitas pendidikan bagi difabel meliputi: pendidikan, hak-hak dan peran. Adapun aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat pada umumnya pendidikan bagi kaum difabel sangat penting, melihat kedudukan difabel sejajar dengan non-difabel. Oleh karenanya difabel memiliki hak untuk berpendidikan karena dalam kehidupan selalu berkembang sesuai perkembangan zaman dan sebagai salah satu bentuk perlawanan di era globalisasi seperti saat ini.
Studi Tentang Fasakhnya Perkawinan Karena Murtad Menurut Syafi'iyah dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia Abdul Natsir
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.544

Abstract

Tulisan ini mengidentifikasikan fasakhnya suatu perkawinan karena murtad menurut Syafi'iyah dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Hasil tulisan ini dapat disimpulkan bahwa yang membedakan fasakhnya suatu perkawinan karena murtad menurut Syafi'iyah dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, ialah: menurut Syafi'iyah, fasakhnya perkawinan karena murtad, tidak memerlukan keputusan Hakim, yakni fasakh atau batal seketika itu juga, sedang menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia yang disebutkan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 116 (h) bahwa putusnya fasakh harus didaftarkan ke Pengadilan Agama dan sah setelah mendapat keputusan dari hakim. Disebutkan juga pada Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 mengenai putusan perkara serta akibatnya jo Pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 bahwa untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami istri itu tidak akan hidup rukun sebagai suami istri. Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 Huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 sebagai salah satu alasan perceraian yaitu : antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Kata Kunci:
Penerapan Metode Pembelajaran Baca Tulis Al Qur'an pada Siswa di SDN Sebani Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang Eko Hadi Wardoyo
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.545

Abstract

Pembinaan Baca-Tulis al-Qur’an atau sering disingkat BTQ, pada masa sekarang sangat diperlukan, apalagi untuk anak usia sekolah. Dari fenomena tersebut, penulis ingin mengangkat kasus ini melalui penelitian dengan judul : Penerapan Metode Pembelajaran Baca-Tulis al-Qur’an pada Siswa di SDN Sebani Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Sementara teknik analisisdatanya menggunakan deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program baca tulis Al-Qur’an dilakukan dengan cara belajar siswa aktif atau active-learning, dimana model pembelajaran yang digunakan dalam kelas memposisikan siswa sebagai subjek (student-center), dan guru sebagai pembimbing, dalam prosesnya, siswa dikelompokan berdasarkan kelasnya, setiap kelompok menggunakan metode yang berbeda pula. Peningkatan kemampuan Baca-Tulis al-Qur’an siswa dengan pembelajaran Baca-Tulis al-Qur’an dikategorikan berhasil, terlihat dari siswa yang sebelumnya sama sekali tidak bisa Baca-Tulis al-Qur’an menjadi bisa, siswa yang sudah bisa Baca-Tulis al-Qur’an tapi belum lancar setelah mengikuti BTQ menjadi lancar dan siswa yang sebelumnya sudah lancar, menjadi mahir membaca al-Qur’an. Hal ini terbukti dari tingkat kompetensi Baca-Tulis al-Qur’an yang berhasil.
Pengaruh Strategi Quantum Quotient dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Siswa di SMP Muhammadiyah 15 Brondong Lamongan Eny Fatimatuszuhro Pahlawati
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.546

Abstract

Yang menjadi permasalahan dalam penelitianmini adalah bagaimana penerapan strategi Quantum Quotient pada mata pelajaran PAI, bagaimana prestasi bejalar siswa pada mata pelajaran PAI, adakah pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi belajar PAI di SMP Muhammadiyah 15 Brondong Lamongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif, adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview, dokumentasi dan angket, sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis data statistika. Dari hasil penelitian penerapan strategi Quantum Quotient menunjukkan predikat baik dengan angka 76,57. Adapun prestasi belajar siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 15 Brondong Lamongan dengan angka 7,31, yang berarti menunjukkan hasil belajar tersebut termasuk dalam kategori baik. Sedangkan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh psikologis strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi bejalar Pendidikan Agama Islam pada siswa, berdasarkan hasil analisis data statistik “product moment” sebesar 0,70, maka antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang tinggi, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Islam sebagai Agama, Kebudayaan dan Peradaban (Membaca Gagasan Ahmet Karamustafa) Amrulloh Amrulloh; M. Ansor Anwar
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.547

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Islam sebagai agama, kebudayaan dan peradaban. Dari ketiga sudut pandang itu, manakah yang relevan untuk digunakan sebagai senjata guna mengidentifikasi Islam yang sesungguhnya. Adanya pemahaman holistik dan pemahaman parsial tentang Islam tidak lain berangkat dari perbedaan tiga sudut pandang itu. Selanjutnya, sudut pandang yang satu lebih mendominasi dari pada sudut pandang lainnya, atau bahkan menyisihkannya sama sekali, baik secara sadar maupun kebetulan. Berangkat dari pertanyaan “apakah itu Islam?” yang menjadi kegelisahan akademiknya, Ahmet Karamustafa, seorang profesor Sejarah di University of Maryland, dengan tulisannya yang berjudul “A Civilizational Project in Progress” berupaya untuk menjawabnya secara sistematis dan runut. Dengan menggunakan pendekatan historis-kritis sebagai pisau bedah, ia berupaya menarik konklusi tentang bagaimana Islam seharusnya diposisikan: apakah sebagai agama semata, atau kebudayaan yang tak terlepas dari kultur lokal, atau peradaban yang harus dipahami secara holistik. Kontribusi utamanya adalah pemetaan alur metodologis untuk memosisikan dan memahami Islam yang sesungguhnya.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Surat Al-Hujurat Ayat 11-13) Mishbahus Shudur
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v1i2.548

Abstract

Sebagai tolak ukur perbuatan baik dan buruk mestilah merujuk kepada ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya, karena Rasulallah SAW adalah manusia yang paling mulia akhlaknya. Penulis melihat, bahwa surat Al-Hujurat ayat 11-13 memiliki kandungan (makna) tentang pendidikan akhlak yang sangat dalam. Di antaranya adalah ajaran tentang menjunjung kehormatan kaum Muslimin, taubat, husnudzan (positif thinking) kepada orang lain, ta’aruf dan persamaan kedudukan (egaliter) manusia di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, ayat tersebut sangat penting digali lebih dalam untuk dijadikan rujukan dan pedoman bagi umat Muslim dalam rangka pembelajaran, pembentukan serta pembinaan akhlak yang mulia. Hasil karya tulis menunjukkan bahwa Nilai pendidikan akhlak yang terdapat pada surat al-Hujuratayat 11-13 meliputi: Nilai pendidikan menjunjung kehormatan kaum Muslimin, taubat, positif thinking, ta’aruf dan pendidikan egaliter (persamaan derajat). Adapun aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat pada umumnya, saling menghormati dapat dilakukan dengan keteladanan, nasihat, metode kisah, peringatan dan ancaman (tarhib). Pendidikan taubat dapat dilakukan dengan pembiasaan dan pemberian nasihat (ceramah). Pendidikan positif thinking dapat dilakukan dengan metode keteladanan, metode nasihat dan metode pembiasaan. Pendidikan ta’aruf dapat dilakukan dengan nasihat, kisah dan pembiasaan. Pendidikan egaliter dapat dilakukan dengan ceramah, nasihat, keteladanan dan metode kisah.

Page 9 of 18 | Total Record : 176