cover
Contact Name
Anditania Sari Dwi Putri
Contact Email
litbang.bappedakrw@gmail.com
Phone
+6285795340338
Journal Mail Official
adm_litbang@karawangkab.go.id
Editorial Address
BAPPERIDA Kabupaten Karawang - Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gd. Rubaya Lt. 2 Kompleks Kantor Bupati Karawang, Jl. A. Yani No. 1, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat 41314
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik
ISSN : -     EISSN : 31237258     DOI : -
JURNAL ILMIAH DAN KAJIAN AKADEMIK (JIKA), merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan pada BAPPEDA Kabupaten Karawang untuk memfasilitasi khususnya para pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang dan umumnya bagi pemangku kepentingan lainnya seperti peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa dan unsur masyarakat lainnya untuk mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya. Jurnal ini dikelola dengan melibatkan para ahli dibidangnya yang berasal dari internal maupun eksternal Pemerintah Kabupaten Karawang. Hadirnya Jurnal Ilmiah Kabupaten Karawang yang dikelola dengan baik dan profesional diharapkan akan semakin meningkatkan minat menulis dan minat mempublikasikan hasil tulisan dan penelitian ASN Kabupaten Karawang, khususnya dengan semakin banyaknya Jabatan Fungsional yang ada dan memerlukan wadah untuk publikasi yang bersifat peer-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025" : 10 Documents clear
PAMALI (PAKET MAKAN LANSIA):Alternatif implementasi KARAWANG NYAAH KA KOLOT Eka Setiawati
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program “KARAWANG NYAAH KA KOLOT” merupakan derivasi dari program “JABAR NYAAH KA INDUNG” yang diluncurkan oleh Bupati Karawang sebagai bentuk kepedulian aparatur sipil negara (ASN) terhadap lanjut usia (lansia). Di tengah meningkatnya angka harapan hidup di Kabupaten Karawang yang berimplikasi pada bertambahnya jumlah lansia, muncul kebutuhan untuk merancang intervensi sosial yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berkeadilan. Policy brief ini bertujuan mengusulkan alternatif aktivitas dari program tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan mendasar lansia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari data BPS dan kebijakan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan fisiologis seperti pangan menjadi prioritas utama bagi lansia, terutama yang tergolong tidak potensial dan rentan secara sosial ekonomi. Dalam implementasinya, diusulkan aktivitas PAMALI (Paket Makan Lansia) yaitu pemberian makan gratis harian kepada lansia rentan usia 75 tahun ke atas. Dengan potensi donasi dari 8.004 ASN PNS kurang lebih Rp. 889,750,000 per bulan, program ini dapat menjangkau 1.854 lansia rentan di 309 desa/kelurahan. Di samping itu, PAMALI dapat menggerakkan perekonomian khususnya sektor makanan dan minuman yang besar. Berdampak langsung pada penambahan omset KUKM (warung nasi, kemasan makanan, LPG), serta peningkatan pendapatan petani dan nelayan. Kesimpulannya, PAMALI direkomendasikan sebagai strategi pro growth dan pro poor yang dapat membantu pelaku usaha kecil, menciptakan lapangan kerja informal dan memberikan gizi kepada lansia
Estimasi Matriks Asal-Tujuan Pengguna Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta–Bandung untuk Tahun Rencana 2028 dan Analisis Wilayah Pelayanan serta Potensi Kunjungan ke Stasiun Kereta Cepat (Whoosh) Karawang Muhammad Ihsan Akbar
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan di kota-kota besar dan pertumbuhan penduduk di Indonesia telah memicu arus urbanisasi dan migrasi yang signifikan, terutama di wilayah Jabodetabek serta meluas ke Kab. Karawang, Kab. Bandung, dan Kab. Bandung Barat. Sebanyak 14,9% dari 29,6 juta penduduk usia kerja di Jabodetabek merupakan komuter pada tahun 2023, dan ketiga kabupaten tersebut tercatat sebagai wilayah dengan arus migrasi masuk tertinggi di Jawa Barat tahun 2022. Kondisi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi namun juga meningkatkan risiko kemacetan. Kehadiran Kereta Cepat Jakarta–Bandung diharapkan menjadi solusi, dengan target menyerap 11% dari 256 ribu pergerakan kendaraan pribadi. Penelitian ini bertujuan mengestimasi jumlah pengguna Kereta Cepat pada tahun 2028 melalui analisis Matriks Asal-Tujuan (MAT) model gravitasi serta menganalisis cakupan pelayanan dan potensi kunjungan ke Stasiun Kereta Cepat Karawang menggunakan metode service area dan market share berbasis GIS. Hasil menunjukkan estimasi jumlah pengguna mencapai 96,7 juta orang/tahun atau 268.670 orang/hari, melampaui target 30.000 orang/hari. Pergerakan terbanyak berasal dari Kota Jakarta Timur, sedangkan kunjungan ke Stasiun Kereta Cepat di Kab. Karawang paling banyak berasal dari Kota Jakarta Timur, Kab. Bandung Barat, dan Kab. Bandung. Cakupan pelayanan Stasiun Karawang mencakup area inti TOD (0,5–1 km) dan area luar TOD (hingga 5 km), dengan potensi kunjungan tertinggi berasal dari wilayah tengah Kab. Karawang.
Pengawasan Kewenangan Kepala Daerah Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Nicholas Martua Siagian
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca pemberlakuan otonomi daerah, pemerintah daerah memperoleh kewenangan untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai perwujudan prinsip desentralisasi yang diatur dalam Pasal 18 UUD NRI 1945 serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, yang kemudian diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, dan terakhir melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kepala daerah berperan sebagai pemegang kekuasaan umum BUMD sebagaimana diatur dalam Pasal 331 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sehingga memiliki posisi sentral dalam pengelolaan BUMD. Namun, kewenangan yang luas ini perlu diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang efektif untuk menjamin akuntabilitas, transparansi, dan orientasi pada kepentingan publik dalam pengelolaan BUMD. Penelitian ini membahas urgensi pengawasan terhadap kewenangan kepala daerah guna memastikan pengelolaan BUMD yang selaras dengan prinsip tata kelola yang baik dan mendukung efektivitas otonomi daerah.
Pengelolaan Konflik Dalam Dunia Pendidikan: Studi Fenomenologis Terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar Rahman Tanjung; Asep Supriatna; Jiana Yuaningrum
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik dalam dunia pendidikan merupakan realitas sosial yang tidak dapat dihindari dan perlu dikelola secara bijak, termasuk salah satunya di Sekolah Dasar. Kepala Sekolah memiliki peran dalam menanganinya. Penelitian ini bertujuan memahami strategi kepala sekolah dalam mengelola konflik di sekolah dasar di Kecamatan Klari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepala sekolah menggunakan mediasi, dialog terbuka, dan pendekatan kekeluargaan untuk meredakan konflik, dengan penekanan pada nilai-nilai keadilan, empati, dan tanggung jawab. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan kepemimpinan berbasis kecerdasan emosional, yang diharapkan dapat berimplikasi terhadap penguatan kapasitas emosional dan sosial kepala sekolah sebagai kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan inklusif.
Pengembangan Ekonomi Biru dengan Ta’awun Kemitraan untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Pantai Pasir Putih Karawang Yudi Kristanto
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Ekonomi Biru adalah konsep pemanfaatan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan penghidupan dan mata pencaharian yang seiring dengan pelestarian ekosistem laut.(Maeyangsari, 2023). Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berpotensi menjadi poros maritim dunia.(Donesia et al., 2023) Indonesia merupakan negara maritim terbesar kedua di dunia dengan garis pantai sepanjang 61.567 mil atau 99.083 km.(Alfarizi, 2024)Konsep blue economy atau ekonomi biru merupakan pendekatan yang semakin relevan dalam mengatasi berbagai tantangan di kawasan pesisir, termasuk wilayah terpencil yang memiliki potensi laut dan perairan yang melimpah.(Policy et al., 2024). Tujuan : untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar Pantai Pasir Putih Cilamaya Kulon Karawang. Metode : Penelitian Kualitatif dan Penelitian Pengembangan (R & D) dengan pengembangan sektor ekonomi kerakyatan dengan konsep ekonomi biru. Luaran yang ditargetkan adalah Jurnal penelitian yang dipublish pada Jurnal Ilmiah Karawang (JIKA) serta seminar dan diseminasi nasional dan rule model ekonomi biru berbasis ekonomi putih (syari’ah). Hasil penelitian adalah potensi ekonomi biru di Pantai Pasir Putih Cilamaya Kulon sudah berkembang dari mulai usaha eksplorasi ikan oleh nelayan, perahu penyebrangan ke arah pantai, UMKM produksi kerupuk rajungan serta pedagang di area pantai. Kesimpulan : Potensi ekonomi biru belum sepenuhnya menggandeng bank syariah dan lembaga keuangan syariah seperti koperasi syariah dan lembaga keuangan syariah lain sebagai wujud ekonomi putih yang bebas dari riba serta belum melaksanakan prinsip ta’awun kemitraan antar pelaku usaha.
Pengaruh Pemberian Mobilisasi Dini Terhadap Tingkat Nyeri Pada Ibu Pasca Operasi Sectio Caesarea Rima Novianti; Aas; Agus Subari
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah utama yang dialami oleh pasien pasca operasi sectio caesarea adalah nyeri yang dapat mengganggu toleransi terhadap aktivitas sehari-hari. Nyeri ini umumnya muncul ketika efek anestesi mulai menghilang, sehingga pasien merasakan ketidaknyamanan yang cukup signifikan. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi intensitas nyeri adalah mobilisasi dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mobilisasi dini terhadap tingkat nyeri pada ibu pasca operasi sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experiment, yaitu post-test only control group design. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 orang pada kelompok intervensi (mobilisasi dini) dan 15 orang pada kelompok kontrol (tanpa mobilisasi dini). Instrumen penelitian menggunakan Comparative Pain Scale untuk mengukur tingkat nyeri. Hasil: Data tingkat nyeri terdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan uji t independen. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan rerata tingkat nyeri sebesar 1,13 antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan tingkat nyeri yang lebih rendah pada kelompok intervensi. Hasil uji t independen menunjukkan nilai p = 0,013 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulan: Pemberian mobilisasi dini terbukti berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi sectio caesarea. Oleh karena itu, mobilisasi dini perlu diajarkan dan dianjurkan oleh tenaga kesehatan sedini mungkin agar pasien dapat melakukan gerakan yang tepat dan efektif dalam mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri.
Analisis Implementasi dan Rekomendasi Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar, Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Sutirna Sutirna
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian layanan bimbingan dan konseling di pendidikan sekolah dasar hampir semua belum berjalan secara optimal dengan berbagai alasan, begitu pula di masyarakat (orang tua) siswa tentang pengetahuan pentingnya layanan bimbingan dan konseling hanya sebagian memahami, hal ini untuk orang tua yang strata pendidikannya SMA ke atas, dan pihak pemerintah daerah kab/kota, khususnya dinas pendidikan yang masih belum optimal menggerakkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling terlaksana. Berdasar kepada latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian atau kajian literatur ini untuk memperkuat pentingnya layanan bimbingan dan konseling terlaksana di pendidikan sekolah dasar, masyarakat, dan terprogram di pihak pemerintah daerah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literatur mengenai pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang telah dipublikasi di jurnal, google scholar, dan makalah-makalah di website. Hasil penelitian kajian literatur ini disimpulkan bahwa direkomendasikan pihak pemerintah daerah untuk segera mengantisipasi ketidakoptimalan layanan bimbingan konseling di pendidikan sekolah dasar, masyarakat, dan pihak pemerintah dalam merancang program pemberian penguatan bagi guru kelas, masyarakat, dan pihak pemerintah sendiri.
Memperkuat Solidaritas Sosial Melalui Khazanah Legenda Syekh QuroSebagai Kearifan Lokal Di Kabupaten Karawang Iwan Ridwan
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Legenda “Syekh Quro” sebagai legenda keagamaan menyimpan khazanah kearifan lokal yang berharga untuk pembangunan mental masyarakat Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai solidaritas sosial dalam legenda “Syekh Quro” berdasarkan telaah struktur, fungsi, dan makna. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan tradisi lisan sebagai prinsip penelitian. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara dengan peneliti sebagai instrumen kunci (human instrument). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur legenda “Syekh Quro” menggambarkan alur cerita yang menopang misi penyebaran agama Islam. Struktur tersebut berkaitan dengan fungsi legenda tersebut sebagai sistem proyeksi, pengesah kebudayaan, alat pendidikan, alat kritik sosial, dan alat pemaksa berlakunya norma-norma sosial dalam masyarakat. Hal ini terungkap dalam wujud strategi pengislaman yang meliputi strategi pernikahan, pendidikan, perniagaan, kekuasaan, dan kebudayaan. Strategi tersebut berpotensi dijadikan upaya pemerkuat solidaritas sosial dalam masyarakat di tengah keretakan solidaritas kebangsaan sehingga urgensi penelitian ini akan berdampak pada peningkatan iklim masyarakat Karawang yang madani kini dan nanti.
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Untuk Mendukung Ketahanan Energi Di Dusun Pasir Bangkonong, Karawang M Raafi Aqil Firdaus; Novky Asmoro; Sri Murtiana
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan energi, yaitu kemampuan suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, menjadi isu strategis terutama di wilayah pedesaan yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan listrik konvensional. Dusun Pasir Bangkonong yang terletak di Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sumber energi terbarukan guna memperkuat ketahanan energi lokal. Dengan asumsi jumlah 147 bangunan dan populasi sekitar 400 jiwa, Dusun Pasir Bangkonong memiliki sejumlah fasilitas umum penting, antara lain 3 unit sekolah, 2 tempat ibadah, 3 balai desa, 3 kantor desa, 1 fasilitas olahraga, dan 2 unit posyandu, serta 3 bangunan lainnya, dengan kapasitas PLTS 52,8 kWp untuk membutuhkan pasokan energi listrik yang andal dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen untuk mengevaluasi kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid. Hasil menunjukkan koneksi grounding efektif dengan tahanan terendah 0,63–0,83 ohm, serta output inverter yang stabil pada 219–220 V dan frekuensi 50 Hz. Tegangan DC input bervariasi antara 456–502 V dengan arus 0,60–0,84 A, menunjukkan beberapa indikasi penurunan kinerja pada beberapa string. Secara keseluruhan, sistem PLTS menunjukkan performa baik dan mendukung pasokan energi berkelanjutan bagi fasilitas umum dan masyarakat setempat.
Pengembangan Model Bisnis Inklusif untuk Peningkatan Nilai Tambah Pada Rantai Pasok Petani Beras Organik: Studi Kasus di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang Nurkholifatul Maula
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras organik mulai menjadi primadona pertanian beras di Karawang. Namun petani beras organik masih mengalami kendala dan permasalahan dalam rantai pasoknya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan tiga tahapan dalam analisis. Pertama, menganalisis rantai pasok saat ini pada beras organik, kedua, mengidentifikasi pengaruh struktural terhadap model bisnis inklusif dan ketiga, melakukan pengembangan pada model bisnis inklusif pada petani beras organik. Adapun hasil dari penelitian ini, mengidentifikasi bahwa petani beras organik Karawang telah memiliki rantai pasok yang cukup lengkap. Namun, masih terkendala dalam hal optimalisasi peran aktor dan akses pemasaran. Oleh karena itu, dikembangkan model bisnis inklusif dengan menggunakan pendekatan kolaboratif antar aktor dan menambahkan jenis produk dari beras ketan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10