cover
Contact Name
Dedi Purwanto Indra Kusuma
Contact Email
jirs.kalibra@gmail.com
Phone
+6281803690231
Journal Mail Official
jirs.kalibra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swadaya No. 28 Kekalik Kijang, Kel. Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram - NTB 83116
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Islamic Research and Studies
ISSN : -     EISSN : 31102328     DOI : https://doi.org/10.70716/jirs
Journal of Islamic Research and Studies (JIRS) is an refereed academic journal published by the Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra with registered number of e-ISSN: 3110-2328. It is a peer-review and open-access journal. The aim of JIRS is to be a platform for academicians to contribute and share their research works and writings regarding Islamic Studies, especially the topic of the contextualization of Islamic teachings in various fields of life. Particular attention is paid to islamic works dealing with history, geography, political science, economics, anthropology, sociology, law, literature, religion, philosophy, environmental, and local wisdom. JIRS publishes articles and research papers in Indonesian or English to seeks to place Islam and the Islamic tradition as its central focus of academic inquiry and to encourage comprehensive consideration of its many facets; to promote the diffusion, exchange and discussion of research findings; and to encourage interaction among academics from various traditions of learning.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Implementasi Prinsip Syariah dalam Sistem Perbankan Kontemporer: Kajian Normatif Ahmad Fauzi; Siti Aisyah
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i2.305

Abstract

Implementasi prinsip syariah dalam sistem perbankan kontemporer menjadi isu krusial dalam upaya menciptakan mekanisme keuangan yang etis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba, gharar, dan maisir, dalam praktik operasional perbankan modern melalui kajian normatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap peraturan perbankan syariah, fatwa Dewan Syariah Nasional, serta dokumen akademik terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip syariah di perbankan kontemporer menghadapi tantangan signifikan, termasuk inovasi produk keuangan yang kompleks dan adaptasi terhadap teknologi digital. Selain itu, terdapat kesenjangan antara regulasi formal dan implementasi di lapangan, yang berpotensi menimbulkan risiko hukum dan reputasi bagi lembaga keuangan syariah. Kajian ini menekankan perlunya integrasi prinsip syariah secara menyeluruh, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan yang konsisten untuk memastikan kepatuhan syariah tetap terjaga dalam semua aspek operasional. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, akademisi, dan praktisi perbankan syariah dalam merumuskan strategi pengembangan sistem perbankan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam sekaligus responsif terhadap dinamika ekonomi modern.
Konsep Keadilan dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Hukum Pidana Modern Aulia Rahman; Fajar Nugroho
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i2.306

Abstract

Keadilan merupakan prinsip fundamental yang mendasari seluruh ajaran hukum dalam Al-Qur’an dan memiliki relevansi signifikan terhadap sistem hukum pidana modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keadilan dalam Al-Qur’an serta mengevaluasi aplikasinya dalam pembentukan dan pelaksanaan hukum pidana saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keadilan, supplemented dengan telaah pustaka hukum pidana kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keadilan dalam Al-Qur’an menekankan keseimbangan antara hak individu dan kepentingan masyarakat, serta memberikan pedoman moral dan etika bagi penerapan sanksi pidana. Konsep ini mendorong keadilan restoratif, kesetaraan di hadapan hukum, dan pencegahan ketidakadilan sistemik, yang sejalan dengan tren reformasi hukum pidana modern di berbagai yurisdiksi. Selain itu, penelitian mengidentifikasi potensi harmonisasi antara hukum syariah dan hukum nasional, terutama dalam penerapan sanksi yang proporsional dan perlindungan hak asasi manusia. Temuan ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip keadilan Al-Qur’an dapat meningkatkan legitimasi dan efektivitas sistem hukum pidana modern, serta memberikan dasar normatif untuk pengembangan kebijakan hukum yang lebih etis dan responsif terhadap dinamika sosial. Implikasi penelitian ini penting bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi hukum dalam memperkuat fondasi keadilan dan kepastian hukum.
Etika Bisnis dalam Perspektif Islam: Analisis Normatif terhadap Al-Qur’an dan Hadis Ahmad Fauzi; Siti Rahmawati
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i2.307

Abstract

Penelitian ini mengkaji etika bisnis dalam perspektif Islam dengan pendekatan normatif melalui analisis Al-Qur’an dan Hadis. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami prinsip-prinsip etika yang harus dijalankan dalam kegiatan bisnis, sekaligus mengidentifikasi relevansi dan penerapannya dalam praktik ekonomi modern. Metode penelitian menggunakan kajian literatur normatif dengan teknik analisis teks dari sumber-sumber primer, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang berhubungan dengan perilaku bisnis, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menekankan pentingnya integritas, kejujuran, larangan riba, dan pemeliharaan hak konsumen serta pekerja sebagai bagian dari etika bisnis. Prinsip-prinsip ini tidak hanya membentuk karakter pelaku usaha, tetapi juga menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan etika bisnis berdasarkan ajaran Islam dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan globalisasi ekonomi dan persaingan usaha yang ketat, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan bertanggung jawab. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya integrasi nilai-nilai etika Islam dalam kurikulum pendidikan bisnis, pelatihan perusahaan, dan kebijakan regulasi agar menciptakan praktik bisnis yang selaras dengan prinsip moral dan sosial.
Perlindungan Hak Anak dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Literatur Ramli Ahmad; Siti Nurhaliza
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i2.308

Abstract

Perlindungan hak anak merupakan isu fundamental dalam berbagai sistem hukum, termasuk hukum Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, dan mekanisme perlindungan hak anak dalam perspektif hukum Islam melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder, seperti Al-Qur’an, Hadis, literatur fiqh kontemporer, serta penelitian terdahulu terkait perlindungan anak. Analisis difokuskan pada identifikasi hak-hak anak yang diakui, kewajiban orang tua dan masyarakat, serta peran lembaga hukum dalam menjamin pemenuhan hak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam menekankan kesejahteraan anak, melindungi dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi, serta mengatur hak pendidikan, kesehatan, dan perlindungan moral. Studi ini juga menemukan perbedaan implementasi antara prinsip hukum Islam secara tekstual dan praktik hukum nasional di beberapa negara Muslim. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi prinsip hukum Islam dengan regulasi modern untuk memperkuat perlindungan anak. Kesimpulannya, perspektif hukum Islam menyediakan landasan etis dan normatif yang kuat dalam upaya perlindungan hak anak, namun memerlukan adaptasi praktis untuk memastikan penerapan yang efektif dalam konteks kontemporer. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi akademik bagi pengembangan kebijakan dan kajian hukum anak di lingkungan Muslim.
Pendekatan Normatif terhadap Hukum Waris Islam dan Implementasinya di Indonesia Hambali Putra; Siti Rahma
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i2.309

Abstract

Hukum waris Islam merupakan bagian integral dari sistem hukum Islam yang mengatur distribusi harta peninggalan seseorang setelah meninggal dunia. Di Indonesia, penerapan hukum waris Islam diatur melalui peraturan perundang-undangan dan praktik peradilan agama, namun sering menghadapi tantangan dalam implementasi normatif yang konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif untuk menganalisis prinsip-prinsip dasar hukum waris Islam, termasuk pembagian faraid, hak-hak ahli waris, dan relevansi dengan hukum positif di Indonesia. Metode penelitian melibatkan kajian pustaka terhadap kitab-kitab fiqih, undang-undang terkait, dan putusan pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara teori normatif dan praktik di lapangan, terutama terkait interpretasi hak waris perempuan dan pembagian harta bersama. Implementasi hukum waris Islam di Indonesia memerlukan harmonisasi antara norma syariah dan regulasi negara agar keadilan bagi seluruh ahli waris dapat terwujud. Kesimpulannya, pendekatan normatif memberikan kerangka konseptual yang kuat untuk mengevaluasi dan memperbaiki mekanisme penerapan hukum waris Islam secara legal dan adil.
Etika Islam terhadap Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence): Kajian Normatif Berdasarkan Prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah Ahmad Fauzan Rahman; Aisyah Karimah; Muhammad Rizki Maulana
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i3.407

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan transformasi besar dalam berbagai bidang kehidupan sekaligus memunculkan persoalan etika terkait tanggung jawab, privasi, keadilan, serta dampak sosial teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan etika Islam terhadap perkembangan AI melalui pendekatan normatif berdasarkan prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis-normatif terhadap sumber-sumber hukum Islam, literatur etika teknologi, dan kajian kontemporer mengenai AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat diterima dalam perspektif Islam selama diarahkan untuk mencapai kemaslahatan dan mencegah kerusakan. Prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah, yang meliputi perlindungan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl), dapat menjadi kerangka etis dalam mengatur pengembangan serta pemanfaatan AI. Penelitian ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar instrumen teknis, tetapi harus dikembangkan dalam koridor nilai moral, keadilan, dan kemanusiaan sesuai prinsip Islam.
Fiqh Muamalah dalam Ekonomi Digital: Analisis Normatif terhadap Transaksi Online Berdasarkan Nilai-Nilai Ekonomi Islam Siti Rahmawati; Muhammad Rizki Anwar
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i3.408

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola transaksi masyarakat melalui berbagai platform online, seperti e-commerce, fintech, dan sistem pembayaran digital. Transformasi tersebut menimbulkan berbagai persoalan hukum Islam terkait keabsahan akad, transparansi transaksi, perlindungan konsumen, serta penerapan prinsip keadilan dalam aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transaksi online berdasarkan perspektif fiqh muamalah dengan pendekatan normatif terhadap nilai-nilai ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji sumber hukum Islam, literatur fiqh kontemporer, serta konsep ekonomi Islam yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi online pada dasarnya dapat diterima dalam Islam selama memenuhi prinsip akad yang sah, kerelaan para pihak, kejelasan objek transaksi, serta terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Selain itu, nilai amanah, keadilan, transparansi, dan kemaslahatan menjadi landasan utama dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini menegaskan pentingnya adaptasi fiqh muamalah terhadap inovasi digital agar mampu memberikan solusi hukum yang relevan serta mendukung perkembangan ekonomi Islam modern.
Rekonstruksi Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Menjawab Problematika Hukum Islam Kontemporer: Studi Literatur terhadap Pemikiran Ulama Klasik dan Modern Ahmad Ramli; Rahma Putri
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i3.409

Abstract

Perkembangan sosial, teknologi, ekonomi, dan budaya modern menghadirkan berbagai persoalan hukum Islam yang menuntut adanya pendekatan metodologis yang adaptif tanpa menghilangkan prinsip dasar syariat. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi konsep maqāṣid al-syarī‘ah dalam menjawab problematika hukum Islam kontemporer melalui kajian literatur terhadap pemikiran ulama klasik dan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis konseptual terhadap karya-karya ulama seperti al-Ghazālī, al-Syāṭibī, Ibn ‘Āsyūr, serta pemikir kontemporer seperti Jasser Auda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah mengalami perkembangan dari konsep perlindungan terhadap lima kebutuhan dasar manusia (al-ḍarūriyyāt al-khams) menuju paradigma yang lebih luas berbasis kemaslahatan, keadilan, hak asasi manusia, dan keberlanjutan sosial. Rekonstruksi maqāṣid menjadi instrumen penting dalam merumuskan respons hukum Islam terhadap isu-isu baru seperti teknologi digital, bioetika, ekonomi modern, dan perubahan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan maqāṣid dapat menjadi jembatan antara warisan fikih klasik dan kebutuhan hukum Islam kontemporer.
Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam: Analisis Konsep Wasathiyyah Berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan Pemikiran Ulama Kontemporer Fikri Ramadhan; Maulana Ibrahim
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i3.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep moderasi beragama dalam perspektif Islam melalui kajian terhadap prinsip wasathiyyah berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan pemikiran ulama kontemporer. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang menelaah ayat-ayat Al-Qur’an, hadis terkait, serta karya para ulama Muslim modern mengenai keseimbangan beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wasathiyyah merupakan prinsip utama dalam Islam yang menekankan sikap tengah, adil, toleran, dan proporsional dalam menjalankan ajaran agama serta berinteraksi dengan masyarakat yang beragam. Konsep ini tidak hanya menghindarkan umat Islam dari ekstremisme dan fanatisme berlebihan, tetapi juga mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif. Berdasarkan analisis pemikiran ulama kontemporer, seperti Yusuf al-Qaradawi dan para cendekiawan Islam lainnya, moderasi beragama dipahami sebagai implementasi nilai-nilai universal Islam yang relevan dengan tantangan zaman modern. Temuan ini memperlihatkan bahwa moderasi beragama berperan penting dalam membangun pemahaman keislaman yang damai dan menghargai perbedaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan wasathiyyah sebagai landasan etika keberagamaan untuk memperkuat persatuan umat dan menjaga hubungan antaragama dalam masyarakat multikultural. Selain itu, pendekatan moderasi berbasis Al-Qur’an dan hadis memberikan kerangka teologis yang kuat bagi pengembangan sikap keberagamaan yang responsif terhadap perubahan sosial tanpa kehilangan identitas Islam. Dengan demikian, konsep wasathiyyah menjadi solusi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan global.
Transformasi Dakwah Islam di Era Media Digital: Kajian Normatif terhadap Prinsip Komunikasi Islam dalam Al-Qur’an dan Hadis Ahmad Fauzan; Aisyah Humaira; Muhammad Rizki Hidayat
Journal of Islamic Research and Studies Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Islamic Research and Studies, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jirs.v2i3.411

Abstract

Perkembangan media digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola penyampaian dakwah Islam, dari model komunikasi konvensional menuju bentuk interaksi yang lebih luas, cepat, dan terbuka. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi dakwah Islam di era media digital melalui kajian normatif terhadap prinsip komunikasi Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan etika komunikasi, penyampaian pesan dakwah, serta tanggung jawab moral seorang dai. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip komunikasi Islam seperti qaulan baligha (perkataan yang efektif), qaulan sadida (perkataan yang benar), qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), serta penyampaian dakwah dengan hikmah menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan komunikasi digital. Era media digital memberikan peluang besar bagi penyebaran nilai-nilai Islam, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan penyimpangan pesan keagamaan. Oleh karena itu, transformasi dakwah digital harus tetap berorientasi pada nilai kejujuran, kelembutan, verifikasi informasi, dan kemaslahatan umat sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadis.

Page 3 of 3 | Total Record : 30