cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
An-Nuriyah Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
ISSN : 31236170     EISSN : 31236170     DOI : -
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education, [ISSN 3123-6170] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang pendidikan Islam, studi keislaman, dan pemikiran Islam secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi di bidang pendidikan dan studi Islam. An-Nuriyah menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring.
Articles 22 Documents
Peran Teknologi Dalam Mendukung Aspek Psikologis Dan Sosial Pembelajaran Bahasa Arab Ismalia Ismalia; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab. Bahasa Arab tidak hanya diposisikan sebagai alat komunikasi linguistik, tetapi juga sebagai sarana penguatan nilai religius, psikologis, dan sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran teknologi dalam mendukung aspek psikologis dan sosial pembelajaran bahasa Arab di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan analisis konseptual terhadap teori psikologi pendidikan, sosiolinguistik, dan teknologi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi berkontribusi positif terhadap aspek psikologis peserta didik, seperti peningkatan motivasi belajar, minat, kepercayaan diri, serta penurunan kecemasan berbahasa (language anxiety). Pemanfaatan media digital, aplikasi pembelajaran, dan sistem berbasis kecerdasan buatan menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, aman, dan adaptif terhadap kebutuhan individu. Dari aspek sosial, teknologi memperluas ruang interaksi dan kolaborasi melalui pembelajaran daring, komunitas belajar digital, serta paparan terhadap konteks autentik penggunaan bahasa Arab. Hal ini memperkuat kompetensi komunikatif, kesadaran sosial-budaya, dan kemampuan bekerja sama peserta didik. Namun demikian, implementasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur, literasi digital guru, serta keterbatasan konten kontekstual berbasis budaya lokal. Oleh karena itu, integrasi teknologi perlu dilakukan secara terencana, humanistik, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara utuh. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang efektif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Revolusi Kognitif Noam Chomsky Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Bahasa Arab Daly Auliya Rahayu; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pertengahan abad ke-20, studi linguistik didominasi oleh pendekatan behaviorisme yang menekankan bahasa sebagai perilaku hasil stimulus dan respons. Noam Chomsky melalui revolusi kognitif mengkritisi pendekatan tersebut dan memperkenalkan paradigma bahwa bahasa adalah kemampuan mental bawaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperdalam pemahaman tentang hakikat revolusi kognitif Chomsky, prinsip utama teori kebahasaannya, serta relevansi aplikasinya dalam pendidikan bahasa Arab modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa prinsip-prinsip teori Chomsky, seperti konsep Language Acquisition Device (LAD), struktur dalam dan struktur luar, transformasi generatif, kaidah universal, serta kompetensi dan performansi merevolusi pemahaman tentang pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Kesimpulan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, paradigma kognitif Chomsky relevan diterapkan pada pendidikan bahasa Arab modern, terutama dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemahaman mendalam tentang bahasa. Paradigma ini mendukung pembelajaran bahasa Arab yang lebih sistematis dan individual, dengan fokus pada analisis struktur gramatikal dan sintaksis serta pengembangan kreativitas berbahasa pada peserta didik.
Analisis Perbandingan Warna dan Huruf pada Aplikasi Google Maps dan Waze bagi Pengguna Buta Warna Muhammad Angga; Muhammad Fikri; Fatkhy Muhammad Farhat
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan aplikasi navigasi digital seperti Google Maps dan Waze telah memberikan kontribusi besar dalam menunjang mobilitas masyarakat modern. Namun, ketergantungan aplikasi navigasi terhadap elemen visual, khususnya warna dan tipografi, masih menyisakan persoalan aksesibilitas bagi pengguna dengan gangguan penglihatan warna atau buta warna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penggunaan warna dan huruf pada aplikasi Google Maps dan Waze dari perspektif aksesibilitas visual bagi pengguna buta warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi antarmuka aplikasi, simulasi buta warna (protanopia, deuteranopia, dan tritanopia), serta studi literatur terkait prinsip desain inklusif dan aksesibilitas visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Maps menerapkan palet warna yang lebih minimalis dengan kontras kecerahan yang relatif tinggi serta tipografi yang konsisten, sehingga informasi navigasi tetap dapat dipahami oleh pengguna buta warna. Sementara itu, Waze menampilkan desain visual yang lebih ekspresif dan variatif, namun pada kondisi tertentu menimbulkan ambiguitas persepsi warna, terutama pada indikator lalu lintas dan peringatan. Dari aspek tipografi, kedua aplikasi menggunakan jenis huruf sans-serif, tetapi Google Maps dinilai lebih unggul dalam menjaga keterbacaan dan konsistensi visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip desain inklusif, seperti kontras tinggi, tipografi sederhana, dan penggunaan penanda visual non-warna, sangat penting dalam mendukung aksesibilitas aplikasi navigasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembang aplikasi dalam merancang antarmuka navigasi yang lebih ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh pengguna, termasuk pengguna dengan gangguan penglihatan warna.
Kolokasi dan Efektivitas Bahasa Study Teks Iklan Arab Dalam Video Youtube Putri Humairoh; Zaki Muhammad Fathullah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi linguistik kolokasi (al-talāzum al-lafẓī) dalam membangun makna persuasif pada teks iklan digital berbahasa Arab Baku Modern (Modern Standard Arabic). Penelitian-penelitian sebelumnya telah membahas kolokasi dalam kajian leksikologi secara umum, namun kajian yang secara khusus menyoroti peran retoris kolokasi dalam iklan digital berbahasa Arab masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menelaah bagaimana pola-pola kolokasi berkontribusi terhadap kejelasan pesan, pembentukan identitas merek, resonansi budaya, serta daya tarik emosional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis empat iklan digital berbahasa Arab yang dipilih secara purposif, berdasarkan teori kolokasi Sinclair serta teori kohesi leksikal Halliday dan Hasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolokasi memiliki tiga fungsi utama, yaitu: (1) memperkuat citra merek melalui makna asosiatif yang positif, (2) meningkatkan kohesi dan koherensi teks, serta (3) memperkuat daya persuasif melalui pemilihan leksikal yang konotatif dan efektivitas bahasa dalam teks iklan digital berbahasa Arab. Kolokasi dipahami sebagai gabungan kata-kata yang sering muncul secara berdampingan dan membentuk makna konvensional yang kuat, sehingga mampu memengaruhi persepsi khalayak. Sampel penelitian terdiri atas empat iklan digital berbahasa Arab Baku (fuṣḥā) yang dipilih secara purposif karena menampilkan penggunaan kolokasi secara jelas dalam membangun citra merek. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan linguistik deskriptif untuk mengungkap peran kolokasi dalam meningkatkan pesan persuasif dalam iklan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolokasi berkontribusi signifikan terhadap efektivitas bahasa dengan memperkuat citra merek, membangun keterlibatan emosional, serta meningkatkan kredibilitas pesan iklan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan daya persuasif iklan digital berbahasa Arab sehingga menjadi lebih menarik dan berdampak bagi audiens.
Implementasi Kebijakan Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan moderasi beragama merupakan agenda strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat harmoni sosial dan menjaga keberagaman di tengah masyarakat multikultural. Dalam konteks pendidikan nasional, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral sebagai instrumen pembentukan sikap keberagamaan peserta didik yang inklusif, toleran, dan berwawasan kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis kebijakan dengan menelaah dokumen regulasi, kurikulum PAI, serta temuan empiris dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI masih menghadapi sejumlah tantangan, baik pada aspek konseptual, pedagogis, struktural, maupun kultural. Pemahaman guru PAI terhadap konsep moderasi beragama belum merata dan cenderung parsial, sehingga berdampak pada praktik pembelajaran yang masih bersifat normatif dan kognitif. Selain itu, keterbatasan perangkat pembelajaran kontekstual, minimnya pelatihan berkelanjutan, serta lemahnya dukungan kelembagaan turut memengaruhi efektivitas implementasi kebijakan. Di sisi lain, integrasi moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka, penguatan pendidikan karakter, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital menjadi peluang strategis dalam memperkuat implementasi kebijakan PAI. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI memerlukan pendekatan kebijakan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan, dengan menempatkan guru sebagai aktor kunci serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan Pendidikan Agama Islam di masa mendatang.
Kebijakan Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi: Peluang Penerapan dan Risiko yang Harus Diantisipasi Umi Maslichah; Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi merupakan bagian dari agenda transformasi pendidikan nasional dalam merespons perkembangan era digital. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan relevansi pembelajaran PAI tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai wahana pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peluang penerapan serta risiko yang harus diantisipasi dalam implementasi kebijakan pembelajaran PAI berbasis teknologi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan terhadap regulasi pendidikan, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian ilmiah yang relevan dengan tema digitalisasi pembelajaran dan pendidikan agama Islam. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan dan pedagogi digital untuk mengkaji dinamika kebijakan, peran aktor, serta konteks struktural dan kultural implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran PAI berbasis teknologi memiliki peluang strategis dalam memperluas akses pembelajaran, mendorong inovasi pedagogis, dan memperkuat literasi digital keagamaan peserta didik. Namun demikian, kebijakan ini juga menghadapi sejumlah risiko, seperti potensi reduksi dimensi spiritual dan keteladanan, paparan konten keagamaan digital yang tidak terkurasi, serta kesenjangan infrastruktur dan kompetensi digital guru. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya strategi kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas guru PAI, regulasi dan pengawasan konten digital, serta sinergi kelembagaan yang komprehensif. Dengan pendekatan kebijakan yang tepat, pembelajaran PAI berbasis teknologi berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, dan beretika di era digital.
Analisis Usability Sistem Informasi Berbasis Web Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS) Abbad Hisyam Al Qossam; Deni Aditya Warman; Abdullah Abdullah; Candra Milad Ridha Eislam; Muhammad Fikri
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usability merupakan aspek penting dalam pengembangan sistem informasi berbasis web karena berpengaruh langsung terhadap efektivitas penggunaan dan kepuasan pengguna. Sistem yang memiliki fitur lengkap belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal apabila tidak didukung oleh tingkat kemudahan penggunaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat usability pada sistem informasi berbasis web menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner SUS yang terdiri dari sepuluh pernyataan. Responden penelitian merupakan pengguna yang telah berinteraksi langsung dengan sistem informasi berbasis web yang diteliti. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode perhitungan standar SUS untuk menghasilkan skor usability dalam rentang 0–100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi berbasis web memperoleh skor SUS sebesar 78,5 yang berada pada kategori acceptable dengan grade scale B dan adjective rating “good”. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum sistem telah memiliki tingkat usability yang baik, mudah dipelajari, serta mampu mendukung pengguna dalam menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien. Meskipun demikian, hasil analisis juga menunjukkan adanya beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, khususnya terkait konsistensi antarmuka dan pengalaman pengguna. Oleh karena itu, evaluasi usability menggunakan metode SUS terbukti efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kualitas sistem serta dapat dijadikan dasar dalam pengembangan sistem secara berkelanjutan agar lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Pengaruh Penerapan Prinsip SOLID Dan Design Patterns Terhadap Maintainability Kode Sumber Perangkat Lunak Abdul Jabbar; Abdullah Abdullah
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintainability merupakan salah satu atribut kualitas perangkat lunak yang sangat penting, terutama dalam pengembangan sistem berskala menengah hingga besar. Kode sumber yang sulit dipelihara akan meningkatkan biaya pengembangan, memperlambat proses perbaikan, serta menyulitkan pengembangan fitur baru. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh struktur kode yang kompleks, tingkat ketergantungan antar modul yang tinggi, serta desain perangkat lunak yang tidak terorganisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan prinsip SOLID dan design patterns terhadap maintainability kode sumber perangkat lunak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada kode sumber perangkat lunak yang mengalami proses refactoring. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi kode sebelum dan sesudah penerapan prinsip SOLID serta design patterns seperti Factory dan Strategy, dengan fokus pada aspek keterbacaan, modularitas, fleksibilitas, dan kemudahan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip SOLID mampu menurunkan kompleksitas desain dan meningkatkan pemisahan tanggung jawab kelas, sementara design patterns berkontribusi dalam meningkatkan fleksibilitas dan kemudahan pengembangan lanjutan. Meskipun terjadi peningkatan jumlah kelas dan abstraksi, kualitas desain kode secara keseluruhan mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa maintainability lebih ditentukan oleh kualitas desain daripada kuantitas baris kode. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bahwa penerapan prinsip SOLID dan design patterns secara konsisten dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan maintainability perangkat lunak.
Dinamika Perubahan Makna dalam Kajian Semantik Bahasa Arab dan Indonesia Keysa Tamami; Fatimah Azzahra Putri; Imroatus Solihah; Nurhalimah Sibar
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan makna (semantic change atau al-taghayyur al-dilālī) merupakan fenomena linguistik yang tidak terelakkan karena bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial, budaya, dan intelektual masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, jenis, faktor penyebab, serta implikasi perubahan makna dalam perspektif ilmu semantik dan linguistik historis dengan fokus pada bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap buku-buku linguistik, artikel jurnal, serta sumber-sumber klasik dan modern yang relevan. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Semantik Struktural Ferdinand de Saussure, Teori Medan Makna Jost Trier, serta pendekatan relevansi sosial-kultural yang menekankan hubungan antara bahasa dan konteks masyarakat penuturnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan makna dalam bahasa Arab dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh bentuk utama, yaitu penyempitan makna (takhṣīṣ), perluasan makna (taʿmīm), pergeseran makna (naql), peningkatan nilai makna (ameliorasi), penurunan nilai makna (peyorasi), perubahan figuratif (majāz dan istiʿārah), serta ambiguitas semantik (polisemi). Faktor penyebab perubahan makna meliputi perkembangan budaya dan peradaban, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengaruh bahasa asing, serta perbedaan interpretasi dan nilai rasa masyarakat. Kajian ini menegaskan bahwa perubahan makna tidak hanya merupakan proses linguistik internal, tetapi juga refleksi perubahan sosial dan budaya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perubahan makna memiliki implikasi penting dalam kajian semantik, pragmatik, sosiolinguistik, serta pembelajaran bahasa Arab dan Indonesia secara kontekstual dan historis.
Optimasi Kinerja Jaringan Topologi Ring Berbasis Topologi Mesh pada Lingkungan Lab Komputer Daffa Firdaus Al Kautsar; Muhammad Fikri; Ahmad Fikri Salim; Narendra Dylan Nugraha; Ari Ramadhan
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan komputer memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pembelajaran dan praktikum di lingkungan laboratorium komputer. Salah satu topologi jaringan yang masih banyak digunakan adalah topologi ring karena memiliki struktur sederhana dan efisiensi penggunaan media transmisi. Namun, topologi ring memiliki kelemahan utama berupa ketergantungan antar node dalam satu jalur komunikasi, sehingga berpotensi menurunkan kinerja jaringan ketika terjadi gangguan atau peningkatan beban lalu lintas data. Permasalahan tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan jaringan, seperti rendahnya throughput, meningkatnya delay, dan tingginya packet loss. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimasi kinerja jaringan topologi ring pada lingkungan laboratorium komputer dengan menerapkan pendekatan topologi mesh secara parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pengujian kinerja jaringan sebelum dan sesudah optimasi. Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, dan packet loss sebagai indikator utama kualitas layanan jaringan. Pengujian dilakukan pada kondisi penggunaan jaringan yang merepresentasikan aktivitas nyata di laboratorium komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan topologi ring mengalami penurunan kinerja yang signifikan ketika digunakan secara simultan oleh banyak pengguna. Setelah dilakukan optimasi dengan penambahan jalur komunikasi alternatif berbasis topologi mesh, kinerja jaringan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya throughput serta menurunnya nilai delay dan packet loss. Temuan ini membuktikan bahwa optimasi jaringan berbasis topologi mesh parsial mampu meningkatkan keandalan, stabilitas, dan efisiensi jaringan. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan solusi yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan kualitas jaringan laboratorium komputer tanpa harus mengganti keseluruhan infrastruktur jaringan.

Page 2 of 3 | Total Record : 22