cover
Contact Name
Riza Faishol
Contact Email
riezha09@gmail.com
Phone
+6285258871255
Journal Mail Official
attamkinjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Asy'ari No. 1 Genteng Banyuwangi 68465 Telp. (0333) 845654
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
At Tamkin : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 2829677X     EISSN : 28296338     DOI : https://doi.org/10.69552/attamkin
AT TAMKIN: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam is an open access and peer-reviewed journal of the Muslim Society Development. The goal of this journal is community development in various fields of life especially in rural sociology, development sociology, Corporate Social Responsibility (CSR), social welfare, social demography, community development management, community development in disaster management, community education, communication development, creative economy, and gender. This journal is publishing original research articles and all papers are peer-reviewed by at least two reviewers.
Articles 35 Documents
KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM DAKWAH BIL HAL: STUDI KASUS PERAN MAHASISWA PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM UNIVERSITAS ISLAM IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI Ahmad Irfan Ilhami
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Department of Islamic Community Development, Faculty of Dakwah,Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi dalam Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dengan fokus pada pergeseran dari model komunikasi pembangunan top-down ke komunikasi partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, praktik, dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Ibrahimy dalam menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi partisipatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempraktikkan model komunikasi hibrida, menggabungkan komunikasi partisipatif dengan strategi persuasif dakwah konvensional. Komunikasi ini dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam seperti ukhuwah dan ta'awun, serta tantangan sosio-kultural dan struktural di lapangan. Kesimpulan penelitian ini adalah komunikasi partisipatif dapat menjadi wujud modern dari dakwah bil hal, meskipun implementasinya memerlukan penguatan penguasaan teori dan praktik komunikasi. Artikel ini merekomendasikan penguatan kurikulum PMI yang lebih fokus pada keterampilan komunikasi praktis.
FUNGSI PENGAJIAN HAJAD MASJID AGUNG BAITURAHMAN, BANYUWANGI Atho'ilah Aly Najamudin
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Department of Islamic Community Development, Faculty of Dakwah,Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pengajian Hajad di Masjid Agung Baiturahman Banyuwangi merupakan salah satu ritual keagamaan yang rutin diikuti masyarakat Muslim, khususnya kalangan muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk aktivitas Pengajian Hajad dan menganalisis fungsi sosialnya bagi jamaah dengan menggunakan perspektif fungsionalisme struktural. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan takmir, pengurus kegiatan, dan jamaah selama bulan Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengajian Hajad memiliki fungsi manifest: (1) meningkatkan spiritualitas jamaah, (2) mewariskan doktrin dan tradisi keagamaan, dan (3) melestarikan ritual keagamaan. Adapun fungsi laten meliputi: (1) memperkuat integrasi sosial, (2) menciptakan solidaritas sosial lintas latar belakang, dan (3) menjadi sarana syiar Islam di ruang publik Kota Banyuwangi. Temuan ini menunjukkan bahwa Pengajian Hajad tidak hanya berfungsi sebagai ritual transenden, tetapi juga sebagai institusi sosial yang menopang keberlangsungan sistem sosial masyarakat Muslim Banyuwangi.
DAKWAH APPROACH: Peran Gus Bupati Dan Kyai Dalam Menanggulangi Minuman Keras di Probolinggo Jawa Timur Saiful Islam; ainur rofiq
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Department of Islamic Community Development, Faculty of Dakwah,Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan penelitian penulis tentang realitas dakwah yang dihadapi Bupati Probolinggo (Gus Haris) dan Kyai dalam menghadapi permasalahan dakwah di Kabupaten Probolinggo. Adapun tujuan dalam tulisan meliputi, untuk mengetahui peran Pemerintah dan Kyai dalam menanggulangi minuman keras, dan ingin secara mendalam efektifitas dakwah pemerintah dan Kyai dalan memberantas minuman keras. Ada dua rumusan malasah dalam penelitian ini (1) Bagaimana Peran Gus Bupati dan Kyai dalam menanggulangi minuman keras di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. (2) Seberapa besar efektifitas dakwah Gus Bupati dan Kyai dalam menanggulangi minuman keras di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Untuk menjawab permasalah dakwah tersebut penulis menggunakan metode penelitian penelitian kualitatif diskriptif dan menganalisa pemberitaan yang ada di sosial media tentang maraknya peredaran Minuman Keras di Kabupaten Probolinggo.
KAMPUNG NU DAN RELASI KUASA: REPRESENTASI IDENTITAS KEAGAMAAN DALAM RUANG SOSIAL DESA Sahlan, Muhammad; Mochamad Abid Musafak
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Department of Islamic Community Development, Faculty of Dakwah,Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis relasi kuasa antara pemerintah desa dan pengurus Ranting NU dalam pembentukan "Kampung NU" di Desa Benelanlor, Banyuwangi, serta bagaimana relasi tersebut direpresentasikan dalam ruang sosial desa. Penelitian ini penting karena mengulas dinamika penguatan identitas keagamaan berbasis komunitas pascareformasi, khususnya melalui program "Sobo Deso" PCNU Banyuwangi. Studi ini berposisi mengisi kesenjangan analisis sistematis tentang interaksi modal simbolik, habitus, dan arena sosial desa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan teori praksis sosial Pierre Bourdieu, penelitian ini mengungkap mobilisasi modal simbolik religius oleh NU dan modal administratif oleh pemerintah desa untuk membentuk habitus keagamaan kolektif. Hasil utamanya menunjukkan relasi kuasa yang mutualistik namun tidak simetris, di mana identitas ke-NU-an direproduksi dan dilembagakan melalui simbol (gapura, mural) dan kebijakan resmi desa (APBDes, agenda tahunan). Proses ini menghasilkan legitimasi timbal balik dan dominasi simbolik yang menguatkan hegemonisasi satu identitas religius di ruang desa.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI BONDOWOSO Muhammad Zainal Abidin
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Department of Islamic Community Development, Faculty of Dakwah,Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel    ini    membahas    tentang    strategi    pemberdayaan masyarakat miskin di Bondowoso.  Adapun tujuan pembahasan di dalam artikel ini ialah untuk mengetahui 1. bagaimana potret kehidupan masyarakat miskin di Bondowoso 2. Faktor apa saja yang turut mengkonstruksi kemiskinan dan sekaligus ketidakberdayaan masyarakat miskin di Bondowoso 3. Bagaimana strategi yang dapat dirancang untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat miskin di bondowoso sehingga dapat berperan sebagai subyek dalam peningkatan taraf kesejahteraan hidupnya. Pendekatan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  menggunakan  kualitatif dengan   metode   studi   literatur,   peneliti   menggunakan   beberapa   buku, jurnal,   dan   hasil   observasi   terbaru   sebagai   rujukan.   Hasil   temuan mengungkapkan  bahwa 1. Potret masyarakat miskin di Bondowoso dapat dicirikan oleh dua hal mendasar. Pertama, kondisi serba kekurangan dan ketidakmampuan dalam mendapatkan sumber daya ekonomi. Kedua, secara politik masyarakat miskin di Bondowoso dicirikan oleh ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan publik, serta tidak cukup memiliki power untuk melakukan interaksi dan negosiasi dengan berbagai kekuatan sosial. 2. Faktor masyarakat miskin di Bondowoso disebabkan oleh dua faktor yang berkaitan secara dialektik. Pertama, faktor internal dan kultur seperti rendahnya pendidikan dan SDM masyarakat miskin, tidak memiliki keterampilan yang memadai dan finansial yang cukup. Kedua, dikarenakan sistem atau struktur sosial yang tidak adil. 3. Strategi pemberdayaan masyarakat miskin di Bondowoso. setidaknya terdapat dua pendekatan yang dapat dipergunakan sebagai strategi alternatif dalam memberdayakan masyarakat miskin di Bondowoso, yaitu tindakan praktis dan strategis. Tindakan praktis-pragmatis seperti pemberian insentif modal, pemberian bantuan peralatan, pemberian pelatihan, dan semacamnya. Tindakan praktis ini mutlak untuk ditindaklanjuti dengan tindakan yang lebih strategis yang orientasinya pembebasan masyarakat miskin khususnya di desa dari struktur kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Page 4 of 4 | Total Record : 35