cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30907594     EISSN : 30907608     DOI : https://doi.org/10.57235
JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran dengan nomor ISSN terdaftar 3090-7594 (Cetak - Print) dan 3090-7608 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup Pendidikan. JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan April dan Oktober.
Articles 35 Documents
Citizenship and Its Role in Shaping National Identity Yoni Lamtiur Silalahi; Immanuel Chioke; Sri Yunita
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7226

Abstract

Citizenship is a multidimensional concept that establishes the formal and moral relationship between an individual and the state. Beyond its legal aspect, citizenship embodies a social, cultural, and political bond that shapes the identity and collective consciousness of a nation. In Indonesia, the notion of citizenship carries a profound meaning that integrates national ideology, moral values, and the principles of democracy derived from Pancasila and the 1945 Constitution. This article aims to explore the concept of citizenship, its legal foundations, the role of citizenship education in nation-building, and the contemporary challenges posed by globalization. The study employs a qualitative literature review by analyzing academic writings, legal documents, and previous research. The results indicate that citizenship serves not only as a legal framework but also as a moral compass that guides national identity, civic participation, and democratic integrity. Strengthening civic literacy and education is essential to nurture responsible, critical, and participatory citizens who can sustain national unity and sovereignty in the global era.
Implementasi Etika Profesi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Kolaborasi Dengan Rekan Sejawat di SMA 1 Percut Sei Tuan Ade Ahmad Rizky; Dea Audina Siregar; Dea Mahrani Tarigan; Diba Latifah Nasution; Maria Agrifa Siagian; Olyfia Fricilia Hutagalung; Sri Lastri Sihombing
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 1 Percut Sei Tuan menerapkan etika profesi dalam bekerja sama dengan rekan sejawat. Penelitian ini fokus pada cara guru BK menjalankan prinsip-prinsip etika seperti disiplin, komunikasi yang sopan, dan kerahasiaan dalam interaksi dengan guru lain. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa guru BK menunjukkan sikap profesional dengan menjaga disiplin waktu, berkomunikasi secara terbuka dan sopan, serta bekerja sama secara efektif dengan rekan sejawat dalam menangani masalah siswa. Kesimpulan penelitian adalah penerapan etika profesi yang baik dapat menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis serta meningkatkan kualitas layanan konseling.
Upaya Meningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Menggunakan Media Kliping Siti Fatimah
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i1.6083

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah siswa mudah lupa dengan materi yang diajarkan dan kurang memahami konsep dengan baik karena kebermaknaan materi bagi anak kurang diperhatikan. Dalam pendekatan RME ini menekankan akan pentingnya konteks nyata yang dikenal siswa dan proses konstruksi pengetahuan matematika oleh siswa sendiri sehingga konsep yang diterima siswa lebih bermakna. Penelitian ini dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas VI SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru tahun ajaran 2013/2014. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru pada materi Operasi Hitung Pecahan. Data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari tes pengetahuan dan pemahaman siswa melalui ulangan harian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata persentase aktivitas guru pada siklus I adalah 85,22% (Kategori: Amat Baik) dan pada siklus II adalah 93,18% (Kategori: Amat Baik). Sedangkan persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 70,5% (Kategori: Cukup) dan meningkat menjadi 86,3% (Kategori: Baik) pada siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pada skor dasar adalah 69,2 meningkat menjadi 92,1 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 95,9 pada siklus II. Sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus I dan siklus II tercapai. Ini artinya bahwa penerapan pendekatan pendidikan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru.
Study Komparatif Efektivitas Belajar Mandiri Gen Z Melalui Konten Digital dan Sumber Akademik Tradisional Astri Khairunnisa Nasution; Najwa Salsabila Endy; Paradiba Apriliani Siregar; K. M. A Fauzi
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7260

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas belajar mandiri Generasi Z melalui konten digital dibandingkan dengan sumber akademik tradisional. Generasi Z sebagai digital natives menunjukkan preferensi belajar menggunakan media digital yang interaktif dan mudah diakses, seperti video pembelajaran, media sosial edukatif, dan platform e-learning. Namun, sumber akademik tradisional seperti buku teks dan jurnal tetap dianggap penting untuk pendalaman materi secara mendalam dan kredibel. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menggali persepsi dan pengalaman mahasiswa Generasi Z dalam menggunakan kedua sumber belajar tersebut. Hasil menunjukkan bahwa konten digital memudahkan akses, meningkatkan motivasi, dan efektivitas belajar mandiri karena sifatnya yang menarik dan fleksibel, sementara sumber akademik tradisional masih dihargai untuk validitas dan kedalaman ilmiahnya. Kombinasi konten digital dan sumber akademik tradisional menjadi pendekatan terbaik untuk mendukung pembelajaran mandiri Generasi Z di era digital.
Peran Mahasiswa Unimed Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Hak Asasi Manusia di Lingkungan Kampus Silfira Elisya Putri; Syahrani Syahrani; Ulfa Rahma Daulay; Rosi Daniela Sinambela; Julia Ivanna
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7231

Abstract

Generasi muda memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga dan mempromosikan hak asasi manusia (HAM), yang merupakan pilar utama dari kehidupan yang adil dan bermartabat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda dalam mempertahankan dan memperjuangkan hak universal di berbagai aspek kehidupan, baik di ranah sosial, politik, maupun budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan diskusi kelompok untuk menggali pemahaman, motivasi, serta tantangan mahasiswa UNIMED dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Data yang diperoleh direkam, tingkat kesadaran Hak Asasi Manusia, bentuk keterlibatan, dan hambatan yang dihadapi Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan memberi gambraan komprehensif tentang peran mahasiswa sekaligus menjadi referensi bagi lembaga pendidikan maupun pemerintah dalam merumuskan strategi pendidikan dan advokasi Hak Asasi Manusia . mahasiswa memiliki kepedulian dan keterlibatan yang tinggi dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta mengatasi ketidakadilan yang terjadi di dalam masyarakat. Mahasiswa memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi dan pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkeadaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia yang menghormati dan menjunjung HAM, mengetahui tingkat kepedulian dan keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu HAM di Indonesia serta mengetahui faktor pengaruh dan hal yang menjadi motivasi mahasiswa tersebut. yang disebarkan melalui media sosial kepada mahasiswa aktif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, termasuk mahasiswa, memiliki peran penting dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Mereka aktif dalam menyuarakan kritik terhadap pelanggaran HAM dan mendorong penegakannya melalui beragam aksi nyata untuk memperjuangkan haknya dan mewujudkan keadilan bagi masyarakat. Selain itu kepedulian dan keterlibatan mahasiswa terhadap isu-isu hak asasi manusia dilatarbelakangi oleh faktor-faktor dan motovasi yang beragam.
Meningkatkan Pengetahuan Kewarganegaraan Mahasiswa melalui Mata Kuliah Pancasila Dzakka Khairana Wandeka; T Heru Nurgiansah; Egi Rian Januri
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7037

Abstract

Strategi pembelajaran mata kuliah Pancasila yang efektif untuk memperkuat civic knowledge mahasiswa. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, kajian ini menelaah artikel jurnal penelitian, buku, silabus, serta dokumen kebijakan pendidikan tinggi yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Data dianalisis secara deskriptif-analitik dan disintesis secara tematik untuk membandingkan temuan antar sumber. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual meliputi blended learning, diskusi berbasis isu aktual (Problem Based Learning), Project Based Learning, dan student centered learning konsisten meningkatkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, serta keterlibatan sosial mahasiswa dibandingkan metode konvensional. Kendala utama yang teridentifikasi adalah praktik pengajaran yang masih normatif dan monoton, bahan ajar yang kurang kontekstual, serta sistem evaluasi yang cenderung berorientasi pada hafalan sehingga kurang mampu mengukur ranah afektif dan keterampilan kewarganegaraan. Berdasarkan temuan tersebut, perlunya integrasi pembelajaran berbasis masalah/proyek, pengembangan modul kontekstual berbasis studi kasus, peningkatan kapasitas dosen dalam metode pembelajaran aktif, serta perancangan instrumen asesmen komprehensif. Implikasi kebijakan mencakup pemanfaatan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk memperluas pengalaman nyata mahasiswa dalam internalisasi nilai Pancasila. Penelitian lanjutan direkomendasikan berupa evaluasi empiris intervensi pembelajaran untuk mengukur dampak kuantitatif terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku kewarganegaraan mahasiswa.
Konsep Jiwa (Nafs) Dalam Al-Qur’an: Tinjauan Psikologi Islam Juan Andrian Damanik; Rofly Armadhany; Turoh Binti Hajar Pasaribu; Dwi Anggraini; Kheni Nazwa
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7299

Abstract

Konsep nafs (jiwa) dalam Al-Qur'an memiliki posisi yang sangat penting karena mencakup berbagai dimensi esensial manusia, yaitu fisik, psikologis, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna serta tingkatan-tingkatan nafs yang terdapat dalam Al-Qur'an. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis relevansi konsep nafs dengan bidang psikologi Islam, khususnya dalam konteks kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang secara eksplisit memuat kata nafs. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari enam penelitian ilmiah yang relevan, yang mengkaji berbagai aspek seperti semantik Qur'ani, tazkiyah al-nafs, taswiyah al-nafs, dimensi psikis manusia, serta pandangan filsafat jiwa dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa nafs memiliki spektrum makna yang sangat luas, meliputi identitas diri, dorongan psikologis yang memengaruhi perilaku, serta potensi spiritual yang dapat dikembangkan. Al-Qur'an menguraikan tiga tahapan perkembangan jiwa yang berbeda, yaitu nafs al-ammārah (jiwa yang cenderung pada perbuatan buruk), nafs al-lawwāmah (jiwa yang senantiasa mencela diri sendiri), dan nafs al-muṭmaʾinnah (jiwa yang telah mencapai ketenangan). Proses perjalanan jiwa dari tingkatan ammārah menuju muṭmaʾinnah mencerminkan upaya untuk melakukan penyucian diri (tazkiyah al-nafs) dan mencapai keseimbangan potensi (taswiyah al-nafs). Kedua konsep ini dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan psikologi Islam serta strategi pembinaan kesehatan mental yang relevan dengan tantangan modern.
Peran Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Proses Belajar Mengajar yang Lebih Efektif di MAN Binjai Elya Siska Anggraini; Abdillah Al Qahzy; Kristiani Della Magdalena Nauli br Manurung; Elly Fadilah Siregar; Elovani Tarigan
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kreativitas guru dalam meningkatkan semangat dan partisipasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binjai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru yang diwujudkan melalui penerapan metode ice breaking dan pemanfaatan teknologi, berperan signifikan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan tidak membosankan. Ice breaking terbukti efektif membangkitkan semangat dan kesiapan siswa untuk menerima pelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang dianggap menantang seperti matematika. Sementara itu, penggunaan media seperti PowerPoint, video, Canva, dan aplikasi game edukatif membantu memvisualisasikan materi abstrak seperti biologi sehingga lebih mudah dipahami. Tantangan dalam penerapan metode kreatif, seperti kelas yang menjadi ribut dan berkurangnya waktu belajar dapat diatasi dengan strategi seperti pembentukan kelompok secara acak untuk memastikan partisipasi aktif semua siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kreativitas guru merupakan faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, yang pada akhirnya mampu meningkatkan semangat, partisipasi, dan pemahaman siswa/i terhadap materi pembelajaran.
Project Kewarganegaraan: Sosialisasi Pembuatan Filtrasi Air Secara Tradisional Pada Masyarakat Nabilah Hidayatun Ulviah; Nayla Milda Auliya; Putri Dhiyaa Uthaamih; Sirakh Surya Jati Lingga; Siti Asyiah
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7227

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup. Namun, hingga kini masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih, salah satunya di Gang Dahlia. Air yang digunakan masyarakat di wilayah ini sebagian besar berasal dari sumur gali dan penampungan rumah tangga dengan kondisi fisik yang keruh, berbau, serta berwarna kekuningan. Melihat permasalahan tersebut, tim melakukan program sosialisasi melalui pembuatan alat filtrasi air sederhana berbahan botol plastik bekas, kerikil, pasir silika, arang kayu, sabut kelapa, dan kapas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi kualitas air warga, perakitan alat filtrasi sederhana, serta uji coba terhadap air rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa filtrasi tradisional mampu memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap kualitas fisik air. Air yang semula keruh dan berbau menjadi lebih jernih, berkurang baunya, serta tingkat kekeruhan menurun sehingga lebih layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan memanfaatkan bahan lokal untuk meningkatkan kesehatan lingkungan. Meski demikian, filtrasi sederhana belum sepenuhnya mampu menghilangkan kontaminan biologis sehingga masyarakat tetap disarankan melakukan perebusan atau penambahan desinfektan sebelum air dikonsumsi. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap permasalahan kualitas air, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air bersih. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi sederhana berbasis potensi lokal yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Semantic Changes in GEN-Z Vocabulary: A Comparative Study of TikTok Language Use M Ravly Pasya; Nailah Inaya Harahap; Nursetia Manalu; Rachel Angela Rosana Hutauruk; Meisuri Meisuri
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7323

Abstract

This qualitative descriptive study investigates the rapid process of semantic change (meaning change) within Generation Z's vocabulary, specifically driven by the social environment of the TikTok platform. The research was designed to systematically compare a word’s original, established meaning with its new digital use, addressing a key gap in current studies. Utilizing a purposive sample of public TikTok comments, the research applied a descriptive review, comparing the dictionary meanings of key lexical items (e.g., slay, cap, rizz, glow up) with their contextual usage to categorize the change based on established linguistic mechanisms. The results clearly show that Gen Z vocabulary is changing significantly. The review confirmed four primary categories of change: Broadening (expansion of meaning, e.g., Slay and Glow Up), Narrowing (specialization, e.g., Rizz), Amelioration (positive or lighter shift, e.g., Cap and Clingy), and Metaphorical Extension (shift to figurative use, e.g., Peak). This research concludes that TikTok acts like a powerful engine for language evolution, accelerating the diffusion of these semantic change. This speed is driven by Gen Z's functional need for words that are highly expressive, efficient, and clearly mark their social identity online.

Page 2 of 4 | Total Record : 35