cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
EFEKTIFITAS SENAM PILATES MENGGUNAKAN BIRTHING BALL TERHADAP PENINGKATAN SELF EFFICACY PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BATU ANAM KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Parmiana Bangun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1267

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Kehamilan didefenisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi dan implantasi. Lowe (2010) menyebutkan bahwa Ibu yang pernah melahirkan sebelumnya (multipara) memiliki efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang melahirkan untuk pertama kalinya. Peningkatan efikasi diri telah mendapatkan perhatian yang cukup tinggi karena bisa berdampak pada kesehatan ibu dan anak bahkan hingga kesediaan ibu menyusui bayinya dikaitkan dengan efikasi dirinya. Tujuan: mengkaji Efektifitas senam Pilates menggunakan Birthing Ball terhadap peningkatan Self  Efficacy Pada ibu hamil trimester III. Metode:  yaitu dengan menggunakan rancangan Quasi Exprimental dengan pendekatan pretest-posttest grup design. Pretest dilakukan pada kelompok intervensi  dan kelompok  kontrol mengenai  Self efficacy pada  kehamilan Trimester   III  sebelum pelaksanaan   senam  pilate dengan menggunakan birthing ball,   dan  post   test   dilakukan   selama 1 jam, lalu akan  dibandingkan   kelompok   intervensi   dan  kelompok kontrol.Hasil: pengaruh senam pilates mengggunakan birth ball terhadap peningkatan self efficacy pada kehamilan trimester III. pada kelompok intervensi derajat self efficacy yang tergolong tinggi sebesar 12%, sedangkan pada kelompok kontrol 29%. Setelah intervensi diberikan derajat self efficacy menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p0,05), dimana pada kelompok intervensi yang tergolong self efficacy tinggi sebesar 94% dan pada kelompok kontrol sebesar 47%.. Dapat dipromosikan  dan dijadikan sebagai altematif senam hamil  di unit pelayanan kebidanan, terutama pada unit pelayanan tingkat dasar sehingga dapat meningkatkan self efficacy semua  ibu hamil  dan dapat  memanfaatkan  pelayanan tingkat dasar lebih maksimal dan kolaborasi strategi yang efektif dan efisien antar petugas kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan kebidanan yang berbasis.Kata Kunci: Pilates, Birthing Ball, Self  Efficacy AbstractBackground: Pregnancy is defined as fertilization or union of spermatozoa and ovum and continued with nidation and implantation. Lowe (2010) states that mothers who have given birth before (multipara) have higher self-efficacy than those who give birth for the first time. Increased self-efficacy has received high attention because it can have an impact on the health of mothers and children and even the willingness of mothers to breastfeed their babies is associated with self-efficacy. Objective: to examine the effectiveness of Pilates exercise using Birthing Ball to increase Self Efficacy in third trimester pregnant women. Method: by using Quasi Experimental design with pretest-posttest group design approach. The pretest was carried out in the intervention group and the control group regarding self-efficacy in the third trimester of pregnancy before the implementation of pilate exercise using a birthing ball, and the post-test was carried out for 1 hour, then the intervention group and the control group would be compared. Result: the effect of pilates exercise using a birth ball on increasing self-efficacy in the third trimester of pregnancy. in the intervention group the degree of self-efficacy which is classified as high is 12%, while in the control group it is 29%. After the intervention was given the degree of self-efficacy showed there was a significant difference (p0.05), where in the intervention group classified as high self-efficacy it was 94% and in the control group it was 47%. Can be promoted and used as an alternative to pregnancy exercise in the unit. midwifery services, especially at the basic level service units so that they can increase the self-efficacy of all pregnant women and can make maximum use of basic level services and effective and efficient strategic collaborations between health workers to improve the quality of midwifery-based care services.Keywords: Pilates, Birthing Ball, Self Efficacy
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN PASIEN TENTANG WAKTU TUNGGU DI POLIKLINIK ASY SYIFA KUDUS TAHUN 2008 Dewi Hartinah; anny Rosiana M; sri karyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pelayanan kesehatan merupakan suatu system yang komponen-komponennya saling berhubungan, berkaitan dan saling mempengaruhi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Adapun pelayanan kesehatan di poliklinik ASY’SIFA mencakup pelayanan medis dan keperawatan yang dilengkapi dengan rawat inap 24 jam.Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja dan hasil yang dirasakan dengan harapanTujuan: penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien tentang waktu tunggu di pelayanan poloklinik ASY SYIFA’.Metode : Desain penelitian ini adalah dekskriptif dengan metode sampling adalah random  sampling. Jenis  data yang diolah adalah jenis data primer dan kuesioner.  Populasinya 94 orang. Sedangkan sampelnya sebanyak 77 orang.Hasil : penelitian menyatakan bahwa sebagian besar pasien merasa puas terhadap waktu tunggu yang ada di Poliklinik Asy Syifa Kudus yaitu sebanyak 70 orang (90,09%), dan yang tidak puas sebanyak 7 orang (9,91%). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada semua pihak terutama Poliklinik ASY SYIFA’ untuk meningkatkan pelayanannya kepada pasien terutama tentang waktu tunggu di Poliklinik ASY SYIFA’.Kesimpulan: Sebagian  besar pasien merasa puas terhadap waktu tunggu.
PERBANDINGAN KUALITAS PELAYANAN PERSALINAN ANTARA PUSKESMAS DENGAN PRAKTIK MANDIRI BIDAN DI KABUPATEN KUDUS Solichati Solichati; Martha Irene Kartasurya; Farid Agushybana
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2156

Abstract

Kebutuhan pelayanan kesehatan mempengaruhi masyarakat untuk memilih sarana kesehatan yang berkualitas. Tingkat kunjungan ibu bersalin di Praktik Mandiri Bidan (PMB) semakin menurun sedangkan tingkat kunjungan ibu bersalin di Puskesmas semakin meningkat. Penelitian bertujuan menganalisis perbandingan kualitas pelayanan persalinan antara Puskesmas dengan PMB. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang melakukan persalinan baik di Puskesmas maupun di PMB periode waktu Januari – Juni 2023 di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sampel penelitian di Puskesmas sebanyak 58 orang dan di PMB sebanyak 42 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney. Tidak terdapat perbedaan dimensi kehandalan, jaminan, dan bukti fisik dalam pelayanan persalinan pada responden melahirkan di Puskesmas dan PMB. Namun, terdapat perbedaan dimensi daya tanggap dan empati dalam pelayanan persalinan. Berdasarkan rerata skor, responden melahirkan di Puskesmas merasa lebih puas terhadap dimensi daya tanggap dan empati dibandingkan dengan responden melahirkan di PMB. Peningkatan kualitas pelayanan persalinan di Puskesmas dapat dilakukan dengan menambah dokter jaga sedangkan di PMB dengan bidan mendatangi ibu yang akan bersalin.
ANALISIS MANAJEMEN PENCATATAN PELAPORAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK DAN KURANG ANAK DI PUSKESMAS TENGARAN dewi marwiyanti; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Bagus Panuntun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.485

Abstract

Masalah gizi masih menjadi masalah dibeberapa negara termasuk Indonesia. Indonesia saat ini mengalami beban gizi ganda. Masalah gizi ganda yang dimaksud adalah masalah gizi lebih, gizi kurang dan gizi buruk. Masalah gizi buruk dan gizi kurang jika bertahan hingga dewasa, akan beresiko mengalami perkembangan kognitif yang buruk dan produktifitas yang rendah bahkan sampai pada kematian. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan tingkat pertama. Banyaknya Puskesmas disekitar masyarakat, diharapkan mampu menerima dan menindaklanjuti umpan balik dari masyarakat guna meningkatkan program yang telah dilaksanakan. Masih tingginya prevalensi kejadian gizi buruk dan gizi kurang anak-anak di Indonesia maupun di Jawa Tengah, menunjukkan bahwa program puskesmas perlu dioptimalkan untuk penangulangan gizi buruk dan gizi kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen program penganggulangan gizi buruk dan gizi kurang di puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara dan analisis terhadap data dokumentasi program puskesmas. Teknik analisa data dilakukan dengan tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari-April 2018. Simpulanpenelitian adalah peran petugas pencatatan pelaporan gizi kurang dan gizi buruk dalam pembangunan kesehatan gizi telah sesuai dengan prosedur dan dilaksanakan dengan tepat waktu. Sistem pencatatan dan pelaporan di Puskesmas Tengaran pun telah dilaksanakan dengan alur yang ada. Namun, perlu ditingkatkan koordinasi tim kesehatan sehingga pemeriksaan data dapat dilakukan dengan akurat. SDM dan sarana prasarana yang tersedia cukup dan baik sebagai penunjang pencatatan dan pelaporan data.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN TIKUS PUTIH (RATUS NORVEGICUS STAIN WISTAR) Endah Susanti; Astri Yunita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1068

Abstract

Masalah kesehatan dijumpai di kalangan anak prasekolah/TK adalah berkurangnya nafsu makan anak makin meningkat. Makanan yang disuguhkan ibu harus mengandung unsur nutrisi serta sejumlah vitamin, mineral, dan serat seperti buah tomat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh jus buah tomat terhadap peningkatan nafsu makan pada tikus putih (Ratus Novergicus Stain Wistar). Desain penelitian adalah true eksperimental dengan pendekatan metode pretest-posttest with control group. Populasinya tikus putih (ratus novergicus stain wistar), dengan sampel 20 tikus, tekhnik purposive sampling. Pengumpulan data dengan observasi. Hasil penelitian pada kelompok kontrol peningkatan berat badan rata-rata 0,12 gr – 0,37 gr dan porsi makan rata-rata 0,04 gr – 0,86 gr. Sedangkan pada kelompok perlakuan peningkatan berat badan rata-rata 0,63 gr – 5,33 gr dan peningkatan porsi makan rata-rata 0,04 gr– 3,14 gr. Analisis Uji  Uji T sampel berpasangan didapatkan hasil nilai sig (2-tailed) : 0,000 dan a: 0,05, jadi a sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh buah tomat (solanum lycopersicum) terhadap nafsu makan tikus putih (ratus novergicus stain wistar), dengan kekuatan pengaruh 95% dan arah pengaruh positif. Masyarakat yang mempunyai anak usia pra sekolah untuk memberikan buah tomat setiap hari dengan tujuan meningkatkan nafsu makan anak sehingga tumbuh kembang anak dapat berkembang dengan baik.
PROMOSI KESEHATAN DALAM PEMBERIAN MINUM OBAT CACING DAN KEJADIAN KECACINGAN OXYURIS VERMICULARIS Noor Cholifah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat. Cacing kremi (Oxyuris Vermicularis) sering menyerang pada anak usia sekolah dasar, yang didalam usus anak terdapat satu atau beberapa jenis cacing yang merugikan pertumbuhan dan kecerdasan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan frekwensi minum obat cacing dengan kejadian kecacingan oxyuris vermicularis pada siswa di SD I Setrokalangan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non-eksperimental observasional bersifat korelational analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi berjumlah 40 responden dan sampel 40 responden.Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Hasilnya adalahnilai p value = 0,011 dan nilai X2 hitung 8.947 dengan df 1 sehingga didapatkan nilai X2 tabel 3.811 jadi terdapat hubungan yang signifikan antara frekwensi minum obat dengan kejadian kecacingan oxyuris vermicularis pada siswa kelas 2 di SD I dan SD II Setrokalangan Kaliwungu Kabupaten Kudus.
REKONTRUKSI PERJANJIAN THERAPIUTIK DOKTER DAN PASIEN Muhammad Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1667

Abstract

Hubungan dokter dan pasien merupakan hubungan fidusier. Artinya hubungan didasari oleh rasa percaya pasien terhadap dokter bahwa dokter dianggap secara professional mempunyai kemampuan tinggi untuk merawat dan mengobati mengobati penyakit yang diderita oleh pasien. Pasien yang sehat mentalnya dan tidak dalam kondisi yang sangat kritis berhak untuk mengambil keputusan untuk perawatan yang akan dijalaninya nanti mengenai dirinya dan nasib badannya.Informed consent sangat berperan penting sebagai dasar perjanjian terapeutik karena dalam informed consent menjelaskan informasi mengenai penyakit yang diderita oleh pasien. Tanggungjawab hukum perdata dan pidana antara dokter dengan pasien dalam perjanjian terapeutik yaitu apabila dokter dalam menjalankan tugasnya melakukan kesalahan atau kelalaian dan ingkar janji (wanprestasi) terhadap kesepakatan yang telah ditentukan bersama.Melakukan wanprestasi maka tanggung jawabnya berupa ganti rugi bisa saja berupa uang, dan apabila dokter melakukan kesalahan atau kelalaian sehingga menimbulkan sesuatu yang merugikan pasien maka tanggungjawabnya berupa hukuman pidana sesuai dengan seberapa berat kesalahan yang diperbuatnya.Tuntutan secara hukum pidana apabila dokter yang bersangkutan telah terbukti memenuhi unsur-unsur tindak pidana, misalnya memenuhi unsur-unsur malpraktek sehingga menyebabkan pasien cacat atau meninggal dunia. Sangsi pidana dan administrasi tidak hanya dapat dikenakan kepada dokter tetapi juga pada korporasi
HUBUNGAN TINGKAT KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI DENGAN TINGAT DEPRESI PADA PASIEN DEPRESI DI BANGSAL RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA Freyti Mariyani Emanuela Tumanduk; Sanfia Tesabela Messakh; H Sukardi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i1.302

Abstract

Abstrak Latar belakang. Gangguan jiwa merupakan pola perilaku yang secara klinis berkaitan dengan gejala penderitaan atau disability di dalam satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. Depresi merupakan salah satu gangguan jiwa yang memiliki prevalensi tertinggi hampir 17% dibandingkan gangguan jiwa yang lain. Gangguan yang timbul membuat kemampuan dalam melakukan aktivitas menurun, contohnya kemampuan dalam melakukan perawatan diri: mandi, berpakaian, makan, dan eliminasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemampuan perawatan diri dengan tingkat depresi pada pasien depresi di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Surakarta Jawa Tengah. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif korelasi dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, wawancara dan observasi yang kemudian di analisa menggunakan uji Pearson. Hasil. Hasil yang diperoleh nilai koefisien korelasi pearson sebesar 0,617 yang artinya menunjukan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan kuat, kemudian nilai sig 0.000 maka yang H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kemampuan perawatan diri dengan tingkat depresi pada pasien depresi di bangsal Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kemampuan perawatan diri dengan tingkat depresi pada pasien depresi di bangsal Rumah Sakit Jiwa Daerah dimana semakin tinggi tingkat depresi yang dialami maka semakin tinggi tingkat ketergantungan dalam melakukan perawatan diri.Kata kunci : Depresi, perawatan diri, kemandirian Abstract Background. Mental disorder is a pattern of behavior clinically associated with distress or disability which may interfere with one or more functions of human life. Mental health is one of the most serious health issues. Depression is one of the mental disorders that have the highest prevalence of almost 17% compared to other mental disorders. Disorders that arise make the ability to perform activities decreased, one of which is the ability to perform self-care: bathing, dressing, eating, and elimination. Purpose. This study aims to determine the relationship level of self-care capabilities with depression levels of depressed patients in the inpatient room of Mental Hospital Surakarta Region. Method. The methodology used is quantitative with descriptive correlation and sampling technique is purposive sampling. Data is collected through questioner, interview and observation which then analyzed using pearson test. Results. Results obtained Pearson correlation coefficient value of 0.617 which show the direction of positive correlation with strong power, then sig value. (2-tailed) 0.000 (due to sig 0.05) therefore H0 is rejected and H1 is accepted which means that there is a significant relationship between the level of self-care ability with depression levels in depressed patients in the Surakarta Area Mental Hospital. Conclusion. There is a significant relationship between the level of self-care ability with depression levels in depressed patients in the Surakarta Area Mental Hospital which means that the higher level of depression experienced the higher the level of dependence in self-care. Title : Depression, self-care, independence
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG BAGUS HADI KUSUMO RS PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA Dwi Diadara; Edy Soesanto; Dewi Hartinah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2685

Abstract

AbstractKualitas tidur yang buruk merupakan faktor resiko terjadinya masalah fisik dan psikologis. Demikian pula pada pasien hipertensi, gangguan tidur meningkatkan resiko peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 responden, dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan spigmomanometer digital. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah dan menilai kualitas tidur responden. Analisis data menggunakan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan P value 0,038 (P value 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada sistole pada pasien hipertensi. Sedangkan pada diastole didapatkan bahwa didapatkan p value 0,000 (P value 0,05) disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya ada hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada diastole pada pasien hipertensi. Abstract Poor sleep quality is a risk factor for physical and psychological problems. Similarly, in hypertensive patients, sleep disorders increase the risk of increased blood pressure. This study aims to determine the relationship between sleep quality and blood pressure in hypertensive patients. In this study, the researcher used a type of quantitative research. The research design uses descriptive correlation. The sample in this study was 32 respondents, with purposive sampling. The research instruments used were the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and a digital spigmomanometer. Data collection was carried out by measuring blood pressure and assessing the sleep quality of respondents. Data analysis uses Pearson correlation. The results of the study showed that there was a relationship between sleep quality and blood pressure in hypertensive patients with a P value of 0.038 (P value 0.05), so it can be concluded that there is a relationship between sleep quality and blood pressure in systoles in hypertensive patients. Meanwhile, in diastole, it was found that a p value of 0.000 (P value 0.05) was obtained and it was concluded that Ha was accepted. This means that there is a relationship between sleep quality and blood pressure at diastole in hypertensive patients.
THE DESCRIPTION OF KNOWLEDGE, PERCEPTION, ROLE, ROLE IMPLEMENTATION, EMOTIONAL CONNECTION IN PSYCHOSEXUAL DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 3-5 YEARS IN NEW NORMAL PERIOD AT THE SUBURBAN OF SURABAYA Elly Dwi Masita; Adenia Dwi Ristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.883

Abstract

The number of pornography and cybercrime among Indonesian children reaches 4448 cases – children as a perpetrator and victim. Meanwhile, Indonesian children experience 183 cases of rape and sexual abuse, 54 cases of sodomy or pedophilia – children as a perpetrator, 42 cases of sodomy or pedophilia – children as a victim, and 44 cases of abortion. Preliminary study on March 2020 in West Surabaya showed that 6 in 10 children aged 3-5 years faced sexual abuse or harassment and rape by their closest circle. The research aims are to describe the level of knowledge, perception, role implementation, emotional connection between father and child in the accompaniment of psychosexual development of children. This paper combined quantitative and qualitative methodologies with a phenomenological approach. Respondents were father compatible with inclusion criteria – was determined by researchers. This study used total sampling – 112 fathers lived in West Surabaya. The research instruments were questionnaire and observation sheet. Data analysis utilized percentage analysis, data reduction, and data triangulation.Result: There were 64.5% low level of knowledge, 70.5% negative perception, 63.4% father absence in assisting psychosexual development of children, and 69.6% absence of emotional connection.Conclusion: The father’s role in assisting the psychosexual development of children aged 3-5 years can decrease the number of psychosexual disorders in adulthood.Keywords: knowledge, perception, role, role implementation, father, child’s psychosexual

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue