cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PENGARUH DIGITAL REMINDER TERHADAP PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Ade Iwan Mutiudin; Baharudin Lutfi S; Ana Ikhsan Hidayatulloh; Arista Putri Agustin
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1970

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi batas normal dan memiliki komplikasi neuropati. Neuropati diabetik dapat berdampak serius terhadap infeksi dan kematian jaringan di kaki, sehingga kaki perlu diamputasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi neuopatik tersebut adalah perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digital reminder terhadap perilaku perawatan kaki pada penderita diabetes tipe 2. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif pre eksperimental dengan metode model one group pretest postest. Sampel sebanyak 16 orang yang diperoleh dengan didasarkan pada rumus Federer. Hasil penelitian didapatkan perilaku perawatan kaki sebelum diberikan intervensi digital reminder dengan hasil nilai rata rata mean pre 33.12 dan mengalami peningkatan setelah dilakukan intervensi digital reminder dengan hasil nilai rata-rata mean post 64.12. Hasil analisis didapatkan terdapat pengaruh yang signifikan intervensi digital reminder terhadap perilaku perawatan kaki dengan nilai p value 0,000. Digital reminder menjadi salah satu solusi untuk memberikan pesan pengingat kepada penderita DM sehingga perilaku perawatan kaki diabetes dapat meningkat lebih baik.  
PENGARUH PEMBERIAN INFORMED CONSENT TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA Dwi Astuti; Ummi Kulsum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i2.464

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang. Pasien dan keluarga memandang setiap tindakan pembedahan sebagai peristiwa  besar yang  dapat menimbulkan takut dan cemas tingkat tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan pemberian informed consent untuk mengurangi kecemasan pasien terhadap ancaman-ancaman yang dirasakan pasien saat akan menjalani operasi. Peran perawat dalam perawatan pre operasi adalah sebagai advocate, counselor dan consultant. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian informed consent terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di RSUD RAA Soewondo Pati. Jenis penelitian ini quasy experiment dengan menggunakan bentuk rancangan one group pre and postest design. Data dianalisa dengan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi sebagian besar mengalami cemas ringan sebanyak 25 orang (39,7%), dan kecemasan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok intervensi yaitu sebagian besar mengalami cemas ringan sebanyak 33 orang (52,4%),  Hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh p value = 0,001 α = 0,05. Kesimpulan Ada pengaruh antara informed consent terhadap kecemasan pada pasien pre operasi Sectio Caesarea dengan hasil P value 0,001 p value 0,05.
STUDI KORELASI KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN DAN SPOTTING DI DESA NGAMBAKREJO Yanti Yanti; Indah Risnawati; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3001

Abstract

Kontrasepsi Suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh akseptor. Kelebihan dari kontrasepsi Suntik diantaranya sangat efektif, tidak berpengaruh pada hubungan suami istri, tidak berpengaruh terhadap ASI dan tidak perlu menyimpan obat ditempat khusus. Semua jenis kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan dari kontrasepsi suntik adalah terganggunya pola haid diantaranya adalah amenorrhea, menoragia dan muncul bercak (spotting), kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian mengalami keterlambatan, dan peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Korelasi KB Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Dan Spotting " Di Desa Ngambakrejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik korelasional dan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Adapun kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi ibu yang menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan, telah menjadi akseptor KB suntik selama minimal 6 bulan hingga 1 tahun, serta bersedia menjadi responden. Sementara itu, kriteria eksklusi ditetapkan untuk ibu yang memiliki gangguan metabolisme, seperti Diabetes Mellitus, Hipotiroidisme, Hipertiroidisme, Fenilketonuria (PKU), Galaktosemia, Gout (asam urat), serta penyakit jantung. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunkan intrumen ceklis berupa melihat rekam medis kb suntik pasien serta berat badan dan alat timbangan dan riwayat spotting pasien,  Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil penelitian statistik uji chi square diperoleh berat badan p value = 0.000 dan spotting p value = 0.000 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0,05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, hasil penelitian bahwa ada Korelasi antara KB Suntik 3 Bulan dengan berat badan dan spotting di Desa Ngambakrejo 
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENGELOLAAN PENYAKIT DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI SERANGAN BERULANG ASMA BRONCIAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIAMAN Ramaita ramaita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.898

Abstract

Penyakit asma masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di hampir semua negara di dunia, yang sebagian besar diderita oleh anak-anak sampai dewasa dengan derajat penyakit dari ringan sampai berat. Penyakit ini menyebabkan kehilangan hari kerja produktif, gangguan aktifitas sosial, bahkan beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini memerlukan pengetahuan dan kesiapan yang tepat dalam menghadapi serangan berulang sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit dengan kesiapan menghadapi serangan berulang pada Asma Bronkial di Wilayah kerja Puskesmas Pariaman. Desain penelitian adalah descriptif analitikdengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel yaitu 35 orang responden yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik dengan analisis Chi square diperoleh nilai p value 0,000 ≤ 0,05 berarti Ha diterima H0 ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit dengan kesiapan menghadapi serangan berulang Asma bronchial. Pengetahuan tentang penyakit Asma Broncial dalam kesiapan menhadapi serangan asma berulang sangat penting, dimana tujuan utamanya adalah memberikan pengetahuan kepada pasien maupun keluarga tentang perubahan perilaku hidup sehat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi serangan berulang pada asma bronkial. Kepada pasien hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan lagi tentang bagaimana pengelolaan penyakit asma bronkial, dan pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor yang lain yang lebih mempengaruhi dalam melakukan pengelolaan serangan asma bronkial.Penyakit asma masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di hampir semua negara di dunia, yang sebagian besar diderita oleh anak-anak sampai dewasa dengan derajat penyakit dari ringan sampai berat. Penyakit ini menyebabkan kehilangan hari kerja produktif, gangguan aktifitas sosial, bahkan beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini memerlukan pengetahuan dan kesiapan yang tepat dalam menghadapi serangan berulang sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit dengan kesiapan menghadapi serangan berulang pada Asma Bronkial di Wilayah kerja Puskesmas Pariaman. Desain penelitian adalah descriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel yaitu 35 orang responden yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik dengan analisis Chi square diperoleh nilai p value 0,000 ≤ 0,05 berarti Ha diterima H0 ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit dengan kesiapan menghadapi serangan berulang Asma bronchial. Pengetahuan tentang penyakit Asma Broncial dalam kesiapan menhadapi serangan asma berulang sangat penting, dimana tujuan utamanya adalah memberikan pengetahuan kepada pasien maupun keluarga tentang perubahan perilaku hidup sehat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi serangan berulang pada asma bronkial. Kepada pasien hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan lagi tentang bagaimana pengelolaan penyakit asma bronkial, dan pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor yang lain yang lebih mempengaruhi dalam melakukan pengelolaan serangan asma bronkial.
SINERGITAS PERAN PANDU DIABETES DALAM EDUKASI MANAJEMEN MANDIRI DIABETES MELLITUS TIPE 2 UNTUK PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH DI MASA PANDEMI Tuti Anggarawati; Diana Tri Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1544

Abstract

Diabates Mellitus (DM) merupakan salah satu komorbid dengan tingkat kesakitan yang tinggi di Masa Pandemi ini. Dari total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Tengah, pasien dengan riwayat DM merupakan urutan nomor dua tertinggi setelah hipertensi. Titik kunci untuk menurunkan potensi terkonfirmasi dan peningkatan angka kesembuhan diabetesi terkonfirmasi adalah pengendalian glukosa darah. Untuk menghindari keberagaman informasi yang tidak diketahui kebenarannya dan melihat fenomena pola belajar diabetesi, perawat  perlu pendekatan yang kreatif dalam edukasi DM yaitu dengan bersinergi dengan pandu diabetes. Penelitian ini dilaksanakan secara kuantitatif dengan menggunakan rancangan One-group pre-post test design. Peneliti menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel adalah 70 diabetesi dan instrumen yang digunakan adalah SDSCA ( The Summary of Diabetes Self Care Activities Measure ). Prosedur pengambilan data dengan mengukur kemampuan manajemen mandiri DM kemudian dilakukan edukasi selama 6 bulan dan setelahnya dilakukan pengukuran kembali. Analisa data menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan glukosa darah antara sebelum dan sesuadah intervensi dengan p:0,004. Simpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh peran pandu diabetes dalam edukasi manajemen mandiri DM tipe 2 untuk pengendalian glukosa darah di masa pandemi. Edukasi dengan melibatkan peran pandu diabetes dapat dilaksanakan pada layanan kesehatan dasar sebagai upaya promotif  pengendalian kadar glukosa darah.
PENGARUH TERAPI TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA KALIWUNGU DAN PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Anny Rosiana Masithoh; Nor Asiyah; Sholihah Sholihah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang  :  World  Health  Organization  (WHO,  2006)  memperkirakan  bahwa  jumlah penyandang tunagrahita adalah 3% dari seluruh populasi penduduk dunia. Jika populasi penduduk di dunia  sekitar  6,5  milyar,  berarti  dapat  diperkirakan  bahwa  jumlah  penyandang  tunagrahita  adalah sebesar 195 juta jiwaTujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisis  pengaruh  terapi  kelompok  suportif  terhadap perubahan beban keluarga dalam merawat anak tunagrahita di SLB Kabupaten Kudus. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group.  Tempat penelitian di SLB Purwosari (kelompok intervensi) dan SLB Kaliwungu (kelompok kontrol). Sampel penelitian adalah  seluruh  keluarga  anak  tunagrahita  di  SLB  Purwosari  dan  SLB  Kaliwungu  yang  memenuhi kriteria inklusi, yaitu 68 (32 kelompok intervensi dan 36 kelompok kontrol) keluarga. Hasil penelitian menunjukkan ada  perbedaan signifikan beban dan tingkat ansietas keluarga sebelum dan setelah mendapatkan terapi kelompok suportif pada kelompok intervensi dan tidak ada perbedaan signifikan  beban  keluarga  sebelum  dan  setelah  terapi  kelompok  suportif  pada  kelompok  kontrol. Rekomendasi  penelitian  ini  adalah  perlunya  dibentuk  kelompok  suportif  di  SLB,  beranggotakan keluarga yang memiliki anak tunagrahita. Kata kunci  : Beban, Tunagrahita, Terapi Kelompok SuportifDaftar pustaka : 95 (1989-2010
PENGARUH POSISI HEAD UP 30 DERAJAT TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN Arif Hendra Kusuma; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.699

Abstract

Cedera kepala ringan merupakan salah satu klasifikasi dari cedera kepala yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada fungsi persarafan serta penurunan kesadaran pada seseorang tanpa menimbulkan kerusakan pada organ lainnya. Cedera kepala dapat menyisakan tanda ataupun gejala somatik yang berupa nyeri kepala. Posisi head up 30 derajat merupakan cara memposisikan kepala seseorang lebih tinggi sekitar 30 derajat dari tempat tidur dengan posisi tubuh sejajar dan kaki lurus atau tidak menekuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi head up 30 derajat terhadap nyeri kepala pada pasien cedera kepala ringan. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan pendekatan Pretest Posttest  One Group Design. Jumlah sampel sebanyak 22 responden. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil uji statistik menggunakan uji dependen t-test menunjukkan ada pengaruh posisi head up 30 derajat terhadap nyeri kepala pada cedera kepala ringan (P value = 0,002; α0,05). Saran: penelitan ini dapat menjadi salah satu  intervensi keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk mengatasi nyeri pada pasien cedera kepala ringan.
EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Faridha Alfiatur Rohmaniah; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1305

Abstract

Abstrak Latar Belakang : GGK (gagal ginjal kronik) atau Chronic Kidney Disease kini menjadi masalah kesehatan serius di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit gagal ginjal kronis berkontribusi pada beban penyakit dunia dengan angka kematian sebesar 850.000 jiwa per tahun (Pongsibidang, 2016). Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dan 2018 menunjukan bahwa prevalensi penyakit gagal ginjal kronis di Indonesia ≥ 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter pada tahun 2013 adalah 0,2% dan terjadi peningkatan pada tahun 2018 sebesar 0,38%. GGK (gagal ginjal kronik)  merupakan suatu penyakit pada sistem perkemihan karena penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif : keadaan klinis yang timbul pada pasien GGK adalah tidak ada nafsu makan, mual, muntah, pusing, sesak nafas, rasa lelah, edema pada kaki dan tangan, serta uremia (Almatsier, 2006), yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Gagal ginjal kronik (CKD) merupakan penyakit karena adanya kerusakan pada fungsi ginjal sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia. Efikasi diri merupakan kemajuan diri dari pasien untuk sembuh dan sebagai suatu perkiraan individu terhadap kemampuannya sendiri dalam mengatasi situasi tertentu.  Perlunya self efficacy pada penderita gagal ginjal kronik untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Pasien GGK (gagal ginjal kronik) yang menjalani hemodialisis mengalami perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan yang berakibat menurunnya kualitas hidup. Pasien GGK (gagal ginjal kronik) harus menjalani perawatan mandiri seperti yang dianjurkan oleh tim medis supaya kualitas hidupnya tidak semakin rendah. Peran efikasi diri dalam perawatan mandiri pasien GGK (gagal ginjal kronik)  menentukan tinggi rendahnya kualitas hidup pasien.Tujuan: Untuk menjawab pertanyaan tentang Efikasi diri untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani HemodialisisMetode: Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui researchGate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar Kesimpulan: Penerapan hemodialisis mempengaruhi kemampuan perawatan diri dan tingkat efikasi diri pasien. Ada korelasi positif antara kemampuan perawatan diri dan efikasi diri. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk menyelenggarakan program pendidikan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri dan tingkat efikasi diri pasien HD dan menyiapkan rencana yang komprehensif termasuk keluarga pasien.     Abstract Background: CKD (chronic kidney failure) or Chronic Kidney Disease is now a serious health problem in the world. According to the World Health Organization (WHO), chronic kidney failure contributes to the world's disease burden with a mortality rate of 850,000 people per year (Pongsi Field, 2016). The results of Basic Health Research in 2013 and 2018 show that the prevalence of chronic kidney failure in Indonesia 15 years based on a doctor's diagnosis in 2013 was 0.2% and there was an increase in 2018 of 0.38%. CKD (chronic kidney failure) is a disease of the urinary system due to a progressive decline in kidney function: clinical conditions that arise in patients with CKD are no appetite, nausea, vomiting, dizziness, shortness of breath, fatigue, edema of the feet and hands. , and uremia (Almatsier, 2006), which is characterized by an irreversible decline in kidney function, to a degree that requires permanent renal replacement therapy, in the form of dialysis or kidney transplantation. Chronic kidney failure (CKD) is a disease due to damage to kidney function so that the body loses its ability to maintain metabolism, fluid and electrolyte balance which causes uremia. Self-efficacy is a patient's self-advancement to recover and as an individual estimate of his own ability to cope with certain situations. The need for self-efficacy in patients with chronic kidney failure to increase their self-confidence. Patients with CKD (chronic kidney failure) who undergo hemodialysis experience changes in various dimensions of life which result in decreased quality of life. Patients with CKD (chronic kidney failure) must undergo independent treatment as recommended by the medical team so that their quality of life does not get lower. The role of self-efficacy in self-care of patients with CKD (chronic kidney failure) determines the high and low quality of life of the patient.Objective: To answer questions about self-efficacy to improve the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysisMethods: This report is a literature review, in which there are 10 articles taken from a computer database through researchGate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic ScholarConclusion: The application of hemodialysis affects the ability of self-care and the level of self-efficacy of the patient. There is a positive correlation between self-care ability and self-efficacy. Based on the results of this study, it is recommended to organize an educational program to improve self-care abilities and self-efficacy levels of HD patients and prepare a comprehensive plan including the patient's family.
HUBUNGAN ANTARA PRAKTIK PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KEJADIAN MASTITIS PADA IBU NIFAS TAHUN 2009 DI BPS NUNUK DESA BANDENGAN KABUPATEN JEPARA Pri Astuti; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus (saluran susu) hingga puting susu atau disebut juga peradangan pada payudara. Masalah payudara yang sering terjadi pada masa nifas sebenarnya dapat dicegah dengan dilakukannya perawatan payudara sebelum dan setelah melahirkan. Hasil survey awal di BPS Nunuk desa Bandengan pada tahun 2009 sampai bulan Mei 2009 terdapat ibu nifas dan ibu menyusui sebanyak 215 orang dengan masalah payudara diantaranya puting susu lecet 15 orang (6,98%), puting susu datar 13 orang  (6,01%), bendungan ASI 21 orang  (9,77%) dan mastitis 27 orang (12,56%).Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara praktik perawatan payudara dengan kejadian mastitis pada ibu nifas tahun 2009-2009 di BPS Nunuk desa Bandengan Kabupaten Jepara tahun 2009.Metode: Penelitian ini merupakan korelasional dengan rancangan retrospective.Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas. Teknik yang digunakan adalah total sampling yang digunakan sebanyak 27 responden. Analisa hasil penelitian akan menggunakan chi-square dan alat ukur penelitian menggunakan kuesioner.Hasil : x2 hitung = 11,813 dan x2 tabel = 7,292, p value = 0,001 dan α = 0,05, x2 hitung lebih besar x2 tabel. Jadi ada Hubungan antara Praktik Perawatan Payudara dengan Kejadian Mastitis pada Ibu Nifas tahun 2009-2009 di BPS Nunuk desa Bandengan Kabupaten Jepara Tahun 2009.Kesimpulan : Ada Hubungan antara Praktik Perawatan Payudara dengan Kejadian Mastitis pada Ibu Nifas tahun 2009-2009 di BPS Nunuk desa Bandengan Kabupaten Jepara Tahun 2009.
RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MPASI DINI SEBAGAI PREDIKTOR TERJADINYA STUNTING Rosdiana Rosdiana; Ririn Puspita Sari; Annisa Tri Feby Kirana; Umi Daimah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2197

Abstract

Masalah stunting merupakan gambaran dari malnutrisi kronis yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, prevalensi stunting pada balita mencapai 21,6% pada tahun 2022, dan di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, angka stunting mencapai 36,16% pada tahun 2019. Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat apakah Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dan Riwayat MPASI Dini dapat diprediksi sebagai faktor terkait stunting pada anak usia 24 bulan di Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain case control, melibatkan ibu yang memiliki anak usia 6 - 24 bulan. Dari total 45 baduta yang menjadi sampel, 15 mengalami stunting sebagai kasus dan 30 lainnya tidak mengalami stunting sebagai kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji chi square, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Riwayat ASI Eksklusif dan Riwayat MPASI Dini sebagai prediktor stunting pada anak usia tersebut di Kecamatan Lintang Kanan, dengan nilai p value 0,003 untuk setiap variabel. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi lebih lanjut dalam pelayanan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI Eksklusif dan MPASI untuk mengurangi angka stunting pada anak-anak tersebut

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue