cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) KELUARGA DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA Ummi Kulsum; Indanah Indanah; Kumala Afiyani Rizqi; Islami Islami; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1960

Abstract

Pneumonia sebagai beberapa diantara penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di negara Indonesia, pneumonia menyebabkan kematian kedua pada anak setelah diare. Di negara Indonesia, jumlah penderita pneumonia antara 23-27% dan 1,19% meninggal akibat pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara perilaku hidup bersih sehat (PHBS) keluarga dengan pneumonia pada balita di UPT Puskesmas Bae Kudus tahun 2018. Jenis penelitian adalah korelasional dimana pendekatan yang digunakan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 113 bayi berusia antara 2 bulan hingga 5 tahun dengan gejala batuk penyebab pneumonia, dan sampel sebanyak 88 bayi. Pengambilan sampel dengan cara random sampling. Kuesioner Perilaku Keluarga Bersih dan Sehat dan MTBS (Manajemen Terpadu Anak Sakit) digunakan untuk mengumpulkan data. Uji statistik chi-kuadrat. Perilaku hidup bersih dan sehat keluarga dengan kejadian pneumonia anak berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh p-value = 0,392 (0,05), artinya tidak ada korelasi antara perilaku hidup bersih dan sehat keluarga dengan pneumonia anak di Puskesmas Bae Kudus 2018.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA PABRIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWUNGU Rusnoto Rusnoto; Hengki Hermawan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i2.450

Abstract

Latar Belakang :Penyakit hipertensi merupakan masalah yang sedang dialami oleh seluruh dunia. Berdasarkan data WHO (2008), sebesar 40% penduduk usiadewasa menderita     hipertensi.  Hipertensi salah satunya disebabkan oleh faktor stres, salah satunya  orang  zaman sekarang sibuk mengutamakan pekerjaan untuk mencapai kesuksesan.  Kesibukan dan kerja keras serta tujuan- tujuan yang berat mengakibatkan timbulnya  rasa  stres  dan  timbulnya  tekanan  yang  tinggi. Tujuan : Diketahuinya hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi pada pekerja pabrik di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Kudus 2017. Metode : Jenis penelitian Analitik Korelasi. Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel 81 responden pasien rawat jalan puskesmas Kaliwungu dengan tekhnik random sampling. Alat ukur yang digunakan ada;ah kuesioner. Analisa data univariat dan bivariate. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Spearman rhow. Hasil Penelitian : Penelitian tentang hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi pada buruh pabrik di wilayah kerja puskesmas Kaliwungu Kudus 2017 dengan uji statistic Spearman Rhow di peroleh nilai p (0.000). Kesimpulan : Ada hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi pada pekerja pabrik di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Kudus 2017. (Ha diterima, Ho ditolak)
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Aliyatur Rofi’ah; Islami Islami; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2991

Abstract

Masa anak perlu dilakukan stimulasi agar tumbuh kembang anak berkualitas dan tidak terdapat penyimpangan. Faktor yang pertama yaitu keluarga, yang merupakan unit terpenting dalam pengembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi. Penelitian ini menggunakan populasi anak didik yang sekolah di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati sebanyak 44 anak. Teknik sampling yang dipergunakan yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner KPSP dan kuesioner kepatuhan ibu. Analisa data yaitu chi square. Hasil penelitian menerangkan bahwa ibu responden patuh terhadap perkembangan anak sebanyak 30 (68,2%), sedangkan ada 14 (31,8%) ibu responden yang tidak patuh. Hasil kuesioner KPSP menggambarkan bahwa sebagian besar responden berkembang sesuai harapan sebanyak 25 (56,8%), meragukan sebanyak 16 (36,4 %), sedangkan ada 3 (6,8%) responden kurang. Uji chi square sebesar 0,001 artinya ada hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil skrining KPSP di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM MENANGANI BALITA GIZI DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS SUNGAI LIMAU Mechi Silvia Dora
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.934

Abstract

Salah satu indikator pencapaian pembangunan kesehatan adalah status gizi anak usia bawah lima tahun (balita). Masa balita sangat rentan mengalami masalah gizi karena kurang gizi pada anak. Gizi kurang adalah suatu proses kurang makan dimana beberapa nutrisi tidak terpenuhi.UntukmengetahuiPengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Ibu Dalam Menangani Balita Gizi Kurang Di Korong Duku Nagari Pilubang Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau. kuantitatif eksperimen semu (quasy-eksperimen) terhadap one grouppretes dan posttes design, yaitu desain penelitian yang terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Pengambilansampel di lakukandenganteknikpurposive samplingdenganjumlahsampel 15 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh bahwa Sebelum diberikannya pendidikan kesehatan (Pre test), hanya sebagian kecil yang memiliki sikap positif tentang balita gizi kurang yaitu sebanyak 60.0%, Sesudah diberikannya pendidikan kesehatan (post test), (86.7%)ibu balitasudah memilikisikap positif tentang balita gizi kurang, sementara 2 orang (13,3%) masih memiliki sikap negatif, adanya pengaruh ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang balita gizi kurang terhadap sikap  ibu tentang menangani balita gizi kurang di korong duku nagari pilubang wilayah kerja puskesmas sungai limau tahun 2019. (p value = 0,046 0,05). Terdapat perbedaan sikap antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dalam upaya menangani balita gizi kurang. 
DAMPAK KURANGNYA NUTRISI PADA IBU HAMIL TERHADAP RISIKO STUNTING PADA BAYI YANG DILAHIRKAN Nasriyah Nasriyah; Suryo Ediyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1627

Abstract

Asupan gizi ibu hamil menjadi faktor penting baik untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil atau untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Kekurangan gizi selama hamil dapat terjadi jika diet ibu hamil mengandung nutrisi yang tidak mencukupi dan tidak memenuhi persyaratan tubuhnya. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada ibu hamil diantaranya adalah kelahiran bayi dengan berat lahir rendah dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat kurang nutrisi pada ibu hamil terhadap risiko stunting bayi yang dilahirkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan literatur review yang terdiri dari 24 sumber baik berasal dari jurnal internasional, nasional dan riset kesehatan dasar. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan Asupan gizi pada ibu hamil berdampak pada kesehatan ibu dan pertumbuhan janin yang dikandungnya. Selama hamil kebutuhan gizi meningkat 2-3 kali dibandingkan pada wanita tidak hamil. Masalah gizi yang terjadi pada ibu hamil berpengaruh terhadap pertumbuhan janin didalam kandungan, bayi yang dilahirkan dapat terjadi kelahiran dengan BBLR dan gizi kurang yang dapat memicu terjadinya stunting pada anak. Adapun saran yang dapat diberikan diantaranya adalah Perlunya peningkatan pemenuhan kebutuhan gizi selama hamil untuk mencegah masalah kurang gizi pada ibu hamil dengan pemberian makakanan tambahan. Pemeriksaan/pemantauan kehamailan secara rutin dan berkualitas sehinggan dapat dilakukan penanganan secara dini terhadap ibu hamil yang bermasalah. Penanganan yang tepat pada BBLR dan gizi kurang pada bayi agar tidak jatuh pada keadaan stunting. Pemberian pendidikan kesehatan tentang gizi ibu hamil kepada ibu hamil. Pelaksanaan deteksi anemia pada remaja dan ibu hamil trimester pertama
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBUT KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2013 Darmayanti Wulandatika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.269

Abstract

Kebijakan Departemen Kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), adalah dengan cara mendekatkan pelayanan ibu dan anak di tingkat dasar dan rujukan yang pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “empat pilar safe mother hood”, pada pilar kedua adalah asuhan Antenatal yang sangat penting karena dapat memantau perkembangan kehamilan dan mendeteksi kelainan atau komplikasi yang menyertai kehamilan secara dini dapat ditangani secara cepat dan benar, sehingga dapat mengurangi risiko kesakitan bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan  Ibu Dalam Melakukan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Gambut Tahun 2013.Jenis penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Jumlah populasi 192 dan  sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 192 responden,. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif  dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistiK diperoleh p-value masing-masing variable independent yaitu paritas ( p-value=0.017) ada hubungan antara paritas dengan kepatuhan ANC, umur ( p value = 0.409) tidak ada hubungan antara umur bidan dengan kepatuhan ANC, pengetahuan (p-value=0.032) ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ANC, pendidikan (p-value=0.04) ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan ANC, sikap (p-value=0.016) ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan ANC, pekerjaan (p-value=0.578) tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan ANC, keterjangkauan waktu (p-value=0.506) tidak ada hubungan yang bermakna antara keterjangkauan waktu dengan kepatuhan ANC, dorongan petugas  (p-value =0.032) ada hubungan antara dorongan petugas dengan kepatuhan ANC, dorongan keluarga (p-value =0.035) ada hubungan antara dorongan keluarga dengan kepatuhan ANC, pelayanan ANC (p-value=0.039) ada hubungan antara pelayanan ANC dengan kepatuhan ANC, ketersediaan transportasi (p-value=0.377) tidak ada hubungan antara ketersediaan transportasi dengan kepatuhan ANC, keterjangkauan jarak (p-value=0.570) tidak ada hubungan antara keterjangkauan jarak dengan kepatuhan ANC.Variabel dominan dalam penelitian ini adalah pendidikan setelah dikontrol variabel paritas, dorongan petugas, dorongan keluarga, dan pelayanan ANC dengan p-value = 0.001 dan OR 11.814 (95%CI : 3.994-34.946) yang berarti responden dengan pendidikan tinggi 11.814 kali lebih patuh dibandingkan dengan responden dengan pendidikan rendah.
KONFIRMASI TIGA VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Jesy Fatimah; Sartika Rona Nafuri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.744

Abstract

Pada tahun 2016 cakupan Kunjungan Pertama (K1) ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya yaitu 97,68% dari target 97% sedangkan cakupan Kunjungan Keempat (K4) 85,35% dari target 92%. Cakupan K4 yang rendah menunjukkan motivasi ibu hamil yang kurang untuk melanjutkan pemeriksaan kehamilannya hingga trimester akhir (trimester III) masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fungsi keluarga, status ekonomi dan persepsi ibu terhadap motivasi ibu hamil melakukan kunjungan antenatal care di wilayah Puskesmas Sukaraja Kabupaten Lebong Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi ibu hamil trimester III sebanyak 32 orang, tekhnik sampel total sampling dengan jumlah 32 ibu. Instrumen penelitian ini kuesioner dan hasil diolah menggunakan SPSS dengan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian fungsi keluarga P=0,011 dengan koefisien regresi 3,40 , status ekonomi P=0,020 dengan koefisien regresi 2,66, persepsi ibu P=0,024 dengan koefisien regresi 2,514 hal ini menunjukkan ada pengaruh fungsi keluarga, status ekonomi, dan persepsi ibu terhadap motivasi ibu hamil melakukan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Lebong Tahun 2017. Kesimpulannya adalah fungsi keluarga memiliki pengaruh terbesar dalam motivasi ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal care. 
KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU UPAYA PENCEGAHAN CORONAVIRUS DESEASE (COVID-19) Sukesih Sukesih; Indanah Indanah; Rini Kartika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1290

Abstract

Latar belakang : Coronavirus 2 (SARS CoV-2) adalah penyakit menular yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina pada tanggal 31 Desember 2019 dan lebih dari 22 juta penduduk di dunia sudah terinfeksi Virus Corona (Covid-19) dan sudah hampir menyebar di semua Negara di dunia. Upaya penghentian laju penyebaran virus corona tidak akan maksimal tanpa perilaku pencegahan Covid-19 oleh masyarakat. Perilaku menurut Lawrence Green dalam Notoatmodjo (2011) dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Faktor predisposisi ditentukan oleh beberapa hal yaitu; pendidikan, media massa, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik kepala keluarga dengan perilaku upaya pencegahan coronavirus desease (covid 19)Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan data baik data untuk variabel independen (variabel bebas) maupun variabel dependen (variabel terikat) dilakukan secara bersama-sama. Jumlah sampel sebanyak 72 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian ini adalah kusioner dan analisa data menggunakan uji statistik chi square.Hasil Penelitian : Hasil analisa menunjukkan, nilai signifikansi variabel usia sebesar 0,099 (0,05) artinya hipotesis ditolak sedangkan nilai signifikansi variabel pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan sebesar (0.004, 0.017, dan 0.024) kurang dari (0,05) artinya hipotesis diterima.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara usia dengan perilaku upaya pencegahan di desa Ploso namun terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku upaya pencegahan coronavirus desease (covid 19) pada masyarakat Desa Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Kata Kunci : Karakteristik Kepala Keluarga, Pencegahan, Covid-19 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN KEMAUAN IMUNISASI TT2 (STUDI KASUS DI PUSKESMAS BANGSRI I) Rusnoto Rusnoto; Rizka Himawan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Program Imunisasi TT untuk wanita usia subur,  diharapkan bayi yang dikandungnya tidak terjangkit penyakit menular degeneratif tetanus neonatorum. Puskesmas Bangsri I merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Jepara di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah penduduk 57.597 ribu jiwa pada tahun 2007. Data dari Puskesmas Bangsri I menunjukkan bahwa dalam periode 2006-2007 cakupan TT2 calon wanita usia subur mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2006 jumlah kujungan wanita usia subur  di Puskesmas Bangsri I yaitu 620 orang dengan cakupan Imunisasi TT2 sebesar 45%. Hal ini belum mencapai target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 95%. Sedangkan pada tahun 2007 terjadi peningkatan yaitu sebesar 48% untuk cakupan TT2 dari jumlah Kujungan wanita usia subur  sebanyak 652 orang. Jadi cakupan TT2 di Puskesmas Bangsri I  belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 95%.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan karakteristik dan tingkat pengetahuan dengan kemauan Imunisasi TT2 pada  wanita usia subur  di Puskesmas Bangsri I tahun 2008.Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah wanita usia subur yang datang ke Puskesmas untuk melakukan imunisasi    TT 1 pada tahun 2007 yaitu sejumlah 652 orang, Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 45 orang hasil ini didapatkan dari perkiraan rata-rata yang diambil dari tiap bulan.yang diambil dengan tehnik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan metode pengumpulan data adalah angket. Analisa data untuk menguji hipotesa digunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian : Dari sejumlah 45 WUS, sebagaian besar pada kelompok umur antara 17 – 24 Tahun sebesar 65 % , 53,3 % berpendidikan SLTP sederajat dan 44,4 % berpendidikan SLTA  sederajat , dari 45 WUS 51 % tidak bekerja, 49 % mempunyai pekerjaan tetap. Dari sejumlah 45 WUS yang mau mengimunisasikan TT2 sebanyak 36  orang ( 80 % ), sedangkan yang tidak mau mengimunisasikan TT2 ada 9 orang ( 20 % )Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pendidikan WUS dengan kemauan Imunisasi TT2 sesuai dengan hasil uji statistik Spearman,s rho sebesar 0,001
KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH BERDASARKAN RIWAYAT KEHAMILAN Atun Wigati; Islami Islami; Dwi Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2185

Abstract

Prevalensi BBLR di Indonesia berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2013 sebesar 10,2 % dan sedikit meningkat menjadi 11,1% pada tahun 2015 selanjutnya tercatat menurun menjadi 6,2% pada tahun 2018. Sedangkan di Jawa Tengah angka kejadian BBLR mencapai 6,0%. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah Untuk menganalisis korelasi antara kejadian bayi berat lahir rendah dengan riwayat kehamilan  dengan di  Wilayah Kerja Puskesmas Rendeng kabupaten Kudus. Metode Penelitian, penelitian observasional dengan pendekatan Case Control yaitu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan observasi secara retrospective. populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang  ada di wilayah kerja puskesmas Rendeng sejumlah 60 Bayi baru lahir. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 31 balita usia 12 bulan . Teknik sampling mennggunakan Accidental sampling. Metode Pengumpulan data meliputi  dokumentasi  dan kuesioner, Kemudian  data  diolah dengan bantuan komputerisasi dan diuji statistika menggunan uji Chi-square. Hasil uji statistik dengan rumus Chi Square didapatkan p value 0,02, α 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak berarti  ada korelasi antara kejadian BBLR dengan riwayat kehamilan ibu di puskesmas rendeng kabupaten Kudus. Diharapkan Ibu hamil  lebih sering melakukan kunjungan antenatal care guna untuk mengetahui kondisi ibu dan juga janin sehingga apabila terdapat komplikasi selama kehamilan dapat terdeteksi sejak dini.

Page 7 of 53 | Total Record : 530


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue