cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PELAKSANAAN DETEKSI DINI PENYAKIT PENYERTA KEHAMILAN PADA PELAYANAN ANTENATAL TERKAIT KEMATIAN IBU DI KABUPATEN KUDUS Noor Azizah; Sri Achadi Nugrahen
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuh dari 15 kasus kematian ibu di Kabupaten Kudus terjadi pada kondisi hamil. Kehamilan risiko tinggi  dapat  dideteksi  apabila  ibu  hamil  melakukan  pemeriksaan antenatal  secara  rutin.  Tujuan penelitian  ini  untuk  menganalisis  pelaksanaan  deteksi  dini  penyakit  penyerta  pada  pelayanan antenatal dari aspek input, proses dan outputJenis  penelitian  ini  adalah  Kualitatif.  Pemilihan  informan  dengan  cara  purposive,  data melalui wawancara (indepth interview) pada informan utama 9 bidan terdiri 5 Bidan Praktik Mandiri dan 4 bidan desa. 16 Informan triangulasi terdiri 6 Bidan Koordinator Puskesmas, 9 ibu hamil resiko tinggi trimester III dan 1 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis)Hasil penelitian jumlah tenaga bidan sudah mencukupi ikarenakan tiap desa sudah terdapat bidan desa. Semua bidan belum pernah mengikuti pelatihan Antenatal, ketrampilan yang dimiliki sebagian besar bidan desa kurang karena elayani pelayanan umum. Sebagian besar alat yang belum dimiliki yaitu reflek patella, hemometer, jangka panggul. Sumber dana dari Bantuan Operasional Kesehatan dan  Bidan  Praktik  Mandiri  dari  biaya  yang  dikeluarkan  ibu  hamil.  Sebagian  besar  bidan  tidak menanyakan   penyakit  yang  diderita,  pola  konsumsi.  Sebagian  besar  bidan  tidak  melakukan pengukuran  suhu  dan  lingkar  lengan  atas  dikarenakan  jika  ada  indikasi.  Penanganan  dan  tindak lanjut beberapa bidan melakukan rujukan tidak dilakukan pendampingan. Komunikasi informasi dan edukasi belum dilakukan dengan baik. Output kasus yang sudah terdeteksi dini pada kehamilan yaitu riwayat obstetri jelek, umur terlalu tua, hepatitis dan hipertensi.Disimpulkan  bahwa  deteksi  dini  penyakit  penyerta  pada  pelayanan  antenatal  bidan  belum  optimal karena belum adanya pelatihan yang diselenggarakan, sarana alat pemeriksaaan laboratorium yang tidak ada di PKD,
HUBUNGAN MASALAH TIDUR DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Renny Triwijayanti; Romiko Romiko; Selvia Siska Dewi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.572

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Kinerja perawat adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang perawat dalam bentuk prestasi kerja, tanggung jawab, kejujuran dan ketaatan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja perawat salah satunya adalah masalah tidur. Masalah Tidur adalah suatu kondisi menurunnya kualitas tidur seseorang yang dapat mengakibatkan gangguan pada pola tidur yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti insomnia, sleep apnea, narkolepsi, night teror, dan restless legs syndrome (RLS). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan masalah tidur dengan kinerja perawat di Rumah sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018. Metode Penelitian : Desain penelitian deskriptif corelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 57 perawat pelaksana. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pertanyaan masalah tidur dan pernyataan kinerja perawat. Hasil : Masalah tidur yang bermasalah sebanyak 35 responden (61,4%) dan yang tidak bermasalah sebanyak 22 responden (38,6%) sedangkan kinerja perawat yang baik sebanyak 25 responden (43,9%) dan kurang baik sebanyak 32 responden (56,1%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan masalah tidur dengan kinerja perawat (p value 0,035). Kesimpulan : Masalah tidur sangatlah berpengaruh terhadap kinerja seorang perawat, sehingga disarankan seorang perawat perlu memenejemen waktu yang baik yang kemudian dapat menyesuaikan diri terhadap jadwal kerja dan upaya peningkatan sistem reward seperti halnya perawat yang baik diumumkan setiap bulan/tahun yang diiringi dengan pembagian bonus dan hadiah penghargaan sehingga perawat yang lain akan termotivasi. Kata Kunci           : Masalah Tidur, Kinerja Perawat
PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI YANG DIBERI KMC DENGAN DURASI 1 JAM DAN DURASI KMC 2 JAM DI RUMAH SAKIT SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN KALIMANTAN TENGAH Angela Ditauli Lubis; Jenny Oktariana
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1254

Abstract

Latar Belakang : Kelahiran BBLR merupakan penyebab kematian nomor dua pada bayi baru lahir usia 0-7 hari (Riset Kesehatan Dasar, 2013). Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi (AKB) salah satunya adalah Perawatan metode kanguru. Kanggoroo Mother Careterbukti menurunkan resiko yang sering dialami oleh BBLR seperti infeksi neonatal, hipotermi, hipoglikemi dan menurunkan angka kematian bayi. Tujuan : Untuk mengetahui Perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberi KMC dengan durasi 1 jam dengan durasi KMC 2 jam di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 30 ibu yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan KMC selama 1 jam dan kelompok intervensi yang diberikan KMC selama 2 jam. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil : rata-rata berat badan bayi sebelum diberikan intervensi KMC yaitu 1680 ± 1763, dan rata-rata berat badan bayi setelah diberikan intervensi yaitu 2320 ± 2551. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan berat badan yang diberikan KMC 1 jam dan 2 jam (p=0,00). Kesimpulan :  ada Perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberi KMC dengan durasi 1 jam dan durasi KMC 2 jam di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah
HUBUNGAN MOBILISASI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA ATAU ULKUS DEKUBITUS DI RSU RA KARTINI JEPARA TAHUN 2012 Dwi Astuti; anny Rosiana Masitoh; Rendi Ary Syarifuddin
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang secara geografis dan klinis termasuk heterogen serta hilangnya toleransi terhadap karbohidrat.DM merupakan masalah kesehatan yang serius dan berdampak buruk bagi kehidupan seseorang dan merupakan resiko morbiditas dan mortalitas prematur yang meningkat sesuai dengan pola makan yang bergeser dari pola makan rasional yang banyak mengandung karbohidrat dan serat dari sayuran kepola makan dengan cara besar dengan komposisi makanan yang terlalu banyak mengandung protein, lemak, gula, garam, dan mengandung sedikit serat (Price, 2002). Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui Hubungan mobilisasi dengan proses penyembuhan luka atau ulkus dekubitus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional.populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan diabetes melitus yang dirawat di RSU RA Kartini Jepara berjumlah 39 orang  yang memenuhi criteria inklusi. Sampel dari penelitian ini adalah pasien dengan diabetes melitus yang dirawat di RSU RA Kartini Jepara berjumlah 39 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menyatakan, mobilisasi dengan jumlah 25 orang (64,1%),tidak mobilisasi dengan jumlah 14 orang (35,9%), ada hubungan mobilisasi dengan proses penyembuhan luka atau ulkus dekubitus di RSU RA Kartini Jepara. Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil, adapun nilai chi-square tabel pada df : 1  tingkat signifikansi 0,5%  adalah 3,841. Kemudian dilakukan perbandingan chi-square hitung dan  chi-square tabel. Dimana chi-square hitung adalah  10,029   chi-square tabel df : 1 taraf signifikan 0,05%  adalah 3,841.Kesimpulan : Ada hubungan mobilisasi dengan proses penyembuhan luka atau ulkus dekubitus di RSU RA Kartini Jepara.
SIMBAHSAR (SISTEM BANTUAN HIDUP DASAR) SEBAGAI MODUL APLIKASI DIGITAL PENANGANAN HENTI JANTUNG Tri Sakti Wirotomo; Benny Arief Sulistyanto; Dwi Fijianto; Firman Faradisi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2484

Abstract

AbstrakKejadian cardiac arrest atau henti jantung di luar tempat pelayanan kesehatan terjadi sekitar 360.000 setiap tahun dan 15% sebagai penyebab seluruh kematian. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui kementrian kesehatan untuk menangani kegawatdaruratan di luar rumah sakit yaitu dengan dibentuknya pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Namun selain upaya pemerintah diperlukan peran serta masyarakat dalam penanganan awal henti jantung, mengingat semakin cepat orang mengalami henti jantung dilakukan pertolongan, maka akan meningkatkan kelangsungan hidupnya. Salah satu upaya memberdayakan masyarakat dalam penanganan henti jantung adalah melalui panduan berupa  modul berbasis aplikasi atau website yang dapat di instal dan disimpan ke dalam smart phone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi digital simbahsar sebagai modul penanganan henti jantung pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan setelah penggunaan aplikasi terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan penatalaksanaan henti jantung dari 60,07 menjadi 93,48 dan hasil statistik dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp.Sig (2-sided) 0,000 (p-value 0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi digital simbahsar berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung. Saran dari hasil penelitian ini adalah bagi pemangku kebijakan dapat mengintegrasikan aplikasi simbahsar dengan pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan atau  institusi pelayanan kesehatan  dalam penatalaksanaan henti jantung.AbstractApproximately 360.000 cardiac arrests occur outside health care facilities every year and account for 15% of all deaths. Efforts made by the Indonesian government through the Ministry of health to handle emergencies outside hospitals are by establishing a rapid health emergency response service center. However, apart from the government’s efforts, community participation is needed in the initial treatment of cardiac arrest, remembering that the sooner people experiencing cardiac arrest receive help, that greater their survival will be. One effort to empower the public in handling cardiac arrest is through guidance in the form of an application or web site-based module that can be installed and saved on a smart phone. The aim of this research is to determine the effect of the digital Simbahsr application  as a module for handling cardiac arrest for health cadres in the working area of the Kedungwuni II Community Health Center, Pekalongan Regency. The research results showed that after using the application there was an increase in the average knowledge of cardiac arrest management from 60.07 to 93.48 and statistical results usig The Wilcoxon test obtained an Asymp.Sig (2-sided) value of 0.000 (p-value 0.005). The conclusion of this research is that the Simbahsar digital application has an effect on improving the ability of health cadres in handling cardiac arrest. The suggestion from the resut of this research is that policy makers can integrate the Simbahsar application with health emergency response service centers or health service institutions in the management of cardiac arrest. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS Susanti Susanti; Widyoningsih Widyoningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.721

Abstract

Remaja merupakan tahapan usia dimana didalamnya banyak sekali terjadi perubahan. Baik perubahan biologis, psikologis, maupun sosial, spiritual. Salah satu perubahan biologis yang terjadi adalah adanya hasrat seksual. Banyak faktor yang dapat memicu munculnya hasrat seksual remaja yang membutuhkan penyaluran dalam bentuk perilaku seksual, yaitu seks bebas yang dapat mengarah pada Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Seks bebas juga menjadi salah satu penyebab tingginya HIV/AIDS. Menurut data di Voluntary Concelling and Testing (VCT) RSUD Cilacap, tahun  2014 terdapat 550 orang dengan HIV/AIDS usia antara 10-19 tahun sebanyak 9 anak (2,82%), Cilacap merupakan wilayah Kabupaten yang memiliki penderita HIV/AIDS terbanyak ketiga se-Jawa Tengah. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap tahun 2010 terdapat 44 Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana karakteristik remaja yang memiliki prediktor tinggi perilaku seks bebas yang berisiko HIV/AIDS. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 43 responden dan pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan analisis Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh karakteristik remaja (kondisi rumah tangga orang tua dengan nilai p 0.868, status pacaran dengan nilai p 0.646 dan tempat tinggal) dengan sikap remaja tentang seks bebas dengan nilai p 0.599. 
THE LEVEL OF DEPRESSION AMONG PARENTS OF AUTISM CHILDREN: A QUANTITATIVE STUDY Ikeu Nurhidayah; Nisa Lailatun Noor Ambya; Fanny Adistie; Nur Oktavia Hidayati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1161

Abstract

ABSTRACTBackground: Caring for a child with autism in the family is a long-term challenge for the parents that impact physical and psychological health. Negative psychological problems that occur continuously will result in depression to the parents.Objective: The purpose of this study is to determine the level of depression in parents who have children with autism at four schools of special needs children (SLB Risantya, SLB Autis Prananda, SLB Jatis Hurip, and SLB D YPAC at Great Bandung Region.Methods: This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sampling method used was total sampling, and 39 respondents were obtained. The instrument used was Beck Depression Inventory-II (BDI-II) standard instrument in the Indonesian version.Result: This study showed that 76,9% of parents who have children with autism had minimal depression/normal, 12,8%  of mild depression,  7,7% of moderate depression, and 2,6% of severe depression.Conclusion: The Conclusions of this study indicate that many parents who have children with autism were at minimal/normal depression. However, there were still 2.6% of respondents in severe depression. Nurses needed to provide nursing care that focuses on families, such as counselling and sustainably doing depression screening to parents who have children with autism.
PEMBERIAN KOMPRES HANGAT MEMAKAI JAHE UNTUK MERINGANKAN SKALA NYERI PADA PASIEN ASAM URAT DI DESA KEDUNGWUNGU KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN Rusnoto Rusnoto; Noor Cholifah; Indah Retnosari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Di Indonesia sendiri penyakit gout atritis pertama kali diteliti oleh seorang dokter Belanda, dr. Van den horst ditemukan 15 kasus penyakit asam urat oleh masyarakat kurang mampu di wilayah Jawa Tengah pada tahun 1935. Lalu pada tahun 1988 diteliti oleh dr. John Darmawan di Bandungan Jawa Tengah, menunjukkan bahwa, diantara penduduk berjumlah 4.683 orang yang berusia sekitar 15 sampai 45 tahun yang diteliti diperoleh 0,8% sampel penderita asam urat tinggi (1,7% pria dan 0,05% wanita yang sudah mencapai tahap asam urat. tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui manfaat pemberian kompres hangat memakai jahe terhadap nyeri pada pasien yang terkena asam urat di desa Kedungwungu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah uji peringkat bertanda wilcoxon. populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa kedungwungu kecamatan tegowanu kabupaten grobogan yang mengalami nyeri asam urat. jumlah sampel 30 orang. hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skala nyeri sebelum dilakukan kompres hangat memakai jahe adalah 6,00 (nyeri sedang), setelah dilakukan kompres hangat memakai jahe adalah 3,67 (nyeri ringan). dan hasil dari uji peringkat wilxocon didapat bahwa nilai hasil p value 0.000 (p 0.05 ) sehingga H0 ditolak disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat memakai jahe untuk meringankan skala nyeri pada pasien asam urat di desa Kedungwungu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DEFESIENSI ZAT BESI DENGAN MENGKOMSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS SIMARIMBUN KOTA PEMATANGSIANTAR Parmiana Bangun; Vera Renta Siahaan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2102

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, khususnya pada wanita usia subur (WUS), adalah anemia. Pada wanita usia subur, anemia dapat menyebabkan kelemahan, kelelahan, dan penurunan kapasitas atau kemampuan/output kerja. Keputusan seseorang untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dipengaruhi oleh banyaknya informasi mengenai suplemen zat besi. Hal ini menunjukkan bahwa informasi sangat penting dalam menentukan kepatuhan mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi dengan mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Simarimbun Kota Pematangsiantar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 ibu hamil dengan menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan chi square.  Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi dengan nilai p : 0,025. Kesimulan penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan anemia defesiensi zat besi dengan mengkomsumsi  tablet Fe.
HUBUNGAN KADAR KORTISOL DAN PROSTAGLANDIN MATERNAL DENGAN PERSALINAN PRETERM DAN ATERM Fanny Jesica; Andi Friadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.540

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Rasidin Padang, RSUD. Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar, RSUP. M. Djamil, dan BPS. Nurhaida, Amd.Keb pada bulan September 2017 sampai Januari 2018. Jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih secara consecutive sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok. Pemeriksaan kadar kortisol dan prostaglandin dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas Padang dengan metode ELISA. Terdapat hubungan bermakna antara kadar kortisol dengan persalinan preterm dan aterm (p= 0,02; p 0,05). Terdapat hubungan kadar prostaglandin dengan persalinan preterm dan aterm (p = 0,023; p 0,05). Terdapat hubungan kadar kortisol dengan prostaglandin pada aterm (p = 0,0001; p 0,05). Tidak terdapat hubungan kortisol dan prostaglandin pada preterm (p = 0,52; p 0,05). Kata Kunci: Kortisol, Prostaglandin, Persalinan Preterm

Page 5 of 53 | Total Record : 530


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue