Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles
530 Documents
KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DI UPT PUSKESMAS JEPANG KUDUS
Ummi Kulsum;
Dwi Astuti;
Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v10i1.636
Pneumonia merupakan penyakit peradangan parenkim paru yang ditandai dengan adanya demam tinggi, menggigil, sesak napas, napas cepat, batuk dan tarikan dinding dada ke dalam. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian bayi (0 - 11 bulan) sebesar 23,80% dan sebagai penyebab kedua kematian balita (1 – 4 tahun) yaitu 15,50% menempati urutan kedua setelah diare dari 10 besar kematian. Rata-rata 83 balita meninggal setiap hari akibat Pneumonia. Hal ini menunjukkan bahwa Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian balita di Indonesia. Survei Demokrasi Kesehatan Indonesia (SDKI) melaporkan bahwa prevalensi Pneumonia balita Indonesia meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Riwayat pemberian ASI dengan kejadian Pneumonia Balita di UPT Puskesmas Jepang Mejobo Kudus tahun 2018. Metode penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berusia 7 bulan – 5 tahun dengan gejala batuk yang mengarah pneumonia berjumlah 110 balita, dengan sampel yang diteliti sejumlah 85 balita. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel random sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Riwayat pemberian ASI dan (Manajemen Terpadu Balita sakit). Uji statistik dengan Spearman rank. Hasil penelitian Hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kejadian pneumonia pada balita diperoleh nilai p value sebesar = 0,224 (0,05), berarti Tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kejadian pneumonia pada balita di UPT Puskesmas Jepang Mejobo Kudus Tahun 2018.Kata Kunci : Riwayat pemberian ASI, pneumonia, balita.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Siswa Kelas VII Tentang Perubahan Fisik Pada Masa Pubertas Di SMPN 2 Kota Pariaman Tahun 2019
Setia Nisa;
Yesi Maifita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v12i2.868
Hasil survei terhadap perilaku seksual remaja yang diadakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK-UI) menunjukkan 2,8% pelajar SMP wanita dan 7% dari pelajar SMP pria melaporkan adanya gejala-gejala penyakit menular seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap siswa tentang perubahan fisik pada masa pubertas di SMPN 2 Kota Pariaman tahun 2019.Penelitian ini bersikap deskriptif analitik dengan studi cross sectional. Penelitian ini di laksanakan di SMPN 2 Kota Pariaman pada tanggal 8 s/d 10 Juli 2019 di, Sampel di ambil menggunakan metode Simple Random Sampling. Teknik pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan SPSS.Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di peroleh (51,8%) responden memiliki pengetahuan rendah tentang perubahan fisik pada masa puberitas, (53%) responden memiliki sikap yang negatif tentang perubahan fisik pada masa puberitas, Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap siswa kelas VII tentang perubahan fisik pada masa pubertas di SMPN 2 Kota Pariaman tahun 2019 (pvalue = 0,00 0,5).Dari uraian di atas penulis menyarankan kepada responden hendaknya lebih mencari tahu dan lebih memperhatikan perubahan fisik yang terjadi disaat pubertas karena kurangnya pengetahuan terhadap perubahan fisik maka sulit membedakan perubahan fisik yang normal dan abnormal,dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden yang tinggi memiliki sikap negatif tentang perubahan fisik pada masa puberitas. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pubertas
PERSESI ORANG TUA TENTANG PENYEBAB FREE SEX DIKALANGAN SISWA SMA DIDESA KALIPUCANG WETAN RW III KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA
Noor Cholifah;
dwi Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang. Survey Nasional yang dilakukan oleh Sorensen terhadap remaja usia 13-19 thn menemukan bahwa 59% remaja pria dan 45% remaja wanita sudah mendapat pengalaman sex, sebagian besar sebelum mereka mencapai usia 16. Sedangkan survey yang dilakukan oleh Zelnik dan Kanter mengemukakan bahwa 55% wanita berusia 19 tahun yang diinterviewsudah mendapat pengalaman sex. Dan sejumlah alas an kenapa remaja melakukan kegiatan seksual pranikah. Sehingga hal ini menimbulkan berbagai pendapat dimasyarakat. Tujuan : Diketahuinya gambaran tentang persepsi orangtua tentang penyebab free sex dikalangan siswa SMA di desa Kalipucang Wetan RW III Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.Metode : Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah orang tua di Desa Kalipucang Wetan RW III Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara yang memiliki anak duduk di bangku SMA sebanyak 267 orang tua. Sampel diambil sebanyak 15% dari populasi yaitu 40 orang . Adapun cara pengumpulan data yaitu dengan wawancara, kuesioner sebanyak 2 pernyataan dimana dianalisa dengan penghitungan persentase.Hasil : Persepsi orang tua tentang penyebab free sex di kalangan siswa SMA di Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara secara umum sebagian besar menunjukkan kategori negatif yaitu sebanyak 95,0%.. Persepsi orang tua tentang penyebab free sex di kalangan siswa SMA di Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara karena pennyebab internal adalah karena faktor makna pacaran sebanyak 87,5%. Persepsi orang tua tentang penyebab free sex di kalangan siswa SMA di Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara karena penyebab eksternal adalah karena faktor tontonan film porno sebanyak 55%. Kesimpulan : Persepsi orang tua tentang penyebab free sex di kalangan siswa SMA di Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara secara umum sebagian besar menunjukkan kategori negatif yaitu sebanyak 95,0%.
SYSTEMATIC REVIEW : TERAPI SPIRITUAL RELIGI UNTUK MENGONTROL TEKANAN DARAH
Sukarmin Sukarmin;
Muh Abdul Rozaq;
Sri Yona
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2053
Peningkatan tekanan darah dapat mengakibatkan berbagai gangguan yang tersering adalah hipertensi. Hipertensi sebagai kondisi peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh pembentukan plak pembuluh darah. Terapi spiritual religi menjadi terapi menjadi salah satu terapi yang direkomenadsikan dengan berbagai ragam pendekatan lokal. Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi spiritual religi terhadap kontrol tekanan darah. Hasil studi menggunakan pendekatan systematic review 8 artikel yang melibatkan 654 responden dari berbagai negara dengan terapi spiritual religi yang bermacam-macam menunjukkan pengaruh signifikan terapi spiritual religi terhadap tekanan darah. Kesimpulan yang dapat diambil terapi religi semakin lama dilakukan semakin memberikan efek terhadap tekanan darah.
PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI BAGI BAYI UMUR 6-12 BULAN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK IBU
ika tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v9i1.405
Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) harus tepat dan benar baik dari segi bahan makanan, bentuk atau tekstur, rasa dan waktu pemberiannya. Bayi mulai diberikan MPASI sejak umur 6 bulan karena pada umur kurang dari 6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa bahan makanan yang lain atau dikenal dengan istilah ASI eksklusif. Apabila pemberian MPASI salah maka menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan bayi antara lain diare, alergi, gangguan ginjal dan gangguan tumbuh kembang bayi. Pengetahuan ibu tentang MPASI merupakan faktor utama dalam ketepatan pemberian MPASI. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasi analitik .Tempat penelitian di wilayah desa Garung Kidul Kaliwungu, Kudus, dengan jumlah populasi 35 orang.Pelaksanaan penelitian pada bulan September 2017. Teknik sampling adalah Total sampling. Terdapat 5 orang yang tidak mengisi kuisioner secara lengkap sehingga data yang tersedia hanya 30. Variabel bebas yaitu umur, pendidikan dan pekerjaan. Variabel terikat adalah pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI bagi bayi umur 6-12 bulan. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisis data menggunakan metode regresi linier . Hasil penelitian didapatkan pengetahuan responden tentang MPASI bagi bayi umur 6-12 bulan adalah termasuk kategori cukup yaitu 43,3%. Dari ketiga faktor didalam karakteristik ibu ternyata faktor pendidikan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI bagi bayi umur 6-12 bulan. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan upaya sosialisasi pemberian MPASI kepada ibu agar dalam memberikan MPASI dapat diberikan secara tepat dan benar sehingga menurunkan risiko gangguan pencernaan pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan Ibu tentang MPASI, Umur,Pendidikan,Pekerjaan
HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DENGAN MOTIVASI MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG
Pipi Anonyma;
Jemmi Sastrawijaya;
Yeni Nur Rahmayanti;
Eka Novitayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2847
Bantuan hidup dasar merupakan tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa dalam menolong terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan hal terpenting guna membantu mencengah kematian dan mengurangi timbulnya kecacatan. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Siswa Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Motivasi Menolong Korban Henti Jantung. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa dengan Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling, dengan jumlah sampel 64 orang siswa. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ρ = 0,000 (ρ = 0,05) dengan r = 0,627, maha dapat diartikan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan bantuan dasar hidup dengan motivasi menolong korban henti jantung
ANALISIS PRAKTIK TRADISIONAL BERBAHAYA: SUNAT PEREMPUAN SEBAGAI INDIKATOR KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF AGAMA, TRANSKULTURAL, DAN KESEHATAN REPRODUKSI DI KABUPATEN SUMBAWA
Evie Sulahyuningsih;
Yasinta Aloysia Daro;
Alfia Safitri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v12i1.916
Sunat perempuan atau Female Genital Mutilation (FGM) tidak memiliki manfaat secara kesehatan justru jika dilaksanakan secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang bagi perempuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis praktik tradisional berbahaya: sunat perempuan sebagai indikator kesetaraan gender dalam perspektif agama, transkultural, dan kesehatan reproduksi di Kabupaten Sumbawa. Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Jumlah partisipan 19 orangyang dipilih dengan teknik purposive sampling terdiri dari 5 partisipan tenaga kesehatan, 3 pemangku kebijakan, 5 tokoh agama, 1 pakar hukum, 2 partisipan tokoh adat dan 3 tokoh masyarakat.Hasil penelitian adalah sunat perempuan merupakan aturan dan syiar dalam Islam. Sunat perempuan tidak dikaitkan dengan kesetaraan gender, tetapi pelaksanaannya didasarkan pada tuntutan kebiasaan atau budaya setempat dan tuntunan agama Islam. Ditinjau dari aspek kesehatan resproduksi sunat perempuan dipandang tidak memiliki manfaat. Tindaklanjut perlunya pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa terkait pelaksanaan sunat perempuan dan disosialisasi kepada intansi-intansi terkait serta masyarakat sehingga peraturan tersebut dapat dilaksanakan. Kesimpulan penelitian adalah praktik sunat perempuan masih dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Sumbawa dimana pelaksanaannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan gender, tetapi didasarkan pada tuntutan budaya setempat dan tuntunan agama Islam.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI MAHASISWA
Rika Hairunisyah;
Tarisa Anggraini;
Dwi Kusuma Anggraini
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1607
AbstrakDisminorea terjadi pada masa menstruasi yang dapat merupakan masalah ginekologi yang ditandai dengan nyeri perut bagian bawah, jika nyeri tersebut tidak diatasi dan tidak tertahankan dapat menyebabkan terhambatnya aktivitas normal menjadi tanda adanya gangguan reproduksi. Terapi relaksasi kompres hangat merupakan intervensi keperawatan yang dapat menurunkan skala nyeri pada pasien disminorea. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri menstruasi (disminoreaa)pada mahasiswi semester 5 Prodi DIII Kebidanan Muara EnimPenelitian ini menggunakan desain pre experiment dengan pendekatan pre post test without control . Subjek penelitian ini adalah mahasiswi semester 5 Prodi DIII Kebidanan Muara Enim yang mengalami nyeri menstruasi. Penelitian ini mengambil dua kali pemeriksaan nyeri sebelum dan setelah. Sampel penelitian sebanyak 40 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument nyeri menggunakan numeric rating scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil Penelitian didapatkan, rata-rata intensitas nyeri menstruasi sebelum penelitian adalah 5,30±1,82. Rata-rata intensitas nyeri menstruasi setelah penelitian adalah 2,73±1,51. Ada pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri menstruasi (disminoreaa) pada mahasiswi semester 5 prodi d iii kebidanan muara enim ( p value=0,000). Menerapkan kompres hangat sebagai terapi alternatif nonfarmakologis pada remaja putri yang mengalami nyeri disminorea primer.Kata Kunci: Kompres hangat, nyeri disminorea, mahasiswa AbstractDysmenorrhea occurs during menstruation which can be a gynecological problem characterized by lower abdominal pain, if the pain is not overcome and is unbearable it can cause inhibition of normal activities which is a sign of reproductive disorders. Warm compress relaxation therapy is a nursing intervention that can reduce the pain scale in dysmenorrheal patients. The purpose of this study was to analyze the effect of warm compresses on the intensity of menstrual pain (dysmenorrhea) in 5th semester female students of the DIII Midwifery Study Program Muara Enim.This study uses a pre experimental design with a pre post test without control approach. The subject of this study was a 5th semester student of the DIII Midwifery Study Program in Muara Enim who experienced menstrual pain. This study took two pain assessments before and after. The research sample was 40 people who met the inclusion and exclusion criteria. Pain instrument using a numeric rating scale. Data analysis using Wilcoxon test.The results showed that the average intensity of menstrual pain before the study was 5.30±1.82. The average intensity of menstrual pain after the study was 2.73±1.51. There is an effect of warm compresses on the intensity of menstrual pain (dysmenorrhea) in 5th semester female students of Midwifery Study Program d III Muara Enim (p value = 0.000). Applying warm compresses as a non-pharmacological alternative therapy in adolescent girls who experience primary dysmenorrhea pain.Keywords: warm compresses, dysmenorrhea pain, college students
HUBUNGAN RIWAYAT KEJADIAN POST PARTUM BLUES DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1 TAHUN DI DESA DEMPEL WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGRAYUNG
Indanah Indanah;
Sukesih Sukesih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Usia satu tahun termasuk dalam usia toddler (1 - 3 tahun), yaitu merupakan masa ke “Emasan“ karena pada usia ini anak mengalami perkembangan sangat cepat. Pada usia satu tahun ini perkembangan yang meliputi kemampuan motorik (kasar dan halus), bahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosi dan inteligensi berlangsung sangat cepat dan menjadi landasan perkembangan berikutnya. Apabila seorang ibu mengalami kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan secara terus menerus akan memberikan dampak yang lebih buruk pada anak tersebut. Kondisi itu dikenal dengan istilah “ post partum blues”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat kejadian post partum blues dengan perkembangan anak usia 1 tahun di desa Dempel wilayah kerja Puskesmas Karangrayung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan Retrospectif, pengambilan sampel menggunakan total populasi dengan jumlah 50 responden. Hasil uji statistik ada hubungan antara riwayat kejadian post partum blues dengan perkembangan anak usia 1 tahun di Desa Dempel wilayah kerja Puskesmas Karangrayung Kabupaten Grobogan, dengan hasil uji ststistik Chi square 8,318 dan nilai p value sebesar 0,016 (α 0,05). Hendaknya ibu yang mempunyai anak usia 1 tahun untuk memberikan perhatian dan kasih sayang sejak dalam masa kehamilan, sebelum lahir, dan setelah lahir.
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN NILAI ANKLE BRAKHIAL INDEKS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
suyanto suyanto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v11i2.506
Pendahuluan: Penurunan vaskuler perifer dapat dideteksi dengan menilai ankle brakhial indext (ABI). ABI dapat terjadi pada seseorang sejalan dengan meningkatnya umur, terlebih lagi pada pasien diabetes mellitus yang mengalami peningkatan resiko aterosklerosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur dengan nilai ABI pada pasien diabetes mellitus. Metode: Cross sectional design digunakan dalam penelitian ini. Adapun jumlah sampelnya sebanyak 39 responden. Tehnik concecutive sampling digunakan pada penelitian ini dengan kriteria inklusinya adalah semua pasien yang mengalami diabetes mellitus tanpa adanya ulkus diabetikum. Analisis data dilakukan dengan uji product moment dengan tingkat kemaknaan (α ≤ 0,05).Hasil: Rata-rata umur responden adalah 54±7,90 rata-rata nilai ABI adalah 1,08±0,13,. Hasil uji analisis didapatkan tidak ada hubungan antara umur dengan nilai ABI (p value 0,05).Kesimpulan: Banyak faktor yang dapat mempengaruhi nilai ABI pada pasien diabetes mellitus. Faktor utama yang mempengaruhi nilai ABI adalah adanya aterosklerosis yang dikaitkan dengan adanya kolesterol, hiperglikemia kronis. Sehingga perlu adanya penelitian lainnya mengenai hal-hal tersebut yang dihubungkan dengan nilai ABI.