cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
ijp@umkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJP (Indonesia Jurnal Perawat)
ISSN : 25407511     EISSN : 25407546     DOI : http://doi.org/10.26751/ijp
Core Subject : Health,
The focus of IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is to provide nursing and midwifery articles based on research. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) specializing in the study of Nursing and Midwifery Studies, and intended to communicate about original research and current issues on the subject. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is open to contributions of experts from related disciplines.
Articles 118 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN VAKSIN COVID 19 PADA PASIEN HIPERTENSI Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Sukarmin Sukarmin; Tri Suwarto; Anggi Riska Wardani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2278

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2) merupakan penyebab pandemi virus Corona (COVID-19) tahun 2019. Salah satu cara mengendalikan COVID-19 yang perlu dilakukan adalah pemberian vaksin. Hipertensi merupakan penyakit penyerta COVID-19 yang meningkatkan risiko kematian secara signifikan di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksin COVID-19 pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional dan analisis observasional. Purposive sampling adalah adalah teknik yang digunakan untuk membuat sampel penelitian ini. Besar sampel sebanyak 45 responden dengan kuesioner kemuadian dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik Spearman's Rho yang dilakukan peneliti menghasilkan nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761, berada di antara r = 0,60 – 0,799. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap vaksin Covid-19 di masyarakat di desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati menunjukkan asosiasi yang kuat. Kesimpulan, Diketahui bahwa pengetahuan dan pendidikan dari 45 responden sebagian besar terdistribusi dengan baik; 14 (31,1%) telah menerima vaksinasi; 11 (24,4%) telah menerima vaksinasi; dan 1 (2,2%) belum menerima vaksinasi COVID-19. 19. Kesimpulan : Pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksinasi Covid-19, menurut hasil analisis uji Chi-Square, hal nilai = 0,000 (p0,05).   
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI SELF HELP GROUP DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA Tuti Anggarawati; Novita Wulan Sari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i1.1343

Abstract

Peningkatan usia pada lansia dapat mengakibatkan berbagai masalah seperti baik secara fisik, biologis, mental, maupun sosial ekonomi. Hal inilah yang membuat penting suatu panti wredha sebagai tempat untuk pemeliharaan dan perawatan bagi lansia, di samping sebagai long stay rehabilitation yang tetap memelihara kehidupan bermasyarakat. Semakin lama lansia hidup dalam panti wredha mengakibatkan masalah juga salah satunya adalah kualitas hidup. Masalah kualitas hidup lansia diukur melalui kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Keempat kebutuhan tersebut apabila tidak dipenuhi maka akan menurunkan kualitas hidup lansia. Penanganan yang dapat dilakukan  dalam meningkatkan kualitas lansia tersebut adalah melalui self-help group (SHG). Kegiatan ini merupakan support group yang dilakukan agar lansia dapat menemukan masalah kesehatan yang mereka alami dan dapat mengatasi masalah tersebut bersama anggota kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh SHG terhadap kualitas hidup lansia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-test post-test control group design. Jumlah sampel adalah sebanyak 40 lansia yang diambil dengan teknik total sampling dan dibagi kedalam kelompok intervensi (n=20) dan kontrol (n=20). Bentuk intervensi berupa pemberian SHG sebanyak 4x selama 1 bulan. Instrument yang digunakan adalah modifikasi buku panduan SHG dan WHOQOL-BREF (The Bref Version of World Health Organization’s Quality of Life Questionnnaire). Data dianalisa dengan independent t-test atau uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa SGH berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia (p0,001)Kata Kunci: kualitas hidup, lansia, self help group
EFFECT OF SOCIAL SKILLS TRAINING (SST) TREATMENT WITH AND WITHOUT DIET CFGF ABILITY TO SOCIALIZATION AUTISM CHILDREN IN SLB AUTISM POTENTIAL CHILD DEVELOPMENT FOUNDATION (YPPA) PADANG 2018 Ridhyalla Afnuhazi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.617

Abstract

Number of persons with autism in the world range of 60.000 - 150.000 autism occurred in children aged below 15 years. Therapy was given to improvement of social skills in autistic children Social Skills Training Therapy (SST). The purpose of this study was to determine the ability of Socialization Effects of SST with and without diet CFGF for Autism Children in SLB Autism YPPA Padang 2018. Quasi - experimental design with one - group pre - post test. The population in this study all children with autism aged 6-12 year, and samples were taken by convenience sampling 20 people with and without diet CFGF. Univariate date processing techniques while the frequency distribution and central tedensy and Bivariate date processing techniques with paired T - test. Results of research abilities children with autism after therapy SST with and without diet CFGF with social skills of children with autism. Suggestions can be submitted to the study of nursing in order to detect early signs of the symptoms experienced by children with autism so there is no sign of severe symptoms and train the socialization skills of children with autism with SST therapy.
COGNITIVE IMPAIRMENT AND ACTIVITY DAILY LIVING IN THE ELDERLY Mohammad Andhika Setyawan; Dewi Hartinah; Ashri Maulida Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2651

Abstract

Cognitive decline is common in the elderly, caused by natural brain aging and other factors such as lack of mental and social stimulation, and chronic diseases such as hypertension and diabetes. As a result, elderly people with cognitive impairment often experience decreased independence in daily living activities , quality of life, thus increasing the need for care and support from family and health workers . This research aims analyze the relationship cognitive impairment with activitiy daily living for the elderly in village A. The study used a cross-sectional method. The research sample of 62 respondents was selected through the Random Sampling technique. The activity daily living questionnaire used the Barthel Index and the cognitive impairment questionnaire used the Mini Mental State Exam (MMSE) which was valid and reliable. Data analysis used the Spearman Rank test. The results of the study showed Cognitive disorders in the elderly in Village A were mostly probable cognitive disorders, amounting to 28 respondents (45.2%). Daily living activities in the elderly are mostly dependent on 34 respondents (54.8%). There is a relationship between cognitive disorders and daily living activities in Village A because the p-value is 0.001 (a = 0.05) with a correlation coefficient value (0.443), meaning that the better the cognitive disorder, the lower the dependency on daily living activities. 
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Dewi Hartinah; Tri Suwarto; Herlina Julia Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.1967

Abstract

AbstrakProses menua yang terjadi selama hidup seseorang merupakan hal yang sangat wajar di alami orang yang di karuniai umur panjangs. Menurut World Health Organitation (WHO), jumlah lansia didunia semakin meningkat di beberapa negara seperti Cina 22,0 %, India 24,2 %, Thailand 33,7 %, dan Indonesia 44,0 %. Penduduk lanjut usia diIndonesia 2008 adalah 21,2 juta orang adapun harapan hidup 66,8 tahun. Tahun 2010 sebesar 24 juta dengan usia harapan hidupnya 67,4 tahun dan pada tahun 2020 jumlah lansia diperkirakan 28.8 juta orang dengan usiaharapan hidup 71,7 tahun. Proses penuaan terjadi pada sel-sel otak. Hal ini menyebabkan proses berpikir melambat, kesulitan berkonsentrasi, kemampuan daya ingat turun dan fungsi kognitif menurun. Salah satu cara menjaga fungsi kognitif pada lansia adalah dengan cara merangsang otak dengan Brain Gym. Jenis penelitian kuantitatifyang  menggunakan metode eksperimen dan jenis rancangan quasy experiment pre-test dan post-test control group. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling. Dengan jumlah sampel 30 responden lansia di posyandu lansia desa jojo mejobo kudus. Analisis data di lakukan dengan menggunakan uji t berpasangans. Hasil menunjukkan nilai p sebesar 0,000 ( 0,05) diartikan secara statistik terdapat pengaruh brain gym terhadap fungsi kognitif pada lansia pada kelompok intervensi. Pada kelompok kontrol p 0,061 ( 0.05) artinya bahwa tidak ada ‘pengaruh yang signifikan terhadap fungsi kognitif pada lansia.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER Indah Setyarini; Cemy Nur Fitria; Sri Handayani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i2.1315

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi jika pemeriksaan tekanan darah menunjukkan hasil di atas 140/90 mmHg atau lebih. Pemberian air rebusan daun alpukat merupakan salah satu bentuk pengobatan non farmakologi yang dapat mengatasi tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi primer yang memiliki kandungan Flavonoid, Querstin, Alkaloid, Sterol, dan Saponin dimana zat alkaloid bersifat diuretik yaitu untuk mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel kembali normal. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi primer, mendiskripsikan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan air rebusan daun alpukat, menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun alpukat terhadap tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi primer. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen semu (Quasi Eksperimen Design) One-Group Pretest-Posttest Design. tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling didapatkan 12 responden yang menderita hipertensi primer. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Ada pengaruh pemberian air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi primer. Kesimpulan: Perhitungan uji normalitas Wilcoxon signed ranks test diperoleh nilai signifikan sistol P: 0,002 dan nilai diastol P: 0,003 maka didapatkan nilai signifikan P 0,005. Simpulan: Ada pengaruh pemberian air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi primer. AbstractBackground: Hypertension or high blood pressure disease is a contrived condition that deals with blood pressure in the arterial blood walls. Someone is said to have hypertension or high blood pressure if the blood pressure test shows a result above 140/90 mmHg or more. Provision of boiled water from avocado leaves is a form of non-pharmacological treatment that can treat high blood pressure in patients with primary hypertension which contain flavonoids, querstins, alkaloids, steroids, and saponins where alkaloids are diuretic which can change the fluid balance so that the volume of extra fluid cells back to normal. Objective: Knowing the effect of giving avocado leaf boiled water on reducing high blood pressure in patients with primary hypertension, describing blood pressure before and after being given avocado leaf boiled water, analyzing the effect of giving avocado leaf boiled water on high blood pressure in patients with primary hypertension. Research methods: This research uses quasi-experimental research (Quasi Experiment Design) One-Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique used purposive sampling technique, obtained 12 respondents who suffered from primary hypertension. The normality test used the Shapiro Wilk and data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: There is an effect of avocado leaf cooking water on the reduction of high blood pressure in patients with primary hypertension. Conclusion: Calculation of Wilcoxon signed ranks test normality test obtained a significant value of systole P: 0.002 and diastole P: 0.003 then a significant value of P 0.005 was obtained. Conclusion: There is an effect of avocado leaf boiled water on the decrease in high blood pressure in primary hypertension sufferers.
HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN PEMBERIAN MAKANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG BOUGENVILE III DAN CEMPAKA II RSUD DR.LOEKMONOHADI KUDUS Anny Rosiana Masithoh
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i2.432

Abstract

Latar Belakang : Penyelenggaraan makanan dirumah sakit, seringkali menjadi sorotan banyak pihak, khususnya yang berkaitan dengan kepuasan pasien. Hal ini selain efek psikologis orang sakit,juga karena makanan sebagai output penyelenggaraan makanan seringkali tidak memberikan kepuasan pada pasien. Pasien yang dirawat dirumah sakit berarti memisahkan diri dari kebiasaan hidup sehari-hari terutama dalam hal makan, bukan saja macam makanan yang disajikan tetapi cara menghidangkan, tempat, waktu makan,rasa makan, besar porsi dan jenis makanan yang disajikan yang semua ini berdampak pada asupan makanan pasien. Asupan makan yang tidak adekuat yang berlangsung lama maka akan berakibat penurunan status gizi pasien.Pelayanan makanan di rumah sakit akan membantu mempercepat proses penyembuhan pasien, yang berarti pula memperpendek lama hari rawat sehingga dapat menghemat biaya pengobatan. Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Pelayanan Pemberian Makanan Dengan Tingkat Kepuasan  Pasien di Ruang Bougenvile III dan Cempaka II RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. Metode : Jenis penelitian Analitik Korelasi.Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel 77 responden pada pasien rawat inap di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus dengan teknik random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisoner. Analisa data univariat dab bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan spearman rho. Hasil Penelitan : Penelitian tentang hubungan antara pelayanan pemberian makanan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang bougenvile III dan cempaka II RSUD dr. Loekmonohadi Kudus dengan uji statistik Spearman rho diperoleh nilai ρ value sebesar 0.001.Kesimpulan : Ada hubungan antara pelayanan pemberian makanan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang bougenvile III dan cempaka II RSUD dr. Loekmonohadi Kudus.(Ha Diterima, Ho Ditolak) KataKunci : Pelayan Pemberian Makanan, Tingkat  Kepuasan Pasien
THE EFFECT OF ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE ON THE REDUCTION OF PRIMARY DYSMENORRHEA AT MUHAMMADIYAH VOCATIONAL SCHOOL, PALEMBANG Mar'atun Ulaa; Murbiah Murbiah; Debby Sahara Dance; Mareta Kurniati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1474

Abstract

AbstrakMenstruation is the process of bleeding from the uterus that occurs due to the shedding of the unfertilized uterine lining. During menstruation some women experience discomfort in their bodies, especially in the lower abdomen. Dysmenorrhea is pain in the lower abdominal muscles, radiating to the waist and inner thighs , before or during menstruation due to uterine muscle contractions. Dysmenorrhea occurs due to an increase in prostaglandins that trigger uterine muscle contractions, so that the blood vessels in the uterus narrow. Dysmenorrhea can cause a decrease in adolescent concentration while studying, affect activities and make learning achievement decline. Abdominal Stretching Exercise is a muscle stretching exercise in the abdomen to increase muscle strength, endurance, and flexibility so that it is expected to reduce dysmenorrhea . This research is a quantitative study using a Quasi-Experiment Design with a Pre-Test and Post-Test Non-Equivalent Control Group Design. Respondents in this study were 44 respondents consisting of 22 respondents as the intervention group and 22 respondents as the control group . The results showed that in the intervention group the mean pretest value was 6.45, while the mean posttest was 4.32. In addition, the mean value of the control pretest was 5.41, while the mean value of the control posttest was 4.46. Mark pValue of the intervention group (0.000) = 0.05 and pValue of the control group (0.000) = 0.05. Abdominal Stretching Exercise has an effect on reducing primary dysmenorrhea.
HUBUNGAN PERAN EDUKATOR PERAWAT DENGAN KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM PATI TAHUN 2019 M Jauhar; Noor Hidayah; YuliSetyaningrum YuliSetyaningrum; Puji Krisbiantoro; Nuri Lisza Utamy
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v4i1.949

Abstract

Latar Belakang : Upaya pencegahan dekubitus perlu memperhatikan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku yang dimiliki oleh perawat. Tingkat keberhasilan dalam upaya pencegahan tergantung dari hal tersebut, akan tetapi berbagai studi mengindikasikan bahwa perawat tidak memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup dalam memahami isi panduan penanganan dan kegiatan pencegahan dekubitus. Berdasarkan data dari Komite Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi (KPPI) Rumah Sakit Islam Pati pada tahun 2017,  didapatkan data bahwa angka kejadian dekubitus ada 4 kasus (6,48 ‰  atau 1,35 % pada pasien stroke yang dirawat di RSI Pati. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Pati Metode : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan jenis korelasional menggunakan rancangan berupa pendekatan cross sectional. Dalam peneltian ini di ukur dan diobservasi antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke.Hasil : berdasarkan hasil uji korelasi Chi Square nilai p value =0,006 lebih kecil dari 0,05. Diketahui bahwa p value ≤ α maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diambil keputusan bahwa ada hubungan antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Pati tahun 2019. Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara peran edukator perawat dengan    kejadian dekubitus,pada pasien stroke. 
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN PERAWTAN KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB PURWOSARI KUDUS TAHUN 2015 Anny Rosiana Masitoh; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 1 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i1.263

Abstract

Latar Belakang : Retardasi mental merupakan suatu keadaan (IQ dibawah 70) disertai dengan keterbatasan dalam area fungsi adaptif, seperti kemampuan komunikasi, perawatan diri (videbeck, 2008). Dinsos kudus, penderita retardasi mental tahun 2011-2012 sebanyak 342 orang. Perawatan diri pada anak  retardasi mental rendah, yaitu 40 (61,6%), sedangkan sisanya tinggi sebanyak 25 (38,4%) (Ramawati, 2012). Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan perawatan kebersihan diri pada anak retardasi mental di SDLB Purwosari Kudus Tahun 2015. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan pretest-post test group design. Subyek dalam penelitian ini adalah anak retardasi mental yang berjumlah 24 orang. Pemilihan subjek dilakukan dengan purposive sampling. Dalam penelitian ini 12 orang sebagai kelompok kontrol dan 12 orang sebagai kelompok intervensi. Psikoedukasi keluarga dilakukan pada kelompok intervensi. Metode analisa data yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan uji wilcoxon test untuk membandingkan skor subyek pada pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan intervensi. Hasil Penelitian : Penelitian tentang pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap perawatan kebersihan diri pada anak retardasi mental di SDLB purwosari Kudus menunjukkan hasil bahwa pada kelompok intervensi p value 0,05 yakni sebesar p = 0,002. Kesimpulan : Ada pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap perawatan kebersihan diri pada anak retardasi mental di SDLB Purwosari Kudus Tahun 2015 uji wilcoxon test (p= 0,002)

Page 4 of 12 | Total Record : 118