cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 1,490 Documents
KONSEP NRIMA DALAMA CERPEN GANDRUNG DHAWET AYU Suwardi, Suwardi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.835 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8792

Abstract

Konsep' nrima' telah lekat cii hati masyarakat ··Jkwa. ' ""Nrima merupakan perisai kehidup'an masyarakat Jawa. Meskipuntelah lama konsep tersebut menjadi pota kehi.qupa.n;.ber~masyarakat, namun sering mendapat 10ntaran ejekan. Tidaksedikit masyarakat yang. b~rprasangka bahwa nrima justrumenjadi. -'~,kenda:la' ~kemajuari.' 'Setidakfi.ya" akim " memoel,enggu.kreativi,~.as d~_":, .rn~nc.llaJk~XtJ~'Nca .p.~;:;i}11ist~~.Agak berb~da.denga:" _ konsep. :.I:lr~'ffi.a' yang! bt?rgerrta .:'dalam. cerkak :ItGandr~ri_g'[jh":lw~t Ayuil )}lrya T~r~~ ~awlpu;-tra. Pemanfaatan sikap '"nrima oleh" cerpenis jO'stru tidak'sekedar-·suplemen; ~'tetapi!·me:njadiandaiartlHla·m.:yang manis.Ternyata. cerpenis berdasarkan imajinasi dandaya kreatiyitasoya.•~9apa~ i;lJ1eI1~Fpilk~n, ·~.pq~~P~ t;J,r;i,ma 'TB€':;i3..I~i .,S\UbR~P~K·_,~T-·hidupan ~~ono,mi. sosiaJ. jodoh" dan .cinta. Ol~h, karena itu,dapa't :dfkatakan derlgan~~fegas 'bahw'a~;'k~hadira6 konf?eptn'rim~dalam cerkak inl; 'tak'sekedar bumbu' atau :pemanis'.:yang·' sese15:aJl~_'Clap?Lt. lu.lJtur., ,.:,N:am.un.i' lc;:¢'rpcimis; ,meIIJanfa'a~k..an ilham." f .'nrima; seba.gairoh, karYilnya., '." _ :". ,- r.,'- '.~,e.bera.pa ~ p~san- yari$, ?~pa.t d,ip~f~k, da.-rt kons~p, .'nrim~'dalam cerkak-;ltersebut, '" ya'khi"" nrimaseba·gai. bekal sikap'syukiJr:, pasr'-ahI!selekUf :terh'adap -iri·'hati, ketenterania:d, jiwai,'· '1',~e.muliaan ·;hidup,'. ,.dan .. jeI1.d,~l~'. ~eindahan duni:J,' Pe,~an ,ini.. _.,membukt~kan b.ahwC
The Education of the National Character of Pancasila in Secondary School Based on Pesantren Mukhamad Murdiono, M.Pd.; Miftahuddin Miftahuddin; Puji Wulandari Kuncorowati
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.621 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i3.15399

Abstract

This study is aimed at describing (1) Pancasila-based character education in pesantren-based secondary schools, (2) the strategy employed by teachers in developing Pancasila-based character education, and (3) the obstacles faced by teachers in developing Pancasila-based character education. This research was descriptive in natureby employing qualitative approach. Research subjects were principals and teachers of Civic Education in several pesantren-based secondary schoolsin Yogyakarta Special Region. The data were collected through interviews, observation, and documentation. The collected data were analysed inductively.The results show that (1) the Pancasila-based character education is developed through the policy made by the principals and the teachers who developed the learning program, (2) the teacher’s strategy in developing Pancasila-based character educationis conducted by integrating intra and extracurricular programs, and (3) the obstacles faced by teachers in developing Pancasila-based character education are related to the fact that not all teachers are able to integrate Islamic values developed in pesantrento the values embodied in Pancasila in teaching and learning process. Keywords: character education, Pancasila, pesantren PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERBASIS PESANTREN Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pendidikan karakter kebangsaan Pancasila yang dikembangkan di sekolah menengah pertama berbasis pesantren; (2) strategi yang dilakukan guru dalam mengembangkan pendidikan karakter kebangsaan Pancasila; dan (3) kendala yang dihadapi guru dalam pengembangan pendidikan karakter kebangsaan Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru Pendidikan Kewarganegaraan di beberapa sekolah menengah pertama berbasis pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan (1) pendidikan karakter kebangsaan Pancasila di sekolah dikembangkan melalui kebijakan yang dibuat kepala sekolah dan program pembelajaran yang dikembangkan guru; (2) strategi yang dilakukan guru dalam pengembangan karakter kebangsaan Pancasila melalui integrasi dalam program intra dan ekstrakurikuler; dan (3) kendala yang dihadapi guru dalam pengembangan pendidikan karakter kebangsaan yaitu belum semua guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang dikembangkan di pesantren dengan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran. Kata Kunci: pendidikan karakter, kebangsaan, Pancasila, pesantren
WAHYU, ILMU, dan LAKU Husain Haikal
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.525 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8679

Abstract

Pesan-pesan pendidikan yang disajikan Aa Gym, atau Aa,panggilan akrab dai dambaan umat, dalam buku yang diresensiini terasa bermakna. Benar-benar lebih bermakna saat bangsa inidilanda krisis multi dimensi. Krisis semakin mengakar dan melebartanpa ada tanda-tanda akan berakhir sekalipun telah menginjak tahunkeenam. Sementara itu, keadaan semakin bertambah memprihatin­kan karena perilaku para elit semakin gegabah, sedangkan merekayang tergolongwong alit, orang keeil, sesemakin ditimpa berbagaibeban yang berupa kenaikan listrik dan berkurangnya subsidiminyak, sementara para penguasa dapat berpesta pora dengan berbagai penghasilan tarnbahan yang tak terhitung jumlahnya, baiksebagai pelindung, penanggung jawab dan sejenisnya. Tak terhitunglagi beragarn musibah yang silih berganti datang menimpa, sepertitanah longsordi berbagai daerah, kebakarandi Kalijodo, Manggarai,dan Tanah Abang serta berbagai penggusuran. Sebagian musibahtadi sesemakin terasa berbau rekayasanya karena sikap kritis rakyatdan semakin bermaknanya peran mass media. Benar prosentasemereka yang miskin semakin 'berkurang', tetetapi mereka bukanbertambah sejahtera, justrusebaliknyamef.eka 'semakin terpuruksebab mereka hidup di bawahgaris kemiskinan. Dengan berdasarkan wahyu, Aa mencoba melakukan beberapatero bosan dalam ilmu, khususnya lagi dalam bidang pendidikan. Daiini tidak terpaku pada berbagai bingkai yang telah menjebak parapemain utama dunia pendidikan sehingga sebagian mereka semakinbeku. Mereka merasa mantap dan tenggelarn dalarn berbagairutinitas yangada. Setelah melakukan berbagai penyesuaian dalammengatasi berbagai kendala, tarnpak berbagai hasil yang meng­gembirakan dari jerih payahAa. Semua ini diwujudkan dalamberbagai aktivitasdi Pesantren Darut Tauhid, atau DT, sepertibroadcasting, penyelenggaraan haji, pelayanan jasa, koperasi, media,manufaktur, perdagangan, penerbitan, serta sejenisnya. Semuanyarelatif berjalan lancar, sekalipun awalnya agak tertatih-tatih karenabelum terdidiknya SDM yang terlibat. Sebagian SDM yang tersediaberasal dari masyarakat sekeliling. Umumnya mereka adalahtergolong kurang mampu, baik dari segi finansial, ilmu, atauberbagai ketrarnpilan lainnya. Melihat'dinarnika pesantren ini, wa­jarlah apabila Pesantren Daarut Tauhid disebut sebagai sejenisCommunity Development
BAHAN BAKAR GAS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA KENDARAAN BERMOTOR Lilik Chaerul Yuswono, Lilik Chaerul Yuswono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.386 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.9143

Abstract

Pesatnya penambahan jumlah keridaraan bermotor dari tahun ke tahunberakibal meningkatnya pencemaran udara sehingga beban lingkungan semakin berat.Kendaraan bermotor mengeluarkan limbah yang paling sulit dilokalisir tingkatoencemarannva karena mem.o un.v ai sifar m. nv.e baran y.a ng- mudah. Berdasarkan hasilpenclili.m Ji 5 w~layahD KI pada cmpat l o b i , rata-mla 70% kcndaraan yang leqanngmelampa"! Baku Mulu Emisi (RME) yang ditenluksn. Scdangkan MCr slsnnya dtn~laam.j,ih memrnuht amhang balar (Tabloid 'OlomoliT. I3 la~wsn1 9Y7). Vi snsl lam.peniambah~n jumlah kendaman bermolor mengakib~lkan a;tdangan mtnyak bum,~ernaktnm pal menipis karrna sebagian besar kendarasn knnolor nimh menggunskanbahan bakai minyak(BB~).DIb erbagm negara yang lclah map. konlrol lerh~rl.4I~~m lrahy ang d!leluarL?nLcnJardan bermolor Iclah Jlkrlakubn -ra kelat Sedangbn dl Indonala rnabpuntelah bznyak kebijakan yang diterapkan pemerintah berkaitan dengan masalahpencemaran tersebut, lelapi hasilnya belum memuaskan. Namun demikian berbagaiupaya terus dilakukan untuk menekan tirnbulnya pencemaran udara. Salah saluprogram yang cukup s u b dalam mendukung Program Langil Biru yang dicanangksnpemerintah adalah Pilot Pmyek Penggunaan Bahan Bakar Gas (BEG) untuk armadataksi dan bus di ibukola Jakarta.Penggunaan bahan bakar gas sebagai bahan bakar allematif untuk kendaraanhemotor berani iuea mendukune oroeram konservasi dan divenifikasi enerei vane: ~~~~~~~ ~ , - -. - - . -lelah dicanangkan pemerinlah beberapa tahun lalu. Bagi pemilik kendaraan.keuntungan y.a ng. d ip.e roleh jib menggunahn BBG adalah: pemabian bahan bakarlebih eonomis. aman " umur -kmakaian mesin lebih lama karena prosespembakarannya lebih sempurna jib banding dengan menggunakan BBM. ~ i l hua1lagi kemudahan yang diperoleh adalah jika BBG habis di tengah pejalanan, makabihan bakamya dt diganti BBM dmgan segera tanpa hams menghenlikankendaraan.
MENGKONSUMSI MAKANAN YANG AMAN Marwanti Marwanti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.861 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8916

Abstract

Setiap manusia membutuhkan makanan untuk kelangsunganhidupnya. Makanan tersebut diperlukan baik untukpertumbuhan fisik, menambah energi maupun meningkatkandaya tahan tubuh. Oleh karena itu, agar makanan dapat berfungsidengan baik, maka diperlukan berbagai syarat agarmemenuhi kriteria seperti yang diharapkan. Selain makananharus mengandung zat gizi Oemak, protein, karbohidrat,mineral dan "vi tamin), makanan harus baik dan yang tidakkalah penting untuk diperhatikan adalah bahwa makananharus aman untuk dikonsumsi. Setelah ketiga 'unsur tersebutterpenuhi, maka baru dapat disebut dengan makanan "sehat".Keamanan pangan sekarang sudah perlu mendapatkanperhatian karena dengan semakin majunya ilmu pengetahuandan teknologi juga mempunyai dampak negatif terhadapmakanan. Misalnya, penanganan limbah industri, polusi' udara,penggunaan antihama, dan pemberian hormon pada pcternakanyang tidak terkontrol. Di samping itu, dewasa ini dirasaadanya kecenderungan penggunaan bahan kimia dalamproduksi makanan yang semakin luas schingga risiko kontarninasioleh bahan-bahan kimia terutama yang bukan diperuntukkanmakanan juga dirasa semakin luas. Oleh karena itu,agar makanan yang kita konsumsi dalam keadaan aman, makaperlu diperhatikan cara-cara pemilihan dan penangananmakanan secara baik.
WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU Edy Supriyadi; Zamtinah Zamtinah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.737 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8927

Abstract

Pada tahuo 1994 nanti, pemerintah akan memberlakukanprogram wajib be~ajar 9 tahuo.. · yaitu pendidikan dasarminimal yang harus dialami oleh setiap warga negara. Programpemerataan kesempatan belajar ini dimaksudkan agarsetiap warga' negara Indonesia menjadi anggota masyarakatyang tahu akan kewajiban dan haknya, memiliki keterampilanuntuk mengatasi kesulitan dan meningka'tkan kualitas hidupoya.Program ini sangat esensial terutama bagi masyarakattidak mampu yang sebagian besar tinggal di pedesaan karenaanak-anak usia sekolah yang tidak memperoleh kesempatanmenikmati perididikan formal SD dan SLTP sebagian besarberasal dari masyarakat ini. Mengingat kondisi sosial e"konomimasyarakat pedesaan yang kurang begitu menguntungkan,yaitu seperti kemi$kinan, rendahnya kesadaran tentang pendidikan,kondisi l.ingkungan dan lain-Iainnya, maka pelaksanaanwajib belajar 9 tahv.n hen,daknya direncanakan dengan mempertimbangkankon~si-kondisi tersebut sehingga programwajib belajar dapat terlaks~~:a dengan baik dan memberimanfaat yang sebesar-besarnya bagi peninglli;,tan kesejahteraanmasyarakat pedesaan. Di samping itu. sistem pendidikan(wajar 9 tahun) yang hendak diterapkan hendaknya sejalandBn berorientasi pada ltebutuhan masyarakat karena pendidikanbagi ma:$yarakat desa harus menyajikan model yang hidup.berfaedah, diperlukan dan cocok dengan situasi kebud:-.)'aanpedesaan setempat. baik lokal maupun regional.
PENTlNGNYA PENDIDIKAN REKREASI DI SEKOLAH J. Hartoto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.576 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.8699

Abstract

Pendidikan rekreasi merupakan program pendidikan nonformal yangmenyediakan kesempatan atau peluang kepada setiap peserta kegiatan untukmengembangkan keterampilan jasmani, sikap sosial, mental atau kebiasaan.dan keterampilan intelektual secara harmonis dan yang pada gilirannya membentukkepribadian atau tingkah laku seseorang dengan memberikan pengalaman-pengalaman langsung di lapangan melalui kegiatan outdoor; misalnya out-:dooreducatIon/schools, study tour, field trip, outdoor adven.tures, dan kegiaJanrekreasi fisik dan nonfisik "lainnya, seperti olahraga rekreatif, permainan;termasuk permainan tradisional. kesenian, dan lain-lain.
STRATEGI MENGGUNAKAN MEDIA PENGAJARAN BAGI PENDIDIKAN DASAR C. Asri Budiningsih
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.737 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9164

Abstract

Kondisi pengajaran di SD hingga kini rna-sih kurangrnenekankan pada pengajaran sebagai proses. Keg~atan pengajaranmasih sering disajikan hanya dalam bentuk' pemberianinformasi kurang didukung dengan penggunaan' 'media dansumber-sumber lain. Sehingga infOImasi-infor.ma·si yangdisajikan guru. yang ada dalam buku-buk\J paket· dan yangtercantum dalam kurikuJum, tidak Lanyak arti.nya bagikehidupan.DaJam proses belajar mengajar, siswa harus secaraaktif ada upaya untuk berbuat atas dasar kemampuan dankeyakinannya sendiri. Karena, belajar baru akan terjadi jikaindividu berinteraksi dengan lingkungan atau sumber belajar.Untuk itu tugas guru sebagai pemberi Hmu sudah harusbergeser kepada peran baru yang lebih kondusif bagi siswa,yaitu dapat memilih dan mengkombinasikan metode mengajarnyadengan sumber-sumber belajar atau media pengajaranyang ada. Untuk keperluan itll guru dapat membua~ sendiripaket media pengajaran dari bahan-bahan dan a.iat-alatsederhana yang murah harganya dan mudah diperoleh.Sebagaimana dikemukakan oleh para ahli pengajaranbahwa efektivitas media dalam sistem pengajaran tidak terletakpada media apa yang digunakan.. tetapi bagai.manamedia tersebut digunakan. Maka intensitas penggunaari mediasangatlah penting. Inten5itas penggunaan media dapat dilihatdari aspek kuantitas maupun kualitasnya. Dad aspek kuantitaspenggunaan media, ukurannya adalah keseringan a taufrekuensi media digunakan dalam kegiatan pengajaran.Sedangkan dari aspek kualitas penggunaan media, dapatdilihat dad bobot penggunaannya. yaitu ketepatan dankebermaknaan media bagi kepentingan belajar mudd. Kualitaspenggunaan media dapat dilihat dari; 1} strategi penggunaanmedia dalam kegiatan pengajaran, dibagi ke dalam 3 bagian,yaitu persiapan sebelum menggunakan media, kegiatan selamamenggunakan mediaJ dan kegiatan tindak lanjut. 2} pengklasifikasianmedia pengajaran untuk keperluan mempreskdpsikanstrategi penyampaian pengajaran, meliputi (a) tingkat k~cerrnatanrepresentasi media, (b) tingkat interaktif yang mampuditimbulkan media. (c) tingkat kemampuan khusus yang dimilikimedia, Cd) tingkat rnotivasi yang mampu ditirnbulkanmedia. dan (~) ting~at biaya yc..ng diperlukan.
DESAIN MODEL PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS EKONOMI KREATIF BERDIMENSI INDUSTRI KEUNGGULAN LOKAL Sukardi Sukardi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.009 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8381

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menghasilkan model pendidikan prakarya dan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif berdimensi industri keunggulan lokal yang efektif bagi lulusan SMA berjiwa wirausaha. Penelitian menggunakan prosedur research and development yang dipadukan dengan prinsip desain konstruktivistik dengan tahapan: studi pendahuluan, pengembangan produk awal, dan uji produk awal melalui uji validasi ahli dan praktisi; uji terbatas secara bersiklus, uji produk akhir melalui quasi eksperimen, dan desiminasi serta implementasi. Hasil penelitian tahap pertama adalah sebagai berikut. Industri kerajinan lokal dan pemasarannya menjadi prioritas substansi prakarya dan kewirausahaan dengan menggunakan pembelajaran konstruktivisme social. Desain model terdiri atas tiga komponen, yaitu tujuan (tujuan mata pelajaran, kompetensi dasar, dan indikator), prosedur pembelajaran (pengorganisasian dan penyampaian materi serta pengelolaan pembelajaran), dan penilaian. Desain model menghasilkan produk yang berupa: rumusan kompetensi dasar, silabus, buku ajar, panduan pembelajaran, media, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan perangkat penilaian. Hasil uji produk awal menunjukkan bahwa secara keseluruhan rancangan model dan produk yang dihasilkan pada kategori sangat baik. Kata Kunci: desain model, prakarya dan kewirausahaan, ekonomi kreatif MODEL DESIGN OF PRAKARyA AND ENTREPRENEURSHIP WITH CREATIVE ECONOMY BASED AND LOCAL QUALITY OF INDUSTRY DIMENSION Abstract: This study aims to produce education model of prakarya and entrepreneurship with creative economy based and local quality of industry dimension to the graduated students of Senior High School who have entrepreneur passion. This study used research and development procedure with constructivism design which included the introduction study, initial product development, and initial product test through expert and practitioner validity; limited test in cycle, final product test through quasi experiment, dissemination, and implementation. The first result of the study is as follow. Local handicraft industry and its marketing became the substantial priority of prakarya and entrepreneurship by using social constructivism learning. The model design consists of three components, such as objective (learning objective, basic competency, and indicator), learning procedure (material organization, material delivery and learning management), and evaluation. Model design produce a product which include basic competency formula, syllabus, handout, learning guide, media, lesson plan, and evaluation. The result of the initial product showed that all of produced model plan and product is categorized into good. Keywords: model design, prakarya and entrepreneurship, creative economy
KEKUASAAN DAN ELIT POLITIK DALAM ISLAMA Sudrajat, Ajat
Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.284 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.8980

Abstract

Peranan kelompok elit dalam kehidupan politik sangat dominan. Dominasi mereka tidak terbatas dalam bentuk pemerintahan yang lain seperti dalam pemerintahan demokrasi misalnya. Karena dominasinya yang begitu besar, sampai-sampai ada seorang ilmuwan politik -- Gaetano Mosca -- yang menyatakan bahwasanya kelompok elit ini telah mengarahkan kehidupan politik pada bentuk pemerintahan oligarkis

Page 53 of 149 | Total Record : 1490


Filter by Year

1981 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue