cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 1,512 Documents
PEMBINAAN GENERASI MUDA DAN MASYARAKArr MADANI Muhamnlad Yacub, Muhamnlad Yacub
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.708 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.8996

Abstract

Ada berbagai 1l1asalah yang nlengerubutipembinaan sunlberdaya insani (SOl) dalam tubuhbangsa Indonesia terutama untuk generasi muda.Metnang telah ada upaya-upaya pemerataanpendidikan dan bagaimana puteraJputeri berpotensidididik secara tepat dan baik. Namun demikian faktayang tanlpak111asih tertuju pada keunggulan kognitifdan psikonl0tor yang bersifat verbal, fiskal,dandangkal. Aspek etnosional, kreativitas, spiritual danmoral belum tergarap lebih intensif.Hal ini terbuktidariscjul11lah kasus perilaku sebagian tnasyarakat kitayang tidak relevan dengan peradaban bangsa kita.[)alanl memasuki era global terutama dalammasyarakat nladanikine~ja yang telah tampak dewasaini masih jauh dari harapan. Sudah pada tempatnyaj ika harus ada upaya reformasi nlulai .dari redefinisidan reorientasi fi losofi pendidikan sampai padasegenap aspek lainnya dalam pendidikankita,terutalna dalanl nlcmasuki era gJobalisasi yang di11~ I~nlln\/:.l .. VA ....'-4...,'L4 .. sosok masyarakat tnadan i. Hal itunlakin tidak ringan dengan realisasi otonomi dalamsegala bidang ternlasuk dalam dunia pendidikankarena keterbatasan kualitas SOl pada sejumlahwilayahdi Nusantara inL Sistem pendidikan kita harusmanlpu Inewujudkan adanya kemerdekaan, persamaandan keadilan (tegaknya hukum) dalam arti yangsebenarnya dan tidakbolch tidak upaya pembinaan ituterintegrasi dalam tiga pusat pendidikan (termasuk didalanlnya pendidikan kcluarga / pendidikan luarsekolah) secaraharnl0nis dan berkesinanlbungan
BENTURAN DAN CEDERA PADA PENCAK SILAT Nugroho A.M., Agung
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.465 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.9195

Abstract

Pencak Silat merupakan cabang olahraga keras sehingga dalamsuatu latihan atau pertajldingan tidak mustahil akan sering teJjadi cedera.Hal ini dikarenaka.nolahraga pencak silat banyak serangan denganmenggunakan teknik pukulan, tendangan, jatuhan maupun kuncian.Benturan dari pukuhin, tendangan maupun jatuhan terhadap susunananatomis di luar tekanan normal tersebut akan mengakibatkan cedera.Sebab-sebab terjadinya cedera dalam pencak silat itu ada dua, pertamakarena benturan langsung dari lawan dan kedua kurangnya persiapanfisik, teknik maupun taktik dari pesilat sendiri.Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya cedera yang lebihparah pada diri pesilat, perlunya persiapan fisik, teknik, dan taktik yangbenar, terutama pada otot-otot besar sifatnya mendasar. Disamping ituperlujuga diketahui scbab-sebab terjadinya cedera dan macam-macamcedera yang kerap kali teJjadi pada pencak sHat. Dengan demikian guruataupun pelatih dapat mengantisipasi hal-hal yang dapal terjadi sertadapat mencegah dan merawat cedera saat berlatih atau bertanding.Dari pengamatan beberapa pesilat dewasa ini mereka banyakcenderung untuk memeriksakan cederanya pada seorang dukun ataupuntukang urut yang tidak semuanya mengetahui betul tcntang susunananatomi manusia. Schingga dcngan demikian cedcra yang diderita pcsilattidak menjadi sembuh, tetapi akan menjadi lebih parah. Pcrlunya pengertiantentang cedera dan permasalahannya bagi guru atau pelatih adalahuntuk dapat memberi pertolongan pertama apabiJa terjadi cedera padapesilat, sehingga sekecil mungkin cedera akan dapat dihindari.
PENDEKATAN EPISODE DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDlKAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA A. Daliman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.315 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7456

Abstract

Dalam rangka mengembangkan semangat cinta tanah air sebagai tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional (GBHN - 1983), maka mulai tahun akademik 1984/1985 akan dilaksanakan progam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dikembangkan dari Sejarah Nasional. Titik berat program pendidikan ini adalah pada matra afektif (pendidikan nilai) dengan tujuan untuk menanamkan, meresapkan, mengembangkan, dan meneruskan jiwa, semangat dan nilai-nilai1945 kepada generasi muda. Status program Pendidikau Sejarah Perjuangau Bangsa adalah sebagai bidang studi yang berdiri sendiri dan masuk pada kelompok Program Pendidikan Umum sejajar dengan Pendidikan agama, PMP, Pendidikan Olah Rga dan Kesehatan serta Pendidikan Kesenian. Pendektan yang dipergunakan dalam Pendidikan Sejarah perjuangan Bangsa adalah pendekatan episode. Yang dimaksud episode adalah tonggak-tonggak sejarah yang memiliki nilai-nilai perjuangan penting, yang mengandung jiwa, semangat danb nilai-nilai perjuangan yang luhur dan hakeki dari suatu bangsa. Makna dan nilai-nilai yang dikandung didalamnya inilah yang menentukan peranan penting episode sebagai wahana dan pendekatan dalam pengembangan program PendidikanSejarah Perjuangan Bangsa.
PENDIDIKANBIARADIABAIKAN untuk KEJAYAAN? Haikal Haikal
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.827 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i1.4717

Abstract

Kuat pengaruh 'disiplin' pendidikan yang ditanamkan selama tujuh tahun hidup di biara, sehinggaAmstrong memerlukan pelatihan barn yang intensif agar dapat terbebas dari kungkungan tadi. Semuaterungkap hanya beberapa tahun dengan pertolongan seorang psikiater. Selama beberapa sesi psikiatris Dr. Piet, sehingga terucap: ''Tanpa dia, saya bisa terancamjatuh ke dalam erupsi hororini seumur hidup, setiap.kalinya mengantar saya lebihjauh lagi ke dalam kegelapanan" (175). Sejenis pengekangan kaum wanita dalam dinamika sejarah Nasrani merupakan hallumrah seperti dalam kasus 'penyihir' , yang para pelakunya selalu dilukiskan hanya wanita Selalunya dia akan dibakar walau baru diduga sebagai pelakunya, dan tidak akan diadili dahulu. Contohnya, terSaji dalam uraian berikut ini: " ... the witch Finicella was burnt, because by /ler diabolical arts sJie hadkilled many children and bewitched many other persons and all Rome went to see the sight." (Jacob Burckhardt (1975), Vol II: 454.)
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KELISTRIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Riana T. Mangesa Dyah D. Andayani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.724 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7356

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengembangkan model pembelajaran dan perangkat pembelajaran berbasis kompetensi terintegrasi pendidikan karakter di SMK. Penelitian ini termasuk jenis Research Development yang mengacu tahapan Borg dan Gall (1983), yaitu yang terdiri atas analisis kebutuhan, perancangan pengembangan, validasi ahli dan revisi, uji coba, dan tahap implementasi. Data berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh lewat angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik nonparametrik, yaitu Kruskall Wallis yang penghitungannya memakai SPSS. Hasil penelitian berupa produk pengembangan perangkat pembelajaran bidang kelistrikan yang berupa modul, media, dan penilaian pencapaian kompetensi (rubrik penyekoran). Hasil pengembangan memenuhi tuntutan validitas, pencapaian kompetensi dalam proses pembelajaran yang dipergunakan secara keseluruhan tinggi, guru memberi skor penilaian melalui pencapai kompetensi sesuai kriteria dalam rubrik penyekoran terhadap ketiga aspek kompetensi, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian keefektifan pembelajaran secara menyeluruh menunjukkan bahwa siswa dan guru memberikan tanggapan secara aktif dan mencapai tujuan pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan model penilaian, pembelajaran berbasis kompetensi, rubrik penye- koran, SMK DEVELOPING A COMPETENCE-BASED INSTRUCTIONAL MODEL IN THE ELECTRICAL FIELD IN VOCATIONAL SCHOOLS Abstract: This study was aimed to develop a competence-based instructional model integrated with character education in vocational schools. This study belonged to the Research and Development study using the stages as developed by Borg and Gall (1983): a needs analysis, developmental design, expert validation and revision, try-out, and implementation stages. The data were in the form of quantitative and qualitative data obtained through questionnaires. The data were analyzed using the descriptive statistics and non-parametric statistics, that is, Kruskall Wallis with the help of SPSS program. The findings showed that the developed product of the instructional kits in the electrical field in the form of a modulle, media, competence achievement assessment (scoring rubric) had fulfilled the validity requirement. The achievement of the competence in the instructional process was as a whole considered as high. Teachers gave the scores based on the criteria in the scoring rubric in the three competence aspects, that is, cognitive, affective, and psychomotoric domains. The assessment of the instructional effectiveness showed that students and teachers responded actively and achieved the instructional objectives. Keywords: instructional model, scoring rubric, vocational schools
KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGI MAHASISWA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN Gito Hadiprayitno
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1744.877 KB) | DOI: 10.21831/cp.v15i2.8093

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kompetensi profesional dan pedagogi mahasiswa dalam melaksanakan program pengalaman lapangan. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 mulai bulan Oktober sampai Desember. Sampel penelitian terdiri dari 16 mahasiswa yang melaksanakan program pengalaman lapangan di 7 sekolah (SMP. dan SMA) yang ada di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi yang dilakukan oleh guru pamong dengan menggunakan angket. Angket terdiri dari perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Data dalam penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif melalui analisis skor Instrumen Penilaian Perencanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Analisis Pembelajaran, dan angket kompetensi profesional. Skor penilaian untuk setiap aspek yang dinilai pada Instrumen Penilaian Perencanaan Pembelajaran (IPPP) menggunakan skor rata-rata seluruh mahasiswa yang dikategorikan menjadi 3 kategori penilaian, yaitu 2 S ≤ 3 (Sesuai Seluruhnya), 1 S ≤ 2 (Sesuai Sebagian), S = 1 (tidak sesuai), sedangkan untuk Lembar Kerja Analisis Pembelajaran  dikategorikan menjadi 4 kualifikasi penilaian, 3 S ≤ 4 (Sangat Baik), 2 S ≤ 3 (Baik), 1 S ≤ 2 (Cukup Baik), S = 1 (Tidak Baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogi mahasiswa PPL dalam membuat kegiatan perencanaan pembelajaran memiliki rerata skor sebesar 2,74 (sesuai seluruhnya), sedangkan kompetensi pedadogi dan profesional mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran berturut-turut memiliki rerata skor sebesar 3,25 dan 3,22 yang termasuk ke dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: kompetensi pedagogi, profesional, PPL, Universitas Mataram
PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL SEBAGAI PERSIAPAN WAJIB BELAJAR DUABELAS TAHUN Subijanto Subijanto; Philip Suprastowo; Yaya Jakaria; Hendarman Hendarman; Ponco Waluyo; L. Hermin Winigsih
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3001.213 KB) | DOI: 10.21831/cp.v35i1.12119

Abstract

Abstrak: Penyelenggaraan program Pendidikan Menengah Universal dilator-belakangi oleh keberhasilan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Atas dasar itu, Kemendikbud perlu meningkatkan akses lulusan pendidikan dasar untuk melanjutkan ke pendidikan menengah melalui program wajib belajar 12 tahun. Tujuan studi ini dimaksudkan untuk mengkaji implementasiprogram Pendidikan Menengah Universal, terkait dengan (1) acuan legal formal; (2) kesiapan penyediaan sarana dan prasarana; (3) kesiapan penyediaan pendidik dan tenaga kependidikan; dan (4) kesiapan pendanaan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Hasil studi menunjukkan bahwa: (a) semua daerah sampel belum memiliki acuan legal formal untuk melaksanakan program PMU; (b) ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran belum memadai; (c) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikna belum mencukupi dan pendistribusiannya belum merata; dan (d) ketersediaan pendanaan masih terbatas. Kata kunci: pendidikan menengah universal, wajib belajar 12 tahun, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pendanaan.THE UNIVERSAL EDUCATION PROGRAM IN PREPARING FOR TWELVEYEARS COMPULSORY EDUCATION Abstract: The implementation of the universal education program for secondary school is based on the success of the nine year primary compulsory education.Therefore, the Ministry of Education and Culture needs to improve the access for primary education graduate through the twelve years compulsory education. The aim of this study is to analyze the implementation of the universal secondary education in accordance with (1) the legal formal; (2) the provision of the educational infrastructure and facilities; (3) the provision and distribution of teachers and administration staff; and (4) the supporting fund. The method used was survey. The results of the study were: (a) all sample areas had not have any legal basis for the implementation of universal education program for secondary education; (b) lack of educational infrastructure and facilities; (c) lack of teachers and administration staff and uneven distribution; (d) lack of operational budgeting. Key words: universal education program, twelf years compulsory education, educational facilities, teachers and administration staff, budgeting.
PENGARUH PENERAPAN PROGRAM PERKULIAHAN BIOLOGI KONSERVASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI BIODIVERSITAS MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Suroso Mukti Leksono; Nuryani Rustaman; Sri Redjeki
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.644 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.4179

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa menguasai dan mengaplikasikan konsep konservasi literasi biodiversitas, yaitu dengan penerapan program perkuliahan Biologi Konservasi Berbasis Kearifan Lokal (BKBKL) yang memadukan pembelajaran aktif di kelas dengan pembelajaran di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada semester Ganjil 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, sedang analisis data dengan uji beda rata-rata (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan literasi biodiversitas mahasiswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini dapat diartikan bahwa perkuliahan BKBKL yang dikembangkan mempengaruhi peningkatan literasi biodiversitas mahasiswa. Hal ini disebabkan perkuliahan BKBKL melibatkan kemampuan mahasiswa menginvestigasi, mengembangkan keterampilan proses biodiversitas dan kemampuan penguasaan konsep sehingga mereka mampu bertindak untuk menghargai biodiversitas. Akumulasi tindakan yang dilakukan oleh peserta didik akan membentuk karakter konservasi. Kata Kunci: literasi biodiversitas, kearifan lokal, biologi konservasi THE EFFECT OF THE CONSERVATION BIOLOGY COURSE PROGRAM BASED ON THE LOCAL WISDOM TOWARDS THE BIOLOGY TEACHER CANDIDATES’ BIODIVERSITY LITERACY CAPABILITY Absract: This study was aimed to describe the students’ competence in mastering and applying the biodiversity literacy conservation concept, that is, through the implementation of the conservation Biology course program based on local wisdom integrating the active teaching in the class and the teaching in the field. The method used is the quasi-experimental method. The subjects were students of the Biology Education Department Study Program, FKIP Sultan Ageng Tirtayasa University in the odd semester of 2012/2013. The data were collected using a test and analyzed using the t-test. The findings showed that there was a significant difference in the biodiversity literacy improvement between the experimental group and the control group. This can be concluded that the conservation Biology course based on local wisdom influences the students biodiversity literacy improvement. This is because the conservation Biology course program based on local wisdom involved students’ ability to investigate, to develop the biodiversity process skill and the students’ ability to master the concept so that they could appreciate the biodiversity. The accummulation of the actions done by the students will be able to implant their conservation character. Keyword: biodiversity literacy, local wisdom, consrvation biology
MODEL KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH Husaini Usman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.243 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7338

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model kepemimpinan instruksional kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis multikasus. Instrumen penelitan adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru secara snowball. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Objek penelitian adalah pelaku, konsep, tempat, dan kegiatan. Langkah-langkah dan analisis data menggunakan model Creswell (2014). Keabsahan data dilakukan dengan kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Pada penelitian ditemukan model kepemimpinan instruksional kepala sekolah dengan siklus: pemahaman definisi kepemimpinan instruksional; tujuan dan manfaat kepemimpinan instruksional; indikator kepemimpinan instruksional yang efektif; strategi kepemimpinan instruksional; carapraktis melaksanakan kepemimpinan instruksional. Kata Kunci: kepemimpinan, instruksional, kepala sekolah THE SCHOOL PRINCIPALS’ INSTRUCTIONAL LEADERSHIP MODEL Abstract: This study was aimed to find a school principals’ instructional leadership model. This study used the multicase qualitative approach. The instrument was the researcher himself. The data were collected using the in-depth interviews, participant observation, and documentation. The subjects were the school principals, vice principals, and teachers taken using the snowball sampling technique. The key informants were the school principals. The object of the study was the persons, concept, places, and activities. The stages and the data analysis used Creswell’s (2014) model. The data validation was carried out using the credibility, transferability, dependability, and confirmability criteria. The findings showed that the school principals’ instructional model followed the following cycle: an understanding of the definition of instructional leadership, the objectives and benefits of instructional leadership, indicators of effective instructional leadership, and practical ways of implementing the instructional leadership. Keywords: instructional, leadership, principal
METAKOGNISI CALON GURU YANG BERGAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN BERGAYA KOGNITIF IMPULSIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Binur Panjaitan
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.436 KB) | DOI: 10.21831/cp.v15i2.9463

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses metakognisi mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Melalui wawancara mendalam peneliti menggali tentang hal-hal yang mempengaruhi terjadinya proses metakognisi subjek. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen yang bergaya kognitif reflektif dan yang bergaya kognitif impulsif. Untuk menentukan gaya kognitif reflektif-impulsif digunakan Matching Familiar Figure Test. Masalah matematika dalam penelitian ini terdiri dari masalah matematika formal dan masalah matematika kontekstual. Data yang sudah valid dianalisis dengan memperhatikan bagaimana proses metakognisi subjek terhadap permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses metakognisi subjek yang bergaya kognitif reflektif berbeda dengan proses metakognisi subjek yang bergaya kognitif impulsif, baik dalam masalah matematika formal maupun matematika kontekstual. Kata kunci: metakognisi, pemecahan masalah, gaya kognitif TEACHERS’ CANDIDATE METACOGNITION THAT HAS REFLECTIVE AND IMPULSIVE COGNOTIVE STYLE IN SOLVING MATHEMATIC PROBLEM Abstract: The purpose of this research was to describe the college students’ metacognition as a teacher candidate in solving mathematic problem. This research was explorative with qualitative approach. By doing deep interviewing method, the researcher found out the causes that affected the subject’s metacognition. The subject of research was the college students as teacher candidate in Mathematic Department in Faculty of Teacher Training and Education Nommensen University that had reflective and impulsive cognitive style. To determine reflective and impulsive cognitive style, it used Matching Familiar Figure Test. The problem in this research was consisted of two, namely formal and contextual mathematic problem. The valid data has been analyzed by referring how the subject metacognition process in solving the problem. The result showed that the subject metacognition process with reflective cognitive style is different with impulsive cognitive style, even in formal or contextual mathematic problem. Keywords: metacognition, problem solving, cognitive style

Page 76 of 152 | Total Record : 1512


Filter by Year

1981 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 45 No. 1 (2026): Cakrawala Pendidikan (February 2026) Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue