cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 1,512 Documents
A MODEL OF EDUCATION FOR WOMEN (A Case Study in Madrasah Muallimat PUI Majalengka – West Java) Eti Nurhayati
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.641 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8360

Abstract

Abstract: This study was aimed to describe a model of education for women in Madrasah Muallimat PUI which had unique and specific characteristics, and it is still maintained until now. It is a special education for Muslimah, aiming to make cadres of educators who are regarded as a noble profession for women. The study used a qualitative approach and the data were collected through literature, documentation, in-depth interviews, and participant observation. The findings showed that: (1) The education in PUI’s perspective: viewing the importance of education for all human beings, integrating the science and religion, education skills, entrepreneurship, faith, noble morality, and innovative skills; (2) The model of education for women in Madrasah Muallimat included: looking at the importance of educated women, learning science and religion, being fluent in reading the Quran, mastering the Arabic language, being able to read the Kitab as a source of religious instruction, having personality as a true Muslimah who is skilled at the field of women to settle down provision, being eloquent, being able to lead the community, being spirited educators and becoming educators for families and communities, as well as being noble. Keywords: Education for women, Madrasah Muallimat, PUI MODEL PENDIDIKAN UNTUK PEREMPUAN (Studi Kasus di Madrasah Muallimat PUI Majalengka - Jawa Barat) Abstrak: Studi ini ingin mendeskripsikan model pendidikan di Madrasah Muallimat PUI yang memiliki karakteristik unik dan spesifik, dan masih dipertahankan sampai sekarang, merupakan pendidikan khusus untuk muslimah, bertujuan mencetak kader pendidik yang dipandang sebagai sebuah profesi mulia untuk perempuan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data: studi pustaka, dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) Pendidikan dalam perspektif PUI: memandang pentingnya pendidikan bagi semua manusia, mengintegrasikan pengetahuan umum dan agama, pendidikan keterampilan, wirausaha, keimanan, akhlaq mulia, dan inovatif; (2) Model pendidikan di Madrasah Muallimat adalah: memandang pentingnya perempuan berpendidikan, mempelajari ilmu pengetahuan umum dan agama, fasih membaca al-Qur’an, menguasai bahasa Arab, mampu membaca kitab berbahasa Arab, berkepribadian muslimah yang terampil, pandai berpidato, mampu memimpin masyarakat, berjiwa pendidik dan menjadi pendidik bagi keluarga dan masyarakat, serta berakhlaq mulia. Kata Kunci: Pendidikan untuk perempuan, Madrasah Muallimat, PUI
PENINGKATAN SELF-REGULATED LEARNING SKILLS MAHASISWA PADA MATA KULIAH AKUNTANSI PENGANTAR MELALUI PROBLEM-BASED LEARNING Andian Ari Istiningrum
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.115 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i1.11080

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (i) peningkatan self-regulated learning skills (SRL) melalui implementasi problem-based learning (PBL) dan (ii) peningkatan kemampuan dosen pelaksana dalam mengimplementasikan PBL. Penelitian ini merupakan lesson study terbagi atas dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri atas tahap plan, do, dan see.Subjek penelitian adalah mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta semester pertama yang mengambil mata kuliah Akuntansi Pengantar sebanyak 35 mahasiswa. Data mengenai SRL dikumpulkan dengan angket yang diisi mahasiswa, sedangkan data mengenai implementasi PBL oleh dosen pelaksana dikumpulkan dengan lembar observasi yang diisi oleh mahasiswa dan anggota timlesson study. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) PBL mampu meningkatkan SRL mahasiswa walaupun tingkat ketercapaiannya masih belum optimal, dan (ii) kemampuan dosen pelaksana dalam melaksanakan PBL meningkat dengan tingkat ketercapaian yang optimal. IMPROVING STUDENTS’ SELF-REGULATED LEARNING SKILLS IN THE INTRODUCTION TO ACCOUNTING COURSE THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING Abstract: This study aims to reveal (i) the improvement of self-regulated learning skills (SRL) through problem-based learning (PBL), and (ii) the improvement of lecturers’ performance in implementing PBL. To achieve these purposes, a lesson study with two cycles was conducted. Each cycle consisted of plan phase, do phase, and see phase. The study was conducted to the 1 semester Accounting Students at Yogyakarta State University who attended the Introduction to Accounting course. There were 35 students as the research subjects. The sampling technique used to collect data regarding SRL was questionnaires which were filled out by the students; while the data regarding the lecturer’s performance was collected by observation sheets that were filled out by students and members of lesson study group. The study has proved that: (i) the implementation of PBL could improve SRL even though the level of achievement was still not optimal, and (ii) the level of achievement of the lecturer’s performance in implementing PBL was optimal and improving. Keywords: problem-based learning, self-regulated learning skills st
The Influence of Problem-Based Learning and Project Citizen Model in The Civic Education Learning on Student’s Critical Thinking Ability and Self Discipline Marzuki Marzuki; Basariah Basariah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.121 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i3.14675

Abstract

Abstract: This study aims to describe the influence of problem-based learning and project citizen model in civic education (Pendidikan Kewarganegaraan) learning on student’s critical thinking ability as well as on student’sself discipline. It used quasi experiment method with pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population consisted of the 10th‐graders who were selected through simple random sampling technique. The data were collected through pretest, posttest, and observation and analyzed using manova test followed by post hoc Bonferroni test through SPSS program 22.0. The results show that 1) the problem-based learning and project citizen model have significant influence on student’s critical thinking ability, 2) they also have significant impact on self-discipline, and 3) overall, they significantly influence their critical thinking ability and self-discipline. Keywords: problem-based learning, project citizen, critical thinking, self-discipline PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DAN PROJECT CITIZEN DALAM PEMBELAJARAN PKN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER DISIPLIN SISWA Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan terhadap karaker disiplin siswa, dan terhadap baik kemampuan berpikir kritis maupun karakter disiplin siswa di SMK Diponegoro Depok Sleman. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan pretest-posttest no equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol.Populasi penelitian seluruh siswa kelas X. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik simple random sampling.Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi. Data dianalisis dengan uji manova yang dilanjutkan dengan uji post hoc bonferroni menggunakan program SPSS 22.0.Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis, 2) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap karakter disiplin siswa, dan 3) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis dan karakter disiplin siswa di SMK Diponegoro Depok Sleman. Kata kunci: problem based learning, project citizen, berpikir kritis, karakter disiplin
STRATEGI METAKOGNISI PEMBELAJAR ANAK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Dyah Werdiningsih
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.381 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.4181

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penggunaan strategi metakognitif dalam pembelajaran bahasa Indonesia (PBI) siswa SD yang meliputi (1) intensitas penggunaan strategi metakognitif pembelajar anak; (2) interkorelasi antara strategi metakognitif dalam belajar keempat keterampilan berbahasa Indonesia; dan (3) pengaruh tingkat pendidikan terhadap penggunaan strategi metakognitif dalam belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, korelasional, dan ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah siswa SD di Kota dan Kabupaten Malang dengan teknik penyampelan cluster sampling yang berjenjang. Data dikumpulan lewat teknik keusioner dan hasilnya dianalisis dengan teknik statistik deskriptif, korelasional, dan oneway anova. Hasil penelitian ini diperoleh temuan (1) siswa SD menggunakan strategi metakognitif dengan intensitas rendah dengan rata-rata penggunaan di bawah skala 2,45; (2) penggunaan strategi metakognitif dalam belajar keempat keterampilan berbahasa Indonesia saling berinterkorelasi satu dengan lain (r= 0,980, p0,01); dan (3) terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap penggunaan strategi metakognitif (sig=0.00, THE CHILDREN’S METACOGNITIVE STRATEGIES IN INDONESIAN LANGUAGE TEACHING IN ELEMENTARY SCHOOLS Abstract:This study was aimed to analyze the use of the elementary school students’ metacognitive strategies in the Indonesian Language teaching, which covered: (1) the intensity of the students’ metacognitive strategies; (2) the intercorrelation among the metacognitive strategies used in learning the four Indonesian language skills; and (3) the influence of the educational level on the use of the metacognitive strategies in learning Indonesian language. This study used the quantitative approach with the descriptive, correlational, and ex-post facto designs. The population of the study was the elementary school students in Malang municipality and regency using the multistage cluster sampling technique. The data were collected using questionnaires and analyzed using the descriptive, correlational, and one-way anova analyses. The findings showed that (1) the intensity oof the elementary school students’ use of the metacognitive strategies was low with the average of 2.45; (2) there was intercorrelation among the use of the metacognitive strategies in learning the four Indonesian language skills (r = 0.980, p0.01); and (3) there was an influence of the educational level on the use of the metacognitive strategies (sig. = 0.000, p = 0.05). Keywords: metacognitive strategies, intensity, interrcorelation, influence
Designing Essential Questions in the Process of Teaching and Learning to Deepen Understanding and Develop Students’ Awareness toward Environment Irine Kurniastuti; Theresia Yunia Setyawan; Sonialopita Sonialopita
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.738 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i1.15125

Abstract

Abstrak: Pertanyaan esensial membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang fokus dan bermakna bagi siswa. Pertanyaan esensial yang diberikan dengan baik membantu siswa mendapatkan pemahaman yang jelas dan mengembangkan kebiasaan berpikir mereka secara aktif dan kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun  pertanyaan esensial  untuk membantu  guru memperdalam  pemahaman  siswa  dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap keprihatian terbesar di dunia yakni lingkungan. Penelitian ini dimulai dengan analisa pertanyaan-pertanyaan pada buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013 kelas V tema 1 dan subtema 1, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan. Selanjutnya melakukan revisi dengan cara menyusun  pertanyaan esensial berdasarkan kriteria yang  disarankan oleh McTighe  dan Wiggins (2013). Pertanyaan esensial yang disusun kemudian direviu, dinilai dan dikomentari dengan menggunakan metode expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 65% pertanyaan yang disusun masuk dalam kategori pertanyaan esensial sedangkan 35% lainnya membutuhkan revisi lebih lanjut. Kata kunci: pertanyaan esensial, menanya, kesadaran terhadap lingkungan DESIGNING ESSENTIAL QUESTIONS IN THE PROCESS OF TEACHING AND LEARNING TO DEEPEN UNDERSTANDING AND DEVELOP STUDENTS’ AWARENESS TOWARD ENVIRONMENT Abstract: Essential questions help teachers in delivering  focused and meaningful lessons for students. Good  essential questions will  help students gaining clear understanding and developing  their critical thinking skills as well  as creativity. This research is aiming  at designing  essential questions to help teachers deepening  understanding and developing  students’ awareness towards the world’s  greatest concern, environment. It was started with analysis of questions in the teacher and student books of the2013 Curriculum grade V theme 1 and subtheme 1, especially those related to environmental matters. The next step was doing revisions by designing essential questions based on the criteria suggested by McTighe and Wiggins (2013). The essential questions proposed were then reviewed, graded, and given feedback by using expert judgment methods. The result showed that more than 65% questions proposed were categorized as essential questions while the remaining 35% still needed further revisions. Keywords: essential questions, questioning, awareness toward environment
The Analysis of Factors Influencing Graduation Achievement in Nurse Competence Test of Nurse Profession Program Lukmanulhakim Lukmanulhakim; Lenny Stia Pusporini
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.826 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i2.19881

Abstract

Abstract: Competence test is conducted to fulfil the graduates’ performance competence standards. Nurse competence is oriented to the performance quality in giving a comprehensive care. Study intends to identify factors influencing graduation achievement in UKNI of Nurse Profession Program students of STIKes Faletehan Serang. It is a quantitative study with analytical correlational design and cross sectional approach. Samples are 106 respondents who were selected by using total sampling technique. The statistical used are Chi Square and simple logistic regression prediction model. The Chi Square analysis result with α = 0.05 finds p value of the three variables are 0.804 (anxiety and family support), and 1.000 (peers support). Besides, the analysis result of other three variables obtains p value of 0.034 (GPA), p value of 0.000 (liveliness), and p value of 0.000 (try out result). The analysis result of simple logistic regression shows that Odds Ratio (OR) of liveliness variable is 156.734. The research results can be an evaluation material to increase graduation achievement in UKNI are the benchmark of improving the implementation of university quality assurance. Keywords: capaian kompetensi, kompetensi perawat, uji kompetensi Ners, progra profesi Ners Analisis Faktor yang Mempengaruhi Capaian Kelulusan Uji Kompetensi Ners Mahasiswa Program Profesi NersAbstrak: Uji kompetensi dilaksanakan untuk mencapai lulusan yang memenuhi standar kompetensi kinerja. Kompetensi perawat berorientasi terhadap kualitas kinerja dalam memberikan pelayanan keperawatan secara komprehensif.Penelitian bertujuan untuk mengetahaui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian kelulusan UKNI mahasiswa Program Profesi Ners STIKes Faletehan Serang. Penelitian berjenis kuantitatif dengan rancangan korelasi analitik melalui pendekatan Cross Sectional.Sampel penelitian sebanyak 106 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan lewat angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Chi Square dan regresi logistik sederhana model prediksi.Hasil analisis uji Chi Square dengan α = 0.05, ketiga variabel diperoleh p value sebesar 0,804 (kecemasan dan dukungan keluarga), serta 1,00 (dukungan teman sebaya). Hasil analisis ketiga variabel lainnya diperoleh p value sebesar 0.034(IPK Akademik), 0.000 (keaktfikan), dan 0.000 (try out nasional). Hasil analisis regresi logistik, teridentifikasi Odds-Ratio(OR) dari variabel keaktifan adalah 156.734.Hasil ini dapat dijadikan evaluasi dalam peningkatan capaian kelulusan UKNI yang merupakan tolak ukur dalam penyelenggaraan penjaminan mutu perguruan tinggi. Kata kunci : capaian kompetensi, kompetensi perawat, uji kompetensi Ners, progra profesi Ners
KETERAMPILAN PSIKOLOGIS MODEL BIMBINGAN KONSELING PROAKTIF UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Nuryati Atamimi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.313 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7358

Abstract

Abstrak: Model bimbingan dan konseling proaktif dirancang sebagai upaya untuk melatih dan membekali para guru dengan kemampuan psikologi yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan di MIN Tempel Sleman Yogyakarta. Terdapat delapan guru yang termasuk dalam kelompok perlakuan dan delapan wali murid sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dengan pre-test dan post-test. Model BK-Proaktif diberikan melalui pelatihan keterampilan psikologi oleh tim 6 jam setiap hari selama 2 hari. Peneliti mengamati efektivitas perlakuan selama 4 bulan sejak perlakuan diberikan dengan mengamati dan menginterviu subjek penelitian dan orang-orang yang telah mengenal subjek lebih dari satu tahun. Post-test diberikan saat observasi terakhir. Analisis data diolah menggunakan analisis kuantitatif, statistik Mann Whitney dan analisis kualitatif yang menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa tidak ada perbedaan persepsi diri, self-esteem, dan motivasi kerja antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada Pre-post 2. Kata Kunci: bimbingan konseling, persepsi diri, harga diri, motivasi kerja PSYCHOLOGICAL SKILLS OF PROACTIVE GUIDANCE AND COUNSELING MODEL FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS Abstract: The model of proactive guidance and counseling was compiled as an effort to train and equip school teachers with psychological skills needed. This study was carried out at MIN Tempel Sleman Yogyakarta. There were 8 teachers included in the experimental group, and 8 classroom teachers were included in the control group. The research subjects were selected using the purposive sampling method. The research used a quasi experiment study with a pre-test and a post-test. The proactive guidance and counseling model was given in the form of psychological skill training, by a trained team. The training took place for 2 days, 6 hours/day. The researcher monitored the effectiveness of the treatment for 4 months after training by observation and interviews with research subjects and other people who know the subjects for more than 1 year. The post-test was given at the end of the monitoring. The data were analyzed using the quantitative analysis, Mann Whitney statistics and qualitative analysis. The findings showed that there was no significant difference in self-esteem and work motivation between Post 1-Pretest and Post 2-Pretest, Post 2-Pretest and Post 2-Post1 variables. There was no significant difference in self-esteem variables between Post 1-Pretest and Post 2-Pretest, Post 1 - Post 2 and Pretest - Post. Finally, the research confirmed that there was no difference in self-perception, self-esteem, and work motivation between the experimental group and the control group on Pretest-Post 2. Keywords: guidance counseling, self perception, self-esteem, work motivation
COST-BENEFIT ANALYSIS ON ISO 9001 CERTIFICATION AND HIGHER EDUCATION ACCREDITATION Dwi Kartikasari; Muslim Ansori; Rusda Irawati; Dian Mulyaningtyas
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.185 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i3.16486

Abstract

Abstract: ISO certified institutions expect to enjoy high level of accreditation as both ISO and accreditation support quality management system of higher education. This study aims to analyze the costs and benefits of the application of ISO 9001 which intersects with accreditation (APT) in the quality management system of higher education. The research was conducted through case study and descriptive approach. The research team conducted a survey of 120 new students of State Polytechnic in Batam with quota sampling technique for benefit estimation. Furthermore, a survey was conducted to 17 employees of the polytechnic who is responsible for the fulfillment of ISO 9001 certification and accreditation in all departments with purposive sampling technique to compare the benefits and costs. The research team found that both accreditation and ISO benefited the polytechnic. However, accreditation offers more benefits on performance improvement, student number, student satisfaction, and organizational reputation compared to that by ISO. Nevertheless, ISO benefits more on document improvement than accreditation. In terms of costs, ISO is considered to require a larger cost and more work time than accreditation. Thus, based on cost benefit analysis of both tangible and intangible aspects, quality management of higher education using accreditation is superior to using ISO alone. Keywords: ISO 9001, accreditation, cost benefit ANALISIS MANFAAT BIAYA SERTIFIKASI ISO 9001 DAN AKREDITASI PERGURUAN TINGGI Abstrak: Institusi tersertifikasi ISO berharap meningkatkan nilai akreditasinya sebab ISO dan akreditasi sama-sama mendukung sistem manajemen mutu pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat dan biaya penerapan ISO 9001 yang beririsan dengan akreditasi perguruan tinggi (APT) dalam sistem manajemen mutu pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan studi kasus dan pendekatan deskriptif. Tim peneliti melaksanakan survei terhadap 120 mahasiswa baru Politeknik Negeri Batam dengan teknik quota sampling untuk estimasi manfaat dan terhadap 17 karyawan yang bertanggung jawab pada pemenuhan sertifikasi ISO 9001 di semua bagian/jurusan dan APT dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan membandingkan manfaat dan biaya yang terkait serta penerapan ISO 9001 dengan manajemen mutu berorientasi APT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sistem manajemen tersebut memberikan manfaat kepada institusi. Namun, manfaat akreditasi lebih tinggi pada poin peningkatan kinerja, jumlah mahasiswa, kepuasan mahasiswa, dan reputasi organisasi. Di pihak lain, nilai ISO lebih baik pada poin kebermanfaatan untuk perbaikan dokumen, namun dianggap membutuhkan anggaran biaya yang lebih besar dan pengorbanan waktu kerja yang lebih banyak dibandingkan akreditasi. Dengan demikian, berdasarkan analisis manfaat biaya baik yang dapat dikuantifikasi maupun yang sulit dikuantifikasi, pengelolaan mutu pendidikan tinggi menggunakan akreditasi lebih unggul daripada menggunakan ISO saja. Kata Kunci: ISO 9001, akreditasi perguruan tinggi, manfaat biaya 
PENGUATAN KULTUR SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN RAMAH ANAK Wiwik Kusdaryani; Iin Purnamasari; Aries Tika Damayani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.462 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8383

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan mengkaji konsep kultur sekolah, menganalisis konsep pendidikan ramah anak, dan penguatan kultur sekolah dalam mewujudkan pendidikan ramah anak. Jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi, yang dilakukan di SDN Pingit 01 Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Teknik pengumpulan data dilkukan dengan wawancara, pengamatan, dan analisis dokumen, sedang analisis data dengan teknik deskreptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsep kultur sekolah meliputi beberapa modal budaya sekolah berdasarkan kebiasaan warga sekolah dan tertuang dalam visi misi, tata tertib, 8 budaya disiplin guru, dan 10 budaya malu siswa; 2) konsep pendidikan ramah anak ditemukan dalam sikap guru terhadap siswa yang memberikan perhatian, perlindungan, serta berperan sebagai informator, mediator, motivator dan fasilitator dalam meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, serta metode pembelajaran perlu ditingkatkan; 3) penguatan kultur sekolah dalam mewujudkan pendidikan ramah anak dikembangkan berdasarkan berbagai kebiasaan positif sekolah. Kata Kunci: kultur, sekolah, pendidikan ramah anak STRENGTHENING THE SCHOOL CULTURE TO REALIZE THE CHILD-FRIENDLY EDUCATION Abstract:This study was aimed to examine the concept of the school culture, to analyze the child-friendly education, and to strengthen the school culture to realize the child-friendly education. This study used the phenomenology method, carried out ini SDN Pingit 01, Pringsurat, Temanggung. The data were collected using interviews, observations, and the document analysis. The data were analyzed using the qualitative descriptive analysis. The findings showed that: 1) the concept of school culture involved several school culture capitals based on the habit of the school members and this was conceptualized in the vision, mission, school regulations, 8 teachers’ discipline cultural items, and 10 students’ cultural items of being ashamed when doing something bad; 2) the concept of child-friendly education could be found in the teachers’ attitude towards the students by giving attention and protection, by becoming informants, mediators, motivators, and facilitators to improve the students’ academic and non-academic learning achievement; the teaching methods needed to be improved; 3) the strengthening of the school culture to realize the child-friendly education was developed based on several positive habits done in the school. Keywords: culture, schools, child-friendly education
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN: PERAN KOMITE SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Ivan Hanafi; Mufti Ma’sum
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.502 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.4176

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan dan menelaah peran, fungsi, dan tugas komite sekolah terhadap komponen input, proses, dan output pada SMK di Jakarta. Metode yang digunakan adalah survei dengan populasi SMK di Jakarta dan sampel diambil secara purposive stratified. Pengumpulan data dilakukan lewat studi dokumen dan wawancara. Analisis data dilakukan secara dekriptif dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan peran komite sekolah masih cukup tinggi, kecuali peran pengawasan (controlling) dan mediasi antara sekolah dengan dunia kerja dan industri (mediating) yang relatif rendah. Padahal, peran mediating justru sangat dibutuhkan oleh SMK sebagai institusi pendidikan yang memiliki karakteristik khusus, yakni menyiapkan peserta didik terjun ke lapangan kerja.Untuk itu, perlu dilakukan upaya mendorong agar komite sekolah SMK memiliki kapasitas untuk menjadi mediator yang baik antara sekolah dengan dunia kerja dan industri agar SMK dapat menyiapkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan lapangan kerja yang senantiasa berubah dinamis. Kata Kunci: implementasi, kebijakan pendidikan, komite sekolah, sekolah menengah kejuruan AN ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF THE EDUCATIONAL POLICY: ROLE OF THE SCHOOL COMMITTEE IN THE VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Abstrak: The study was aimed to analyze the implementation of the educational policy and to examine the role, functions and duties of the School Committee to the input, process and output components in the vocational high schools in Jakarta. This study used a survey method with the population of all vocational high schools in Jakarta and the sample was taken using the purposive stratified sampling technique. The data were collected using documents and interviews. All the data were analyzed descriptively. The findings showed that as a whole the school committee has high roles, except in the controlling role. The school committee had a low role in mediating the schools and industries. Yet, the mediating role was very much needed by vocational high schools which had specific characteristics, that is, preparing students to work. Therefore, the school committee should be encouraged to have the capacity to mediate the schools and the industries so that the schools could produce high quality graduates in response to the dynamic demand of the industries. Keywords: implementation, educational policy, school committee, vocational high schools

Page 79 of 152 | Total Record : 1512


Filter by Year

1981 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 45 No. 1 (2026): Cakrawala Pendidikan (February 2026) Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue