cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 1,512 Documents
Developing Wordless Picture Book to Improve the Storytelling Ability of 5 to 6 Years Old Children Ika Lestari
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.944 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i1.13303

Abstract

Abstract: This study aims to design and develop a wordless picture book to improve the storytelling ability of level B kindergarten students. This research adopted the design and development model proposed by Lee and Owens (2004). Data collection techniques employed storytelling tests, open-ended questionnaire, interview, and observation. The needs analysis was conducted through a storytelling test. The expert judgment involved media experts, children literature experts, and early childhood instructional design experts to assess the prototype of Wordless Picture Book.  Storytelling test, observation, and interview were used in the try out process. Quantitative data were obtained from pretest and posttest scores and the questionnaire for expert validation. Descriptive qualitative data analysis techniques were used to process the data interviews. Quantitative data analysis was used to examine the scores obtained from the pre and post-tests. The research produced (1) a wordless picture book design and (b) a product of wordless picture book which has been tested for its effectiveness, efficiency, uses, and practicality in improving children’s storytelling ability. Some implications and recommendations are also discussed. Keywords: storytelling, Wordless Picture Book, picture book, early childhood  PENGEMBANGAN WORDLESS PICTURE BOOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain dan pengembangan produk berupa Wordless Picture Book dalam rangka meningkatkan kemampuan bercerita dari anak TK kelompok B. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain dan pengembangan dari Lee dan Owens (2004). Teknik pengumpulan data menggunakan tes bercerita, kuesioner terbuka, wawancara, dan observasi. Data yang diperoleh melalui analisis kebutuhan dengan mengukur tes bercerita. Validasi ahli dengan instrumen kuesioner untuk menilai prototipe Wordless Picture Book oleh ahli media, sastra anak, dan desain pembelajaran PAUD; serta data uji coba melalui instrumen tes kemampuan bercerita, lembar observasi, dan wawancara. Teknik analisis data deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil wawancara. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretes dan posttest kepada anak ketika tes bercerita dan kuesioner untuk validasi ahli. Analisis data pada data kuantitatif akan digunakan desain eksperimen pre-experimental designs dengan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menghasilkan sebuah desain dan pengembangan produk Wordless Picture Book yang telah teruji efektivitas, efisiensi, kegunaan, dan kemudahannya dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak. Penelitian ini berimplikasi pada dihasilkannya suatu cara di dalam mendesain dan mengembangkan Wordless Picture Book yang mampu meningkatkan kemampuan bercerita anak usia dini. Kata kunci : bercerita, Wordless Picture Book, buku bergambar, anak usia dini
Analysis of Indonesian Mathematics Teachers’ Ability in Applying Authentic Assessment Pardimin Pardimin
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.672 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i2.18885

Abstract

Abstract: The 2013 curriculum implies the use of authentic assessment that emphasizes on the assessment of students' readiness aspects, processes and students’ learning outcomes as a whole. The integration of the assessment of the three components will demonstrate the students' capacity, style, and learning achievement. It is important for mathematics teachers to have the ability to conduct assessments of learning and to utilize the results of those assessments for the purposes of mathematics learning. This study aims to: (1) analyze the profile of the ability of the mathematics teachers in carrying out the authentic assessment, (2) find out the profile of the mathematics teachers’ ability to apply authentic assessment results, and (3) know the constraints of the mathematics teachers in developing the authentic assessment. This research uses a quantitative descriptive method involving junior high school teachers in Yogyakarta Indonesia. Data were collected using questionnaires and triangulated with documentation and Focus Group Discussion (FGD). The results show that the ability of the junior high school teachers in Yogyakarta in applying and using the results of authentic assessment was relatively good. The teachers used authentic assessment information to design remedial and enrichment programs. This study also reveals that the teachers still experienced difficulties in developing authentic assessment instruments. Keywords: authentic assessment, teachers’ ability, mathematics teachers, Curriculum 2013Analisis Kemampuan Guru Matematika di Indonesia Dalam Menerapkan Penilaian Otentik Abstrak: Kurikulum 2013 mengisyaratkan penggunaan penilaian otentik yang menekankan penilaian pada aspek kesiapan, proses, dan hasil belajar siswa secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa. Penting bagi guru matematika untuk memiliki kemampuan menyelenggarakan penilaian terhadap pembelajaran serta memanfaatkan hasil penilaian tersebut untuk kepentingan pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis profil kemampuan guru matematika dalam melaksanakan penilaian otentik, (2) profil kemampuan guru matematika dalam menerapkan hasil penilaian autentik, dan (3) mengetahui hambatan-hambatan dari guru matematika dalam mengembangkan penilaian otentik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan guru matematika SMP di Yogyakarta Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan triangulasi dengan dokumentasi dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru SMP di Yogyakarta untuk menerapkan dan menggunakan hasil penilaian otentik relatif baik. Guru telah menggunakan informasi hasil penilaian otentik untuk mendesain program remedial dan pengayaan. Studi ini juga mengungkapkan bahwa para guru juga masih mengalami kendala dalam mengembangkan instrumen penilaian otentik. Kata Kunci: penilaian otentik, kemampuan guru, guru matematika, Kurikulum 2013
PROBLEM-BASED MATHEMATICS TEACHING KITS INTEGRATED WITH ICT TO IMPROVE STUDENTS’ CRITICAL THINKING ABILITY IN JUNIOR HIGH SCHOOLS IN MEDAN Waminton Rajagukguk; Erlinawaty Simanjuntak
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.193 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7342

Abstract

Abstract: This study was aimed to develop a set of integrated problem-based mathematics teaching kits implemented with ICT to improve the critical thinking ability of junior high school students. The study used 4-D learning device development model (define, design, develop, disseminate). The data were collected through the observation of the learning process and students' activity, students' questionnaire responses, and a critical thinking ability test. The findings showed that mathematics teaching materials consisting of teaching kits as a teachers’ handbook based on ICT integrated problem-based materials completed with lesson plans, worksheets, and the use of media learning were appropriate to use.Based on the test results conducted in the field, the teaching kits can enhance the students' critical thinking ability. The findings showed that the average gain in two schools was in the range of g 0.7, which means that the students' critical thinking ability belonged to the high category, while that of the third school was in the range of 0.3  g  0.7 at 0.62 which means the students’ critical thinking ability belonged to the fair category. Keywords: learning device, information communication technology (ICT), critical thinking PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH TERINTEGRASI ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KOTA MEDAN Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah terintegrasi dengan ICT untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Penelitian menggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D (define, design, develop, disseminate). Data penelitian diperoleh melalui pengamatan proses pembelajaran dan aktivitas siswa, angket respon siswa, dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar matematika sebagai buku pegangan guru berbasis masalah yang terintegrasi dengan ICT disertai RPP, LKS, dan media pembelajaran layak digunakan. Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, perangkat pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain pada dua sekolah dimana sekolah pertama dan kedua didapat rentang g 0,7 yang artinya kemampuan berpikir kritis siswa pada kategori tinggi, sedangkan pada sekolah yang ketiga rentang 0,3  g  0,7 yaitu 0,62 yang artinya kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan pada kategori sedang. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, ICT, berpikir kritis
TRANSFORMATIVE EDUCATION AS A DIALECTIC OF INDONESIAN CULTURE AND MODERN CULTURE Saefur Rochmat
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.801 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i3.21513

Abstract

Abstract:Indonesia has being an independent state more than 73 year, but it is not yet a modern state. It is due to a lack of continuity between Indonesian culture (in the forms of local cultures and religions) and modern culture. National culture, in the form of Pancasila state, is not similar to the original Indonesian culture as it is a mix of Indonesian culture and modern culture. This article is to elaborate transformative education which will synergize Indonesian culture and modern culture.This article is a kind of qualitative research, using observation and literature study methods. It focuses on the immaterial aspects of culture, namely supra-structure of both Indonesian culture and the modern one. Curriculum 2013 Revised that discards religious skills from all subjects, except Religious Education and Civic Education, reflects that government has not yet formulated clearly the national education system. National education should be transformative that enables to synergize the Indonesian culture to the modern one. Keywords:Indonesian culture, modern culture, religious skills, Pancasila PENDIDIKAN TRANSFORMATIF SEBAGAI DIALEKTIKA KEBUDAYAAN ASLI DENGAN KEBUDAYAAN MODERN  Abstrak:Setelah merdeka lebih 73 tahun, Indonesia masih belum menjadi negara modern.Hal itu terjadi karena adanya kesenjangan antara kebudayaan lama dengan kebudayaan modern. Kebudayaan nasional dalam bentuk kebudayaan Pancasila tidak sepenuhnya merupakan kelanjutan kebudayaan asli sehingga Indonesia harus melakukan transformasi budaya. Artikel ini akan membahas pendidikan transformatif, yang akan mendialektikakan kebudayaan asli dengan kebudayaan modern.Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif, yang dilakukan dengan metode observasi dan studi pustaka. Penelitian ditekankan pada aspek immaterial (suprastruktur), yang menjadi fondasi bagi struktur kebudayaan, baik dalam kebudayaan Indonesia maupun kebudayaan modern. Pendidikan transformatif merupakan pendidikan yang mampu mensinergikan suprastruktur kebudayaan asli (kebudayaan daerah dan agama) dengan suprasturktur kebudayanaan modern. Aspek suprastruktur kebudayaan asli tercermin dalam sila ke-1 yang bersifat religius, sedangkan aspek suprastruktur kebudayaan modern tercermin dalam sila ke-2, 3, 4, dan 5 yang sifatnya rasional. Kedua karakteristik ilmu itu harus menyatu dalam materi pelajaran yang diajarkan di sekolah, yang tercermin dalam religious skills. Kata kunci: kebudayaan asli, kebudayaan modern, religious skills, Pancasila
Primary School Teachers’ Understanding of Essential Science Concepts Ari Widodo; Diana Rochintaniawati; Riandi Riandi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.656 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i3.11921

Abstract

Abstract: Teacher’s understanding of science is a prerequisite for teaching science. Due to the lack of science background during their studies, some primary school teachers have limited understanding of science. This study aims at identifying primary school teacher’s understanding of essential science concepts. Data were collected from 293 participants of workshops of professional certification program at university. Teacher’s understanding was measured using a multiple choice test whose answers are in the form of degree of certainty. The study finds that many teachers do not have good understanding of science. Misconceptions are also identified in a number of areas. Student textbooks, myths spread over in the communities, and narrow interpretation of religious teaching are some sources of teacher’s misconceptions. These findings suggest that future professional development program for primary school teachers should be designed in the areas of subject matters and subject matter pedagogy. Keywords: elementary school teachers, misconception, science, understanding
WEB-BASED COOPERATIVE LEARNING, LEARNING STYLES, AND STUDENT’S LEARNING OUTCOMES Bambang Hariadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.711 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.4821

Abstract

Abstract: This study was aimed to examine the effect of the instructional learning strategy (webbased STAD-type cooperative and text-based STAD-type cooperative learning strategies) and learning styles towards student learning achievement. This quasi-experimental study used a non-equivalent control group version of the factorial design. The subjects were the first-semester undergraduate students of Information Systems at STIKOM Surabaya. Sixty-nine (69) students were involved, 34 of whom were the subjects of the experimental group and 35 were the subjects of the control group. The collected data were statistically analyzed by using the two-way analysis of variance technique (ANOVA) with the significance level of 0.05. The findings of this research indicate that there was a significant difference in learning achievement, for the General Management course, between groups of students taught with the web-based STAD-type cooperative learning strategies and those taught with the text-based STAD-type cooperative learning strategies. Based on the findings, the researcher suggests lecturers to implement the STAD-type cooperative learning strategies, and use the web-based and text-based strategies simultaneously (complementarily) in the form of blended learning. Keywords: learning strategy, STAD type cooperative, web based learning, learning styles, learning outcomes PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS WEB, GAYA BELAJAR, DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran (kooperatif tipe STAD berbasis web vs kooperatif tipe STAD berbasis teks) dan gaya belajar terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain faktorial versi nonequivalen control group design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Sistem Informasi semester I di STIKOM Surabaya yang berjumlah 69 mahasiswa, terdiri dari 34 mahasiswa untuk kelas eksperimen dan 35 mahasiswa untuk kelas kontrol. Data yang terkumpul diolah secara statistik dengan menggunakan teknik analisis varian dua jalur dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mata kuliah Manajemen Umum yang signifikan antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi kooperatif tipe STAD berbasis web dan strategi kooperatif tipe STAD berbasis teks. Berdasarkan temuan penelitian ini disarankan untuk menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menggunakannya secara bersamaan (saling melengkapi) antara yang berbasis web dengan yang berbasis teks dalam bentuk blended learning. Kata Kunci: strategi pembelajaran, kooperatif tipe STAD, web base learning, gaya belajar, hasil belajar
Modifying the Implementation of Tour to Improve Tourism Students Learning Ilham Junaid
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.832 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i1.15060

Abstract

Abstract: The aims of this research are 1) to study the advantages of students’ tour through modification of activities; 2) to analyse tourism themes or topics to support the learning process; and 3) to recommend efforts in optimising students learning through tourism tours. A qualitative approach was employed in this study. The data were collected through interviews and observation. The research indicates that innovative learning through modifying the tour has encouraged students to learn theories or concepts of tourism and their application in the tourism destination. Although there were many assignments to finish during the tour, the students enjoyed the tour because it was interesting and fun. This paper recommends three approaches for optimising the tour, i.e. utilising English as the main language in all activities; mastering theories or concepts of tourism and how they are implemented; and publishing the result of the students’ observation through online scientific articles.Keywords: modifying tour, tourism learning, tourism management MODIFIKASI PELAKSANAAN TOUR (OBSERVASI) DALAM PENINGKATANOPTIMALISASI PEMBELAJARAN MAHASISWA BIDANG PARIWISATAAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pelaksanaan observasi (tour) mahasiswa melalui modifikasi kegiatan; menganalisis tema atau topik kepariwisataan dalam mendukung proses belajar; dan menyarankan langkah-langkah dalam mengoptimalkan proses belajar mahasiswa melalui kegiatan tour. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan terhadap mahasiswa peserta tour yang dilaksanakan pada tahun 2017 memberikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan tour di provinsi Sulawesi Barat.. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka sebagai data skunder.  Data dianalisis secara tematik lewat proses reduksi data, pengorganisasian, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inovatif (modifikasi aktifitas tour) mampu mendorong mahasiswa meningkatkan pembelajaran konsep atau teori pariwisata serta aplikasinya di destinasi wisata. Tour mengharuskan mahasiswa untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan, tetapi mereka dapat menikmati pelaksanaan tour karena dibarengi dengan suasana yang rileks dan menyenangkan. Tulisan ini merekomendasikan pentingnya mengubah pelaksanaan tour kepariwisataan dengan menitikberatkan pada penggunaan bahasa Inggris, penguasaan teori dan konsep pariwisata beserta implementasinya di destinasi wisata, dan pentingnya memublikasikan hasil observasi mahasiswa melalui karya tulis ilmiah singkat melalui media online. Kata Kunci: modifikasi tour, tour pariwisata, pembelajaran pariwisata, manajemen pariwisata
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SETS TERHADAP CROSS DISCIPLINARY KNOWLEDGE PESERTA DIDIK Rini Budiarti; Insih Wilujeng; Jumadi Jumadi; Senam Senam
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.403 KB) | DOI: 10.21831/cp.v35i3.10419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh pembelajaran IPA berbasis SETS terhadap cross disciplinary knowledge peserta didik kelas VII SMP di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan populasi SMP di kota Makassar yang menerapkan Kurikulum 2013. Sampel diambil sebanyak 3 sekolah yang dipilih berdasarkan stratifikasi sekolah dimana SMPN 12 Makassar mewakili sekolah kategori tinggi, SMP Islam Athirah Makassar mewakili sekolah kategori sedang, serta SMPN 3 Makassar mewakili sekolah kategori rendah. Penentuan kelas eksperimen dan kontrol pada masing-masing sekolah dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes dengan bentuk soal pilihan majemuk beralasan. Analisis data menggunakan independent sample t- test serta uji U-mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sekolah SMP kategori tinggi dan sedang, capaian cross disciplinary knowledge kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran IPA berbasis SETS rata-rata lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran IPA konvensional, sedangkan pada sekolah kategori rendah capaian cross disciplinary knowledge kelompok eksperimen dan kontrol tidak berbeda secara signifikan.Kata kunci: SETS, cross disciplinary knowledge
PENGEMBANGAN ENSIKLOPEDI BIOLOGI MOBILE BERBASIS ANDROID DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Dian Noviar
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.423 KB) | DOI: 10.21831/cp.v15i2.8255

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Ensiklopedi Biologi Mobile Berbasis Android Untuk Siswa Madrasah Aliyah dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013, dan mengetahui kelayakan produk ensiklopedi biologi mobile yang dihasilkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE. Empat tahapan pada prosedur pengembangan ADDIE yang dilalui dalam penelitian ini adalah Analysis, Design, Develop dan Evaluation. Ensiklopedi Biologi Mobile Berbasis Android dinilai oleh 1 orang Ahli Media, 1 orang Ahli Materi, 1 orang Ahli IT, 9 orang Peer Reviewer, dan 3 orang Guru Biologi. Uji coba terbatas dilakukan pada 25 orang siswa kelas X MA Ali Maksum Yogyakarta dan didukung 5 orang mahasiswa pendidikan biologi untuk mengetahui tanggapan responden terhadap produk ensiklopedi biologi mobile. Instrumen yang digunakan berupa angket check list. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang diubah kuantitatif kemudian ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Ensiklopedi Biologi Mobile Berbasis Android yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian keseluruhan reviewer memperoleh kualitas Sangat Baik (87,42%). Hasil uji coba terbatas dari respon siswa dan mahasiswa menunjukkan bahwa Ensiklopedi Biologi Mobile Berbasis Android memiliki kualitas Sangat Baik (89,3%) dan Sangat Baik (84,8%).   Kata Kunci: Ensiklopedi Biologi, Android, Mobile, sumber belajar, kurikulum 
PENGARUH GOAL SETTING DAN SELF-MONITORING DALAM PENGUASAAN KETERAMPILAN GERAK DAN MOTIVASI INTRINSIK SISWA SEKOLAH DASAR Yusup Hidayat
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.021 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i3.1554

Abstract

Abstrak: Pengaruh Goal Setting dan Self-Monitoring dalam Penguasaan Keterampilan Gerak dan Motivasi Intrinsik Siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini ber- tujuan untuk mengetahui pengaruh dari penetapan tujuan dan, pemantauan diri sebagai dua komponen penting dari self regulated learning (SRL) dengan penguasa- an keterampilan motorik dan motivasi intrinsik dari siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan terhadap 70 mahasiswa (terdiri dari 35 siswa laki-laki dan 35 siswa perempuan), kelas empat dan lima berusia 10-12 tahun di SD Padasuka Bandung. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok eksperimental dan satu kelompok kontrol dengan tugas acak. Data hasil perhitungan dengan menggunakan Manova dua faktorial menunjukkan bahwa penerapan tujuan dan, pemantauan diri memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan keterampilan motorik anak panah melempar dan motivasi intrinsik. Tujuan dinamis meningkatkan keterampilan motorik melemparkan panah dan motivasi intrinsik lebih tinggi dari proses dan tujuan produk secara signifikan, sedangkan tujuan proses meningkatkan keterampilan motorik melempar panah dan motivasi intrinsik lebih tinggi dari tujuan produk secara signifikan. Secara umum, semua kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan keterampilan motorik melemparkan panah dan motivasi intrinsik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol secara signifikan. Kata Kunci: Pengaturan tujuan, pemantauan diri, keterampilan motorik, motivasi intrinsik

Page 80 of 152 | Total Record : 1512


Filter by Year

1981 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 45 No. 1 (2026): Cakrawala Pendidikan (February 2026) Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue