cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Corrigendum: Model Process-Person-Context-Time (PPCT) Bronfenbrenner Pada Kesehatan Mental Konteks Kebencanaan Petrayuna Dian Omega
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p08

Abstract

Petra Yuna Dian Omega menemukan kesalahan pada penulisan artikel yang telah terbit yakni ”Model Process Person-Context-Time (PPCT) Bronfenbrenner Pada Kesehatan Mental Konteks Kebencanaan”, Dian Omega, Petrayuna (2023). Dalam catatan ini kami menerbitkan kembali naskah yang telah dikoreksi dalam versi terbaru. Bencana alam dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan hal penting untuk menghadapi situasi tak terduga. Teori kesehatan mental dari Bronfenbrenner khususnya teori proses proksimal Bronfenbrenner dengan model Process-Person-Context-Time (PPCT) dapat memprediksi kesehatan mental karena teori ini dapat mendeteksi hubungan antara faktor-faktor proksimal dan berbagai luaran kesehatan mental. Bronfenbrenner tidak banyak membahas mengenai objek-objek dan simbol-simbol dalam risetnya dimana hanya satu artikel yang mengupas hal tersebut. Jika dibandingkan dengan interaksi interpersonal, interaksi dengan objek dan simbol dapat terjadi tanpa melibatkan orang lain, sehingga sumber daya dan kepemilikan seseorang berperan besar dalam memengaruhi kekuatan dan arah proses proksimal. Penelitian ini menggunakan Diskusi Kelompok Terarah dengan partisipan 10 orang wanita dewasa penyintas bencana alam di Palu Sulawesi Tengah tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kondisi bencana banyak orang kehilangan objek dan simbol berharga dalam hidupnya sehingga perlu mengeksplorasi lebih lanjut kesesuaian model PPCT dalam kesehatan mental konteks kebencanaan. Penelitian ini membutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian penggunaan model PPCT dalam kesehatan mental konteks kebencanaan. Kata kunci: bencana; kesehatan mental; model PPCT; simbol dan objek
Ketidakpuasan terhadap Tubuh dan Indeks Masa Tubuh sebagai Prediktor terhadap Perilaku Makan Intuitif Remaja Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya; Aria Saloka Immanuel
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p07

Abstract

Idealnya perilaku makan dalam keseharian individu dapat memberikan dampak sehat secara fisik maupun psikososial. Namun, terkadang individu berperilaku makan semata-mata dilakukan karena ketidaknyamanan kondisi psikologis dan sosial, ataupun sebaliknya, perilaku makan yang berdampak pada kondisi fisik dan psikososial yang kurang sehat. Perilaku makan intuitif menjadi salah satu alternatif perilaku makan yang lebih adaptif karena lebih mengandalkan sinyal fisiologis rasa lapar dan rasa kenyang, untuk makan maupun menghentikan aktivitas makan. Agar individu dapat intuitif dalam berperilaku makan dibutuhkan faktor-faktor tertentu. Faktor yang dipertimbangkan dalam perilaku makan remaja adalah ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh terhadap perilaku makan intuitif pada remaja. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Makan Intuitif, Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh, pada remaja sebanyak 135 orang. Reliabilitas Skala Perilaku Makan Intuitif adalah 0,625, dan reliabilitas dimensi kognitif, afektif, serta perilaku pada Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh berkisar antara 0,689-0,835. Hasil uji regresi berganda menunjukkan model prediksi ketidakpuasan terhadap tubuh F(4,130)=5,205, p<0,05, yang mengindikasikan bahwa ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh secara bersama-sama berperan terhadap perilaku makan intuitif, meskipun kemudian ditemukan bahwa hanya dimensi perilaku dari ketidakpuasan terhadap tubuh (beta=-0,391, p<0,05) yang secara signifikan memprediksi perilaku makan intuitif jika dibandingkan dengan prediktor lainnya dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, patut dipertimbangkan faktor ketidakpuasan terhadap tubuh yang lebih rendah guna membantu perilaku makan remaja yang lebih intuitif sehingga diperolehnya kondisi fisik dan psikososial yang lebih sejahtera. Kata kunci: indeks massa tubuh, ketidakpuasan terhadap tubuh, perilaku makan intuitif, remaja
Penyesuaian Diri Orangtua dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Belajar dari Rumah selama Pandemi Covid-19 Anita Agustina; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p06

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar bagi bidang pendidikan. Pemerintah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerbitkan kebijakan belajar dari rumah. Belajar dari rumah memberikan tuntutan bagi semua orangtua terlebih orangtua ABK untuk meluangkan waktu dan tenaga ekstra mendampingi anak belajar di rumah. Orangtua perlu melakukan penyesuaian diri untuk menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri yang dilakukan orangtua selama mendampingi ABK belajar dari rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah orangtua dari anak dengan ADHD dan Asperger’s Disorder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri yang dilakukan orangtua meliputi aspek koping, self-knowledge, dan komunikasi interpersonal. Orangtua dari anak ADHD cenderung menggunakan emotional focused coping yang kurang efektif dilihat dari perilaku yang muncul yaitu membentak, menangis, memukul, dan memilin telinga ABK. Orangtua dari anak dengan Asperger’s Disorder mampu mengendalikan diri dan menggunakan strategi koping yang efektif. Self-knowledge yang dimiliki tentang dirinya dan ABK membantu orangtua dari anak Asperger’s Disorder melakukan penyesuaian. Kedua orangtua mampu menjalin komunikasi interpersonal yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam proses belajar dari rumah. Faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian diri orangtua yaitu kondisi fisik orangtua, dukungan sosial, dan pengalaman masa lalu.
Peran dukungan sosial dan motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah atas (SMA) di Bali Ni Made Adi Gayatri; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p05

Abstract

Tuntutan akademis, berada pada tahap perkembangan remaja akhir, serta pembelajaran yang berfokus pada teori dapat memengaruhi taraf kesejahteraan psikologis siswa SMA. Beberapa insiden pada siswa SMA yang terjadi di Bali mengindikasikan taraf kesejahteraan psikologis yang rendah. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis pada siswa SMA perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya dampak negatif yang tidak diinginkan. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa SMA di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data regresi berganda. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah two stage cluster sampling. Subjek penelitian dalam penelitian ini merupakan 254 siswa SMA di Provinsi Bali. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis (?=0,945), skala dukungan sosial (?=0,898), dan skala motivasi berprestasi (?=0,918). Hasil dari uji regresi berganda menunjukkan bahwa dukungan sosial dan motivasi berprestasi berperan secara simultan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA (R=0,662; R2=0,438; p=0,000<0,05). Dukungan sosial dan motivasi berprestasi juga berperan secara parsial dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA (dukungan sosial: ?=0,302, p=0,000; motivasi berprestasi: ?=0,440, p=0,000). Implikasi penelitian ini yaitu dapat memberikan gambaran tentang peran dukungan sosial dn motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA di Bali. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan salah satu rujukan dalam rangka meningkatkan dan menjaga kesejahteraan psikologis siswa SMA selama menempuh pendidikan.
Job Crafting dan Work Engagement pada Wanita Karir Okta Silvyana Saputri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p04

Abstract

Perkembangan era digital dan globalisasi membawa dampak kenaikan tenaga kerja wanita di Indonesia yang terserap di beberapa sektor industri, khususnya sektor formal. Pekerja wanita di sektor formal cenderung memiliki aturan yang lebih mengikat. Aturan yang mengikat dan tuntutan untuk mengurus pekerjaan rumah seringkali membuat perempuan lebih bermasalah dalam bekerja. Oleh karena itu wanita bekerja menerapkan job crafting untuk menumbuhkan motivasi, lebih berkembang, profesional, dan lebih engage dengan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara job crafting dan work engagement pada wanita karir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah wanita karir yang bekerja di sektor formal di PT. X yang telah bekerja minimal 1 tahun (n=86) yang diperoleh melalui teknik analisis regresi linear berganda. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Job Crafting dan Skala Work Engagement. Hasil analisis dengan analisis regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi sebesar 0,345 (p<0,050). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara job crafting dan work engagement pada wanita karir di PT.X.
A Efektifitas Cognitive Behaviour Therapy (CBT) Sebagai Intervensi Trauma Related Symptomps: Studi Meta Analisis Benazir Moza; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p03

Abstract

Gejala trauma merupakan efek yang sangat umum dirasakan bagi orang-orang yang pernah mendapati diri menghadapi peristiwa yang negative bagi dirinya. Gejala trauma bentuk munculnya berbeda-beda dari mulai gejala ringan saja seperti yang dihadapi individu itu sendiri atau bahkan menunjukkan gejala yang dapat mengganggu kehidupan sosialnya seperti kecemasan berlebih (anxiety), gangguan trauma, hingga PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder yang merupakan gangguan psikologis dari trauma hebat atau berkepanjangan yang dirasakan seseorang. Perlu adanya intervensi untuk mengatasi gejala trauma yang dialami indivdu, salah satu metodenya adalah Cognitive Behavioural Therapy atau CBT namun banyak penelitian yang mengemukakan hasil berbeda terhada efektifitasnya. Maka dari itu peneltian ini menggunakan metode meta-analysis untuk meninjau 12 jurnal international yang bersifat eksperimen dan melibatkan kelompok eksperimen juga control secara random. Didapati hasil effect size medium to large dengan nilai -0,736 (95% CI= -1,827 hingga -0,355) dengan moderator jenis CBT yang digunakan dalam penelitian juga bias publikasi yang berasal dari perbedaan hasil efektifitas jurnal yang direview. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi CBT cukup mampu mengatasi trauma related symptomps namun harus dipertimbangkan jenis CBT apa yang
Marriage satisfaction in early adult women in long distance marriage Muhamad Taufik Hermansyah
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p02

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan isu penting untuk dibahas beberapa dekade ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pada wanita dewasa awal yang tengah menjalani pernikahan jarak jauh. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain fenomenologi, untuk melihat bagaimana pengalaman partisipan dan esensi dari pengalaman tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan memilih partisipan sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima tema dalam kepuasan pernikahan, yaitu understanding, komunikasi, kebutuhan materi, kebutuhan psikologis dan cinta bertanggung jawab. Penelitian ini secara empirik dapat memberikan gambaran dan pengetahuan mengenai kepuasan pernikahan pada wanita dewasa awal yang tengah menjalani pernikahan jarak jauh dapat dilihat dari lima tema yang akan dibahas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan psikologi, khususnya dalam bidang psikologi keluarga. Perlunya penelitian lebih lanjut untuk memberikan pengembangan dalam ilmu psikologi keluarga.
Hubungan Dark Triad dengan Kecenderungan Perilaku Bullying Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Yeni Damayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p01

Abstract

Kejadian bullying yang terjadi di lingkungan institusi pendidikan menjadi perhatian berbagai kalangan. Seseorang yang melakukan bullying memiliki sifat suka mendominasi, suka memanfaatkan orang lain, sulit melihat situasi dari titik pandang orang lain, serta haus akan perhatian. Dark triad adalah sisi gelap manusia yang mendukung terjadinya perilaku bullying. Dark triad erat hubungannya dengan sikap eksploitatif, manipulatif, dan sifat yang tidak berperasaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dark triad dengan kecenderungan perilaku bullying mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 269 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terdiri dari dua skala yaitu, Dark Triad of Personality (D3-Short) dan skala Adolescent Peer Relations Instrument (APRI). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan bahwa machiavellianism, narcissism, dan psychopathy memiliki hubungan yang positif dengan kecenderungan perilaku bullying (machiavellianism r=0,374; narcissism r=0,334; psychopathy r=0,484 ). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi machiavellianism, narcissism, dan psychopathy mahasiswa, maka semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying mahasiswa, begitu juga sebaliknya. Kata kunci: Dark triad, kecenderungan perilaku bullying, machiavellianism, narcissism, psychopathy
Psychology Well-Being, Post-Traumatic Growth, and Stress Appraisal on COVID-19 Survivors Endang Widyorini; Daniswara Agusta Wijaya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2024.v11.i01.p01

Abstract

The COVID-19 pandemic has certainly brought many psychosocial stressors, however, some previous studies found that some patients who have recovered from COVID-19 show positive growth psychologically. This study aims to investigate the relationship between psychological well-being, post-traumatic growth, and stress appraisal in COVID-19 survivors. Psychological Well-Being Scale 18 items, Post-Traumatic Growth Inventory, and Stress Appraisal Measure were translated into Bahasa Indonesia prior to the data collection. Those three instruments then were completed online by 136 COVID-19 survivors, ages varied between 18 years old to the elderly have confirmed COVID-19 with severe symptoms. Statistical analysis was conducted to test the hypothesis of the current study. Results show that there is no significant difference in PWB, PTG, and SA levels regarding sex, age groups, and educational background respectively. The correlation between PTG and PWB in COVID-19 survivors was found to be positively significant (r=.241;p=.005). Path analysis reveals that Post Traumatic Growth only plays a mediating role in the relationship between the dimensions of Centrality and PWB and Uncontrollable and PWB. Discussion on how different dimensions of stress appraisal affect how post-traumatic growth plays a mediating role towards better well-being among COVID-19 survivors in Indonesia is elaborated further.Keywords: Stress Appraisal; Post-Traumatic Growth; Psychology Well-Being
I’m Tired With The Task!: Gambaran Deskriptif Ketidakjujuran Akademik Pada Mahasiswa Prodi Psikologi Di Universitas X Ellyana Dwi Farisandy; Irfany Putri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2024.v11.i01.p02

Abstract

This study aims to explore academic dishonesty in undergraduate students of Psychology Study Program at University X. The design used is a descriptive study. Sample technique using conventional sampling with a total of 182 undergraduate students of Psychology Study Program at University X. The measuring instrument used is the Academic Dishonesty (ADS) which was compiled by Ampuni et al. (2019) based on measurements of academic dishonesty from McCabe and Trevino (1993) and Stone et al. (2010). The results show that there are some undergraduate students who still practice academic dishonesty, like cheating, unauthorized collaboration, and plagiarism. Besides that, the tendency for academic dishonesty to be committed in undergraduate students of Psychology Study Program at University X is in the very high category when viewed from group norms. The majority of factors that cause undergraduate students to commit academic dishonesty come from internal factors, namely wanting to get higher grades and external factors, namely the existence of lecturers who give many assignments.