cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Makna Hidup Perempuan Bali Penyintas Kanker Payudara Ni Komang Adinda Cahyani Vergiana P; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p03

Abstract

Kanker payudara merupakan kejadian kanker tertinggi yang sering dialami oleh perempuan di Indonesia. Menurut beberapa penelitian, kanker payudara berkaitan dengan kondisi psikologis yang buruk seperti, depresi dan kecemasan. Kajian lainnya menemukan bahwa kebermaknaan hidup memungkinkan individu memandang penyakit kanker payudara ke arah yang lebih positif seperti, sebagai jalan pertumbuhan pasca trauma. Kebermaknaan hidup juga dikaitkan dengan kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis, serta kesehatan yang lebih baik. Berdasarkan beberapa temuan, setiap penyintas kanker payudara memberikan pemaknaan subyektif terhadap penyakit yang dialami. Pemaknaan tersebut terkait erat dengan keyakinan individu yang biasanya dipengaruhi oleh budaya setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna hidup perempuan Bali penyintas kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA). Terdapat tujuh tema super-ordinat dalam penelitian ini yaitu, 1) penurunan aktivitas kerja akibat kanker payudara; 2) respon fisiologis (seperti: nyeri payudara, cepat lelah dan mengalami mual, muntah, serta rambut rontok sebagai efek kemoterapi) dan psikologis (seperti: kecewa, sedih, kaget, takut, khawatir, merasa lega pasca operasi) terkait kanker payudara; 3) koping (menjalani pengobatan medis, kegiatan religius, dan membuat sarana upacara); 4) keputusan menjalani pengobatan medis; 5) hambatan selama pengobatan; 6) pandangan tentang penyakit kanker payudara; dan 7) perasaan bersyukur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa setiap penyintas kanker payudara memiliki pemaknaan unik tentang penyakit kanker payudara. Walaupun demikian, mereka sama-sama memaknai hidupnya mengalami penurunan aktivitas kerja. Terlepas dari pemaknaan hidup yang disampaikan, penyintas kanker payudara tetap menunjukkan rasa syukur atas hal-hal baik yang telah mereka alami selama menjalani perawatan.
Program Pengembangan Kompetensi Guru PGTK untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa dengan Metode Jolly Phonics Herdina Indrijati; Endah Mastuti; Rhajiv Nur Ilham
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p04

Abstract

Lately, problems related to pupils’ reading skill at school is increasing. So, teachers have to give more attention to the addressed problems. This study aims to examine the effectivity of the training for kindergarten teacher to uplift pupils’ reading skill through the jolly phonics method. This study involved 29 participants who work as kindergarten teacher in Jember. The training consisted of the presentation from experts, group discussion, role play, pre-test, and post-test. Data was analyzed using Wilcoxon Signed Ranks Test to examine the score difference before and after the training was implemented. Result shows that there is significant increasement (p=0,000) of the participants’ score after the training was implemented. Result of this study could be used as additional reference for implementing jolly phonics method to increase reading skill of the pupils at school.
Apakah Narsisme dan Psikopati Memoderasi Hubungan Konformitas Norma Maskulin dengan Kecenderungan Perilaku Image-based Sexual Abuse? Viona Gunawan; Rahkman Ardi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p05

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, image-based sexual abuse (IBSA), terutama penyebaran konten grafis seksual secara non-konsensual marak terjadi di Indonesia. Beberapa studi kualitatif menyatakan bahwa terjadinya IBSA didasari oleh mengakarnya budaya patriarki dan norma gender yang menekankan bahwa laki-laki berkuasa dibandingkan perempuan. Oleh karenanya, peneliti menggali peran konformitas terhadap norma maskulin, utamanya pada norma “kuasa di atas perempuan” pada kecenderungan perilaku IBSA. Namun, hubungan antara konformitas terhadap norma maskulin dengan kecenderungan perilaku IBSA, dapat berbeda berdasarkan karakteristik individu. Individu yang tinggi dalam karakteristik kepribadian narsisme dan psikopati, memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk melakukan IBSA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek moderasi narsisme dan psikopati pada hubungan antara konformitas terhadap norma maskulin dengan kecenderungan perilaku IBSA. Partisipan survei ini terdiri dari 237 orang yang berusia 18-39 tahun dan bertempat tinggal di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis moderasi dengan metode bootstrap. Hasil analisis menunjukkan bahwa konformitas terhadap norma maskulin berefek positif pada kecenderungan perilaku IBSA. Selain itu, ditemukan bahwa psikopati memoderasi hubungan konformitas terhadap norma maskulin dengan kecenderungan perilaku IBSA sedangkan narsisme tidak memoderasi hubungan tersebut.
Hubungan antara Perceived Usefulness dengan Kepuasan Pelanggan pada Pengguna Aplikasi Kesehatan X Niken Sukma Ningrum; Meita Santi Budiani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p06

Abstract

Unduhan maupun transaksi pada aplikasi kesehatan di Indonesia meningkat secara drastis sejak pandemi Covid-19, tidak terkecuali pada aplikasi kesehatan X sebagai aplikasi kesehatan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pengguna yang didominasi oleh generasi milenial membuat kepuasan para penggunanya menjadi perhatian khusus bagi aplikasi kesehatan X. Dalam kepuasan pelanggan, terdapat faktor kinerja dimana pelanggan akan cenderung puas jika kinerja yang ditunjukkan juga baik. Salah satu kinerja suatu produk dapat ditunjukkan oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan yang dikenal dengan perceived usefulness. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perceived usefulness dengan kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi kesehatan X. Pendekatan kuantitatif dan metode convenience sampling digunakan dalam penelitian ini dengan kriteria yang diteliti adalah individu yang lahir tahun 1980-2000 (generasi milenial) dan menggunakan aplikasi kesehatan X minimal 2 kali dalam setahun terakhir. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan kepada 400 pengguna aplikasi kesehatan X dengan kuesioner yang disusun dengan 2 skala. Skala perceived usefulness memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,951, sedangkan skala kepuasan pelanggan sebesar 0,936. Analisis korelasi Pearson product moment digunakan untuk menganalisis data dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived usefulness dengan kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi kesehatan X dengan nilai signifikansinya 0,000 dan nilai korelasi Pearsonnya 0,763. Hal tersebut dapat diartikan bahwa hubungan antara kedua variabel menunjukkan arah positif dengan tingkat korelasi kuat.
Kondisi Mahasiswa Tahun Pertama: Perlukah Self-Efficacy dalam Menghadapi Stres Akademik di masa Pandemi? Fannie Sayreinnie Pitoy; Krishervina Rani Lidiawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p07

Abstract

Tahun pertama bagi mahasiswa merupakan masa transisi yang kompleks, selain itu di masa pandemi Covid-19 juga terdapat berbagai kendala akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mahasiswa yang tidak mampu menghadapi tantangan dan kendala tersebut berpotensi mengalami stres akademik yang dapat berdampak secara negatif bagi mereka. Mahasiswa tahun pertama memerlukan keyakinan yang kuat pada kemampuan yang dimiliki agar mereka mampu mengelola dan memaksimalkan potensinya untuk menghadapi tantangan transisi dan kendala PJJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap stres akademik mahasiswa tahun pertama di masa pandemi. Penelitian ini diikuti oleh 274 mahasiswa tahun pertama dari berbagai perguruan tinggi dengan rentang usia 18-21 tahun. Self-efficacy dalam penelitian ini diukur menggunakan skala Self-efficacy, sedangkan stres akademik diukur menggunakan alat ukur Stressor Scale for College Student. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan self-efficacy terhadap stres akademik mahasiswa tahun pertama di masa pandemi Covid-19 sebesar 13,6%.
Peran Self efficacy terhadap Burnout yang Dimoderatori Jenis Kelamin pada Mahasiswa Bekerja Paruh Waktu Jessica Pramesti Pranoto; Doddy Hendro Wibowo
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p08

Abstract

Kuliah sambil bekerja banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Namun, bila mahasiswa tidak mampu menyeimbangkan waktu kuliah dan bekerja maka akan terjadi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self efficacy terhadap burnout pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dimoderatori jenis kelamin. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala self efficacy dan skala burnout. Sampel yang digunakan berjumlah 110 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive. Responden merupakan mahasiswa strata satu yang bekerja paruh waktu dan belum berkeluarga. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) sebagai alat penguji hipotesis. Hasil menyatakan bahwa hipotesis diterima (p<0,05) yaitu ada peran negatif self efficacy terhadap burnout. Peranan tersebut berkontribusi lebih kuat pada laki-laki daripada perempuan. Kontribusi self efficacy terhadap burnout pada mahasiswa laki-laki sebesar 2,87%, sedangkan pada mahasiswa perempuan sebesar 1,52%. Semakin tinggi self efficacy seseorang, maka burnout semakin rendah dan kontribusinya lebih kuat pada laki-laki dibandingkan pada perempuan.
Penerapan intervensi cognitive behavioral therapy daring pada remaja yang mengalami major depressive disorder Ranti Maradhita Putri Lestari; Efriyani Djuwita
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p09

Abstract

Gejala depresi mengalami peningkatan selama masa remaja. Gejala depresi pada remaja menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi kehidupan hingga dapat menjadi penyebab perilaku bunuh diri. Dengan demikian, perlu untuk dilakukan penanganan yang tepat dan komprehensif pada remaja yang mengalami depresi, salah satunya menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas intervensi cognitive behavioral therapy secara daring pada remaja yang mengalami major depressive disorder (MDD). Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang remaja perempuan berusia 17 tahun 10 bulan yang menurut hasil pemeriksaan psikologis memenuhi kriteria diagnosa MDD. Desain dalam penelitian ini adalah single-case experimental design. Intervensi terdiri dari 1 sesi pra-intervensi, 7 sesi inti, 2 sesi pasca, serta sesi follow up. Data hasil intervensi dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, dilakukan perbandingan skor dari alat ukur Beck Depression Inventory (BDI) – II yang diberikan pada saat sebelum dan sesudah intervensi. Secara kualitatif, keefektivitasan intervensi dilihat melalui hasil wawancara. Hasil menunjukkan bahwa secara kuantitatif terdapat penurunan tingkat depresi dari moderate depression menjadi ups and downs normal setelah intervensi dilakukan. Secara kualitatif, partisipan merasakan banyak manfaat dari intervensi yang dilakukan, salah satunya memahami kekeliruan berpikirnya dan lebih mampu melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, program intervensi CBT secara daring efektif untuk mengurangi gejala depresi pada remaja yang mengalami MDD.
Peran kelekatan dengan orangtua dan kecerdasan emosional terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA Aristi Dwi Yundari; Firmanto Adi Nurcahyo
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p10

Abstract

Psychological well-being is a condition when the individual is not under stress or other mental health problems. The existence of psychological well-being can improve the adolescents mental health and help the adolescents function optimally. Proper consideration is needed for the psychological well-being of adolescents to be enhanced. The factors to consider include parent attachment and emotional intelligence. This study is a quantitative study to determine the role of parent attachment and emotional intelligence for the psychological well-being of high-school student. A total of 165 students of class X, XI, and XII at one of the state high schools in Denpasar were the respondents in this study using stratified random sampling. Psychological Well-Being Scale with a reliability of 0,915, the Parent Attachment Scale with a reliability of 0,935, and a Scale of Emotional Intelligence with a reliability of 0,845 as the measurement tools that used. The multiple regression test revealed F=41,808, p<0,05, indicating that parent attachment and emotional intelligence characteristics both contribute to psychological well-being. Parent Attachment and emotional intelligence jointly contribute 33,2% to psychological well-being. Based on these, students are strongly advised to maintain relationships with parents and to increase their emotional intelligence, to help increase their psychological well-being possessed.
Home / Archives / Vol 10 No 2 (2023) / Articles Hubungan Citizen Trust to Government Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 Hafidh Furqon; Ika Herani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p10

Abstract

Virus corona telah bermutasi menjadi varian tipe baru yaitu Omicron dengan tingkat penularan yang tinggi. Bahaya varian jenis ini tidak diimbangi dengan peningkatan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah sehingga menyebabkan naiknya kasus positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan warga kepada pemerintah dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19. Partisipan berjumlah 214 orang yang diambil menggunakan metode kuantitatif non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Alat ukur untuk penelitian ini menggunakan Citizen Trust in Government Organization Scale dan Skala Kepatuhan menggunakan COVID-19 Prevention Guidelines Scale. Hasil analisis product moment Pearson dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara Citizen Trust to Government dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19.
Flexible work arrangement dan work-life balance pada generasi milenial Desak Nyoman Arista Retno Dewi; Priscila Rosa Kinasih Widyanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p09

Abstract

Currently, millennial generation employees are the working group that dominates employment in Indonesia. Millennial generation employees are characterized by their awareness of getting work-life balance. This is in line with the survey results which show that the majority of millennial employees want a balance between their personal and work lives. The opportunity to apply flexible work arrangements is believed to have an effect on employees' work-life balance conditions. In the COVID-19 pandemic situation, the application of working from home makes implementing flexible work arrangements a challenge to be able to get a work-life balance. This is because the actual working hours exceed the supposed working hours. The purpose of this study is to analyze the effect of implementing flexible work arrangements on work-life balance conditions for millennial employees. This research is a quantitative research with work-life balance as dependent variable and flexible work arrangement as independent variable. The data collection method used a Likert scale with five alternative answer choices. The research subjects are millennial generation employees who work with a hybrid system or a combination of work from home and work from office. Data analysis used non-parametric Kendall's tau-b correlation test because one of the assumption tests was not met. The results showed a significance value of 0.332 > 0.05, which means that there is no influence between flexible work arrangements and work-life balance. There are other factors that are more personal in nature that can support the achievement of work-life balance for millennial generation employees.