cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Persepsi guru terhadap sistem pembelajaran inklusi di sekolah dasar Brigitta Erlita Tri Anggadewi; Laurensia Aptik Evanjeli
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p03

Abstract

Inclusive learning in elementary schools is increasingly being promoted by the government. Each school is expected to be able to meet the needs of students with special needs who are studying. However, the realization of inclusive schools can also be influenced by the teacher's perspective on children with special needs. So far, teachers have only followed directions from schools and schools have followed directions from the Government. It is really necessary to know how teachers actually perceive children with special needs which in the end also has an impact on their perspective on the inclusion system in schools. So this research was conducted to determine the teacher's perception. This study uses a survey method. The target respondents of this research are teachers in elementary schools who are partners with PGSD USD. Respondents were selected through a purposive sampling technique with the sample criteria being elementary school teachers who partnered with PGSD USD. The research instrument was a questionnaire with closed questions. The instrument is designed for pre-service teachers so that the instrument will go through a modification process.
Work Family Conflict Dan Psychological Well-Being Pada Istri Yang Berkarir Di Toraja Utara Irsah Bunga Lembang; Arthur Huwae
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p04

Abstract

Responsibilities in the family are mandatory for each member to fulfill. One of the main responsibilities of a mother is to take care of her husband, children and household chores. However, currently the role of the mother is no longer just taking care of the household, but also making a living to help meet daily needs in order to achieve prosperity in the family. This is also widely done by mothers who are in North Toraja, where many mothers are currently carrying out dual roles as wives and also as career women. The study aims to reveal the relationship between work family conflict and psychological well-being in wives who have a career in North Toraja. The study used quantitative methods with non-probability snowball sampling techniques. The sample number of 52 wives who had a career in North Toraja. The scale used consists of the work family conflict scale and the psychological well-being scale. The results proved that the hypothesis was rejected meaning that there was no significant negative relationship between work family conflict and psychological well-being.
Pengalaman Work-life Balance Perempuan Bali yang Bekerja di Masa Pandemi Covid-19 Ida Bagus Made Pradnyapradipa; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p05

Abstract

Perempuan Bali bekerja di sektor formal memiliki tantangan akibat dari beragam peran dan tuntutan yang harus dipenuhi. Memiliki peran pekerjaan, adat, dan keluarga pada perempuan Bali membuatnya rentan mengalami konflik peran terlebih di masa pandemi covid-19 yang memberikan berbagai perubahan. Adanya konflik peran menjauhkan perempuan Bali dari work-life balance. Work-life balance merupakan kondisi yang berkaitan dengan keseimbangan keterlibatan dan kepuasan pada ranah pekerjaan dan urusan diluar pekerjaan. Kegagalan mencapai work-life balance pada perempuan Bali memicu stres dan mempengaruhi kepuasan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengalaman work-life balance perempuan Bali yang telah berkeluarga dan bekerja pada sektor formal di masa pandemi covid-19. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sehingga didapatkan empat perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis/IPA yang bertujuan menginterpretasi bagaimana responden memberi arti pada pengalamannya, sehingga peneliti berfokus pada pengalaman unik masing-masing responden dan bagaimana keunikan saling terhubung. Hasil penelitian ini terdiri dari tiga tema induk yaitu interaksi ancaman dan peluang di masa pandemi covid-19, Balinese Women’s Agility Roles, dan kepuasan diri. Balinese Women’s Agility Roles adalah temuan utama yang paling banyak berkontribusi pada pengalaman work-life balance melalui pengalaman konflik peran, harapan keseimbangan, dampak konflik peran, dan faktor pendukung mengatasi konflik.
Menggambar dan mewarnai sebagai bentuk implementasi art therapy dalam manajemen stres akademik Sang Ayu Made Chyntia Putri Astuti; Nabila Ardhyaswari Kirana; Lionel Timmy Linardo; Putu Eka Widyawati; Putu Nugrahaeni Widiasavitri; Ni Komang Avelia Mahendra Putri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p06

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan Art Therapy dalam mengelola stres akademik pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di SMPK 1 Harapan Denpasar. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah “Terapi Seni efektif untuk mengurangi dan mengelola tingkat Stres Akademik Siswa Sekolah Menengah”. Subjek penelitian ini adalah 69 siswa SMPK 1 Harapan Denpasar. Seluruh siswa kelas 9 SMPK 1 Harapan diberikan pre-test untuk mengukur tingkat stres akademik siswa. Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test. Sebanyak 69 siswa kelas 9 di SMPK 1 Harapan terpilih untuk mengikuti pelatihan terapi seni. Post-test dilakukan setelah siswa diberikan pelatihan terapi seni. Diungkapkan bahwa tingkat stres siswa yang diberikan terapi seni mengalami penurunan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan bahwa 46 dari 69 peserta (66,66%) mengalami penurunan skor stres akademik. Dari peserta yang mengalami penurunan skor stres akademik tersebut, sebanyak 58.7% peserta mengalami penurunan kategori stres akademik yaitu dari kategori sedang menjadi kategori rendah dan sangat rendah.
Konseling kelompok untuk menurunkan kecemasan pada orang tua anak berkebutuhan khusus Baiq Ade Septa Iswarindi; Rahma Widyana
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok untuk menurunkan kecemasan pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design yang melibatkan 2 kelompok subjek yang ditempatkan secara random dan diukur sebanyak tiga kali (pretest, posttest, follow up dalam 14 hari setelah perlakuan). Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang tua anak berkebutuhan khusus yang berada dalam kategori kecemasan ringan hingga berat. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode yang digunakan wawancara, observasi dan skala HARS (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Teknik analisis yang digunakan menggunakan Wilxocon dan Mann Whitney. Hasil analisis yang diperoleh Mann Whitney skor follow up diperoleh Z = 2.530 (p<0.050) yang artinya tingkat kecemasan kelompok eksperimen setelah diberi konseling kelompok lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi konseling kelompok. Hasil Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasaan sebelum dan sesudah pemberian konseling kelompok pada kelompok eksperimen Z= 2.060 (p<0.050) menunjukkan adanya penurunan kecemasan sebelum dan sesudah konseling kelompok, begitu juga setelah 14 hari pemberian konseling kelompok didapatkan hasil Z = 2.121 (p<0.050) menunjukkan penurunan kembali tingkat kecemasan setelah 14 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kelompok sebagai salah satu cara untuk menurunkan kecemasan orang tua pada anak berkebutuhan khusus.
Mengupas Dampak Psikologis Pada Remaja yang Memiliki Masalah Penampilan yang Berhubungan dengan Jerawat Rinella Febry Autrilia; Retno Hanggraini Ninin
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p08

Abstract

Fase remaja adalah masa ketika anak-anak menuju dewasa dan mengalami berbagai perubahan dalam hidupnya, salah satunya pada hormonal yang menyebabkan masalah jerawat. Masalah penampilan yang disebabkan oleh jerawat dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis bagi remaja. Remaja masa kini memiliki tantangan yang berbeda karena lahir ketika teknologi mengalami kemajuan pesat sehingga mereka banyak terpapar media maupun menggunakan media sosial yang ikut menciptakan standar kecantikan yang ideal, yaitu kulit yang bersih tanpa jerawat. Penelitian kualitatif eksploratori ini dilakukan untuk mengetahui dampak psikologis yang dialami oleh remaja masa kini terhadap masalah penampilan karena jerawat dengan menggunakan metode wawancara. Partisipan penelitian merupakan remaja berusia 11-20 tahun. Analisis dilakukan dengan menentukan kata kunci jawaban peserta, kemudian menentukan kategori kata kunci ini. Setelah menemukan kategori, hubungan antara kategori dianalisis sehingga membentuk tema. Hasil menemukan bahwa setidaknya remaja mengalami lima dampak psikologis, antara lain perubahan pada self-image dan self- esteem, adanya perasaan malu dan self-consciousness, adanya komentar negatif dan penghakiman, perasaan sedih dan cemas, serta perasaan marah dan frustrasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa masalah penampilan karena jerawat menimbulkan berbagai dampak psikologis yang cenderung serupa pada remaja. Dampak-dampak tersebut saling terkait satu sama lain. Penelitian ini dapat membantu orang tua dari remaja yang memiliki masalah jerawat dan tenaga kesehatan dalam memberikan gambaran dampak psikologis yang mungkin terjadi kepada para remaja, sehingga dapat lebih memperhatikan kondisi psikologis remaja dalam penanganannya.
Dinamika Psikologis Remaja yang mengalami Kekerasan Emosional dalam Keluarga Anak Agung Istri Indira Kesari; Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p09

Abstract

Kekerasan emosional adalah bentuk kekerasan nonfisik yang membahayakan keberfungsian kognitif, psikologis, maupun fisiologis individu. Kekerasan jenis ini banyak ditemukan dalam relasi keluarga, terutama orang tua dengan anak. Dampak kekerasan emosional dalam keluarga dapat memengaruhi proses pembentukan identitas anak sebagai salah satu tugas perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika psikologis remaja yang mengalami kekerasan emosional dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi multi kasus. Partisipan penelitian ini terdiri dari tiga remaja berusia 14-21 tahun yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan enam temuan utama, antara lain: 1) gambaran relasi keluarga yang ditinjau dari aspek kontekstual dan aspek relasional; 2) gambaran kekerasan emosional dalam keluarga; 3) dampak kekerasan emosional ditinjau dari aspek kognitif, sosioemosional, dan perilaku; 4) pembentukan identitas remaja yang mengalami kekerasan dalam emosional; 5) pengalaman perundungan di sekolah, dan; 6) pembentukan resiliensi pada remaja yang mengalami kekerasan emosional sekaligus perundungan di sekolah. Implikasi dari penelitian ini memberikan pemahaman bagi orang tua mengenai tindakan kekerasan emosional dalam keluarga dan dampaknya terhadap remaja, serta pentingnya mengembangkan relasi keluarga yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak ke arah yang positif.
Hubungan Religiusitas dengan Kontrol Diri dalam Penggunaan TikTok pada Remaja Wina Aulia; Yantri Maputra; Nelia Afriyeni; Liliyana Sari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p10

Abstract

The use of the TikTok is currently dominated by adolescents. Adolescents attempt to look as attractive as possible in TikTok without even considering the negative consequences of their actions. Self-control of adolescents can minimize the negative impacts of using TikTok. Self-control in using TikTok among adolescents can be obtained from guidelines in the form of values, one of which is the value of religion or religiosity. This study aimed to examine the relationship between religiosity and self-control in using TikTok among adolescents. The method used in this study was quantitative with 150 subjects aged 11-17 years who uploaded videos on TikTok. The instruments were the Self-Control in Using TikTok Scale and the Centrality of Religiosity Scale (CRS-15). The Spearman's Rank correlation test results showed that there was a positive relationship between religiosity and self-control in using TikTok for adolescents (r=0.162; p=0.048). The results indicated that higher religiosity is associated with higher self-control in using TikTok among adolescents, and the lower the religiosity, the lower the self-control in the use of TikTok in adolescents. In addition, most adolescents in the study were reported to have a high level of religiosity whereas moderate level of self-control in the use of Tiktok.
Work Engagement Pada Guru SMA Negeri Dengan Status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Aryo Bimo Adjie; Megawati Batubara
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p01

Abstract

SMA Negeri (SMAN) dengan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah SMAN yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi sekolah percontohan yang bertaraf internasional. Dengan berstatus RSBI, Guru SMAN RSBI memiliki tuntutan pekerjaan (job demand) yang lebih berat jika dibandingkan dengan Guru SMAN lainnya. SMAN RSBI menggunakan kurikulum yang berbeda, akibatnya guru SMAN RSBI dituntut untuk menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum tersebut. Sekolah memberikan dukungan (job-resource) pada guru dalam bentuk pelatihan soft skill untuk menunjang kinerja guru dan memberikan kebebasan untuk guru berinovasi memilih metode pembelajaran yang digunakan. Dengan dukungan ini, diharapkan guru dapat menjawab tantangan tugas dan merasa lebih terikat pada pekerjaannya (work engagement). Dengan work engagement yang tinggi, guru dapat memberikan performa kerja yang optimal dan juga menjadi performa sekolah. Penelitian dilakukan terhadap 50 Guru di SMAN X RSBI, dengan menggunakan total sampling atau sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat ukur yang diadaptasi dari Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dengan tipe kuesioner self-administered questionnaire. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work engagement (M=223.06) pada Guru SMAN X RSBI tergolong kedalam kategori tinggi baik secara umum maupun pada setiap dimensinya. Berdasarkan dimensinya, dedication (M = 80.6) merupakan dimensi yang memiliki skor paling tinggi
Hubungan antara dukungan sosial keluarga dan penerimaan diri individu dengan lupus Ida Ayu Widiantari; Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p02

Abstract

Penerimaan diri sangat penting dimiliki oleh individu dengan lupus untuk menghadapi perubahan yang dialami akibat dari dampak penyakit lupus yang dimiliki. Penerimaan diri ialah proses yang dialami oleh individu untuk menerima kekurangan dan kelebihan diri tanpa melihat karakteristik penyakit yang dimiliki. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi proses penerimaan diri pada individu dengan lupus adalah dukungan sosial keluarga. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri pada individu dengan lupus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 individu dengan lupus yang berusia 18 hingga 40 tahun. Teknik pengambilan sampel yang dipakai yaitu purposive sampling. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala penerimaan diri dengan reliabilitas sebesar 0,909 dan skala dukungan sosial keluarga dengan reliabilitas sebesar 0,894. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan metode analisis data korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05), yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri pada individu dengan lupus. Nilai koefisien korelasi yang positif yaitu r = 0,436 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri. Implikasi dari penelitian ini yaitu memberikan pemahaman bagi keluarga mengenai pentingnya dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada individu dengan lupus serta memberikan masukan dan dukungan bagi individu dengan lupus dalam menerima diri.