cover
Contact Name
-
Contact Email
ejmanajemen@unud.ac.id
Phone
+6289677151782
Journal Mail Official
ejmanajemen@unud.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Ilmiah, Gedung BJ Lantai 3, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Jln. P. B. Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia Kode pos: 80234
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Manajemen
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 23028912     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
E-Jurnal Manajemen (e-ISSN 2302-8912) adalah jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan secara online setiap bulan (dua belas kali setahun). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan ilmiah dan menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, dan sarjana di bidang manajemen untuk berbagi dan menyebarluaskan temuan penelitian dan kajian ilmiah. Program Studi Manajemen menerbitkan jurnal ini dengan dukungan Asosiasi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) dan Perhimpunan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Cabang Bali. E-Jurnal Manajemen menerima naskah di bidang manajemen, mencakup berbagai aspek, baik penelitian empiris maupun kajian teoritis, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan tidak akan dipublikasikan di media lain. Ruang lingkup topik yang dibahas dalam jurnal ini meliputi: Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Keuangan Manajemen Pemasaran Manajemen Operasi Manajemen Strategis Manajemen Perubahan Manajemen Pengetahuan Manajemen Bakat Studi Bisnis Islam Bisnis Digital Bisnis Internasional Kewirausahaan Perilaku Organisasi Pasar Modal Jurnal ini menyediakan platform terkemuka untuk penyebaran pengetahuan ilmiah dan pertukaran ide di antara para sarjana dan profesional di bidang manajemen.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 5 (2026)" : 7 Documents clear
PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KERJA (Studi Pada Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung) Dharma Putra, Santana; I Gusti Ayu Manuati Dewi
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p02

Abstract

Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung mengalami masalah pada organizational citizenship behavior dikarenakan kurangnya inisiatif karyawan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana kepuasan kerja berfungsi sebagai mediator antara keseimbangan kehidupan kerja dan Organizational Citizenship Behavior. Sebanyak 110 karyawan menjadi sampel penelitian ini, yang menggunakan pendekatan pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, memanfaatkan SEM-PLS untuk analisis statistik inferensial dan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasi. Keseimbangan kehidupan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kebahagiaan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior. Kepuasan kerja dapat berperan sebagai mediator dalam hubungan antara perilaku kewarganegaraan organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja. Menelaah teori pertukaran sosial dan kaitannya dengan variabel penelitian merupakan salah satu implikasi teoretis dari penelitian ini. Jawaban alternatif untuk permasalahan Organizational Citizenship Behavior dapat ditemukan dalam implikasi praktis.   The Department of Culure of Badung Regency is experiencing issues related to Organizational Citizenship Behavior due to a lack of employee initiative. The purpose of this study is to examine how job satisfaction functions as a mediator between Work-life balance and Organizational Citizenship Behavior at the Badung Regency Department of Culture. 110 employees make up the sample for this study, which employs purposive sampling. Descriptive statistics and inferential statistical methods, such as SEM-PLS, are used to examine the survey method used in this study, which involves questionnaires and interviews. The results of the study demonstrate that Work-life balance has a favorable and significant influence on corporate citizenship behavior. Work-life balance also has a favorable and significant influence on job satisfaction. Job happiness has a favorable and considerable influence on organizational citizenship behavior. Furthermore, job satisfaction may operate as a mediator in the association between corporate citizenship behavior and work-life balance. The study's theoretical implications include testing social exchange theory in light of the research variables. Offering different approaches to the issues of Organizational Citizenship Behavior is the practical implication.
PERAN BRAND AWARENESS DALAM MEMEDIASI PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING TERHADAP PURCHASE INTENTION I Kadek Wisnu Anggara Putra; I Wayan Santika
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p04

Abstract

Perkembangan ekspor kopi Indonesia yang mencapai 283,3 juta dolar AS mencerminkan potensi besar industri kopi nasional. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan industri kopi di Provinsi Bali, yang tercermin dari peningkatan produksi kopi Arabika dari 3.644 ton pada tahun 2023 menjadi 3.786 ton pada tahun 2024 (BPS, 2024). Kenaikan ini turut mendorong menjamurnya kedai kopi lokal di berbagai daerah, termasuk Kota Denpasar. Salah satu kedai tersebut adalah “Tukang Kopi” yang menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan strategi pemasarannya di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran brand awareness dalam memediasi pengaruh social media marketing terhadap purchase intention pada konsumen Tukang Kopi di Kota Denpasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan offline, kemudian dianalisis menggunakan path analysis melalui SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, serta terhadap brand awareness, yang selanjutnya juga berpengaruh terhadap purchase intention. Brand awareness juga terbukti memediasi secara parsial hubungan antara social media marketing dan purchase intention. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen Tukang Kopi untuk mengoptimalkan social media dalam membangun brand awareness guna meningkatkan niat beli konsumen.   The export value of Indonesian coffee reached USD 283.3 million, marking a 20 percent increase from the previous period (Ministry of Trade, 2024). This growth is also reflected regionally, particularly in Bali. According to the Central Bureau of Statistics, coffee production in Bali increased from 3,644 tons in 2023 to 3,786 tons in 2024. This upward trend has driven the proliferation of local coffee shops, including “Tukang Kopi” in Denpasar City, which faces challenges in optimizing marketing strategies amid rising competition. This study aims to examine the mediating role of brand awareness in the relationship between social media marketing and purchase intention among Tukang Kopi consumers. A quantitative approach was employed using a sample of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through online and offline questionnaires and analyzed using path analysis with SPSS 25.0. The findings reveal that all hypotheses are supported. Social media marketing has a positive and significant effect on both purchase intention and brand awareness. Brand awareness also significantly influences purchase intention and partially mediates the relationship between social media marketing and purchase intention. These results imply that strengthening social media marketing strategies can effectively build brand awareness and, consequently, increase consumers’ purchase intention.
PERAN BRAND IMAGE MEMEDIASI PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA DAPOER RADITYA Ni Made Nindya Aurelia Abi; I Nyoman Nurcaya
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p01

Abstract

Industri Food and Beverage (F&B) di Indonesia terus berkembang meskipun sempat terdampak pandemi Covid-19. Perubahan gaya hidup, preferensi konsumen, dan kemajuan teknologi menjadikan sektor ini semakin dinamis dan kompetitif. Dapoer Raditya sebagai UMKM yang bergerak pada sektor F&B memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan purchase intention konsumen. Namun, tingginya jangkauan belum sejalan dengan peningkatan niat beli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran brand image dalam memediasi pengaruh social media marketing terhadap purchase intention. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden calon konsumen Dapoer Raditya di Kota Denpasar dan dianalisis menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image dan purchase intention. Brand image juga berpengaruh signifikan terhadap purchase intention dan terbukti memediasi hubungan antara keduanya. Temuan ini menjelaskan theory of planned behavior (TPB) yang menekankan pentingnya strategi adaptif dalam membentuk citra merek dan sikap positif konsumen. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan perlunya perancangan konten media sosial yang relevan dan konsisten untuk membangun karakter merek yang khas dan meningkatkan niat beli konsumen.   The Food and Beverage (F&B) industry in Indonesia continues to grow despite being affected by the Covid-19. Changes in lifestyle, consumer preferences, and technological advancements have made the sector increasingly dynamic and competitive. Dapoer Raditya as a micro, small, and medium enterprise (MSME) in the F&B sector, utilizes social media to enhance consumer purchase intention. However, high social media reach does not necessarily correlate with an increase in purchase intention.This study aims to analyze the role of brand image in mediating the effect of social media marketing on purchase intention. A quantitative associative approach was applied, with data collected from 100 prospective consumers of Dapoer Raditya in Denpasar City through a questionnaire. The data were analyzed using path analysis, the results indicate that social media marketing has a positive and significant effect on both brand image and purchase intention. Furthermore, brand image significantly influences purchase intention and is proven to mediate the relationship between the two variables. These findings support the theory of planned behavior (TPB) which emphasize the importance of adaptive strategies in shaping brand image and fostering positive consumer attitudes.The practical implication of this study highlights the need to design relevant and consistent social media content in order to build a distinctive brand character and increase consumer purchase intention.
PERAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DALAM MEMEDIASI PENGARUH CAREER DEVELOPMENT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR Made Bagus Aditya Yama; I Made Artha Wibawa
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p03

Abstract

Pertumbuhan kedai kopi di Indonesia, khususnya di wilayah Bali, tampak dari semakin banyaknya kedai kopi yang tersebar di Kota Denpasar. Salah satu yang cukup populer adalah Fore Coffee. Dalam menghadapi persaingan yang kian memanas, Fore Coffee harus terus berinovasi, dari sisi produk dan pelayanan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh pengembangan karir terhadap perilaku kewargaorganisasian, dengan keterlibatan karyawan sebagai pemediasi, pada barista Fore Coffee Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian ini memiliki populasi mencakup barista Fore Coffee yang bekerja di wilayah tersebut, dengan sampel sebanyak 40 responden menggunakan teknik nonprobability sampling melalui metode jenuh. Metode yang digunakan dalam menganalisi hasil datanya adalah structural equation modeling (SEM) berbasis partial least squares (PLS). Penelitian ini memiliki hasil bahwa pengembangan karir memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perilaku kewargaorganisasian, serta secara langsung meningkatkan keterikatan karyawan. Selain itu, keterikatan karyawan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewargaorganisasian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan karir sepenuhnya memediasi hubungan keterikatan karyawan dan perilaku kewargaorganisasian. Secara teoritis, ini menguatkan teori kognitif sosial dalam menjelaskan perilaku kewargaorganisasian. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan pengembangan karir yang terbuka guna meningkatkan keterlibatan karyawan.   The growth of coffee shops in Indonesia, especially in Bali, is reflected in the increasing number of coffee shops in Denpasar, with Fore Coffee emerging as one of the more popular brands. To stay competitive in a saturated market, Fore Coffee must continuously innovate in both products and services. This study analyzes the influence of career development on organizational citizenship behavior (OCB), with employee engagement as a mediating variable among baristas at Fore Coffee in West Denpasar. The research involved 40 respondents selected through non-probability saturated sampling, and the data were analyzed using SEM-PLS. The results show that career development has a significant positive effect on employee engagement and OCB, while employee engagement also positively affects OCB. In addition, employee engagement fully mediates the relationship between career development and OCB. The findings support social cognitive theory in explaining OCB and highlight the importance of transparent and strategic career development in practice.
PERAN MAINTENANCE DALAM MEMODERASI PENGARUH SERVICE QUALITY TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN AUTOBAGUS RENT A CAR Ananta Bawika, I Gusti Agung; Purnawati, Ni Ketut
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p05

Abstract

Kinerja perusahaan merupakan capaian yang dihasilkan melalui berbagai aktivitas operasional yang dijalankan organisasi. Service quality sering dipandang sebagai faktor yang mampu memengaruhi tingkat kepuasan, sehingga dapat meningkatkan kinerja. Pada perusahaan jasa transportasi yang menggunakan fasilitas (kendaraan), maintenance akan memengaruhi kelancaran proses operasi pelayanan. Analisis pengaruh service quality terhadap kinerja perusahaan serta menilai apakah maintenance mampu memoderasi hubungan kualitas layanan dengan kinerja perusahaan Autobagus Rent a Car merupakan tujuan dari penelitian ini. Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan 59 karyawan sebagai responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Hasil wawancara dari 59 responden menunjukkan hasil baik dari ketiga variabel yang diuji, dengan rata-rata nilai service quality sebesar 3,94, maintenance sebesar 3,84, dan kinerja perusahaan sebesar 3,83. Analisis statistik menggunakan Metode Moderated Regression Analysis (MRA) mengungkap bahwa nilai koefisien regresi service quality senilai 0,199 dengan tingkat signifikansi 0,137. Nilai koefisien peran moderator maintenance terhadap hubungan service quality terhadap kinerja perusahaan senilai -0,012 dan tingkat signifikansi senilai 0,890 Temuan ini menunjukkan bahwa service quality tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dan maintenance tidak berfungsi sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut.   Company performance reflects the outcomes achieved through a series of operational activities. Service quality is one factor that can influence customer satisfaction and potentially improve performance. In transportation service companies that rely on vehicle readiness, maintenance is essential for ensuring that operational activities run smoothly and without disruption. Analyzing the influence of service quality on company performance and to assess whether maintenance serves as a moderating variable in that relationship within Autobagus Rent a Car is the purpose of this study. This research applies an associative, quantitative approach involving 59 employees as respondents. Result from data gathered through observation, interviews, and questionnaires indicates the mean scores are 3.94 for service quality, 3.84 for maintenance, and 3.83 for company performance. The MRA results show that service quality has a regression coefficient of 0.199 on performance, accompanied by a significance level of 0.137. The interaction term between maintenance and service quality produces a coefficient of –0.012 with a significance value of 0.890. The analysis indicates that service quality lacks significant influence on firm performance, while maintenance does not play a moderating role in the link between service quality and performance outcomes.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA GURU DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Guru SMP di Kecamatan Karang Tengah) Afriano, Happy Egi; Deden Kurniawan; Koen Hendrawan; Widi Wahyudi
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja guru dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening terhadap guru SMP di kecamatan karang tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala likert yang diolah menggunakan software Microsoft Excel 2016 dan SmartPLS versi 4.1.1.2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Variabel kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja. Variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja.   This study aims to examine the role of the work environment and leadership on teacher performance with work motivation as an intervening variable among junior high school teachers in Karang Tengah District. The research employed a quantitative approach using questionnaires as the data collection instrument. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling method, resulting in a total sample of 100 teachers. Data were collected using questionnaires with a Likert scale and processed using Microsoft Excel 2016 and SmartPLS version 4.1.1.2. The results of the study indicate that the work environment variable does not have a significant effect on teacher performance. Leadership also does not have a significant effect on teacher performance. The work environment has a positive and significant effect on work motivation. Leadership has a positive and significant effect on work motivation. Work motivation has a positive and significant effect on teacher performance. The work environment does not have a significant effect on teacher performance through work motivation. Meanwhile, leadership has a positive and significant effect on teacher performance through work motivation.
BPD BALI MOBILE SEBAGAI WUJUD TRANSFORMSI PERBANKAN DIGITAL: DISRUPSI ATAU PELUANG BAGI PERBANKAN KONVENSIONAL MENINGKATKAN EFEKTIVITAS INTERMEDIASI LEMBAGA KEUANGAN Putu Jessy Blessia Yogi
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 5 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i5.p07

Abstract

Perbankan konvensional saat ini menghadapi tekanan besar akibat percepatan transformasi digital yang dipicu oleh kemajuan teknologi finansial, perubahan perilaku nasabah, serta meningkatnya ekspektasi layanan yang cepat dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis BPD Bali Mobile sebagai wujud transformasi digital perbankan dan mengevaluasi apakah inovasi tersebut merupakan disrupsi yang mengancam atau peluang yang memperkuat efektivitas intermediasi lembaga keuangan konvensional di Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap artikel ilmiah, laporan industri, serta publikasi dari lembaga riset nasional maupun internasional dalam periode 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD Bali Mobile tidak hanya merupakan adopsi teknologi semata, melainkan juga menuntut transformasi menyeluruh dalam model bisnis, struktur organisasi, budaya kerja, dan regulasi yang mendukung inovasi dan pelayanan digital. Kolaborasi dengan fintech diidentifikasi sebagai strategi penting dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat daya saing perbankan konvensional. Namun, terdapat tantangan signifikan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur lama, resistensi internal terhadap perubahan, serta risiko keamanan dan privasi data nasabah yang semakin kompleks.   Conventional banking currently faces significant pressure due to the rapid acceleration of digital transformation driven by advancements in financial technology, changing customer behaviors, and increasing expectations for fast, digital-based services. This study aims to analyze BPD Bali Mobile as a manifestation of digital transformation in banking and to evaluate whether this innovation represents a disruption that threatens or an opportunity that strengthens the effectiveness of financial institution intermediation in Indonesia. The method used is a systematic literature review of scientific articles, industry reports, and publications from national and international research institutions covering the period from 2020 to 2025. The results show that BPD Bali Mobile is not merely a technological adoption but requires a comprehensive transformation in business models, organizational structures, work culture, and regulations that support innovation and digital services. Collaboration with fintech is identified as an important strategy to expand financial inclusion while enhancing the competitiveness of conventional banks. However, significant challenges remain, such as legacy infrastructure limitations, internal resistance to change, and increasingly complex risks related to customer data security and privacy.

Page 1 of 1 | Total Record : 7