cover
Contact Name
-
Contact Email
ejmanajemen@unud.ac.id
Phone
+6289677151782
Journal Mail Official
ejmanajemen@unud.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Ilmiah, Gedung BJ Lantai 3, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Jln. P. B. Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia Kode pos: 80234
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Manajemen
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 23028912     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
E-Jurnal Manajemen (e-ISSN 2302-8912) adalah jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan secara online setiap bulan (dua belas kali setahun). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan ilmiah dan menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, dan sarjana di bidang manajemen untuk berbagi dan menyebarluaskan temuan penelitian dan kajian ilmiah. Program Studi Manajemen menerbitkan jurnal ini dengan dukungan Asosiasi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) dan Perhimpunan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Cabang Bali. E-Jurnal Manajemen menerima naskah di bidang manajemen, mencakup berbagai aspek, baik penelitian empiris maupun kajian teoritis, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan tidak akan dipublikasikan di media lain. Ruang lingkup topik yang dibahas dalam jurnal ini meliputi: Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Keuangan Manajemen Pemasaran Manajemen Operasi Manajemen Strategis Manajemen Perubahan Manajemen Pengetahuan Manajemen Bakat Studi Bisnis Islam Bisnis Digital Bisnis Internasional Kewirausahaan Perilaku Organisasi Pasar Modal Jurnal ini menyediakan platform terkemuka untuk penyebaran pengetahuan ilmiah dan pertukaran ide di antara para sarjana dan profesional di bidang manajemen.
Articles 40 Documents
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN BULELENG Ni Nyoman Ella Widiastuti; I Gusti Ayu Manuati Dewi
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p01

Abstract

Kepuasan kerja dalam suatu organisasi mencerminkan sejauh mana karyawan suka atau tidak suka akan pekerjaannya. Karyawan yang sangat puas cenderung menunjukkan sikap positif di tempat kerja. Penelitian ini berfokus pada pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja, dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, dengan populasi penelitian sebanyak 96 pegawai dan jumlah sampel 77 orang menggunakan metode sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang diukur menggunakan Skala Likert. Analisis dilakukan dengan Uji Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban  kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, serta berpengaruh positif terhadap stres kerja. Stres kerja juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kepuasan kerja dan berfungsi sebagai mediator secara parsial kompetitif. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan beban kerja dapat menyebabkan peningkatan stres dan penurunan kepuasan kerja pegawai. Hasil ini diharapkan menjadi masukan kepada Pimpinan untuk memperhatikan kepuasan kerja pegawai.   Job satisfaction in an organization reflects the extent to which employees like or dislike their work. Highly satisfied employees tend to exhibit positive attitudes in the workplace. This study focuses on the influence of workload on job satisfaction, with work stress as a mediating variable. The research was conducted at Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, with a research population of 96 employees and a sample size of 77 individuals using a saturated sampling method. Data were collected through interviews and questionnaires measured using the Likert Scale. Analysis was conducted using Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). The results of the study indicate that workload has a negative and significant effect on job satisfaction and a positive effect on work stress. Work stress also showed a significant negative effect on job satisfaction and functioned as a partial competitive mediator. These findings confirm that an increase in work load can lead to increased stress and decreased job satisfaction among employees. These results are expected to serve as input for management to prioritize employee job satisfaction.
PENGARUH RASIO PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN TEKNOLOGI YANG TERDAFTAR DI INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA 2019-2023 Elfina; Titin Agustin Nengsih; Kurniyati
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh rasio profitabilitas, likuiditas, dan aktivitas terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data panel. Sampel penelitian mencakup 6 perusahaan dengan periode pengamatan selama 5 tahun, sehingga terkumpul 30 observasi. Variabel independen yang digunakan adalah Return on Equity (ROE) sebagai proksi profitabilitas, Current Ratio (CR) untuk likuiditas, serta Total Asset Turnover (TATO) sebagai ukuran aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Uji simultan juga memperlihatkan bahwa ROE, CR, dan TATO secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Nilai koefisien determinasi sebesar 59,51 persen mengindikasikan bahwa variasi pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh ketiga rasio keuangan tersebut, sedangkan sisanya sebesar 40,49 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas, likuiditas, dan aktivitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan teknologi di pasar modal syariah. Implikasi praktisnya, manajemen perusahaan perlu mengoptimalkan kinerja keuangan melalui peningkatan efisiensi aset, pengelolaan modal kerja, dan strategi profitabilitas yang berkelanjutan guna memperkuat daya saing di industri teknologi.   This study aims to examine and analyze the effect of profitability, liquidity, and activity ratios on profit growth in technology companies listed on the Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) during the 2019–2023 period. The research employs a quantitative approach with panel data analysis techniques. The sample consists of 6 technology companies observed over 5 years, resulting in 30 observations. The independent variables are ROE as a proxy for profitability, CR for liquidity, and TATO as a measure of activity. The findings reveal that each of the three financial ratios has a significant partial effect on profit growth. Simultaneous testing also indicates that ROE, CR, and TATO jointly have a significant influence on profit growth. The coefficient of determination of 59.51 percent demonstrates that variations in profit growth are explained by these ratios, while the remaining 40.49 percent are influenced by other factors not included in this study. These results emphasize that profitability, liquidity, and activity are key determinants of profit growth for technology companies in the sharia capital market. The practical implication suggests that management should enhance financial performance through asset efficiency, effective working capital management, and sustainable profitability strategies to strengthen competitiveness in the technology industry.
KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIASI PENGARUH KERJA SAMA TIM DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI Luh Putu Rina Rusmini
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p04

Abstract

Tingginya tingkat absensi pegawai menjadi permasalahan serius di banyak instansi pemerintahan, termasuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jembrana. Rendahnya kehadiran mencerminkan lemahnya motivasi dan kepuasan kerja, yang berdampak pada penurunan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerja sama tim dan komunikasi terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan metode sampel jenuh/sensus dengan melibatkan seluruh pegawai BKPSDM sebanyak 52 orang sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui pendekatan analisis jalur (path analysis) menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama tim dan komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Kepuasan kerja juga terbukti memediasi pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja. Penelitian ini menekankan pentingnya membangun lingkungan kerja yang kolaboratif dan komunikatif untuk meningkatkan kinerja aparatur.   High employee absenteeism remains a serious issue in many government institutions, including the Agency for Civil Service and Human Resource Development (BKPSDM) of Jembrana Regency. Low attendance reflects poor motivation and job satisfaction, which can negatively impact employee performance. This study aims to analyze the influence of teamwork and communication on job satisfaction and employee performance, and to examine the mediating role of job satisfaction in these relationships. The study employed a census method, involving all 52 employees of BKPSDM as respondents. Data were collected using a closed-ended Likert-scale questionnaire, which was tested for validity and reliability. Data were analyzed using path analysis with SPSS version 26. The results show that teamwork and communication have a positive and significant influence on both job satisfaction and employee performance. Furthermore, job satisfaction significantly mediates the influence of teamwork and communication on performance. These findings highlight the importance of fostering a collaborative and communicative work environment to enhance employee performance in public sector institutions.
PROFITABILITAS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) Winda Sari; Novi Mubyarto
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio profitabilitas terhadap pertumbuhan laba perusahaan yang tercatat dalam Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2019 hingga 2023. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis data panel dan model terbaik yang terpilih adalah Common Effect Model. Sampel penelitian terdiri dari 6 perusahaan selama 5 tahun, sehingga total data yang diperoleh sebanyak 30 observasi. Rasio profitabilitas yang dijadikan variabel dalam penelitian meliputi Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil analisis menunjukkan ketiga rasio profitabilitas, yaitu ROA, ROE, dan NPM, memiliki pengaruh  signifikan terhadap pertumbuhan laba. Secara simultan, variabel tersebut terbukti memengaruhi pertumbuhan laba perusahaan yang tergabung dalam indeks JII pada periode penelitian. Nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa ROA, ROE, dan NPM secara keseluruhan berkontribusi sebesar 81,06 persen terhadap pertumbuhan laba, sedangkan sisanya sebesar 18,94 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian. Tingginya ROA mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan keuntungan. Tingginya ROE menunjukkan kinerja perusahaan yang baik dalam memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham. Sedangkan NPM yang tinggi menandakan efisiensi perusahaan dalam mengelola penjualan untuk menghasilkan keuntungan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan laba.   This study aims to analyze the effect of profitability ratios on profit growth of companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) during the period 2019 to 2023. The approach used is a quantitative method with panel data analysis techniques and the best model selected is the Common Effect Model. The research sample consisted of 6 companies over 5 years, so that the total data obtained was 30 observations. The profitability ratios used as variables in the study include Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), and Net Profit Margin (NPM). The results of the analysis show that the three profitability ratios, namely ROA, ROE, and NPM, have a significant effect on profit growth. Simultaneously, these variables are proven to influence the profit growth of companies included in the JII index during the study period. The coefficient of determination value indicates that ROA, ROE, and NPM as a whole contribute 81.06 percent to profit growth, while the remaining 18.94 percent is influenced by other factors not discussed in the study. High ROA reflects the company's ability to utilize assets to generate profits. High ROE indicates good company performance in providing returns to shareholders. While high NPM indicates the company's efficiency in managing sales to generate profits, which ultimately has a positive impact on profit growth.
EFISIENSI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA USAHA EKONOMI KREATIF TRI CYCLE Made Tarina Maha Lini; Ica Rika Candraningrat
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p02

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu cara Indonesia untuk dapat bersaing di pasar global. Efisiensi rantai pasok berperan penting dalam meningkatkan daya saing industri kreatif di tengah tantangan keterbatasan modal, kemitraan, dan model bisnis yang belum matang. Lokasi penelitian dilakukan di Tri Cycle, UMKM ekonomi kreatif di bidang fashion yang berlokasi di Bali. Penelitian menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi rantai pasok pada beberapa Decision Making Unit (DMU) di Tri Cycle dengan mempertimbangkan variabel input seperti lead time, fleksibilitas, dan biaya total pemesanan, serta variabel output seperti pemenuhan pesanan, kesesuaian standar mutu, dan kinerja pengiriman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi tingkat efisiensi antar DMU, di mana sebagian unit telah mencapai efisiensi optimal, sementara unit lain masih memerlukan perbaikan pada aspek tertentu, seperti pengurangan biaya atau peningkatan kecepatan layanan.  Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi model perbaikan supply chain yang dapat diterapkan oleh Tri Cycle untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing usaha di sektor ekonomi kreatif.   The creative economy is one of Indonesia's strategies to compete in the global market. Supply chain efficiency plays an important role in increasing the competitiveness of the creative industry amid challenges such as limited capital, partnerships, and underdeveloped business models. The research was conducted at Tri Cycle, a creative economy MSME in the fashion sector located in Bali. This study used the Data Envelopment Analysis (DEA) method to measure the supply chain efficiency of several Decision Making Units (DMUs) at Tri Cycle by considering input variables such as lead time, flexibility, and total ordering cost, as well as output variables such as order fulfillment, compliance with quality standards, and delivery performance. The results showed variations in efficiency levels among the DMUs, with some units achieving optimal efficiency, while others still require improvement in certain aspects, such as cost reduction or service speed enhancement. The implications of this study provide a recommended supply chain improvement model that can be implemented by Tri Cycle to improve operational efficiency and business competitiveness.
PERAN KEPUASAN PELANGGAN DALAM MEMEDIASI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP NIAT BERKUNJUNG KEMBALI PADA VILLA TELAGA WANA GIANYAR Trisna Melati; Ni Made Purnami
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 9 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i9.p06

Abstract

Jumlah wisatawan ke Bali mengalami peningkatan, tetapi tingkat hunian akomodasi belum menunjukkan tren yang sebanding. Villa Telaga Wana sebagai akomodasi non bintang di Gianyar mengalami fluktuasi tingkat okupansi meskipun memperoleh penilaian positif dari para tamu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran kepuasan pelanggan dalam memediasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap niat berkunjung kembali. Penelitian ini melibatkan 120 responden yang pernah menginap dalam enam bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling serta penyebaran kuesioner secara offline dan online. Analisis data dilakukan melalui analisis jalur (path analysis) serta uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali. Kepuasan pelanggan memediasi secara parsial pengaruh kualitas pelayanan terhadap niat berkunjung kembali. Villa Telaga Wana disarankan untuk memfokuskan peningkatan layanan, seperti pelatihan kesopanan staf, peningkatan keamanan dan kenyamanan fasilitas, serta konsistensi pengalaman menginap agar melebihi ekspektasi tamu.   The number of tourists visiting Bali has increased, but accommodation occupancy rates have not shown a corresponding trend. Villa Telaga Wana, a non-star accommodation in Gianyar, has experienced fluctuating occupancy levels despite receiving positive guest reviews. This study aims to explain the role of customer satisfaction in mediating the effect of service quality on revisit intention. The research involved 120 respondents who had stayed at the villa within the past six months. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling method, and data were collected through both offline and online questionnaires. Data were analyzed using path analysis and the Sobel test. The results show that all hypotheses are accepted. Service quality has a positive and significant effect on revisit intention. Service quality also has a positive and significant effect on customer satisfaction. Customer satisfaction positively and significantly affects revisit intention and partially mediates the relationship between service quality and revisit intention. It is recommended that Villa Telaga Wana focus on improving services, such as staff politeness training, enhancing the safety and comfort of facilities, and ensuring a consistent guest experience that exceeds expectations.
The role of visitor satisfaction in mediating the effect of museum image and museum quality on the intention to revisit the Bali Museum. Maria Reginna Permata Runa; Putu Saroyini Piartrini
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p05

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya dan etnis yang beragam, dengan Bali sebagai salah satu destinasi utama yang dikenal karena seni dan budayanya. Museum merupakan salah satu daya tarik wisata yang termasuk dalam kategori wisata budaya (Priyanto, 2021). Museum Bali bertujuan untuk memelihara, melestarikan dan memamerkan kekayaan budaya Bali dari zaman prasejarah hingga perkembangan budaya Bali yang lebih modern. Penelitian ini berfokus pada kepuasan pengunjung, citra museum, dan kualitas museum untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi niat pengunjung untuk kembali. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMAK Thomas Aquino di Jalan Tangeb, Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 responden yang sudah pernah berkunjung ke Museum Bali. Penelitian menerapkan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis jalur, dan uji Sobel sebagai teknik analisisnya. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa citra dan kualitas Museum Bali secara positif dan signifikan memengaruhi kepuasan pengunjung serta niat mereka untuk kembali berkunjung kembali.   Indonesia boasts a rich diversity of cultures and ethnicities, with Bali standing out as a primary destination renowned for its art and culture. Museums are a tourist attraction falling under the category of cultural tourism. The Bali Museum aims to maintain, preserve, and exhibit Bali's cultural richness, spanning from prehistory to its more modern development. This research focuses on visitor satisfaction, museum image, and museum quality to determine the factors that influence visitors' intention to return. The study was conducted on students of SMAK Thomas Aquino located on Jalan Tangeb, Abianbase, Mengwi District, Badung Regency, Bali. A total sample of 100 respondents who had previously visited the Bali Museum was taken. The research employs quantitative analysis using the classical assumption test, path analysis, and the Sobel test as its analytical techniques. Based on the research findings, it can be concluded that the Bali Museum's image and quality positively and significantly influence both visitor satisfaction and their intention to return.
PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI ISSI Aisyah; Ahmad Syahrizal
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen modal kerja terhadap return on assets pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2019 sampai dengan 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan analisis data yang digunakan adalah data panel kemudian diolah dengan menggunakan Eviews 12. Sampel pada penelitian ini sebanyak 8 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, cash turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap return on assets, sedangkan inventory turnover dan receivable turnover berpengaruh signifikan terhadap return on assets. Secara simultan, variabel cash turnover, inventory turnover dan receivable turnover berpengaruh signifikan terhadap return on assets. Sedangkan nilai dari koefisien Determinasi sebesar 0,810 atau 81 persen. Hal ini menunjukan bahwa cash turnover, inventory turnover dan receivable turnover memberikan pengaruh sebesar 81persen terhadap peningkatan return on asset sedangkan 19 persen sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar dari penelitian ini.   This study aims to analyze the effect of working capital management on return on assets in automotive and component companies listed on the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) for the period 2019 to 2023. This study uses a quantitative method, with data analysis used is panel data then processed using Eviews 12. The sample in this study was 8 companies using a purposive sampling technique. The results of the study indicate that partially, cash turnover does not have a significant effect on return on assets, while inventory turnover and receivable turnover have a significant effect on return on assets. Simultaneously, the variables cash turnover, inventory turnover and receivable turnover have a significant effect on return on assets. While the value of the Determination coefficient is 0.810 or 81 percent. This shows that cash turnover, inventory turnover and receivable turnover have an 81 percent effect on increasing return on assets while the remaining 19 percent is influenced by other variables outside of this study.
Peran Work-Life Balance Memediasi Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Ni Made Lia Wiliastuti; Ayu Desi Indrawati
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran work-life balance dalam memediasi pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan La Joya Balangan Beach Resort yang didasarkan pada inkonsistensi hasil penelitian serta fenomena rendahnya kepuasan kerja yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat stres kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian mencakup seluruh populasi karyawan yang berjumlah 53 orang, yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan work life balance sedangkan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Studi juga menunjukkan bahwa work-life balance terbukti berperan sebagai variabel mediasi parsial pada pengaruh antara stres kerja terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi untuk mereduksi dampak negatif stres kerja serta meningkatkan kepuasan kerja karyawan.  Hasil studi juga memperkuat dan mendukung teori/model Job Demand-Resources serta diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen dalam merumuskan kebijakan yang lebih mendukung kepuasan kerja karyawan dengan lebih memperhatikan manajemen stres dan pengelolaan work life balance.   This study aims to examine the role of work-life balance in mediating the influence of work stress on employee job satisfaction at La Joya Balangan Beach Resort, based on the inconsistency of research results and the phenomenon of low job satisfaction influenced by high levels of work stress. The study used a quantitative approach with a sample of 53 employees, determined by a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Square (SEM-PLS). The results showed that work stress had a negative and significant effect on job satisfaction and work-life balance, while work-life balance had a positive and significant effect on job satisfaction. The study also showed that work-life balance was proven to act as a partial mediating variable in the influence of work stress on job satisfaction. This finding emphasizes the importance of maintaining a balance between work and personal life to reduce the negative impact of work stress and increase employee job satisfaction. The results also reinforce the Job Demand–Resources model and provide input for management to formulate policies that enhance employee job satisfaction by improving stress and work-life balance management.
Peran Mediasi Stres Kerja Pada Pengaruh Work Life Balance Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Graha Kaori Komang Sagita Putri; I Gusti Bagus Honor Satrya
E-Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2026.v15.i1.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work life balance terhadap turnover intention dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan Graha Kaori Group. Stres kerja dipahami sebagai tekanan emosional akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, beban kerja berlebih, dan target waktu yang ketat. Landasan teori yang digunakan adalah Job Demands-Resources Model, yang menyatakan bahwa ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya seperti work life balance dapat memicu stres kerja dan mendorong munculnya keinginan untuk keluar dari pekerjaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan sampel sebanyak 36 karyawan yang ditentukan melalui metode sensus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan path analysis untuk menilai pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Pengujian mediasi dilakukan melalui uji Sobel dan VAF, dengan bantuan software SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja. Selain itu, stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention dan berperan sebagai mediasi parsial dalam hubungan keduanya. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kebijakan work life balance untuk menekan stres kerja dan mengurangi turnover intention.   This study aims to examine the effect of work life balance on turnover intention with job stress as a mediating variable among employees of Graha Kaori Group. Job stress is described as emotional pressure caused by high job demands, heavy workload, and tight deadlines. The study is based on the Job Demands Resources Model, which explains that an imbalance between job demands and resources such as work life balance can increase job stress and lead employees to consider leaving their jobs. The research used a quantitative associative causal method with a sample of 36 employees selected through a census approach. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed through path analysis to determine direct and indirect effects among variables. Mediation testing was carried out using the Sobel test and VAF. The results show that work life balance has a negative and significant effect on turnover intention and also negatively and significantly affects job stress. Job stress has a positive and significant effect on turnover intention and serves as a partial mediating variable. These findings emphasize the importance of strengthening work life balance programs to reduce job stress and decrease turnover intention among employees.

Page 4 of 4 | Total Record : 40