Coping : Community of Publishing in Nursing
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024"
:
15 Documents
clear
GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERMASALAHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR UTARA
Lisa Yultiana Rizky;
Luh Mira Puspita;
Ni Luh Putu Shinta Devi;
Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p01
Usia balita adalah kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan gizi yang dapat memengaruhi berbagai hal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan hingga degradasi kondisi kesehatan di usia dewasa. Pemberdayaan masyarakat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Perilaku ibu adalah faktor penting yang memengaruhi pemenuhan gizi sekaligus mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan perilaku ibu dalam upaya pencegahan permasalahan gizi pada balita di Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik sampling yakni consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan kepada 104 responden yakni ibu yang memiliki balita yang berusia 12-59 bulan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner modifikasi KADARZI dan CFPQ kepada setiap responden. Peneliti menggunakan analisis univariat untuk mengidentifikasi setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penerapan perilaku ibu berada di kategori baik dengan nilai sebanyak 51%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan para ibu balita dapat meningkatkan perilaku yang baik dalam memberikan pengasuhan kepada balitanya, sehingga mampu mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN TINGKAT CANCER-RELATED FATIGUE PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI
Putu Agus Permana Indrajaya;
Putu Oka Yuli Nurhesti;
Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p11
Cancer-related fatigue (CRF) dapat dijumpai pada pasien kanker yang menjalani berbagai jenis perawatan seperti kemoterapi, radioterapi, transplantasi sumsum tulang, dan metode perawatan kanker lainnya. Kemoterapi adalah prosedur pemberian obat yang ditujukan untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Terapi kemoterapi melibatkan penggunaan obat-obatan yang menghambat pertumbuhan sel. Terdapat beberapa efek samping yang terjadi dari prosedur ini, diantaranya adalah mual, muntah, kebotakan, kelelahan, kulit kering, perubahan pada kulit dan kuku yang menyebabkan mereka menjadi lebih gelap, serta penurunan kadar hemoglobin. Perubahan kadar hemoglobin salah satunya disebabkan oleh peningkatan kerusakan sel darah merah akibat dari proses kemoterapi yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kadar hemoglobin dengan tingkat CRF pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional yang dilaksanakan selama Januari-Maret 2024. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=30). Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Fatigue Inventory (MFI-20) dan data sekunder hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil penelitian yang didapatkan menggunakan Uji Pearson’s Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan tingkat CRF pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi dengan nilai p=0,017 dan nilai r=-0,432. Dapat disimpulkan bahwa kadar hemoglobin berhubungan dengan tingkat CRF dengan arah hubungan negatif yaitu semakin tinggi kadar hemoglobin semakin rendah tingkat CRF pada responden. Responden dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui dan melakukan manajemen terhadap CRF yang dialami seperti rutin melakukan aktivitas fisik dan mengatur pola serta asupan nutrisi setiap harinya.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI
Putu Rapita Dewi;
Made Oka Ari Kamayani;
I Gusti Ngurah Juniartha;
Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p12
Perilaku caring merupakan hal yang diharapkan pasien untuk dapat diberikan oleh perawat dalam proses perawatan. Adanya aduan masyarakat melalui website resmi Rumah Sakit Umum Daerah Bangli mengenai ketidakpuasan pada pelayanan perawat di ruang rawat inap mengindikasikan adanya perilaku yang kurang sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di RSUD Bangli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di empat ruangan rawat inap, ICU, dan ICCU selama dua minggu dengan jumlah sampel 75 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat pada kedua variabel menyatakan nilai tengah skor kecerdasan emosional responden adalah 56,00 dan sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu 52 orang (69,3%). Rata-rata skor perilaku caring responden adalah 74,39, sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 72 orang (96,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank diketahui nilai r = 0,536 dan nilai p = 0,000, artinya terdapat hubungan cukup kuat dengan arah positif antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap RSUD Bangli. Tingkat kecerdasan emosional dan perilaku caring perawat yang sudah baik perlu dipertahankan dan untuk perawat dengan kategori kurang baik dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan agar kualitas pelayanan kesehatan juga meningkat.
GAMBARAN INDEKS MASSA TUBUH DAN ASUPAN ZAT GIZI PADA KELOMPOK VEGETARIAN DI ASHRAM SRI RADHA MADHAVA
Ni Luh Christina Yanthi;
Desak Made Widyanthari;
Nyoman Agus Jagat Raya;
Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p14
Vegetarian merupakan pola makan yang hanya mengonsumsi makanan dan minuman dari produk nabati dan atau beberapa turunan produk hewani, yang berpotensi menyebabkan kekurangan beberapa asupan zat gizi. Kekurangan asupan zat gizi dapat meningkatkan masalah kesehatan seperti malnutrisi, obesitas, diabetes melitus dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status IMT dan gambaran asupan zat gizi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling dari anggota ashram Sri Radha Madhava. Nilai IMT diperoleh melalui perhitungan tinggi badan dan berat badan sedangkan asupan zat gizi dievaluasi menggunakan lembar food recall 2x24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden (57,8%) memiliki status IMT normal. Pada asupan zat gizi ditemukan bahwa sebanyak 39,1% responden memiliki status defisit energi dan karbohidrat, 32,8% responden memiliki status defisit protein dan 43,8% responden memiliki status defisit lemak. Status IMT normal tidak diikuti dengan asupan zat gizi yang baik. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan food recall lebih dari 2x24 jam serta dapat melakukan uji lab asupan zat gizi.
PERBANDINGAN TINGKAT STRES ANTARA LANSIA YANG TINGGAL DI DAERAH WISATA PERKOTAAN DENGAN DAERAH WISATA PEDESAAN
I Putu Artha Suwartika;
Ni Komang Ari Sawitri;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p15
Stres merupakan reaksi atau respon tubuh terhadap stressor psikososial meliputi tekanan mental atau beban kehidupan. Stres yang berkepanjangan pada lansia dapat mengganggu dan menurunkan kualitas hidup lansia. Lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stres pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan tingkat stres antara lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dengan daerah wisata pedesaan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 76 lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dan 72 lansiahyanggtinggaltdi daerah wisata pedesaan, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Stress Assessment Questionnaire (SAQ). Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji t tidak berpasangan (tingkat kepercayaan 95%) adalah p = 0,032 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara nilai rata-rata tingkat stres lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dengan daerah wisata pedesaan. Perbedaan tingkat stres pada lansia disebabkan oleh kurangnya dukungan dari anggota keluarga yang menyebabkan lansia menjadi kesepian dan perbedaan suasana atau kondisi lingkungan yang ada di tempat tinggal mereka. Keluarga diharapkan dapat lebih memperhatikan dan memberikan dukungan kepada lansia agar lansia tidak mengalami stres sehingga kualitas hidup lansia menjadi meningkat
PERBEDAAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA YANG MEMILIKI AKTIVITAS HALF DAY SCHOOL DENGAN FULL DAY SCHOOL DI KABUPATEN GIANYAR
Desak Ayu Diana Diantari;
Ni Luh Putu Shinta Devi;
Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p02
Academic burnout dapat diartikan sebagai perasaan lelah dan jenuh karena waktu pembelajaran yang lama serta monoton. Academic burnout dapat dipengaruhi oleh aktivitas sistem pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan academic burnout pada siswa SMA yang memiliki aktivitas half day school dengan full day school di Kabupaten Gianyar. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Responden penelitian siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Sukawati 90 responden dan SMAN 1 Ubud 87 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada academic burnout antara sistem pendidikan half day school dengan full day school (nilai p = 0,016 (p <0,05). Meskipun terdapat perbedaan academic burnout pada kedua sistem pembelajaran ini, tidak menunjukkan bahwa salah satu sistem pembelajaran merupakan sistem yang terbaik. Kedua sistem pendidikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan tertentu. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang academic burnout sehingga, dapat merancang sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan prestasi akademik pada siswa.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN CANCER RELATED FATIGUE (CRF) PADA PASIEN CA MAMMAE PASCA KEMOTERAPI
Putu Seprina;
Kadek Cahya Utami;
Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p13
Cancer Related Fatigue (CRF) merupakan salah satu dampak dari kemoterapi. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat memengaruhi kejadian CRF. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan IMT dengan CRF pada pasien ca mammae pasca kemoterapi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juni 2024. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Fatigue Inventory (MFI-20). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa IMT pasien ca mammae pasca kemoterapi rata-rata 22,62 dengan rentang normal, sedangkan skor kuesioner CRF dengan hasil rata-rata yaitu 55 yang menunjukkan fatigue sedang. Hasil dari uji Spearman rank diperoleh nilai 0,953 (p ≥ 0,05) yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan CRF pada pasien ca mammae pasca kemoterapi. Pasien ca mammae pasca kemoterapi diharapkan dapat memantau indeks massa tubuhnya agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan berat badan sehingga mampu menjaga kestabilan kesehatannya.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RASA KESEPIAN PADA MAHASISWA YANG SEDANG MERANTAU DI UNIVERSITAS UDAYANA
Ni Made Diah Pradnyani;
Made Oka Ari Kamayani;
Ni Luh Putu Eva Yanti;
Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p05
Mahasiswa perantau tinggal di tempat yang berbeda dari tempat tinggal sebelumnya. Hal ini menyebabkan mahasiswa perantau mengalami beberapa permasalahan, salah satunya kesepian. Hubungan interpersonal atau sosial yang baik dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar akan menimbulkan dukungan sosial atau support system bagi mahasiswa yang dapat dijadikan sebagai salah satu strategi untuk mengatasi rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan rasa kesepian pada mahasiswa yang merantau di Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelatif dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini total sampling dengan jumlah sampel 95 orang mahasiswa rantau yang tinggal di Rusunawa dan Asrama Universitas Udayana. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan rasa kesepian pada mahasiswa yang sedang merantau di Universitas Udayana. Nilai koefisien korelasi dalam penelitian ini menunjukkan nilai negatif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa rantau, maka semakin rendah rasa kesepian yang dialami oleh mahasiswa tersebut.
ANALISIS BEBAN PENGASUHAN KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA
Nyoman Anggun Anggraini Sukma;
Putu Ayu Sani Utami;
Ni Luh Putu Eva Yanti;
Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p10
Keluarga merupakan pengasuh utama yang memberikan perawatan pada lansia demensia di rumah. Merawat penderita demensia dipandang sebagai salah satu bentuk perawatan yang sulit dan menegangkan, karena anggota keluarga yang merawat lansia dengan demensia sering mengalami kesulitan saat menghadapi perubahan besar dalam kepribadian dan perilaku lansia, hal tersebut dapat menimbulkan beban psikologis dan ketegangan fisik atau disebut sebagai beban pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban pengasuhan pada keluarga yang merawat lansia dengan demensia di Desa Lebih, Gianyar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang merawat lansia demensia, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 96 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas beban pengasuhan yang dialami keluarga yang merawat lansia demensia berada pada kategori sedikit atau tidak ada sebanyak 53 orang (55,2%), ringan-sedang sebanyak 25 orang (26%), sedang-berat sebanyak 4 orang (4,2%) dan berat sebanyak 14 orang (14,6%). Lansia dengan kategori demensia berat, beban pengasuhan yang mayoritas dirasakan keluarga yaitu kategori berat (83,3%). Beban pengasuhan dapat dialami oleh keluarga, dimana demensia dengan kategori apapun dapat memberikan beban bagi keluarga. Skrining rutin perlu dilakukan bagi lansia untuk mendeteksi dini sebaran demensia, bagi keluarga dapat mencari kegiatan pengalihan peran dan mengoptimalkan dukungan anggota keluarga lain.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT LOKAL MENGENAI BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN TENGGELAM DI DAERAH WISATA PESISIR PANTAI SANUR
Ni Putu Arin Wirasantini;
I Kadek Saputra;
Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p07
Kejadian keterlambatan pemberian pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan seperti tenggelam, masih banyak dilaporkan diwisata pesisir pantai salah satunya pada Pantai Sanur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat lokal mengenai bantuan hidup dasar pada korban tenggelam di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observatif yang dilakukan di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan dilakukan pada 27 April sampai 11 Mei 2023 dengan alat ukur berupa kuesioner pengetahuan bantuan hidup dasar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 44 orang (45,8%). Mayoritas berusia 46-55 tahun (36,5%), berjenis kelamin perempuan (53,1%), bekerja sebagai pedagang (50%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (51%). Sebagian besar tidak memiliki pengalaman menolong korban tenggelam (72,9%) dan belum pernah mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar (70,8%). Berdasarkan hasil analisis soal kuesioner, sub pertanyaan mengenai langkah-langkah dan pelaksanaan pemberian bantuan hidup dasar mayoritas dijawab keliru oleh responden. Peneliti merekomendasikan agar masyarakat dapat lebih aktif mencari informasi mengenai pemberian bantuan hidup dasar yang dapat diperoleh dari berbagai media sehingga dapat mengetahui dan dapat memberikan bantuan pada kondisi kegawatdaruratan.