cover
Contact Name
Ni Luh Arpiwi
Contact Email
arpiwi@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Jalan Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : DOI 10.24843/JBIOUNUD
This journal is dedicated to advancing the frontiers of biological and environmental sciences through the publication of original research articles, comprehensive review papers, and insightful case studies. We welcome high-quality contributions in the following areas: Botany – covering plant biology, physiology, taxonomy, ethnobotany, and plant-environment interactions. Zoology – including animal biology, behavior, anatomy, physiology, and wildlife studies. Microbiology – exploring microbial diversity, pathogenicity, industrial microbiology, and microbial ecology. Environmental Science and Ecotourism – focusing on ecosystem analysis, sustainability, environmental impact, and the integration of tourism and conservation. Biotechnology and Biomolecular Sciences – embracing molecular biology, genetic engineering, bioinformatics, and applications in health, agriculture, and industry. Ecology and Conservation – emphasizing ecosystem dynamics, biodiversity conservation, species management, and ecological modeling. By fostering interdisciplinary dialogue and innovation, the journal aims to be a platform for scholars, practitioners, and policymakers to address current challenges and contribute to sustainable solutions across biological and environmental systems.
Articles 25 Documents
Tingkat kepentingan jenis tumbuhan berdasarkan Nilai Indeks Budaya pada Suku Mpur di Kampung Akari, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya Simon Sutarno; Muhamad Wahyu Hasibuan; Sandi Sianturi; Rande Rante Tampang
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p08

Abstract

Suku Mpur adalah salah satu suku yang mendiami daerah Kebar, kabupaten Tambrauw, provinsi Papua Barat Daya dan sampai saat ini masih melakukan pemanfaatan tumbuhan secara tradisional berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki. Pengetahuan tradisional merupakan bagian dari budaya Suku Mpur yang masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan jenis tumbuhan dalam konteks budaya pada Suku Mpur. Metode yang digunakan adalah ethnodirected sampling dengan parameter kuantitatif berupa indeks nilai budaya. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 110 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh Suku Mpur. Diantara jenis yang dimanfaatkan Dendrocalamus sp. merupakan jenis tumbuhan yang memiliki nilai budaya paling tinggi. Jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuat senjata radisional (busur), sebagai bahan makanan (sayur), dan sebagai bahan konstruki bangunan (dinding dan lantai rumah tradisional). Dendrocalamus sp. di alam masih dijumpai dalam jumlah cukup banyak di sekitar perkampungan, sehingga belum perlu untuk dilakukan konservasi terhadapnya. Namun demikian keberadaan jenis ini perlu mendapatkan perhatian dikarenakan manfaat serta nilai pentingnya bagi budaya Suku Mpur.
Karakteristik anatomi dan histokimia rimpang tiga jenis paku Polypodiaceae epifit dari Provinsi Riau Nery Sofiyanti; Dyah Iriani; Anni Latifah Siregar; Encik Elsa Daffa Nafisa
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p10

Abstract

Jenis tumbuhan paku dari famili Polypodiaceae pada umumnya merupakan paku epifit. Jenis-jenis tersebut sering digunakan sebagai bahan terapeutik alami untuk kesehatan karena adanya kandungan fitokimia yang bersifat farmakologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik anatomi dan histokimia rimpang tiga jenis paku epifit Polypodiaceae dari Provinsi Riau. Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Goniophlebium percussum, Microsorum scolopendria, dan Pyrrosia piloselloides. Spesimen diambil di lapangan dengan metode ekplorasi. Preparat natomi dibuat menggunakan metode non-permanen. Uji histokimia dilakukan dengan metode kualitatif untuk menguji senyawa alkaloid, flavonoid, lipid, dan tanin jaringan pada rimpang. Struktur anatomi rimpang semua jenis menunjukan tipe berkas pengangkut konsentris amfikribal dengan stele diktiostele. Hasil uji histokimia menunjukkan bahwa rimpang dari semua jenis tumbuhan paku yang diteliti mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan lipid, namun konsentrasi masing-masing senyawa pada setiap jaringan berbeda-beda setiap jenisnya. Kandungan senyawa fitokimia tertinggi dijumpai pada P. piloselloides (alkaloid, tanin, lipid), G. percussum (flavonoid) dan M. scolopendria (lipid). Hasil kajian ini memberikan informasi dasar mengenai kandungan golongan senyawa yang diuji pada ketiga jenis paku epifit dari famili Polypodiaceae.
Potensi berbagai media alternatif dalam pembibitan jamur terhadap pertumbuhan miselium F0 jamur kancing, jamur enoki, dan jamur shiitake Iga Metri Astuti; Eris Nur Hidayati; Safira Putri Salsabila; Eka Fauziyatun Fitria; Ma'warisa Hamdani; Serafica Btari Christiyani Kusumaningrum
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p07

Abstract

Jamur membutuhkan media untuk dapat tumbuh dengan baik. Media yang umum digunakan untuk menumbuhkan jamur adalah Potato Dextrose Agar (PDA). Harga jual Potato Dextrose Agar (PDA) yang relatif tinggi dapat menjadi faktor penghambat berlangsungnya produksi jamur dalam skala industri maupun untuk keperluan penelitian. Maka dari itu, dibutuhkan media alternatif yang dapat digunakan untuk menumbuhkan jamur dengan harga yang lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak kentang, ekstrak kacang hijau, air cucian beras, dan air tajin sebagai media alternatif untuk pertumbuhan miselium F0 pada jamur kancing, jamur enoki, dan jamur shiitake. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan tiga rangkaian percobaan pada setiap jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat media alternatif, kacang hijau merupakan media alternatif yang mampu menumbuhkan miselium F0 jamur kancing, jamur enoki, dan jamur shiitake. Namun, miselium jamur yang tumbuh pada ketiga jamur menunjukkan respons yang berbeda. Miselium jamur kancing dan jamur enoki tumbuh cenderung lebih lambat dibandingkan dengan jamur shiitake.
Perbandingan kandungan NPK pupuk organik cair dan padat berbahan dasar limbah baglog jamur Dewi Tatum Rona Qotrun Nada; Senja Dewi Farahita; Thoriq Fadil Sauqi; Diva Fidela Fabiola; Ajeng Daniarsih
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p03

Abstract

Meningkatnya jumlah limbah baglog jamur hasil kegiatan budidaya jamur berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik yang dapat digunakan dalam pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan unsur hara NPK pada pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (POP) yang dibuat dari limbah baglog jamur. Pupuk dibuat melalui proses fermentasi menggunakan EM4, molase, dan air cucian beras sebagai bahan pendukung. Analisis unsur hara dilakukan untuk menentukan kadar nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), dan kalium (K₂O) pada kedua jenis pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik padat memiliki kandungan unsur hara makro yang lebih tinggi dibandingkan pupuk organik cair. Kandungan N-total, P₂O₅, dan K₂O pada POP berturut-turut mencapai 2,91%, 1,71%, dan 2,28%, sedangkan pada POC sebesar 0,36% N-total, 0,10% P₂O₅, dan 1,10% K₂O. Tingginya kandungan unsur hara pada POP berkaitan dengan akumulasi nutrisi pada media padat selama fermentasi. Secara keseluruhan, limbah baglog jamur berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Berdasarkan kandungan unsur haranya, POP lebih sesuai digunakan sebagai pupuk dasar, sedangkan POC dapat diaplikasikan sebagai pupuk pelengkap.
Antifungal activity of ethyl acetate extract of Trichoderma harzianum against Fusarium sp. Ayu Nawang Wulan; Tasya Umi Pertiwi; Puspita Aulia Cahyani
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p09

Abstract

Fusarium sp. is one of the main pathogens causing wilt disease in chili plants (Capsicum annuum L.) which can cause a significant decrease in production. Control of this disease still relies heavily on synthetic fungicides that have the potential to cause pathogen resistance and negative impacts on the environment. Therefore, an alternative biological control is needed, namely with Trichoderma harzianum. This study aims to test the antifungal activity of ethyl acetate extract of T. harzianum against Fusarium sp. in vitro. T. harzianum isolates were incubated with Potato Dextrose Broth (PDB) medium for nine days, then their secondary metabolites were extracted using ethyl acetate solvent and evaporated to obtain a crude extract. Antifungal activity was tested using the disc diffusion method against Fusarium sp. suspensions with a concentration of 1 × 10⁷ spores/mL. The treatments used included ethyl acetate extract of T. harzianum (10 mg/mL), natacen as a positive control, aquadest as a negative control, and ethyl acetate as a solvent control. The results showed that the ethyl acetate extract of T. harzianum was able to inhibit the growth of Fusarium sp. with an average inhibition zone diameter of 17 mm. Meanwhile, natacen produced an inhibition zone of 35.5 mm, while the negative control and solvent control showed no inhibitory activity. These results indicate that the secondary metabolites contained in the ethyl acetate extract of T. harzianum possess antifungal activity against Fusarium sp. and have the potential to be developed as a safer and more sustainable biological control agent..

Page 3 of 3 | Total Record : 25