cover
Contact Name
Annisa Retno Utami
Contact Email
annisa_utami@usahid.ac.id
Phone
+6281297435966
Journal Mail Official
snpk@usahid.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Soepomo No 84, Tebet, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)
ISSN : -     EISSN : 28292006     DOI : https://doi.org/10.36441/snpk.vol1.2022
Tujuan: Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) bertujuan menjadi wadah ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang pariwisata dan kewirausahaan. SNPK mendorong pertukaran gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta peningkatan daya saing destinasi dan bisnis, khususnya dalam konteks Indonesia dan kawasan berkembang. Selain itu, SNPK bertujuan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan masyarakat, serta solusi aplikatif yang relevan dengan tantangan aktual industri pariwisata dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi berkelanjutan. Scope: Proceeding SNPK menerima artikel hasil penelitian empiris, kajian konseptual, studi kasus, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tema besar pariwisata dan kewirausahaan, meliputi namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: 1. Bidang Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan destinasi, Pariwisata budaya, heritage, dan berbasis komunitas, Pariwisata gastronomi dan kuliner lokal, Ekonomi kreatif berbasis pariwisata, Smart tourism dan transformasi digital pariwisata, Pengalaman wisata, kepuasan, dan loyalitas wisatawan, Branding destinasi dan komunikasi pemasaran pariwisata, Kebijakan pariwisata dan tata kelola destinasi, Pariwisata halal dan pariwisata inklusif) 2. Bidang Kewirausahaan dan UMKM (Kewirausahaan dan inovasi bisnis, Literasi keuangan dan manajemen keuangan UMKM, Digital marketing, e-commerce, dan adopsi teknologi UMKM, Inovasi produk dan pengembangan model bisnis, Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Green entrepreneurship dan ekonomi berkelanjutan, Keuangan inklusif dan akses pembiayaan usaha, Perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Kolaborasi multipihak dalam penguatan ekosistem wirausaha 3. Bidang Pendukung (Komunikasi bisnis dan pemasaran, Manajemen sumber daya manusia, Akuntansi dan keuangan bisnis) 4. Bidang Hukum (Hukum bisnis dan perlindungan konsumen, Regulasi UMKM dan pariwisata, Hak kekayaan intelektual produk kreatif, Legalitas usaha dan perizinan, Hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Kebijakan publik terkait pariwisata dan kewirausahaan) 5. Bidang Teknik dan Rekayasa (Teknologi tepat guna untuk UMKM dan pariwisata, Rekayasa infrastruktur pariwisata, Sistem informasi dan aplikasi digital bisnis, Smart city/smart village pendukung destinasi wisata, Teknologi pangan dan pengolahan hasil lokal, Rekayasa lingkungan dan pengelolaan limbah usaha) 6. Bidang Kesehatan (Kesehatan masyarakat dalam kawasan wisata, Keamanan pangan dan higienitas produk UMKM, Wellness tourism dan health tourism, Sanitasi lingkungan destinasi, Edukasi kesehatan berbasis komunitas, Kesiapsiagaan kesehatan dalam industri pariwisata) dan lain lain
Articles 376 Documents
PENGARUH MODAL KERJA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA BERSIH PADA PERUSAHAAN FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2022 Safarina Aprilianti; Endang Wulandari
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.280

Abstract

Laporan keuangan sangat penting bagi suatu perusahaan untuk melihat seberapa baik perusahaan tersebut dalam memperoleh laba. Untuk mendapatkan laba yang optimal, perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor dalam memperoleh laba yaitu modal kerja dan penjualan. Modal kerja digunakan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari. Penjualan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya laba dalam perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh modal kerja dan penjualan terhadap laba bersih pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Populasi penelitian berjumlah 11 perusahaan dan sampel sebanyak 7 perusahaan yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel yang di uji menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai thitung (2.969618) > ttabel (2.060) dan nilai signifikansi sebesar 0,0056 < 0,05. Penjualan tidak berpengaruh terhadap laba bersih dengan nilai thitung (1.542859) < ttabel (2.060) dan nilai signifikansi sebesar 0,1327 > 0,05. Modal kerja dan penjualan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai Fhitung (95.68033) > Ftabel (2.32) dan nilai signifikansi sebesar 0.000000 < 0,05. Nilai koefisien Adjusted R- squared yang diperoleh sebesar 0.405980, yang artinya sebanyak 40% variabel pengungkapan Laba Bersih dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen (Modal Kerja dan Penjualan) dan sisanya sebesar 60% dijelaskan oleh variabel- variabel independen lainnya yang tidak diikutsertakan dalam penelitian.
THE ROLE OF GREEN INVESTMENT ON SUSTAINABLE PERFORMANCE WITH FINANCIAL PERFORMANCE AS A MEDIATING VARIABLE (CASE STUDIES ON MANUFACTURING INDUSTRIAL COMPANIES LISTED ON THE IDX FOR THE 2018-2022 PERIOD) Nunik Nurmalasari; Sri Dwi Kania
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.281

Abstract

Dalam pengelolaan keuangan terdapat keputusan-keputusan penting yang harus diambil, salah satunya adalah keputusan investasi. Keputusan investasi merupakan kebijakan investasi perusahaan, salah satunya adalah aset keuangan. Ketika suatu perusahaan mempunyai strategi untuk mengembangkan investasinya melalui green investment, maka keberlanjutan perusahaan ditentukan oleh pemangku kepentingan seperti investor, karyawan, pembeli, masyarakat, dan pemerintah. Penelitian ini menguji pengaruh green investment terhadap sustainable performance melalui financial performance sebagai variabel mediasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 11 perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan pengujian hipotesis menggunakan program Eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; green investment berpengaruh terhadap financial performance, financial performance berpengaruh terhadap sustainable performance, namun green investment tidak berpengaruh terhadap sustainability performance, dan financial performance tidak dapat memediasi hubungan antara green investment dengan sustainable performance.
MEMAHAMI DAN MENYELESAIKAN PERMASALAHAN HUKUM YANG MUNCUL DALAM INDUSTRI GASTROWISATA Adelina Damayanti Anggarini; Aris Prio Agus Santoso
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.283

Abstract

Pariwisata adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang serta Negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah serta pengusaha. Gastrowisata merujuk pada perjalanan atau kunjungan wisata yang fokus pada pengalaman makanan dan kuliner. Ini melibatkan kegiatan eksplorasi dan partisipasi dalam berbagai aspek makanan, seperti mencicipi hidangan khas daerah, mengunjungi pasar tradisional, mengikuti kelas memasak, dan menjelajahi tur pabrik makanan. Gastrowisata memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan kuliner suatu tempat sambil menikmati cita rasa dan aroma autentik dari makanan lokal. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang muncul dalam industri gastrowisata dan bagaimana penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif untuk menganalisis esensi dari aturan atau norma hukum yang ada, termasuk peraturan-peraturan undang-undang serta sumber hukum lainnya yang menjadi fokus kajian. Metode ini mengandalkan data sekunder yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip hukum dan memeriksa struktur serta penerapan produk hukum yang telah ditetapkan sebagai acuan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat delapan permasalahan yang timbul dalam industri gastrowisata yaitu perlu adanya penciptaan suasana usaha mendukung, pendanaan bantuan modal, perlindungan usaha, pelatihan, pengembangan kerjasama (kemitraan), pendirian lembaga khusus, menguatkan perkunpulan, dan pengembangan strategi pemasaran.
SERTIFIKASI HALAL MELALUI SELF DECLARE OLEH UMKM UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI WISATA HALAL Faranita Ratih Listiasari; Wien Kuntari; Dwi Yuni Hastati; Ani Nuraeni
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.284

Abstract

Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mulai diberlakukan sejak tahun 2019 setelah disahkan pada tahun 2014. Undang-undang ini adalah salah satu upaya dari negara untuk melindungi warga negaranya, khususnya yang beragama Islam. Indonesia sebagai salah satu negara dengan pemeluk agama Islam terbesar terus berupaya untuk menjadi pemimpin industri halal. Salah satu bidang industri halal yang dikembangkan adalah wisata halal dengan salah satu pelakunya adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu bidang wisata halal adalah kuliner dengan UMKM berperan sebagai penyedia produk halal. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan hukum normatif. Hasil penelitian ini adalah Pemerintah melalui Undang-Undang Cipta Kerja berupaya membantu UMKM untuk melakukan sertifikasi halal secara self declare. Pada sistem ini UMKM menyatakan kehalalan produk yang dihasilkannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk persyaratan di Keputusan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) No. 33 Tahun 2022. Selain itu pemerintah melaksanakan program sertifikasi halal secara gratis untuk UMKM. Sertifikat halal yang diterbitkan setelah UMKM melakukan sertifikasi halal self declare menjadi nilai tambah bagi UMKM dan memberikan jaminan halal atas produk UMKM yang dikonsumsi oleh wisatawan. Diperlukan komitmen dari berbagai pihak agar proses sertifikasi halal secara self declare sesuai dengan tujuan yaitu untuk membantu UMKM dan memberi jaminan bagi konsumen. Komitmen ini termasuk pengawasan proses sertifikasi halal secara self declare agar tidak terjadi penyalahgunaan sertifikat halal yang nantinya akan merugikan UMKM dan konsumen
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA SEKTOR PARIWISATA PASCA DISAHKANNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA Imam Budi Santoso; Wiwin Triyunarti; Faiqah Nur Azizah; Athari Farhani
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.285

Abstract

Salah satu sektor yang membantu pemulihan ekonomi nasional adalah sektor pariwisata. Bahkan, banyak negara menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar dalam menghasilkan devisa. Penyerapan tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan pembangunan negara pada sektor pariwisata. Perluasan penyerapan tenaga kerja ditentukan pula oleh keseimbangan kekuatan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja yang mempengaruhi upah pekerja di sektor pariwisata. Pasca terbitnya Undang-undang Cipta Kerja, kebijakan pengupahan menjadi upaya pemerintah dalam mewujudkan hak pekerja/buruh untuk dapat pengupahan yang layak bagi kemanusiaan. Namun di lain sisi, jika terjadi kenaikan upah minimum pada sektor pariwisata, maka berpengaruh pada adanya penurunan pekerja sektor pariwisata yang mengakibatkan terjadinya berbagai gejala sosial masyarakat. Maka diperlukan upaya perlindungan hukum bagi pekerja sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persoalan tenaga kerja sektor pariwisata dan pengaturan upah minimum, pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor pariwisata, dan perlindungan hukum pekerja sektor pariwisata pasca disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini bahwa upah minimum menjadi batas terendah upah yang memberikan jaminan penghidupan layak bagi pekerja dan produktivitas kerja perusahaan, untuk itu perusahaan tidak boleh memberikan upah di bawah standar ketentuan upah minimum. Penentuan upah minimum memberikan pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sebab pemberian upah tinggi akan mempengaruhi peningkatan pelamar kerja. Perlindungan terhadap pekerja sektor pariwisata harus diiringi dengan upaya pemerintah dalam melakukan pengawasan pemberian upah dan pemerintah harus melakukan evaluasi secara intensif demi mewujudkan keseimbangan ekonomi nasional pada sektor pariwisata.
KEPASTIAN HUKUM PENCORETAN MEREK DAGANG DARI DAFTAR UMUM MEREK PASCA PUTUSAN PEMBATALAN Septiani Arum Hanifah; Liza Marina; Dessy Sunarsi
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.287

Abstract

Perkembangan industri kuliner kian meningkat dari tahun ke tahun, khususnya di sektor pariwisata. Adanya peningkatan dalam pertumbuhan industri kuliner tentu mengakibatkan persaingan yang makin ketat pula. Oleh karena itu, para pelaku usaha harus melakukan inovasi untuk menarik pelanggan, salah satunya dengan brand image melalui merek terdaftar yang unik dan mudah diingat. Merek terdaftar tidak berarti aman dari pembatalan merek sebab dapat diajukan gugatan pembatalan apabila memenuhi unsur dalam ketentuan Pasal 20 dan/atau Pasal 21 UU Merek dan Indikasi Geografis. Bukti konkretnya dapat dijumpai pada sengketa merek dagang antara "7 DAYS" dengan "5 DAYS" yang memiliki persamaan pada pokoknya dan didaftarkan dengan niat untuk meniru merek “7 DAYS” yang notabenenya merek terkenal. Melalui Putusan Pengadilan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst, Majelis Hakim mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Namun, pencoretan merek “5 DAYS” dari Daftar Umum Merek sebagai akibat hukum dari putusan pembatalan tidak dilaksanakan oleh Ditjen KI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepastian hukum tidak dilakukannya pencoretan merek “5 DAYS” dari Daftar Umum Merek pasca Putusan Pengadilan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. dan untuk menganalisis upaya hukum lain pemilik hak atas merek terhadap pihak yang masih menggunakan merek “5 DAYS” pasca putusan pembatalan merek yang tidak dilakukan pencoretan dari Daftar Umum Merek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pengumpulan data sekunder yang didukung oleh data primer berupa wawancara dengan Ditjen KI.
FORMULASI PEMBUATAN SAMPO CAIR DENGAN PENAMBAHAN MINYAK NILAM (Pogostemon cablin B.) Muhammad Hafyyan; Asri Widyasanti; S. Rosalinda
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.288

Abstract

Sampo merupakan sebuah produk perawatan tubuh yang digunakan untuk membersihkan dan menjaga kesehatan rambut serta kulit kepala dari kotoran. Indonesia berpeluang merebut pangsa pasar dunia pada produk sampo dengan keunggulan berupa penggunaan bahan dasar alami dan herbal tradisional. Salah satu kandungan yang terdapat pada minyak nilam adalah patchouli alcohol yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak nilam terbaik pada formulasi pembuatan sampo cair. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang diberikan adalah variasi konsentrasi minyak nilam yang ditambahkan dalam sediaan sampo cair yaitu 0%; 1,0% (b/b) ;1,5% (b/b); dan 2,0% (b/b). Parameter penelitian yang digunakan adalah nilai rendemen, nilai kadar air,nilai pH, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan sampo cair dengan penambahan minyak nilam memenuhi kriteria sebagai produk sampo yang baik berdasarkan SNI Sampo 06-2692-1992. Sampo dengan perlakuan A yang memiliki variasi konsentrasi minyak nilam sebesar 1,0% (b/b) dipilih sebagai formula terbaik dalam penilaian nilai rendemen, nilai pH, nilai kadar air dan organoleptik. Hal ini menunjukkan bahwa produk sampo cair dengan penambahan minyak nilam efektif digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sampo cair untuk meningkatkan sifat antibakteri.
PROSES PENGERINGAN KULIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica) SEBAGAI BAHAN BAKU MINUMAN CASCARA KERING MENGGUNAKAN FOOD DEHYDRATOR Shintya Devita Maharani; Asri Widyasanti; Siti Nurhasanah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.289

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil komoditas kopi terbesar ke-3 di dunia. Salah satu produk dari komoditas kopi yang digemari yaitu minuman yang dihasilkan dari biji kopi. Tingginya produksi kopi di Indonesia menjadikan terjadinya peningkatan pada pengolahan kopi sehingga menyebabkan limbah yang dihasilkan menjadi meningkat. Limbah kulit kopi yang dihasilkan pada proses pengolahan kopi cukup besar, yaitu sebesar 40-45%. Limbah kulit kopi juga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai minuman yang menyegarkan yaitu cascara. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses pengeringan kulit kopi sebagai bahan baku minuman cascara. Alat pengering yang digunakan yaitu food dehydrator dengan suhu 40°C, 50°C, dan 60°C. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimen. Parameter yang dianalisis yaitu waktu pengeringan, kadar air, rendemen, dan kenampakan kulit kopi setelah dikeringkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa suhu berpengaruh pada proses pengeringan kulit kopi. Suhu 60°C merupakan suhu terbaik dengan kadar air sebesar 4%, rendemen pengeringan 15%, kenampakan kulit kopi sudah mengering seluruhnya, dan waktu yang diperlukan untuk mengeringkan yaitu selama 3 jam.
PENERAPAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) PADA PROSES PEMBUATAN SERBUK AMPAS TOMAT BEEF Yusri Yayu Ihsani; Asri Widyasanti; Nor Nadiah Abdul Karim Shah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.290

Abstract

Tomat beef merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang pendek karena mengandung kadar air yang tinggi. Seiring dengan produktivitas dan kebutuhan yang semakin meningkat, tomat beef banyak dijadikan sebagai bahan dalam berbagai macam olahan. Salah satu limbah yang dihasilkan dari pengolahan tomat beef adalah bagian ampas yang pemanfaatannya masih tergolong minim. Pembuatan serbuk ampas tomat merupakan salah satu alternatif yang dapat memperpanjang daya simpan juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai macam olahan produk pangan maupun non pangan. Penerapan pengeringan busa (foam mat drying) dapat dilakukan untuk memangkas sebagian besar air yang terkandung dalam bahan. Metode pengeringan busa ini melibatkan maltodekstrin sebagai zat pengisi dan busa putih telur sebagai zat pengembang. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan serbuk ampas tomat yang memiliki kualitas paling baik dari beberapa variasi perlakuan yang diterapkan. Parameter yang diamati meliputi kadar air dan rendemen menggunakan metode pengamatan eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan diantaranya konsentrasi maltodekstrin sebanyak 10, 15, dan 20%; temperatur pengeringan pada 55, 60, dan 65°C; serta waktu pengeringan selama 3, 4, dan 5 jam. Pengeringan ampas tomat dengan penambahan putih telur (tanpa maltodekstrin) dilakukan pula sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan penambahan maltodekstrin 20% dengan temperatur pengeringan 60°C selama 4 jam menghasilkan serbuk ampas tomat yang terbaik dari seluruh perlakuan, yaitu dengan kadar air sebesar 3,49 ± 0,046% (bb) dan rendemen sebesar 21,15%.
PENGEMBANGAN PRODUK MOCHI DAIFUKU UBI JALAR UNGU (CHINGGU) Khansa Aida Panular; Jihan Mutia; Zahra Musthafawi; Rosyda Dianah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.291

Abstract

Ubi ungu merupakan salah satu bahan pangan lokal kaya akan manfaat bagi tubuh yang dapat menjadi salah pilihan untuk menghasilkan suatu inovasi baru dalam pengembangan hidangan mochi. Tujuan penulisan jurnal ini untuk memaparkan strategi pengembangan produk chinggu. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penyusunan strategi pengembangan produk chinggu digunakan untuk mengenalkan produk kepada konsumen. Berdasarkan hasil analisis SWOT, produk chinggu memiliki kelemahan yaitu memiliki harga jual tinggi, hal tersebut diatasi dengan melakukan pemasaran secara langsung, penjualan pribadi, dan menerapkan 4P. Pengembangan dan inovasi produk chinggu perlu dilakukan untuk keberlanjutan usaha.