cover
Contact Name
Annisa Retno Utami
Contact Email
annisa_utami@usahid.ac.id
Phone
+6281297435966
Journal Mail Official
snpk@usahid.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Soepomo No 84, Tebet, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)
ISSN : -     EISSN : 28292006     DOI : https://doi.org/10.36441/snpk.vol1.2022
Tujuan: Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) bertujuan menjadi wadah ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang pariwisata dan kewirausahaan. SNPK mendorong pertukaran gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta peningkatan daya saing destinasi dan bisnis, khususnya dalam konteks Indonesia dan kawasan berkembang. Selain itu, SNPK bertujuan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan masyarakat, serta solusi aplikatif yang relevan dengan tantangan aktual industri pariwisata dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi berkelanjutan. Scope: Proceeding SNPK menerima artikel hasil penelitian empiris, kajian konseptual, studi kasus, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tema besar pariwisata dan kewirausahaan, meliputi namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: 1. Bidang Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan destinasi, Pariwisata budaya, heritage, dan berbasis komunitas, Pariwisata gastronomi dan kuliner lokal, Ekonomi kreatif berbasis pariwisata, Smart tourism dan transformasi digital pariwisata, Pengalaman wisata, kepuasan, dan loyalitas wisatawan, Branding destinasi dan komunikasi pemasaran pariwisata, Kebijakan pariwisata dan tata kelola destinasi, Pariwisata halal dan pariwisata inklusif) 2. Bidang Kewirausahaan dan UMKM (Kewirausahaan dan inovasi bisnis, Literasi keuangan dan manajemen keuangan UMKM, Digital marketing, e-commerce, dan adopsi teknologi UMKM, Inovasi produk dan pengembangan model bisnis, Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Green entrepreneurship dan ekonomi berkelanjutan, Keuangan inklusif dan akses pembiayaan usaha, Perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Kolaborasi multipihak dalam penguatan ekosistem wirausaha 3. Bidang Pendukung (Komunikasi bisnis dan pemasaran, Manajemen sumber daya manusia, Akuntansi dan keuangan bisnis) 4. Bidang Hukum (Hukum bisnis dan perlindungan konsumen, Regulasi UMKM dan pariwisata, Hak kekayaan intelektual produk kreatif, Legalitas usaha dan perizinan, Hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Kebijakan publik terkait pariwisata dan kewirausahaan) 5. Bidang Teknik dan Rekayasa (Teknologi tepat guna untuk UMKM dan pariwisata, Rekayasa infrastruktur pariwisata, Sistem informasi dan aplikasi digital bisnis, Smart city/smart village pendukung destinasi wisata, Teknologi pangan dan pengolahan hasil lokal, Rekayasa lingkungan dan pengelolaan limbah usaha) 6. Bidang Kesehatan (Kesehatan masyarakat dalam kawasan wisata, Keamanan pangan dan higienitas produk UMKM, Wellness tourism dan health tourism, Sanitasi lingkungan destinasi, Edukasi kesehatan berbasis komunitas, Kesiapsiagaan kesehatan dalam industri pariwisata) dan lain lain
Articles 376 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH DAGING BUAH PALA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL: PELUANG WIRAUSAHA Tsurrayya Ifti Utami; Rahmawati Rahmawati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.292

Abstract

Produksi buah pala sangat melimpah dengan angka limbah daging buah pala yang cukup tinggi sehingga perlu dimanfaatkan karena daging buah pala mengandung senyawa fungsional. Salah satu produk yang banyak digemari masyarakat adalah minuman sari buah. Sari buah pala mempunyai kekurangan, yaitu rasanya asam, sepat, dan pahit juga warnanya pucat kurang menarik. Upaya untuk memperbaiki mutu dengan menambah sari nanas madu. Penelitian bertujuan memanfaatkan limbah daging buah pala menjadi minuman fungsional yang dapat dikomersialkan. Berdasarkan hal tersebut minuman sari pala dan nanas madu diuji mutunya berdasarkan karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor (perbandingan sari buah pala dan sari nanas madu = A1 (20:80), A2 (25:75), A3 (30:70), A4 (35:65), A5 (40:60)) dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan sari buah pala dan sari nanas madu berpengaruh nyata terhadap pH, total padatan terlarut (TPT), aktivitas antioksidan, dan vitamin C, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*), tingkat kekuningan (b*), hedonik warna, aroma, rasa, skor mutu warna, aroma, dan rasa. Formulasi terpilih berdasarkan pengujian keseluruhan adalah perlakuan A3 (30:70) dengan nilai pH 4.20, TPT 0.40ºBrix, aktivitas antioksidan (IC50) 91.43 (kuat), dan kadar vitamin C 21.94 mg/100 mL, tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, dan rasa sebesar 78,9%. Hasil uji angka lempeng total 0 koloni/mL. Berdasarkan hasil, minuman ini berpeluang dijadikan minuman fungsional komersial
PEMBUATAN BUBUK JUS TOMAT BEEF DENGAN METODE FOAM MAT DRYING Tirta Adipratama; Asri Widyasanti; Nor Nadiah Abdul Karim Shah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.293

Abstract

Tomat merupakan produk hortikultura yang mudah rusak. Tingginya kadar air dari tomat juga, yaitu sekitar 93 - 95%, menyebabkan tomat menjadi mudah rusak. Pengeringan tomat menjadi bentuk bubuk merupakan metode pengawetan yang paling umum. Pada saat ini, banyak metode pengeringan yang digunakan dalam membuat bubuk buah, salah satunya adalah foam mat drying. Pengeringan busa (foam mat drying) merupakan metode pengeringan dengan cara membuat bahan pangan menjadi busa terlebih dahulu dengan cara memberikan zat pembuih. Metode pengeringan busa (foam mat drying) merupakan salah satu metode pengeringan dengan teknologi yang lebih sederhana dan biaya yang lebih murah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk memperoleh suhu pengeringan dan konsentrasi maltodekstrin untuk menghasilkan bubuk tomat dengan mutu yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Jus tomat yang telah dipisahkan dari biji dan ampas tomat kemudian dikocok dengan maltodekstrin sebanyak 15%, 20%, dan 25% (b/b) menggunakan mixer selama 2 menit. Hasil pencampuran tersebut kemudian dicampurkan dan dikocok dengan busa putih telur sebanyak 5% (b/b) menggunakan mixer selama 10 menit. Larutan yang dihasilkan kemudian dikeringkan menggunakan food dehydrator pada suhu 55, 60, dan 65 °C selama 2 jam. Pada penelitian ini, hasil terbaik terdapat pada perlakuan suhu pengeringan 65 °C dan konsentrasi maltodekstrin 25% (b/b) dengan kadar air sebesar 4,33% (bb) dan rendemen sebesar 11,01%.
PENGARUH KOMBINASI KARAGENAN DAN AGAR TERHADAP MUTU MINUMAN JELI SARI KEDELAI Cindy Octaviana; Shanti Pujilestari
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.294

Abstract

Minuman jeli sari kedelai adalah salah satu produk diversifikasi dari kacang kedelai yang berbentuk gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi karagenan dan agar yang tepat untuk minuman jeli ditinjau dari karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu kombinasi karagenan dan agar dengan 5 perlakuan (50:50, 45:55. 40:60, 35:65, 30:70) dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dilakukan analisis dengan ANOVA, jika dihasilkan perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi karagenan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap viskositas, sineresis, pH, total padatan terlarut, hedonik (daya sedot dan tekstur), dan mutu hedonik (daya sedot dan tekstur). Perlakuan terbaik didapatkan pada kombinasi karagenan dan agar 30:70 dengan nilai viskositas yaitu 371,07 cP, sineresis sebesar 1,36%, pH sebesar 6,93, total padatan terlarut sebesar 11,10°Brix, kadar air senilai 86,99%, uji hedonik (warna, aroma, rasa, daya sedot, tekstur) menunjukkan suka, uji mutu hedonik dihasilkan warna putih agak kecokelatan, aroma agak tidak langu, rasa manis, agak mudah disedot, tekstur agak kenyal, dan nilai aktivitas antioksidan sebesar 2.570 µg/mL.
POTENSI BUBUK BUNGA KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA SIOMAY IKAN TENGGIRI Meinia Ayu Santika; Siti Chairiyah Batubara
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.295

Abstract

Serbuk bunga kecombrang mempunyai komponen kimia seperti alkaloid, saponin, flavonoid, fenolik, triterpenoid, steorid dan glikosida yang berpotensi sebagai antimikroba dan pengawet alami. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) empat kali ulangan, empat konsentrasi dengan satu faktor. Faktor yang diteliti adalah konsentrasi serbuk bunga kecombrang (0%; 1%; 2% dan 3%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung bunga kecombrang terhadap kualitas pangsit ikan tenggiri. Pengamatan mutu pangsit ikan tenggiri dilakukan dengan uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan nilai pH), uji mikrobiologi (uji total mikroba dan uji total kapang dan ragi), uji organoleptik (uji hedonik, dan mutu hedonik). tes). Data diolah secara statistik menggunakan aplikasi SPSS dengan analisis satu arah (One-way ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Uji Duncan dilakukan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan apakah ANOVA mempunyai pengaruh yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kecombrang 1% menghasilkan siomay ikan tenggiri kualitas terbaik yang mempunyai kandungan kadar air (70,50%), kadar abu (6,25%), kadar protein (0,96%), kadar karbohidrat (18,34%), kadar lemak ( 2,80%) dan pH( 6,25) total mikroba (2,66) log CFU/g, total kapang dan khamir (3,25%).
PERBANDINGAN DAUN KERSEN DAN APEL MALANG TERHADAP MUTU PRODUK TEH HERBAL CELUP KAYA ANTIOKSIDAN Giyatmi Giyatmi; Muhammad Fadjri Romadhan; Angelica Angelica
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari mutu terbaik berdasarkan perbandingan daun kersen dan apel malang terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik serta mengetahui perbandingan yang masih diterima konsumen. Penelitian ini menggunakan teknik analisis varian (ANAVA) dengan satu faktor dan tiga kali pengulangan dengan variasi perbandingan A1 (100:0), A2 (90:10), A3 (80:20), A4 (70:30), dan A5 (60:40). Bahan baku yang digunakan berupa daun kersen dan apel malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan daun kersen dan apel malang yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap intensitas warna, kadar air, kadar abu, pH, aktivitas antioksidan, total flavonoid, dan organoleptik teh herbal celup daun kersen dan apel malang. Perbandingan terbaik adalah perbandingan A3 (80:20) yang menghasilkan intensitas warna terhadap nilai kecerahan (L*) sebesar 7,77, nilai kehijauan (-a*) sebesar -2,38, dan nilai kekuningan (b*) sebesar 3,97. kadar air sebesar 6,55%, uji kadar abu 5,58 %, pH 6,74, aktivitas antioksidan 5,20 ppm, dan total flavonoid 33,49 mg/g. Uji hedonik warna memiliki rata-rata 3,8, aroma 3,0 dan rasa 3,0. Uji mutu hedonik pada parameter warna kuning agak kecoklatan, aroma agak wangi, dan rasa agak manis.
POTENSI BIOMASSA TANAMAN ARENGA-PINNATA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU ENERGI TERBARUKAN (KAWASAN AGRO-FORESTRY EKO WISATA CISOLOK, SUKABUMI, JAWA BARAT) Maya Dewi Dyah Maharani; Laila Febrina
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.297

Abstract

Biomassa adalah sumber energi utama untuk aktivitas manusia hingga pertengahan abad ke19, menyumbang sekitar 10% dari pasokan energi dunia. Produksi energi dari biomassa sebesar 8,40% dalam bentuk biomassa tradisional yang digunakan secara primitif, tidak berkelanjutan, dengan menebang pohon untuk menghangatkan lingkungan dan memasak. Sisanya 1,91% digunakan sebagai bentuk modern seperti menghasilkan listrik atau menghasilkan arang untuk industri yang ingin memproduksi etanol, bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi daripada bensin tanpa pengotor seperti partikulat dan oksida belerang. Salah satu limbah yang belum termanfaatkan adalah limbah industri tepung arenga pinnata. Maka dilakukan inventarisasi komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan biomassa arenga pinnata, yang dilanjutkan dengan menghitung potensi jumlah limbah arenga pinnata. Penelitian dimulai dari menginventarisasi komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan biomassa pohon arenga pinnata dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis, dilanjutkan dengan menghitung jumlah limbah pohon arenga pinnata, yang berpotensi menjadi energi biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan Biomassa Pohon Arenga Pinnata, yaitu. (1) sikap Petani terhadap menumpuknya limbah arenga pinnata; (2) pengetahuan Petani terhadap pemanfaatan limbah arenga pinnata; (3) komitmen industri arenga pinnata; (4) ketahanan Petani; (5) keterbukaan informasi Harga Pokok Produksi antara Petani dan industri arenga pinnata; (6) keberlanjutan industri arenga pinnata. Selanjutnya potensi jumlah limbah padat pohon arenga pinnata sebanyak (14,40-21,6) ton/hari, sedangkan limbah cair sebesar (144-216) meter3/hari. Limbah biomassa ini akan setara dengan 864.000 liter/hari biogas atau 535,68 liter/hari minyak tanah. Potensi tersebut bisa dimanfaatkan dalam program Co-firing PLTU sebesar (8e-04 – 1e-03) %.
POTRET KADAR GLUKOSA DAN UREA DARAH SEBAGAI INDIKATOR STATUS KESEHATAN DAN NUTRISI KAMBING PERANAKAN ETAWA DI PUSAT PENGEMBANGAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KABUPATEN BANYUMAS Sembodo Nugroho; Yusuf Subagyo; Hermawan Setyo Widodo; Mas Yedi Sumaryadi; Efka Aris Rimbawanto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.298

Abstract

Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan salah satu jenis kambing lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis lainnya pada produksi daging, susu, mudah beradaptasi, tahan penyakit dan penampilan yang khas. Banyumas merupakan salah satu daerah pusat pengembangan kambing PE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dan nutrisi Kambing PE di pusat pengembangan kambing PE di Banyumas melalui uji Biokimia darah (glukosa dan Urea Darah). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan menjadikan Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas sebagai sentra pengembangan. Sebanyak 40 ekor kambing PE laktasi dari empat kelompok ternak yang berbeda, diambil sampel darah 3 ml kemudian dianalisis secara spektrofotometer. Evaluasi dilakukan melalui uji kadar biokimia darah (kadar glukosa dan urea darah). Kadar glukosa dan urea darah memiliki perbedaan yang signifikan P<(0.05) antar kelompok ternak, dengan kadar glukosa tertinggi 70.56 ± 4.33 mg/dl, terendah 37.89 ± 3.53 mg/dl, sedangkan untuk urea darah tertinggi 60.83 ± 8.93 mg/dl, terendah 50.83 ± 5.64 mg/dl. Hasil kadar biokimia darah masih dalah rentan standar kambing normal.
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI SEPATU DENGAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC) Siti Aminatu Zuhria; Achmad Istar
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.299

Abstract

Produksi suatu produk memiliki aliran proses produksi yang panjang dan jumlah mesin yang cukup banyak sehingga membutuhkan pengaturan perancangan tata letak fasilitas produski yang efisien agar tidak menggangu kegiatan produksi. Salah satu produk yang banyak banyak dipakai oleh konsumen adalah produk sepatu. Permasalahan yang sering ditemui yaitu ketidakteraturan proses pemindahan aliran bahan dan jarak antar stasiun pada fasilitas produksi. Metode yang digunakan pada perancangan tata letak fasilitas yaitu Activity relationship Chart (ARC). Diagram ini digunakan untuk mengetahui hubungan kedekatan dan alasan kedekatan pada setiap departemen/unit/ruang dalam lokasi suatu produksi. Berdasrkan hasil perancangan menunjukkan bahwa lay out usulan dapat meningkatkan kinerja dari produksi dengan mempertimbangkan aliran produksi dan tata letak produksi dapat membantu kelancaran produksi yang lebih efektif dan efisien.
PENGEMBANGAN E – MODUL PEMBELAJARAN FLUIDA DINAMIS MENGGUNAKAN MODEL GUIDED INQUIRY Yolanda Nilamsari; Nur Ainie Sulistyawati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran berupa e – modul pembelajaran fluida dinamis dengan model Guided Inquiry. (2) mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran berupa e – modul pembelajaran fluida dinamis dengan model Guided Inquiry. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan dan karakteristik dari e – modul pembelajaran fluida dinamis menggunakan model Guided Inquiry. Desain pengembangan yang digunakan yaitu 4D (Four-D) menggunakan tiga tahapan yaitu Define, Design, dan Develop. Adapun hasil penelitian pengembangan media pembelajaran berupa e – modul pembelajaran fluida dinamis dengan model Guided Inquiry memperoleh presentase 89,34% dinyatakan sangat layak. Hasil validasi aspek kelayakan isi mendapat kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 90,62%, aspek kelayakan bahasa mendapat kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 85,42%, aspek kelayakan penyajian mendapat kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 85,71%, dan aspek kelayakan kegrafisan mendapat kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 95% .Dari hasil penelitian yang dikembangkan tersebut memiliki kategori “sangat layak” untuk digunakan atau diimplementasikan dalam pembelajaran fisika.
IRADIASI SINAR GAMMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN DILIHAT DARI DOSIS YANG DIGUNAKAN Zakiyatul Badriyah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.301

Abstract

Kedelai (Glycine Max L.) merupakan komoditas pangan utama penghasil protein nabati sesudah padi dan jagung. Banyaknya manfaat kedelai membuat tingkat permintaan kedelai dipasaran semakin meningkat. Adapun upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri adalah dengan memperbaiki produktivitas tanaman kedelai. Peningkatan produktivitas tanaman kedelai dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah induksi mutasi menggunakan mutagen fisika. Salah satu mutagen fisika adalah iradiasi sinar gamma. Oleh karenanya kajian ini akan mengkaji mengenai dosis iradiasi sinar gamma yang paling efektiv digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Sedangkan analisis yang digunakan adalah dengan menghimpun informasi, data-data, dan sumber-sumber yang berkaitan mengenai topik yang diangkat dalam suatu penelitian. Pada kajian ini akan diperlihatkan hubungan antara dosis iradiasi dan perubahan produktivitas tanaman kedelai dilihat dari banyaknya isi biji polong kedelai dan bobot biji kedelai. Dimana akan didapatkan hasil bahwa pemberian iradiasi sinar gamma paling efektif adalah 100 Gy dilihat dari 4 faktor yakni jumlah biji polong kedelai yang berisi, jumlah biji polong kedelai yang tidak berisi, jumlah biji pertanaman, dan bobot biji polong.