Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)
Tujuan: Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) bertujuan menjadi wadah ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang pariwisata dan kewirausahaan. SNPK mendorong pertukaran gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta peningkatan daya saing destinasi dan bisnis, khususnya dalam konteks Indonesia dan kawasan berkembang. Selain itu, SNPK bertujuan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan masyarakat, serta solusi aplikatif yang relevan dengan tantangan aktual industri pariwisata dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi berkelanjutan. Scope: Proceeding SNPK menerima artikel hasil penelitian empiris, kajian konseptual, studi kasus, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tema besar pariwisata dan kewirausahaan, meliputi namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: 1. Bidang Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan destinasi, Pariwisata budaya, heritage, dan berbasis komunitas, Pariwisata gastronomi dan kuliner lokal, Ekonomi kreatif berbasis pariwisata, Smart tourism dan transformasi digital pariwisata, Pengalaman wisata, kepuasan, dan loyalitas wisatawan, Branding destinasi dan komunikasi pemasaran pariwisata, Kebijakan pariwisata dan tata kelola destinasi, Pariwisata halal dan pariwisata inklusif) 2. Bidang Kewirausahaan dan UMKM (Kewirausahaan dan inovasi bisnis, Literasi keuangan dan manajemen keuangan UMKM, Digital marketing, e-commerce, dan adopsi teknologi UMKM, Inovasi produk dan pengembangan model bisnis, Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Green entrepreneurship dan ekonomi berkelanjutan, Keuangan inklusif dan akses pembiayaan usaha, Perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Kolaborasi multipihak dalam penguatan ekosistem wirausaha 3. Bidang Pendukung (Komunikasi bisnis dan pemasaran, Manajemen sumber daya manusia, Akuntansi dan keuangan bisnis) 4. Bidang Hukum (Hukum bisnis dan perlindungan konsumen, Regulasi UMKM dan pariwisata, Hak kekayaan intelektual produk kreatif, Legalitas usaha dan perizinan, Hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Kebijakan publik terkait pariwisata dan kewirausahaan) 5. Bidang Teknik dan Rekayasa (Teknologi tepat guna untuk UMKM dan pariwisata, Rekayasa infrastruktur pariwisata, Sistem informasi dan aplikasi digital bisnis, Smart city/smart village pendukung destinasi wisata, Teknologi pangan dan pengolahan hasil lokal, Rekayasa lingkungan dan pengelolaan limbah usaha) 6. Bidang Kesehatan (Kesehatan masyarakat dalam kawasan wisata, Keamanan pangan dan higienitas produk UMKM, Wellness tourism dan health tourism, Sanitasi lingkungan destinasi, Edukasi kesehatan berbasis komunitas, Kesiapsiagaan kesehatan dalam industri pariwisata) dan lain lain
Articles
376 Documents
PARIWISATA BERBASIS SIAGA BENCANA DI ERA DISRUPSI (TOURISM BASED ON DISASTER AWARENESS IN THE ERA OF DISRUPTION)
Marningot Tua Natalis Situmorang
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.7
Zaman terus berkembang, kalau dulu semua hal harus bertemu langsung, ngobrol langsung dan mencatat segala sesuatunya di buku dan kemana-mana harus bawa buku catatannya, zaman sekarang aktivitas aktivitas itu mulai berubah, sekarang rapat dilakukan lewat zoom atau telepon, intinya semua bergeser ke dunia maya dengan adanya teknologi gadget/daring. Era baru ini dikenal dengan istilah Disrupsi, yang artinya kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hal yang tercabut dari akarnya, atau dalam Bahasa sehari-hari perubahan mendasar. Fenomena yang menggeser aktivitas dari dunia nyata ke dunia maya ini berkembang juga pada dunia bisnis, apalagi karena covid kemarin, harus jaga jarak, maka disrupsi menjadi andalan, tak terkecuali pada dunia pariwisata, dimana seluruh aktivitas/kegiatan menggunakan daring atau media internet mulai dari menawarkan destinasi usaha, penjualan tiket, hotel, transport local dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa dalam era disrupsi ini keamanan dan kenyaman berwisata sangatlah menjadi dambaan setiap wisatawan, untuk itu siaga bencana dilakukan dengan membuat program yang dapat diakses di laptop atau gadget, berupa informasi mengenai destinasi wisata, apa saja yang akan dinikmati di destinasi wisata tersebut, apa saja bencana yang mungkin muncul, bagaimana mengurangi resiko bencana kalau terjadi, demikian juga di hotel, mulai gerbang masuk hingga di dalam kamar semua di jelaskan, termasuk jalur evakuasi. Penelitian ini penelitian kualitatif desktiptif, yang dilakukan kepada responden secara insidential, dimana setiap respon diwawancara secara mendalam hingga peneliti merasa pertanyaan sudah terjawab semua. Dengan penerapan siaga bencana yang dapat di akses dengan gadget ini wisatawan merasa nyaman karena sudah dapat melihat segala hal di destinasi wisata dan tempat menginapnya.
OPTIMALISASI IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU WANGI-WANGI
Krishni Handayani;
Yohanes Sulistyadi;
Bernard Hasibuan
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.9
Penelitian ini untuk mendata profil daya tarik wisata di Pulau Wangi-Wangi dengan pendekatan aspek atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary serta menganalisis optimalisasi implementasi prinsip-prinsip ekowisata berbasis masyarakat dalam rangka pengembangan destinasi berdasarkan pada program dan kegiatan RIPPARDA Kabupaten Wakatobi, yaitu: (1) Prinsip keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan 3 kriteria (2) Prinsip pengembangan masyarakat lokal dan kemitraan 4 kriteria (3) Prinsip Ekonomi Berbasis Masyarakat 4 kriteria (4) Prinsip Edukasi 4 kriteria (5) Prinsip pengelolaan lokasi wisata 7 kriteria. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dari hasil observasi, wawancara, riset pustaka, dan telaah dokumen. Hasil menunjukkan bahwa Pulau Wangi-Wangi memilki destinasi ekowisata yang cukup lengkap. Ada 28 program dan 36 kegiatan pokok pembangunan pariwisata terkait kegiatan ekowisata berbasis masyarakat. Masih terdapat kesenjangan dalam implementasi EBM, sehingga upaya optimalisasi dengan melibatkan unsur pentahelix, menekankan pada pemahaman dan pengetahuan ekowisata serta keterlibatan aktif masyarakat sehingga mereka mendapat manfaat dari pengembangan ekowisata yang mengarah pada pariwisata berkelanjuta.
MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN KE OBYEK WISATA KAYU PUTIH DESA TUA MARGA DITINJAU DARI DAYA TARIK WISATA DAN BAURAN PROMOSI
Luh Kadek Budi Martini;
Mutria Farhaeni;
Ni Putu Widiastuti;
Putu Diah Mayanti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.11
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik wisata dan bauran promosi terhadap minat berkunjung wisatawan ke Obyek Wisata Kayu Putih Desa Tua Marga. Sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 92 responden dengan menggunakan rumus slovin. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan kuesioner dengan menggunakan skala likert. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda, analisis determinasi dan uji t serta uji f. Dari hasil analisis penulis memperoleh hasil sebagai berikut, dari regresi linier berganda diperoleh persamaan Y = 6,393 + 0,211X1 + 0,232X2, dimana artinya setiap peningkatan atau penurunan daya tarik wsiata sebesar 1 poin maka minat berkunjung kembali akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0,211, sedangkan peningkatan atau penurunan bauran promosi sebesar 1 poin maka minat berkunjung kembali akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 0,232. Dari analisis hubungan korelasi berganda ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,735, maka dapat disimpulkan bahwa daya tarik wsiata dan bauran promosi berpengaruh positif terhadap minat berkunjung kembali ke Obyek Wisata Kayu Putih Desa Tua Marga. Hasil analisis determinasi sebesar 0,67 atau 67,0% dapat diartikan bahwa pengaruh daya tarik wisata dan bauran promosi terhadap minat berkunjung kembali sebesar 67,0% sedangkan sisanya 33,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil uji t diperoleh thitung daya tarik wisata sebesar 1,671 dengan nilai sig 0,002 < 0,05 mengidentifikasikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji t bauran promosi sebesar 5,227 dengan nilai sig 0,000 < 0,05 mengidentifikasikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji f diperoleh fhitung sebesar 17,833 dengan sig 0,000 < 0,05 mengidentifikasikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara daya tarik wisata dan bauran promosi secara simultan terhadap minat berkunjung.
ELEMEN-ELEMEN KUNCI PENGELOLAAN EKOWISATA MENGHADAPI ENDEMI DAN PASCA PANDEMI (STUDI KASUS: BOGOR FRUIT GARDEN, GUNUNG MENYAN, DESA PAMIJAHAN, KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR, PANTAI PANJANG DAN TAHURA DI BENGKULU)
MDD Maharani;
Marlinda Irwanti Poernomo;
Nurwiyoto Nurwiyoto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.13
Bogor Fruit Garden Gunung Menyan merupakan taman wisata alam, edukasi yang menyenangkan dengan konsep outing class, memiliki lahan seluas 3,30 ha yang ditanami tanaman hortikultura, yaitu kombinasi antara taman bunga, buah dan fitofarmaka. Sedangkan wisata alam Pantai Panjang memiliki panjang pantai pasir putih 10 km yang tumbuh dengan baik pohon Cemara Laut dan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo di Bengkulu yang diprogramkan menjadi habitat baru bunga Rafflesia. Tujuan penelitian ini adalah: (i) menganalisis komponen penting dan diperlukan dalam pengelolaan ekowisata menghadapi endemi pasca pandemi; (ii) merumuskan dan merekomendasikan elemen-elemen kunci pengelolaan ekowisata sebagai dasar strategi operasional pengelolaan ekowisata. Penelitian dilakukan di kawasan wisata BFG Gunung Menyan Pamijahan Kabupaten Bogor, Pantai Panjang dan Tahura Rajo Lelo di Bengkulu pada Nopember 2021 hingga Februari 2022. Metode yang digunakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM), dengan menyertakan tiga elemen (tujuan, tolok ukur dan kendala). Analisis ISM akan menghasilkan sub-elemen kunci dan 4 (empat) klasifikasi sub-elemen, yaitu Autonomous, Dependent, Linkage dan Independent. Analisis ISM dapat menyediakan keadaan yang sangat baik untuk memperoleh keragaman dan sudut pandang berbeda yang sangat kompleks. Elemen-elemen sistem disajikan dalam sebuah gambaran grafikal dari setiap hubungan dan tingkat hirarkinya. Ditemukan sebagai tujuan kunci adalah menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat UMKM dengan Driver Power sebesar 7 dan Dependence sebesar 2. Sebagai tolok ukur kunci adalah peningkatan konservasi lahan dengan Driver Power sebesar 6 dan Dependence sebesar 1, dan sebagai kendala kunci adalah konflik perebutan sumber daya lahan dengan Driver Power sebesar 7 dan Dependence sebesar 1.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA (STUDI ANALISIS MANAJEMEN KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA MEGATI WATER PARK CIKARANG)
Rafi’i Rafi’i;
Jamalullail Jamalullail
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.16
Megati Water Park adalah salah satu lokasi wisata yang berada di Cikarang. Destinasi wisata ini menawarkan berbagai kenikmatan dalam bermain air, seperti mandi busa di kolam atau ombak buatan. Namun untuk menarik wisatawan agar bersedia berkunjung diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang tepat. Terutama setelah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi pemasaran pariwisata “Megati Water Park” dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Megati Water Park juga menggunakan Instagram untuk menarik wisatawan pasca pandemi. Hal ini untuk menunjukkan lokasi wisata tersebut sudah aman dikunjungi. Namun di sisi lain terdapat komplain dari pengunjung, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk melakukan komunikasi pemasaran pariwisata.
DUALITAS CITRA KAWASAN WISATA PANTAI JAGU KOTA LHOKSEUMAWE
Rizki Alamsyah;
Bambang Karsono;
Deni Deni
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.17
Adapun cara pandang visual terhadap Kawasan Pantai Jagu mengarah pada identitas fisik kawasan dan permukiman sekitarnya yang dilatarbelakangi oleh wisatawan. Fisik kawasan dan pemukiman disekitarnya tidak dapat dipisah dengan pelaku yang ada dibelakang kedua tempat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran citra ruang yang saling berlawanan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam peningkatan pengembangan pariwisata lokal. Metode penelitian secara kualitatif eksploratif ini diteruskan melalui cara analisis melalui ide Pierre Bourdieu tentang habitus untuk melihat identitas ruang wisata dan ruang permukiman untuk melihat dualitas citra ruang di Pantai Jagu Kota Lhokseumawe untuk menghasilkan kebijakan yang dapat memajukan pariwisata dan permukiman di sekitarnya.
PEMANFAATAN MASYARAKAT TONTONAN SEBAGAI AKTOR DALAM STRATEGI PROMOSI GRATIS DI DUNIA PARIWISATA
Khairul Syafuddin
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.18
Pemanfaatan Instagram sebagai media promosi wisata cukup penting dilakukan. Terutama ketika Covid-19 mulai masuk di Indonesia dan memengaruhi perekonomian pada sektor pariwisata. Promosi di Instagram dapat menjadi alat untuk menarik kembali minat wisatawan agar mengunjungi lokasi wisata daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi yang dilakukan akun Instagram @eksotika_jogja untuk meraih keuntungan dalam mempromosikan wisata di Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui strategi dari @eksotika_jogja untuk merangkul para wisatawan muda. Penelitian ini menggunakan teori masyarakat tontonan dari Guy Debord. Metode yang digunakan adalah analisis wacana multimodal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa akun @eksotika_jogja memanfaatkan fasilitas tagar dan tag untuk mendapatkan konten gratis dari para followers. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan keinginan mereka untuk meraih popularitas di media sosial. Dengan memanfaatkan hal itu, akun @eksotika_jogja mendapatkan bahan promosi gratis untuk mempromosikan destinasi sekaligus jasa wisatanya. Hal yang dilakukan oleh akun @eksotika_jogja diketahui tidak melanggar hak cipta, sehingga dia dapat memanfaatkan konten tersebut untuk kepentingan komersiil.
PENGARUH DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT MENDAKI KEMBALI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU (STUDI KASUS PENDAKIAN JALUR VIA SELO)
Novialdy Satyategar Purbantoro;
Ina Gandawati Djamhur;
Titin Astuti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.19
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi daya tarik wisata TNGMb (atraksi, aksesibilitas, fasilitas), minat mendaki kembali, serta pengaruh daya tarik wisata terhadap minat mendaki kembali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linier sederhana, dengan sampel penelitian adalah para pendaki berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berupa google form melalui sosial media. Hasil yang didapatkan adalah nilai daya tarik wisata untuk dimensi atraksi rata-rata 4,30 (kategori setuju), dimensi aksesibilitas memiliki nilai rata – rata yaitu 3,88 dengan kategori setuju, dan dimensi fasilitas memiliki nilai rata – rata 3,85 dengan kategori setuju, serta minat mendaki kembali sebesar 3,96 dengan kategori berminat dan pengaruh daya tarik wisata berarti bahwa daya tarik wisata di TNGMb sangat menarik. Daya tarik wisata TNGMb terhadap minat mendaki kembali tidak begitu berpengaruh, dikarenakan para pendaki akan tetap melakukan pendakian untuk alasan lain seperti tantangan, kesulitan, dan bukan hanya pada daya tarik wisatanya saja.Disarankan bahwa agar pihak TNGMb dapat mempertahankan keindahan, fasilitas yang sudah baik agar lebih banyak lagi peminatan untuk berkunjung ke TNGM. Bedasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh positif dari Daya Tarik Wisata TNGM terhadap Minat Mendaki Kembali di TNGM.
TIPOLOGI FASAD KAWASAN PARIWISATA UJONG BLANG
Andrit Yamesa;
Soraya Masthura Hassan;
Dela Andriani
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.20
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan peranan penting dalam perekonomian suatu wilayah. Pariwisata juga mendorong sektor-sektor lain seperti jasa, hunian, tenaga kerja untuk ikut berkembang bersama. Kawasatan pariwisata Ujong blang merupakan kawasan pariwisata unggulan yang ada di Kota Lhokseumawe. Secara praktis pantai Ujong blang merupakan salah satu destinasi yang paling diminati masyarakat. Oleh karena itu kajian Tipologi terhadap Fasad kawasan tersebut perlu untuk dilakukan sebagai usaha pengembangan dan pelestarian kawasan tersebut sebagai kawasan pariwisata unggulan di Kota Lhokseumawe. Varibel yang dipakai untuk menggali fasad kawasan pariwisata Ujong blang adalah delapan elemen perancangan kota. Data yang didapatkan dari identifikasi elemen perancangan kota tersebut akan dianalisa dengan menggunakan analisa SWOT untuk merumuskan strategi yang mutakhir dalam usaha pengembangan dan pelestarian kawasan tersebut. Metode penelitian yang dipakai adalah Deskriptif Kuaitatif Eksplorasi. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi pemerintah dalam pengembangan kawasan pariwisata Ujong blang sebagai kawasan pariwisata unggulan yang ada di Kota Lhokseumawe.
KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DI “NEPAL VAN JAVA” DUSUN BUTUH, KABUPATEN MAGELANG
Lintang Zeny Setyaningrum;
Andre N. Rahmanto;
Basuki Agus Suparno
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.21
Pariwisata merupakan industri yang berkembang pesat secara global dan saat ini menjadi sumber pekerjaan dan mata pencaharian bagi banyak orang. Pembangunan pariwisata di daerah sebagai salah satu sektor pembangunan tidak dapat dilepaskan dari pembangunan masyarakat lokal dan pembangunan fasilitas pendukungnya. Salah satu faktor keberhasilan pengembangan sebuah destinasi wisata adalah komunikasi. Melalui komunikasi peluang keterkenalan suatu destinasi wisata akan terbuka semakin lebar dikenal oleh masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata dan menjelaskan partisipasi masyarakat dan memahami model perencanaan komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata di Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata pemerintah Kabupaten Magelang dalam mengembangkan destinasi wisata adalah dengan membentuk beberapa desa wisata, membina Pokdarwis, dan mengembangkan partisipasi masyarakat pada daerah destinasi wisata yang melibatkan stakeholder pemerintah dan akademisi melalui pengabdian masyarakat. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata Nepal Van Java di Kabupaten Magelang dilakukan dengan cara membina dan memberdayakan Pokdarwis, melibatkan partisipasi masyarakat sekitar destinasi wisata, dan melakukan beberapa event, serta membuat paket Wisata Agro-Cultural. Adapun saran nya adalah untuk Pengurus Pokdawis harus melihat peran sosial media yang mampu menjadi platform pariwisata sehingga pengelolaan media sosialnya pun harus juga harus terencana dan terarah.