cover
Contact Name
-
Contact Email
syahwardi.staira@gmail.com
Phone
+62823 6227 4474
Journal Mail Official
syahwardi.staira@gmail.com
Editorial Address
Jalan Nusa Indah Gang Melati, Dusun III, Desa Tanjung Sari, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Al-Ikram: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah is medium to publish research results which focus to thought study or empirical research of Primary Education in Elementary Schools / Madrasah Ibtidaiyah, Teacher Education for Madrasah Ibtidaiyah, and Teacher Education for Elementary School.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
ANALISIS FIQH MUAMALAH DALAM PRAKTIK ARISAN: Kajian Terhadap Hukum Dan Prinsip Dalam Transaksi Arisan Yolla Setiawati
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arisan merupakan salah satu bentuk transaksi sosial-ekonomi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Praktik ini umumnya dilakukan secara kolektif oleh sekelompok individu yang sepakat untuk menyetor sejumlah dana secara berkala, yang kemudian akan diberikan secara bergiliran kepada anggota kelompok hingga seluruh peserta memperoleh bagiannya. Meskipun arisan sering kali dianggap sebagai sarana tolong-menolong dan penguatan hubungan sosial, dalam perspektif fiqh muamalah, praktik ini perlu dikaji secara komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip- prinsip syariah. Hal ini mengingat dalam Islam, setiap bentuk transaksi keuangan harus bebas dari unsur yang diharamkan seperti riba (tambahan yang tidak sah dalam pinjaman), gharar (ketidakjelasan), dan penipuan (tadlis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik arisan dengan menggunakan pendekatan hukum Islam, khususnya fiqh muamalah, dengan fokus pada prinsip-prinsip utama seperti keadilan, transparansi, kejelasan akad, dan kerelaan antar pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka (library research). Sumber data utama berasal dari kitab-kitab fiqh klasik dan kontemporer, fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta literatur akademik yang relevan.
PERKEMBANGAN USHUL FIQH DI ERA MODERN Agil Albukhori
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran hukum Islam sudah mengalami perkembangan Sejak zaman Rasulullah Saw., Namun demikian, corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. Dengan kata lain, belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri. Penulis mencoba mengulas tuntas tentang perkembangan Ushul Fiqh menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penelaahan dokumen. Hasil dalam penelitian ini yakni dalam perkembangan ushul fiqih, atau pemikiran Ushul Fiqh yang membentuk pola penafsiran tertentu terhadap Al-Qur'an terus berkembang, setidaknya dari generasi shahabat sampai pertengahan abad ke 4 Hijriyah dimana pemikiran Ushul Fiqh mencapai kematangannya, dapat diterima pemikiran yang kompromistis bahwa Al-Qur'an dengan kemukjizatan berbagai aspek yang terkandung di dalamnya telah mendorong dan menginspirasi munculnya berbagai corak pemikiran ilmiyah termasuk pemikiran Ushul Fiqh sekaligus corak pemikiran ushuli mempengaruhi metode penafsiran.
INTEGRASI NILAI-NILAI AL-QUR’AN DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAM TINJAUAN PERAN PENDIDIK Dita Lutfiyah
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the role of educators in instilling Islamic character in early childhood through the habituation of daily prayer memorization. The main issue identified is the lack of structured Islamic character education and the minimal habituation of daily prayers as part of moral education. This is often due to a lack of understanding and effective strategies from educators in applying Islamic character education. The aim of this research is to examine the role of educators in shaping Islamic character in young children through the habituation of daily prayer memorization and to explain how this practice can beapplied based on the teachings of the Qur’an and Hadist. A phenomenological approach was used, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Primary data was sourcedfrom the Qur’an, Hadist, and supporting materials such as journals, books, and articles. The research findings indicate that Islamic character education aims to develop children with Qur’anic morals and good habits in their daily lives.The habituation of daily prayers, such as those taught by the prophets, can beincorporated into daily routines with the guidance of educators.The role of the eductor is crucial, includinggathering the prayers to be memorized, providing explanations, setting a good example, and motivating children who struggle with memorization. Furthermore, educators collaborate with parents to ensure the continued practice of daily prayers at home. The implications oh this study emphasize the importance of Islamic character education through daily prayer memorization as a foundation for moral development in early childhood and encourage educational institutions to integrate Islamic character education into their curricula to shape a Qur’anic character in future generations.
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL REMAJA Zahra Mutia Syahna
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan peranan pendidikan agama Islam ini dalam mengatasi dekadensi moral remaja, serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat, untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya minus akhlak atau moral di kalangan remaja, untuk mengetahui hambatan apa sajakah yang ditemui dalam pelaksanaan pendidikan agama untuk mengatasi dekadensi moral serta bagaimana penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawacara, angket, dan studi dokumen. Ada dua faktor penyebab timbulnya dekadensi moral, yaitu Faktor intern yaitu kurangnya kasih sayang ibu bapak terhadap anaknya, suasana rumah tangga yang kurang aman dan minimnya pendidikan agama dalam lingkungan keluarga. Faktor ekstern yaitu pengaruh yang datang dari lingkungan yang kurang baik serta pengaruh kebudayaan asing yang bertentangan dengan norma-norma agama. Mengamalkan ajaran-ajaran agama adalah suatu hal kewajiban bagi umat Islam untuk mendapatkan ketengan dalam hidupnya di dunia dan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Usaha-usaha yang dilaksanakan dalam menanggulangi dekadensi moral remaja antara lain harus lebih meningkatkan mutu pendidikan agama baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
STRATEGI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR AL-QUR’AN PADA ANAK MADRASAH IBTIDAIYAH Ika Ayu Anzani Surbakti
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang minat generasi muda dalam belajar Al-Qur’an di madrasah ibtidaiyah ( MI ).dan bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dan siswi dalam membaca dan menulis Al-Qur’an dengan mudah.oleh karena itu,diperlukan strategi atau cara pembelajaran yang menarik agar anak lebih termotivasi untuk mempelajari Al-Qur’an.metode yang digunakan adalah studi pustaka dan menganalisis melalui berbagai sumber yang relevan.hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran yang kreatif,seperti metode bermain sambil belajar dan metode hafalan yang menyenangkan dapat meningkatkan minat belajar Al-Qur’an pada anak-anak.selain itu peran orang tua dan lingkungan sekolah juga berpengaruh positif terhadap minat belajar Al-Qur’an pada anak madrasah ibtidaiyah.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN PESANTREN DI ERA DIGITAL : ANTARA KEPERCAYAAN DAN STIGMA Nabila Mawaddah
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the community's views on the behavior of Islamic boarding school children today, especially those who deviate from Islamic teachings. The focus of the discussion is social phenomena that are in the public spotlight, such as the controversial actions of Islamic boarding school figures which went viral on social media. The research method used is literature study by analyzing various sources of literature and related news. The results of the research show that people are starting to question the credibility of some Islamic boarding school children because their behavior does not reflect Islamic values. This phenomenon shows the need to evaluate and strengthen moral education in the Islamic boarding school environment so that it remains a center for Islamic character formation.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN AL QUR’AN DI SEKOLAH DASAR Ratika Yani
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam meningkatkan Pembelajaran Al Quran di sekolah sangat penting khususny adalah guru Agama Islam. Peran guru Pendidikan Agama Islam adalah memberikan pengajaran Al-Qur’an terhadap siswa dengan menentukan materi yang ingin di sampaikan, menentukan motode yang ingin digunakan, memberikan tugas kepada siswa, memberikan dorongan kepada siswa agar bersungguh-sungguh, dan memberikan nasehat kepada siswa. Peran guru pendidikan Agama Islam sebagai pembimbing bagi peserta didik. Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an adalah kesanggupan siswa dalam baca tulis AlQur’an dengan baik, lancar dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid serta memahami kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni mendeskripsikan tentang fenomena-fenomena yang ada. Hal ini guna menggali informasi yang akan menjadi dasar dari rancangan teori yang muncul. Data diperoleh dari bukubuku, jurnal, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peran Guru PAI dalam meningkatkan Baca Tulis AlQur’an Siswa Kelas II di SD Swasta Pelita Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa dapat dikategorikan baik. Hal ini dilihat dari peran guru PAI di SD Swasta Pelita Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa, guru sebagai motivator, pengajar, dan pendidik dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode hafalan, tutor sebaya, face to face, demonstrasi, dan metode imla’. Salah satu faktor pendukung dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an yaitu adanya kesadaran diri dari siswa-siswi akan pentingnya Baca Tulis Al-Qur’an. Kemudian, salah satu faktor penghambat dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an yaitu terbatasnya waktu belajar disekolah
KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN: Studi Kasus di Sungai Denai Kelurahan Harjosari I Radya Amalia; Nuriza Dora; Silvia Tabah Hati
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pembuangan sampah di Sungai Denai, Kelurahan Harjosari I. Fenomena pembuangan sampah secara langsung ke sungai masih sering dijumpai, meskipun sudah banyak program kebersihan dan sosialisasi yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat setempat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih tergolong rendah, terlihat dari perilaku membuang sampah sembarangan dan kurangnya kepedulian terhadap dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Meskipun sebagian warga menyadari bahwa pencemaran sungai dapat menyebabkan bau tidak sedap, banjir, dan gangguan kesehatan, namun kesadaran tersebut belum diiringi dengan tindakan nyata untuk menjaga kebersihan sungai. Faktor-faktor seperti kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, rendahnya edukasi lingkungan, dan lemahnya pengawasan dari pihak berwenang menjadi penyebab utama rendahnya kesadaran tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait dalam meningkatkan edukasi lingkungan serta penyediaan sarana prasarana yang mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI LISAN SUKU ALAS MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 LAWE ALAS KUTACANE ACEH TENGGARA Faadila Reva Alfazira; Fatkhur Rohman; Toni Nasution
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The moral decline among students has emerged as a critical challenge in contemporary education. One potential strategy to address this issue is the internalization of character education values through contextual learning. The oral traditions of the Alas ethnic community, which embody values such as religiosity, honesty, responsibility, mutual cooperation, and social concern, hold significant potential for integration into Social Studies (IPS) learning. This study aims to describe the process of internalizing character education values through the oral traditions of the Alas community in Social Studies instruction, while also identifying its challenges and effectiveness. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation at SMP Negeri 3 Lawe Alas, involving Social Studies teachers, the principal, student affairs personnel, students, and local cultural leaders. The findings reveal that oral traditions, including proverbial advice, traditional poetry, folk songs, syair tangis dilo, and melagam, contain diverse values such as religiosity, honesty, responsibility, cooperation, social empathy, discipline, politeness, respect, and patriotism. These values are internalized through storytelling, discussions, and practical activities, which foster students’ understanding and application of character values. Despite constraints related to limited time, learning media, and teachers’ comprehension of local traditions, this oral tradition–based learning approach proves effective in shaping students’ character.
PERAN PESERTA DIDIK DALAM MELESTARIKAN TARIAN BELO MESUSUN BUDAYA LOKAL ACEH TENGGARA DI SMP NEGERI 3 BADAR Rezeki Daifatun Hasanah; Ponidi Ponidi; Silvia Tabah Hati
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of students in preserving the belo mesusun dance as a form of local culture in Southeast Aceh, especially in SMP Negeri 3 Badar. This study uses a qualitative research type using a case study method. The data obtained using data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The purpose of this study was to determine the implementation, values, strategies, and roles of students in preserving the belo mesusun dance at SMP Negeri 3 Badar. The results of this study indicate that (1) the implementation of the belo mesusun dance at SMP Negeri 3 Badar has become a routine activity that is carried out every year, especially during the commemoration of Teacher's Day and the farewell event for class IX. (2) the belo mesusun dance is a cultural heritage that is rich in social values, such as friendship, harmony, togetherness, unity and mutual cooperation. (3) SMP Negeri 3 Badar has several effective strategies to preserve the belo mesusun dance. They make the dance an extracurricular activity so that students can learn and practice regularly and students also often appear at various events, both inside and outside the school. (4) students at SMP Negeri 3 Badar play an important role in preserving the belo mesusun dance, which is part of the local culture of Southeast Aceh. They routinely practice and perform at various school events, such as the farewell event for grade IX students and commemorating teacher's day, and then they invite their friends and family to get to know the culture. The results of this study can be an example for other schools to encourage the role of students in preserving the belo mesusun dance as part of an effort to cultivate local cultural values ​​in the school environment.

Page 3 of 4 | Total Record : 31