Jurnal Aplikasi Fisika
Aims Jurnal Aplikasi Fisika aims to be a platform for scientific publications for research, development, and application of physics concepts in various fields of science, technology, and life. This journal is committed to: 1. Disseminating quality scientific work in applied and interdisciplinary physics. 2. Encouraging physics-based innovation relevant to the needs of society, industry, and sustainable development. 3. Serving as a scientific communication platform for researchers, academics, practitioners, and students in developing physics applications in various sectors. 4. Supporting the improvement of the quality of applied physics research at the national and international levels, including the development of new, interdisciplinary research. Scope This journal accepts research articles and scientific studies related to the application of physics, including (but not limited to) the following areas: 1. Materials Physics and Nanotechnology – Functional materials, semiconductors, polymers, composites, thin films, and nanomaterials. 2. Electronics and Instrumentation Physics – Sensors, data acquisition systems, industrial and medical instrumentation, microcontrollers, physics-based IoT, metrology. 3. Energy and Environmental Physics – Renewable energy, photovoltaics, thermoelectrics, energy efficiency, environmental impact mitigation. 4. Medical Physics and Biophysics – Cell and tissue biophysics, medical imaging, dosimetry, biomechanics, and applications of physics in health. 5. Applied Nuclear and Radiation Physics – Radiation safety, research reactors, nuclear dosimetry, radioisotope applications, nuclear engineering. 6. Marine Physics and Physical Oceanography – Ocean dynamics, waves, currents, tides, ocean-atmosphere interactions, applications of physics to the ocean. 7. Applied Geophysical Physics – Geophysical exploration, disaster mitigation, subsurface mapping. 8. Applied Optical Physics and Photonics – Lasers, fiber optics, optical systems, photonic applications in technology. 9. Computational Physics, Complex Systems, and Simulation – Numerical modeling, applied physics simulations, nonlinear dynamics, complex systems. 10. Econophysics and Sociophysics – Application of physics methods to economic and social systems, complex data analysis, networks, and market dynamics. 11. Industrial Physics and Technological Engineering – Application of physics in manufacturing processes, quality control, and appropriate technology. 12. Applied Physics Education – Innovation in physics learning based on experiments, laboratories, and technology.
Articles
20 Documents
Green-sintesis nanopartikel perak dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan karakterisasi sifat fisika dan kimianya sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC
Waode Sukmawati Arsyad;
Gemmy Lisar;
La Ode Ahmad Nur Ramadhan;
Ida Usman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi sel surya DSSC, maka dilakukan ektraksi dan karakterisasi zat pewarna dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC. Ekstraksi zat pewarna dari buah naga dilakukan dengan metode maserasi dengan variasi pelarut (ethanol, methanol dan akuades), yang selanjutnya ekstrak tersebut digunakan sebagai agen pereduksi pada sintensis nanopartikel perak (AgNP) yang dikenal dengan metode green-sintesis. Lalu dilakukan karakterisasi FTIR, XRD, EDS, dan UV-Vis untuk mengetahui ikatan kimia, struktur kristal, daerah penyerapan, komposisi kimia zat pewarna ekstrak buah naga (EBN) dan nanopartikel perak (AgNP). Untuk mengetahui kemampuan elektrokatalisis elektroda kerja DSSC maka dilakukan karakterisasi LSV. EBN menunjukkan daerah serapan pada daerah cahaya tampak yaitu dari 300-550 nm dengan puncak penyerapan yang berada pada sekitar 350 nm dan 530 nm. Pada AgNP, puncak serapan pada sekitar 530 nm hilang dan muncul serapan pada sekitar 430 nm yang mengindikasikan terbentuknya nanopartikel perak yang dikonfirmasi leboh lanjut dari spektrum XRD nya. Nilai celah energi terkecil diperoleh untuk EBN dalam pelarut akuades dan AgNP dalam pelarut methanol, yaitu 2,89 eV dan 3,60 eV secara berurutan. Hasil pengukuran LSV untuk EBN dengan pelarut akuades dan etanol menunjukkan adanya proses faradaik yang ditandai munculnya arus pada kondisi disinari maupun gelap, sedangkan untuk pelarut metanol tidak menunjukkan adanya arus reduksi pada kondisi disinari maupun kondisi gelap. AgNP menunjukkan adanya arus reduksi untuk semua pelarut baik dalam kondisi gelap maupun kondisi disinari, akan tetapi posisi puncak reduksinya bergeser kearah tegangan positif yaitu sekitar 0,2 V untuk semua sampel.
Perhitungan energi keadaan dasar ion Be2+ dan B3+ dengan menggunakan teori gangguan dan metode variasional
Ramli Tadaga;
Dirman Syahputra;
M. Harun Al Rasyid;
Ridwan Ramdani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penentuan sifat-sifat ion Be2+ dan B3+ khususnya yang terkait dengan energi keadaan dasar dapat dipelajari dengan menggunakan berbagai metode, di antaranya Teori Gangguan dan Metode Variasional. Dalam metode ini, energi keadaan dasar elektron dari ion Be2+ dan B3+ dihitung dengan menggunakan fungsi gelombang atom Hidrogen. Proses optimasi dilakukan secara analitik dan komputasi (menggunakan metode Nelder-Mead yang ditulis dalam Fortan). Dengan menggunakan Teori Gangguan, energi keadaan dasar yang diperoleh adalah -367,354 eV untuk ion Be2+ dan -595,249 eV untuk B3+, di mana besar deviasinya adalah 1,147% untuk Be2+ dan 0,726% untuk B3+. Selain itu, dengan menggunakan Metode Variasional, nilai energi dasar untuk ion Be2+ dan B3+ adalah -370,011 eV dan -570,695 eV, di mana nilai ini terpaut masing-masing 0,432% dan 4,821% dari energi eksperimen. Dari hasil ini terlihat bahwa nilai energi keadan dasar yang diperoleh dengan menggunakan Metode Variasional lebih dekat dengan hasil eksperimen dibandingkan dengan Teori Gangguan. Oleh karena itu, Metode Variasional sangat berpotensi untuk digunakan dalam mempelajari sifat-sifat keadaan dasar atomik. Selain itu juga metode Nelder-Mead yang digunakan memiliki kapabilitas yang bagus dalam mengoptimalisasikan persamaan untuk memperoleh nilai parameter dalam menjelaskan energi keadaan dasar dari ion Be2+ dan B3+.
Produksi dan karakterisasi bio-coke berbasis limbah kulit buah jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan bakar alternatif menggunakan metode pirolisis
Surianti Heru;
M. Jahiding;
Wa Ode Sitti Ilmawati
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian tentang produksi dan karakterisasi limbah berbasis Bio-coke (Jatropha curcas L.) sebagai bahan bakar alternatif menggunakan metode pirolisis telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah ganda. Pertama, untuk menentukan pengaruh variasi suhu pirolisis terhadap nilai proksimat kulit polong Jatropha. Kedua, untuk menentukan pengaruh variasi suhu pirolisis terhadap nilai pemanasan bio-coke kulit Jatropha. Proses pembuatan bio-coke dilakukan dengan menggunakan metode pirolisis dengan variasi suhu pirolisis sebesar 400°C, 500°C, dan 600°C dengan waktu operasi 15 menit. Tahapan dalam produksi bio-coke melibatkan pengumpulan sampel, pencucian, pengeringan di bawah sinar matahari selama beberapa hari, dan penghancuran menggunakan blender. Selanjutnya, sampel dimasukkan ke dalam cetakan bio-coke, kemudian ditempatkan ke dalam reaktor pirolisis. Sampel dipirolisis pada suhu 400°C, 500°C, dan 600°C dengan masing-masing 15 menit. Pengujian kualitas bio-coke kulit buah Jatropha dilakukan melalui analisis proksimat, termasuk kandungan air, materi mudah menguap, kandungan abu, dan karbon terikat, serta analisis nilai kalor menggunakan Deferential Scanning Calorimetric (SDC). Hasil proksimat menunjukkan bahwa persentase kandungan air dan materi mudah menguap menurun seiring peningkatan suhu pirolisis. Persentase kandungan air buah kulit Jatropha adalah 10,6672%, dan persentase materi mudah menguap bio-coke buah kulit Jatropha adalah 15,1490% pada suhu pirolisis 600°C, sementara persentase kandungan abu dan karbon terikat meningkat seiring peningkatan suhu pirolisis, yaitu pada suhu 600°C meningkat sebesar 35,6829% dan 36,98% secara berturut-turut. Sementara nilai pemanasan yang diperoleh adalah 5411,83 kcal/gr, 5786,38 kcal/gr, dan 6270,13 kcal/gr. Semakin tinggi suhu pirolisis, semakin tinggi nilai pemanasan bio-coke kulit Jatropha.
Desain pompa air double valve (klep ganda) hemat energi
Agustang;
La Ode Rusman;
La Aba
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan penelitian tentang desain pompa air double valve (klep ganda) hemat energi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbandingan diameter pipa keluaran terhadap debit air yang dihasilkan, mengetahui pengaruh ketinggian pipa keluaran terhadap debit air yang dihasilkan, serta mengetahui kinerja optimum dari hubungan antara frekuensi kerja pompa dengan debit yang dihasilkan. Penelitian ini dapat bekerja ketika kolam piston terisi penuh. Gaya angkat hanya dapat bekerja bersesuaian dengan keadaan fluida sebagai sebuah sistem kontinum. Pembuatan pompa double valve (klep ganda) dilakukan pada beberapa variasi yaitu variasi diameter pipa keluaran dengan masing-masing ukuran 0,25 inch, 0,5 inch, 0,75 inch, variasi ketinggian pipa keluaran dengan masing-masing ketinggian 0, 50 cm, 100 cm, 150 cm, dan 200 cm, serta variasi frekuensi kerja pompa. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar diameter pipa keluaran semakin kecil debit air yang dihasilkan. Sementara itu, semakin tinggi pipa keluaran maka debit air yang dihasilkan semakin kecil dan semakin besar frekuensi kerja pompa maka semakin besar debit air yang dihasilkan.
Analisis indeks pencemaran udara SO2, CO, NO2 dan PM10 di kawasan Kota Kendari
Evi Yusianti;
M. Jahiding;
Wa Ode Sitti Ilmawati
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan Penelitian tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disebabkan oleh NO2, CO, SO2 dan PM10. Titik pantau dilakukan Traffic Light Pasar Sentral Wua-wua. Proses sampling uji menggunakan impinger, tujuan mengetahui kualitas udara di Traffic Light Pasar Sentral Wua-wua di kawasan Kota Kendari. Hasil pengujian Nilai ISPU 2019 setiap parameter uji menunjukan bahwa pada area traffic light Pasar Sentral Wua-wua pada parameter CO ialah 96,5. Berdasarkan nilai ISPU yang didapat masuk dalam kategori sedag, dalam rentang 51-100. Dampak kesehatan untuk mahluk hidup belum terlihat, tetapi berpengaruh terhadap tumbuhan yang sensitive. CO dan SO2 sumber emisinya berasal dari pembakaran tidak sempurna dari senyawah karbon contonya kendaraan bermotor. Hal ini di Kota Kendari kualitas udaranya masuk dalam kategori sedang. meningkat seiring dengan peningkatnya jumlah penduduk dan jumlah alat transportasi yang melintasi dikawasan Kota Kendari. Konsentrasi parameter uji dapat berpengaruh terhadap lingkungan.
Pengembangan prototipe sistem monitoring level ketinggian air menggunakan sensor ultrasonik berbasis internet of things
Afifah Fauziyah;
Ismail Saleh;
Ida Usman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p1-8
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah. Dampak yang ditimbulkan oleh banjir dapat berupa kerugian material hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi bencana banjir yang efektif untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem pengukuran dan sistem monitoring level ketinggian air untuk mendapatkan akurasi sensor ultrasonik HC-SR04. Sistem dirancang untuk memantau secara real-time level ketinggian air di suatu lokasi dan mengirimkan data tersebut ke server Blynk melalui jaringan internet dan ditampilkan dalam bentuk dashboard web. Metote penelitian yang digunakan adalah pengembangan sistem dengan pendekatan IoT. Sistem terdiri dari perangkat keras berupa sensor ultrasonik HC-SR04, mikrokontroler ESP32, relay, dan modul catu daya, serta perangkat lunak untuk pengolahan data dan visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesalahan relatif sensor ultrasonik HC-SR04 berkisar antara 0,28% sampai 4,52%. Pengukuran sensor ultrasonik HC-SR04 pada jarak yang jauh memperoleh error yang lebih kecil dibandingkan jarak pengukuran yang dekat. Analisis laju fluida untuk mendapatkan nilai laju kenaikan air menunjukkan kisaran selisih antara 0,01 cm/s sampai 0,29 cm/s dari nilai yang sebenarnya. Hitungan waktu kenaikan air memperoleh selisih antara 303,29 detik hingga 668,22 detik dari waktu sebenarnya. Semakin rendah nilai selisih yang diperoleh maka semakin baik pengukuran yang dilakukan. Sistem ini dapat membantu memberikan estimasi waktu akan terjadinya banjir berdasarkan perhitungan analisa laju fluida yang telah dilakukan.
Analisis numerik tampang lintang reaksi fusi sistem 12C + 12C dan 16O + 58,60,64Ni dengan menggunakan rumusan Glas-Mosel termodifikasi
Fani Lestari;
Hasbiyah;
Wa Ode Sitti Hardiana;
Ridwan Ramdani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p9-16
Studi tentang tampang lintang reaksi fusi inti yang saling berinteraksi merupakan salah satu topik yang menarik dalam reaksi inti. Rumusan Glas-Mosel telah terbukti berhasil menjelaskan hasil eksperimen tampang lintang reaksi fusi inti. Dalam studi ini, tampang lintang reaksi fusi inti 12C + 12C telah dihitung pada energi dan 16O + 58,60,64Ni pada energi dengan menggunakan rumus Glas-Mosel yang dimodifikasi. Potensial inti atom yang berinteraksi didekati dengan menggunakan potensial Coulomb dan Woods-Saxon. Persamaan diferensial diselesaikan dengan menggunakan metode beda hingga dan proses optimasi dilakukan dengan menggunakan metode Nelder-Mead. Hasil yang diperoleh dari studi ini telah sesuai dengan hasil eksperimen dan penelitian lain. Hasil yang diperoleh ini dapat menunjukkan bahwa rumusan Glas-Mosel yang dimodifikasi dapat menjadi alat yang berguna dalam menjelaskan hasil eksperimen yang terkait dengan tampang lintang reaksi fusi inti ringan dan sedang.
Pretreatment batubara (tipe sub-bituminus) menggunakan metode leaching asam basa dengan NaOH dan HCl serta karakterisasi sifat fisis dan kimianya
Waode Sukmawati Arsyad;
Muhammad Arohman;
La Agusu;
Ida Usman;
La Aba;
I Nyoman Sudiana;
Ismail Saleh;
La Ode Rusman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p17-23
Untuk meningkatkan kualitas rGO yang dihasilkan dari batu bara maka perlu dilakukan proses pre-treatment pada sampel batu bara. Batu bara yang digunakan adalah jenis sub-bituminus dari Kolaka Timur. Proses pre-treatment yang dilakukan adalah dengan proses leaching menggunakan basa (NaOH) dengan variasi konsentrasi (1, 2, 4, 8 dan 10) M, dan asam (HCl) dengan konsentrasi tetap, yaitu 5M. Sampel batu bara dan hasil leachingnya kemudian dikarakterisasi kandungan karbon, perubahan ikatan kimianya, struktur kristal dan resistansinya menggunakan energi dispersive X-ray spectroscopy (EDS), FTIR, XRD dan LCR meter. Dari hasil EDS diperoleh rasio C/O tertinggi sebesar 1,9 untuk proses leaching dengan konsentrasi 8M NaOH+5M HCl. Terjadi penurunan kadar oksigen pada batu bara setelah melalui proses leaching NaOH+HClyang menunjukan meningkatnya kualitas batu bara yang ditandai dengan menunurunnya luas daerah pada kurva 3448 cm-1 dar grafik hasil karakterisasi q FTIR. Hal ini didukung dengan hasil karakterisasi XRD yang menunjukan batu bara yang telah dileaching dengan menggunakan NaOH dan HCl berubah menjadi grafit pada posisi 2-theta 26,5° dan intensitas grafit tertinggi pada konsentras 8M NaOH+5M HCl.
Proyeksi pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara dengan menggunakan model eksponensial dan model logistik
Blessya V. S. Marbun;
Mardhiyah N. K. Amiruddin;
Fani Lestari;
Winda Nur Padila;
Lina Lestari;
Muh. Harun Al Rasyid
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p24-30
Penambahan jumlah penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu. Perubahan jumlah penduduk dalam populasi dapat dihitung dengan menggunakan perwaktu unit. Dengan pertumbuhan populasi yang cepat di Indonesia, setiap aspek kehidupan dapat terpengaruh. Laju pertumbuhan penduduk yang kita ketahui didasarkan pada kelahiran, kematian, dan migrasi. Dari tahun 2010 hingga 2021, Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan, meskipun pada tahun 2021 sempat mengalami penurunan karena faktor lain, salah satunya adalah wabah COVID-19 yang sedang meningkat. Ini menunjukkan bahwa penduduk Sulawesi Tenggara terus meningkat. Studi ini menyelidiki aplikasi teoritis persamaan diferensial dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan dua model yaitu model eksponensial dan model logistik. Hasil perhitungan dari kedua model menunjukkan bahwa hasil faktor laju pertumbuhan penduduk dalam model eksponensial bernilai positif, yang menunjukkan bahwa populasi akan terus meningkat sedangkan terdapat lima model dengan laju pertumbuhan yang berbeda untuk model logistik. Hasilnya menunjukkan populasi logistik 2.935.795 jiwa dan populasi eksponensial 2.763.583 jiwa. Dengan rata-rata galat 1,09%, model eksponensial digunakan untuk memperkirakan jumlah penduduk Sulawesi Tenggara pada tahun 2028. Model dan persamaan yang digunakan untuk memprediksi kondisi diharapkan sesuai dengan standar dan masih dapat mendukung pertumbuhan populasi di tahun-tahun mendatang.
Rancang bangun prototype sistem otomatis pemberi pakan ikan berbasis mikrokontroler dengan teknologi machine learning
Ashari Midana;
Ismail Saleh;
Ida Usman;
M. Zamrun F.;
I Nyoman Sudiana;
Adrian Rahmat Nur
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p31-37
Sistem pemberi pakan ikan otomatis adalah sistem yang terdiri dari robot penebar pakan dan robot penakar pakan. Robot dapat dapat saling berkomunikasi baik dalam jaringan lokal maupun jaringan internet. Sistem pemberi pakan ikan dapat menangani banyak kolam dengan 1 pasang robot. Robot dilengkapi dengan kamera untuk mengenali nomor kolam dengan bantuan machine learning untuk klasifikasi nomor berdasarkan gambar yang ditangkap. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa variasi kecepatan dan variasi jarak penghalang dalam mendeteksi penghalang atau nomor kolam menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesalahan sensor ultrasonik HC-SR04 pada saat diam berkisar antar 0,046% sampai 0,240%, sedangkan pada saat robot bergerak kesalahan pembacaan sensor (error) berkisar antara 0,107% sampai 14,492% yang menunjukkan bahwa sensor ultrasonik HC-SR04 baik digunakan untuk mendeteksi objek yang lebih dari 20 cm dibandingkan untuk mendeteksi objek kurang dari 20 cm. Respon sensor ultrasonik terhadap variasi kecepatan gerak robot cenderung menunjukkan pembacaan sudut deteksi yang sama berkisar 15,03o sampai 16,360 cm atau 1/2 dari kemampuan sensor ultrasonik 30o. Variasi kecepatan robot tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap hasil pembacaan sudut deteksi sensor dikarenakan kecepatan robot berkisar 20 cm/s sampai 60 cm/s masih dibawah kecepatan gelombang suara 340 m/s sehingga sudut deteksi sensor cenderung menunjukkan nilai yang sama.