cover
Contact Name
Yacobus Yulianto Dalanga
Contact Email
yacyulianto@gmail.com
Phone
+6285241750535
Journal Mail Official
jaf@uho.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit Kendari - Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Fisika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 18584020     EISSN : 31235239     DOI : https://doi.org/10.62749
Core Subject : Science,
Aims Jurnal Aplikasi Fisika aims to be a platform for scientific publications for research, development, and application of physics concepts in various fields of science, technology, and life. This journal is committed to: 1. Disseminating quality scientific work in applied and interdisciplinary physics. 2. Encouraging physics-based innovation relevant to the needs of society, industry, and sustainable development. 3. Serving as a scientific communication platform for researchers, academics, practitioners, and students in developing physics applications in various sectors. 4. Supporting the improvement of the quality of applied physics research at the national and international levels, including the development of new, interdisciplinary research. Scope This journal accepts research articles and scientific studies related to the application of physics, including (but not limited to) the following areas: 1. Materials Physics and Nanotechnology – Functional materials, semiconductors, polymers, composites, thin films, and nanomaterials. 2. Electronics and Instrumentation Physics – Sensors, data acquisition systems, industrial and medical instrumentation, microcontrollers, physics-based IoT, metrology. 3. Energy and Environmental Physics – Renewable energy, photovoltaics, thermoelectrics, energy efficiency, environmental impact mitigation. 4. Medical Physics and Biophysics – Cell and tissue biophysics, medical imaging, dosimetry, biomechanics, and applications of physics in health. 5. Applied Nuclear and Radiation Physics – Radiation safety, research reactors, nuclear dosimetry, radioisotope applications, nuclear engineering. 6. Marine Physics and Physical Oceanography – Ocean dynamics, waves, currents, tides, ocean-atmosphere interactions, applications of physics to the ocean. 7. Applied Geophysical Physics – Geophysical exploration, disaster mitigation, subsurface mapping. 8. Applied Optical Physics and Photonics – Lasers, fiber optics, optical systems, photonic applications in technology. 9. Computational Physics, Complex Systems, and Simulation – Numerical modeling, applied physics simulations, nonlinear dynamics, complex systems. 10. Econophysics and Sociophysics – Application of physics methods to economic and social systems, complex data analysis, networks, and market dynamics. 11. Industrial Physics and Technological Engineering – Application of physics in manufacturing processes, quality control, and appropriate technology. 12. Applied Physics Education – Innovation in physics learning based on experiments, laboratories, and technology.
Articles 20 Documents
Ekstraksi Nickel Laterite Ore dengan Metode Leaching Berbantu Microwave Muhammad Al Rasyid; Al Jalali Muhammad; Yumnawati; Ismail Saleh; La Ode Muh. Iksan Juarzan; Adrian Rahmat Nur
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p1-4

Abstract

Umumnya, microwave telah banyak digunakan dalam proses pengolahan makanan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini microwave telah dieksplorasi untuk pemanfaatannya dalam pengolahan material. Penelitian ini memanfaatkan teknik pemanasan gelombang mikro untuk membantu proses pelindian nikel pada tekanan atmosfer. Bijih dengan penambahan asam sulfat dipanaskan dengan microwave. Daya microwave divariasikan untuk mengetahui pengaruh daya microwave terhadap laju pelindian nikel. Berdasarkan analisis EDX, terjadi peningkatan nikel yang tercuci sesuai dengan peningkatan daya microwave. Sebanyak 90,46% nikel berhasil diekstraksi pada daya microwave 800 watt selama 6 menit.
Penerapan Metode Simple Moving Average dalam Memperhalus Difraktogram XRD Sampel Nikel Sapto Raharjo; Lina Lestari; Nurul Hidayahtullah; Muh. Yaqub Rijal; Jirman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p5-13

Abstract

Nikel, logam berwarna putih keperakan yang dikenal karena ketahanan korosi yang sangat baik dan titik lebur yang tinggi, memiliki peran penting dalam industri modern. Namun, ketika ditemukan dalam bentuk bijih nikel, keberadaan unsur besi menimbulkan kompleksitas tambahan pada pola XRD, menyebabkan puncak-puncak yang tumpang tindih dan perubahan pada struktur kisi. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menggunakan metode Simple Moving Average (SMA) untuk memperhalus difraktogram XRD dari sampel nikel, yang secara efektif mengurangi noise dan meningkatkan kejernihan data untuk analisis yang lebih akurat. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sampel SIL-Ni197 memperoleh nilai MAPE sebesar 1,66%, RRMSE sebesar 2,65%, dan R² sebesar 0,859. Hasil ini menunjukkan bahwa data yang telah dihaluskan tetap mempertahankan sebagian besar variabilitas aslinya, menunjukkan pengurangan noise yang efektif sambil tetap menjaga tren penting. Dengan demikian, metode SMA terbukti menjadi teknik yang sangat baik untuk prapemrosesan data XRD, membantu dalam interpretasi sinyal yang lebih jelas. Untuk dataset dengan perubahan yang lebih tiba-tiba, teknik adaptif seperti metode exponential moving average (EMA) dapat memberikan peningkatan lebih lanjut
Eksplorasi Dinamika Fluida FLiBe pada Reaktor Garam Cair: Studi Simulasi Pengosongan Tangki Bahan Bakar Menggunakan Metode Moving Particle Semi-Implicit Aziz Satrio; Asril Pramutadi Andi Mustari; Muhammad Rizqie Arbie; Ismail Saleh; Muhammad Abhil Ardani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p14-24

Abstract

Peningkatan protokol keselamatan di dalam reaktor nuklir merupakan akibat langsung dari insiden yang parah. Kemajuan teknologi reaktor yang menghasilkan energi nuklir yang menjanjikan dan canggih adalah penggunaan bahan bakar cair dalam Reaktor Garam Cair, yang membedakannya dengan reaktor lain. Dengan menggunakan kerangka kerja Semi-Implisit Partikel Bergerak, sebuah model dikembangkan dalam penelitian ini untuk menganalisis fitur hidrodinamika tangki drainase dalam sistem keselamatan reaktor nuklir. Level permukaan cairan setelah 25 detik adalah 0,2 m untuk air biasa dan 0,156 m untuk FLiBe. Selama waktu simulasi 25 detik, kecepatan air ringan berkurang dari 3,8 m/s menjadi 1,9 m/s dan kecepatan FLiBe berkurang dari 4,05 m/s menjadi 1,93 m/s. Serupa dengan hasil kecepatan, tekanan hidrostatik air ringan menurun dari 9216,9 Pa menjadi 1074,3 Pa dan tekanan hidrostatik FLiBe menurun dari 14298 Pa menjadi 1577,9 Pa. Hasil yang diperoleh menunjukkan koefisien debit masing-masing cairan antara 0.6 dan 0.8 di mana debitnya antara 0,10 m³/s dan 0,12 m³/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pola yang diamati pada penurunan level cairan serupa, meskipun cairan berbeda dalam hal densitas dan viskositas kinematik. Ketiga cairan menunjukkan pola yang sebanding selama jangka waktu yang diamati, yang mengindikasikan respons dinamis yang serupa. Kecepatan, tekanan hidrostatik, dan kehilangan tekanan cairan menurun seiring waktu. Penyelidikan ini tidak hanya berfokus pada proses transmisi panas. Di masa depan, mungkin akan menarik untuk memasukkan transportasi panas dalam perhitungan. Hal ini dapat mengarah pada penemuan informasi lebih lanjut tentang dinamika cairan di dalam tangki karena perpindahan panas mempengaruhinya selama proses pembuangan.
Penerapan Model Pertumbuhan Logistik dalam Memproyeksikan Jumlah Penduduk di Kabupaten Kolaka Pascal Perdana Manga; Lina Lestari; Jirman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p25-34

Abstract

Penelitian ini menerapkan model pertumbuhan logistik untuk memproyeksikan jumlah penduduk di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan analisis data, diperoleh kapasitas tampung penduduk sebesar 31.520 jiwa dengan laju pertumbuhan populasi (r) sebesar 0,8677. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2050 menunjukkan angka sebesar 8.968 jiwa. Dari berbagai model yang diuji, model logistik ke-9 terbukti paling akurat dalam memprediksi pertumbuhan penduduk, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terendah. Visualisasi grafik memperlihatkan kecocokan yang baik antara hasil prediksi model ke-9 dengan data aktual. Hasil ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan penduduk Kabupaten Kolaka akan cenderung mendekati kapasitas tampungnya secara asimtotik akibat tingginya angka kematian.
Investigasi Mekanisme Peleburan Freeze Plug dalam Reaktor Garam Cair: Wawasan dari Eksperimen Lilin Padat-Minyak Panas Ismail Saleh; Asril Pramutadi Andi Mustari; Muhammad Rizqie Arbie; Jirman; Muhammad Abhil Ardani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p35-43

Abstract

Peleburan sumbat beku adalah fitur keselamatan pasif utama dalam Reaktor Garam Cair (MSR), yang dirancang untuk diaktifkan ketika suhu melebihi ambang batas. Sumbat peleburan memungkinkan garam cair mengalir dan mencegah panas berlebih. Penelitian ini menyelidiki prinsip-prinsip pencairan sumbat beku melalui eksperimen yang disederhanakan dengan menggunakan lilin padat dan minyak goreng panas. Sampel lilin padat dengan volume 25 ml, 50 ml, dan 75 ml dipaparkan pada minyak panas 140°C dalam volume 50 ml. Pengamatan menunjukkan bahwa volume minyak yang lebih besar menghasilkan suhu puncak yang lebih tinggi dan laju pendinginan yang lebih lambat, konsisten dengan konsep massa termal. Volume yang lebih besar menahan panas lebih lama dan memindahkannya secara lebih efektif, menciptakan puncak suhu yang lebih luas dan bertindak sebagai reservoir termal yang stabil. Sebaliknya, volume minyak yang lebih kecil menunjukkan kehilangan panas yang lebih cepat karena massa termal yang terbatas. Hasil ini menyoroti peran massa termal dalam mempertahankan panas dan mengelola laju pendinginan, yang sangat penting untuk keselamatan reaktor. Volume minyak yang lebih besar kemungkinan meminimalkan efek isolasi, memfasilitasi perpindahan panas yang efektif. Perilaku ini secara langsung berdampak pada laju pemanasan awal dan stabilitas suhu jangka panjang, yang penting untuk kinerja sumbat beku. Studi ini menggarisbawahi perlunya mengoptimalkan bahan sumbat beku, dengan fokus pada titik leleh, konduktivitas termal, dan stabilitas di bawah berbagai beban termal. Perbaikan di bidang-bidang ini dapat meningkatkan retensi panas dan kinerja perubahan fasa, meningkatkan keselamatan dan efisiensi reaktor. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi bahan dan konfigurasi alternatif untuk menyempurnakan desain MSR, memastikan operasi yang lebih andal dan sistem reaktor yang lebih aman.
ANALISIS SPEKTRUM ABSORBANSI DAN IDENTIFIKASI FITOKIMIA DARI FRAKSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI PENYERAP CAHAYA DALAM DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Wa Ode Sukmawati Arsyad; Olivia Stefhany Wijaya; Ida Usman; Ismail Saleh; Muh. Harun Al Rasyid; Yusnita Sari
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai sumber dye alami pada sistem Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) melalui analisis spektrum absorbansi serta identifikasi senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol, kemudian dilanjutkan dengan tahap evaporasi vakum dan fraksinasi menggunakan pelarut etanol serta metanol. Identifikasi senyawa antosianin dilakukan melalui teknik Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan karakterisasi spektrum absorbansi dye dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan antosianin. Proses evaporasi terbukti meningkatkan kandungan antosianin, sedangkan fraksinasi menyebabkan penurunan konsentrasi pigmen yang diduga akibat terjadinya konversi kimia selama proses pemisahan. Hasil pengukuran spektrum absorbansi memperlihatkan bahwa dye dari bunga telang memiliki daerah serapan pada panjang gelombang 500–600 nm dengan nilai energy gap yang sesuai untuk berfungsi sebagai fotosensitizer pada sistem DSSC. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat potensi bunga telang sebagai bahan alami yang menjanjikan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis sel surya ramah lingkungan.
Depth-Dependent Distribution of Nickel (Ni) and Silica (SiO2) in Laterite Nickel Ore Aslan Ndita; Al Jalali Muhammad
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the vertical distribution of nickel (Ni) and silica (SiO2) concentrations within soil profiles at depths ranging from 45 cm to 1600 cm. Soil samples were systematically collected and analyzed to determine their elemental composition. The results showed that the maximum Ni concentration of 1.15% was found at a depth of 1150 cm, while the lowest concentration of 0.21% occurred at 1600 cm. In contrast, the concentration of SiO2 increased with depth, reaching a peak of 44% at 1500 cm and the lowest value of 0.2% at 45 cm. These contrasting distribution patterns suggest different geochemical behaviors and mobility of Ni and SiO2, which are likely influenced by differential weathering intensity and mineralogical transformations within the soil horizons. The findings provide important insights into the geochemical processes affecting element partitioning in lateritic soil profiles and have significant implications for mineral exploration and environmental studies.
Modular BWR berbahan bakar thorium nitrida untuk konfigurasi fuel pin cell singular, rectangular, dan hexagonal menggunakan OpenMC Dziky Nanda Pratama; Ratna Dewi Syarifah; M. Khanifuddin Zuhri
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi alternatid seperti energi nuklir yang merupakan energi baru terbarukan (EBT) dan bersifat ramah lingkungan. Energi listrik dapat dihasilkan di reaktor nuklir pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pengembangan reaktor nuklir berukuran kecil atau Small Modular Reactor (SMR) dapat diterapkan pada Boiling Water Reactor (BWR) dengan keunggulan kontruksinya yang lebih sederhana. Penelitian ini melakukan analisis neutronik pada BWR berdaya 100 MWth berbahan bakar Thorium nitrida dengan membandingkan konfigurasi fuel pin cell singular, rectangular, dan hexagonal menggunakan kode OpenMC. Perhitungan neutronik dilakukan secara simulasi burn-up selama 2,5 tahun untuk mengetahui nilai multiplikasi efektif (keff) dan fluks neutron yang dihasilkan pada setiap konfigurasi fuel pin cell. Nilai keff kritis yang paling kecil dihasilkan pada penggunaan konfigurasi fuel pin cell rectangular dengan persentase U-233 sebanyak 2%, sedangkan fluks neutron yang paling optimal dihasilkan pada penggunaan konfigurasi fuel pin hexagonal dengan persentase U-233 sebanyak 2,9%.
ANALISIS ENERGI IKAT INTI DERET AKTINIUM, NEPTUNIUM, DAN URANIUM SEBAGAI DASAR PERANCANGAN BAHAN BAKAR PADA REAKTOR BREEDING Syafratul Asnah; Ridwan Ramdani; Gebi Farera; Muhammad Al Rasyid
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi nuklir merupakan sumber energi berkapasitas tinggi yang dihasilkan dari reaksi inti, seperti fisi inti berat, melalui perubahan energi ikat antar nukleon. Pemahaman energi ikat inti sangat penting untuk menilai kestabilan nuklida dan potensi energi dalam reaksi nuklir. Penelitian ini menganalisis energi ikat total (E) dan energi ikat per nukleon (E/A) pada deret aktinium, neptunium, dan uranium, serta implikasinya terhadap perancangan bahan bakar reaktor breeding. Perhitungan dilakukan secara teoretis menggunakan Model Inti Tetesan Cairan (Liquid Drop Model) dan persamaan Weizsäcker berdasarkan massa atom dan defek massa. Hasil analisis memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan nilai E/A seiring dengan menurunnya nomor massa (A) selama proses peluruhan menuju inti-inti yang stabil, seperti Pb-206, Pb-207, dan Bi-209. Nilai E/A meningkat dari 7,581 MeV (U-238) menjadi 7,823 MeV (Pb-206), serta dari 7,587 MeV (Np-237) menjadi 7,800 MeV (Bi-209). Nilai Q yang positif menandakan bahwa sebagian besar peluruhan bersifat spontan dan melepaskan energi. Tingkat kesesuaian hasil teoretis dengan data eksperimen yang memiliki eror di bawah 1% membuktikan akurasi tinggi model ini. Implikasinya sangat penting dalam perancangan reaktor breeding, karena data E dan Q menjadi dasar pemilihan isotop fertil (seperti U-238 dan Th-232), perancangan rasio fertil–fisil, serta prediksi efisiensi penangkapan netron dan produksi bahan bakar baru, seperti Pu-239. Temuan ini memperkuat dasar teoretis untuk mengoptimalkan ekonomi netron, rasio breeding, dan keselamatan dalam sistem reaktor generasi lanjut.
IMPLEMENTASI MODEL DIFERENSIAL EKSPONENSIAL UNTUK MEMPREDIKSI POPULASI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2030 SEBAGAI LANDASAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Raihan Maulana; Alya Nur Aprilia; Ririn Arianti; Muh. Ardiansyah
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk merupakan faktor penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang memerlukan pemodelan matematis untuk prediksi akurat. Penelitian ini mengkaji penentuan model pertumbuhan penduduk di Sulawesi Tenggara menggunakan data BPS (Badan Pusat Statistik) periode 1990-2020. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan persamaan diferensial model populasi eksponensial, di mana P0 merupakan populasi awal, t adalah waktu dalam tahun, dan k adalah konstanta positif. Penelitian ini menggunakan tiga variasi model eksponensial untuk membandingkan tingkat akurasi dalam memprediksi pertumbuhan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model eksponensial III dengan bentuk persamaan  P(t) = 1.349.619 exp( 0,02204844131(t-t0 ) )  memberikan hasil paling optimal dengan laju pertumbuhan relatif sebesar 1,7% per tahun dan tingkat error yang lebih rendah dibandingkan model lainnya. Berdasarkan model tersebut, diprediksi jumlah penduduk Sulawesi Tenggara pada sensus 2030 mencapai 3.260.107 jiwa. Model eksponensial terbukti efektif untuk memprediksi pertumbuhan populasi penduduk Sulawesi Tenggara dalam jangka panjang, sehingga dapat menjadi acuan bagi pemangku kebijakan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Page 2 of 2 | Total Record : 20