cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Analisis Determinan Lingkungan Fisik dan Perilaku Preventif Terhadap Kasus Filariasis di Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Rahayu Hasti Komaria; H.A Fickry Faisya; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Filariasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria melalui perantara nyamuk yang bersifat menahun jika tidak diobati akan menimbulkan cacat permanen pada kaki, lengan, payudara dan alat kelamin. Secara tidak langsung keberadaan lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat dan perilaku yang memicu adanya kontak dengan nyamuk dapat menjadi faktor penyebab terjadinya filariasis. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan bahwa Kabupaten Banyuasin merupakan daerah dengan kasus filariasis tertinggi di Sumatera Selatan dengan mikrofilaria rate sebesar 1,5%. Terdapat sebanyak 142 kasus kronis yang ada di Kabupaten ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor lingkungan fisik dan perilaku preventif terhadap kasus filariasis di Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control study. Jumlah sampel sebanyak 87 terdiri dari 29 kasus dan 58 kontrol dengan metode total sampling (dengan nilai ⍺=0,05 dan β=20%). Analisa data dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji chi-square. Kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara celah pada dinding, penutup pada flavon, tempat perkembangbiakan vektor, perilaku menghindari gigitan nyamuk dan perilaku keluar rumah pada malam hari dengan kejadian filariasis. Tidak ada hubungan untuk pemasangan kasa pada ventilasi dan perilaku minum obat dengan kejadian filariasis. Hasil analisis multivariat didapatkan  bahwa faktor yang dominan berhubungan dengan kasus filariasis adalah keberadaan celah pada dinding dan adanya genangan air sebagai tepat perindukan potensial nyamuk.Kesimpulan: Faktor determinan lingkungan fisik dan perilaku preventif yang berhubungan dengan kejadian filariasis di Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin adalah keberadaan celah pada dinding dan adanya genangan air sebagai tempat perindukan potensial nyamuk.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Petugas Laboratorium Klinik RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Oktarisa Aruma Pertiwi; Novrikasari; Mona Lestari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja merupakan rumah sakit yang mempunyai risiko bahaya yang cukup besar mengalami kecelakaan kerja pada petugas laboratorium. Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium merupakan hal penting untuk selalu diterapkan oleh petugas laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas laboratorium.Metode: Jenis penelitian adalah penelitian observasional, dengan rancang bangun cross sectional. Informan penelitian ini sebanyak 6 orang, dan data diambil dengan melakukan wawancara mendalam, telaah dokumen serta membandingkan dengan hasil observasi. Analisis data yang menggunakan metode triangulasi data, diantaranya triangulasi sumber, metode, dan data.Hasil Penelitian: Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sudah digunakan oleh para petugas, akan tetapi penggunaan APD kurang maksimal. Petugas laboratorium mempunyai motivasi, pengetahuan, persepsi yang cukup baik, akan tetapi pada praktiknya ditemukan petugas laboratorium tidak menggunakan APD lengkap dengan baik. Peraturan, pengawasan dan Standar Operational Prosedur (SOP) memang sudah diterapkan akan tetapi belum maksimal.Kesimpulan: Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas laboratorium sudah baik, akan tetapi kurang maksimal sebaiknya penggunaan APD jenis lain seperti penutup kepala dan sepatu laboratorium digunakan juga.
Analisis Faktor Risiko Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kertapati Palembang Surakhmi Oktavia; Rini Mutahar; Suci Destriatania
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) Paru sebagai suatu problema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius di seluruh dunia dan merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (Global Emergency). Indonesia merupakan negara dengan prevalensi tertinggi keempat. Kejadian TB Paru sangat dipengaruhi oleh faktor penjamu (Host) dan lingkungan. Puskesmas dengan angka jumlah kasus tertinggi tahun 2013 adalah Puskesmas Kertapati. Data kasus dari Oktober tahun 2013 sampai Desember 2014 sebesar 89 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di wilayah Kerja Puskesmas Kertapati Palembang.Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Jumlah subjek adalah 66 yang terdiri dari 33 kasus dan 33 kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data rekam medis pasien di bagian program P2TB di Puskesmas Kertapati Palembang Tahun 2015, menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel lingkungan perumahan, dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Kejadian TB Paru berhubungan dengan umur (OR=0,3; CI 95% 0,12-0,89 ), pendidikan terakhir (OR=3,9: CI 95% 1,34-11,6 ), jenis lantai (OR=16,7; CI 95% 4,63-60,1 ), luas ventilasi (OR=27,12; CI 95% 5,49-133,84), kepadatan hunian (OR=4,3; CI 95% 1,39-12,95), kontak penderita TB (OR=4,7; CI 95% 1,44- 15,075 ), status gizi (OR=16,7; CI 95% 4,96-56,4 ).Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kertapati adalah umur, tingkat pendidikan, dan status gizi. Faktor lingkungan perumahan meliputi kepadatan hunian, luas ventilasi, jenis lantai, serta kontak dengan penderita TB Paru. Saran bagi instansi terkait agar dapat lebih mengutamakan upaya pelayanan promotif dan preventif dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TB Paru.
Analisis Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Pada Anak Usia 12-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lesung Batu, Empat Lawang Widyawati Widyawati; Fatmalina Febry; Suci Destriatania
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi setelah usia 6 bulan sampai usia 24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi. Namun, pemberian MP-ASI yang tidak sesuai standar WHO menjadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi kekurangan gizi pada anak usia 12-24 bulan baik di dunia maupun di Indonesia. Kejadian gizi kurang di Puskesmas Lesung Batu Kabupaten Empat Lawang masih cukup tinggi yakni 18%.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di wilayah Puskesmas Lesung Batu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 80 yang terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data register kasus, primer dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri status gizi anak dan menggunakan kontrol terdekat dengan kasus. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi square.Hasil Penelitian: Hasil uji hipotesa menunjukkan status gizi anak berhubungan dengan frekuensi MP-ASI (p value <0.0001; OR 6,6), riwayat penyakit infeksi (p value 0,04; OR 3). Sedangkan, usia pemberian MP-ASI pertama, tekstur makanan, variasi makanan dan porsi MP-ASI tidak berhubungan dengan status gizi anak usia 12-24 bulan.Kesimpulan: Saran yang dapat diberikan yakni ibu yang mempunyai anak 6-24 bulan harus memberikan perhatian dalam memberikan MP-ASI sesuai dengan yang direkomendasikan WHO melalui kegiatan konseling, informasi, dan edukasi gizi dan praktik pemberian makanan bayi dan anak.
Faktor Risiko Kandungan Timbal di dalam Darah Yustini Ardillah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.150-155

Abstract

Latar Belakang: Timbal adalah logam berat yang sangat berbahaya dalam tubuh. Paparan timbal secara terus menerus akan memiliki efek akumulatif bagi seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan faktor risiko timbal dalam darah.Metode: Ini adalah literature review dari beberapa jurnal dan buku.Hasil Penelitian: Lingkungan adalah faktor utama dalam mempengaruhi asupan timbal seseorang. Usia, jenis kelamin, tingkat gizi juga akan mempengaruhi tingkat darah seseorang dalam mendukung untuk menyerap dan metabolisme timbal dalam tubuh. Kemudian, perilaku seseorang seperti merokok juga sebagai faktor yang memungkinkan untuk memiliki kadar timbal yang lebih. Kesimpulan: Oleh karena itu, modifikasi lingkungan atau perbaikan lingkungan untuk menurunkan tingkat timbal udara secara signifikan akan mengurangi paparan timbal. Program pencegahan seperti suplementasi untuk orang-orang telah terpapar oleh timbal terus harus dilaksanakan untuk membantu menghilangkan atau menurunkan kadar timbal dalam darah.
Analisis Karakteristik Budaya Organisasi di Wilayah Kerja Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Palembang Herman Brawijaya; Asmaripa Ainy; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.156-167

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian program dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2014 dan dari Rencana Strategis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) 2013-2018 Kota Palembang menunjukkan bahwa Trend pencapaian program cenderung menurun. Adanya ketidaktercapaian antara target dan realisasi program menunjukkan gejala pelaksanaan kinerja yang rendah. Beberapa pakar mengungkapkan bahwa tinggi dan rendahnya kinerja pegawai disebabkan oleh karakteristik budaya organisasi. Studi ini bertujuan menganalisis karakteristik budaya organisasiMetode: Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Unit penelitian dilakukan di kantor pusat BKB-PP Kota Palembang, Kecamatan Bukit Kecil dan Kecamatan Sematang Borang. Data yang diperoleh berasal dari wawancara mendalam terhadap 9 informan terdiri dari satu orang sekretaris badan, dua orang kepala bidang, dua orang kepala unit pelaksana teknis dan empat orang petugas lapangan KB. Variabel dalam penelitian ini adalah inovasi dan pengambilan risiko, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi orang dan orientasi tim.Validitas data dilakukan dengan melakukan triangulasi sumber dan metode.Hasil Penelitian: Hasil penelitian di tingkat kota dan tingkat kecamatan menunjukkan bahwa telah ditemukan adanya karakteristik inovasi dan pengambilan risiko melalui modifikasi program. Karakteristik perhatian terhadap detail telah dijalankan dalam teknis operasional program dari perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan kegiatan. Karakteristik orientasi hasil juga telah dilakukan di tiap jenjang sistem kerja melalui koordinasi dengan berbagai mitra. Karakteristik orientasi orang dan orientasi tim terbentuk karena banyak didukung oleh aturan dari pemerintah dan pimpinan instansi dalam membangun sistem kerja kolaborasi antar pegawai.Kesimpulan: Karakteristik budaya organisasi di Kantor Pusat BKB-PP Kota Palembang menunjukkan bahwa lima variabel yang diteliti lebih terlihat dominan dibandingkan dengan karakteristik budaya organisasi di Kecamatan Bukit Kecil dan Kecamatan Sematang Borang.
Partisipasi Kader Jumantik dalam Upaya Meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Puskesmas Talang Betutu Kaulam Miryanti; Iwan Stia Budi; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.168-173

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data dari laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2015 Angka Bebas Jentik Demam Berdarah Dengue (ABJ-DBD)paling rendah dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Palembang yaitu Puskesmas Talang Betutu sebesar 50,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi kader jumantik dalam upaya meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Puskesmas Talang Betutu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan tahun 2016 melalui wawancara mendalam kepada 10 informan yang terdiri dari Penanggung Jawab Program DBD di puskesmas, kepala kelurahan dan kader jumantik. Dilakukan analisis isi dan triangulasi (sumber, metode, dan teori).Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ditinjau dari faktor individu (pengetahuan dan motivasi) kader belum memiliki pengetahuan serta motivasi yang cukup dalam upaya meningkat ABJ dan pada faktor organisasi (kepemimpinan dan manajemen program) sudah cukup baik .Kesimpulan: Kader jumantik belum berdaya dan berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan ABJ di Puskesmas Talang Betutu. Saran penelitian ini sebaiknya seluruh stakeholder berkoordinasi untuk meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi aktif kader jumantik.
Determinan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal yang Adekuat di Indonesia (Analisis Data SDKI 2012) Marsanelah Jusniany; Rini Mutahar; Feranita Utama
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.174-181

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara berkembang dengan kematian ibu masih menjadi masalah utama yaitu sebesar 126 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu adalah melakukan pemeriksaan kesehatan melalui pelayanan antenatal yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Laporan SDKI 2012 menyebutkan bahwa 95,7% ibu hamil sudah menerima pelayanan antenatal, tetapi tidak semuanya melakukan pelayanan antenatal yang sesuai dengan anjuran pemerintah. Tujuan studi ini adalah menganalisis determinan pemanfaatan pelayanan antenatal.Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder SDKI tahun 2012 untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain studi cross sectional dengan populasi seluruh wanita usia subur pernah menikah, pernah hamil/melahirkan yang melakukan pelayanan antenatal. Analisis data penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu univariat, bivariat dan multivariat.Hasil Penelitian: Berdasarkan data SDKI 2012 bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal yang adekuat antara lain status ekonomi (PRadjusted=1,310,CI 95%;1,310 1,943), pendidikan (PRadjusted=1,595,95%;1,285-1,876)),dan komplikasi (PRadjusted=1,329,CI 95%;1,066-1,637). Sedangkan faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan pelayanan antenatal setelah dikontrol dengan variabel lain adalah variabel tempat pelayanan antenatal (PRadjusted=1,816,CI 95%;1,510-2,185).Kesimpulan: Status ekonomi, tingkat pendidikan, komplikasi kehamilan dan tempat pelayanan antenatal terdapat hubungan secara signifikan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Indonesia. Pendekatan kepada ibu pada kelompok pendidikan dasar dengan status ekonomi rendah dengan tujuan memberikan informasi dan edukasi terkait kesehatan selama kehamilan untuk ibu dan janin, serta informasi yang terkait dengan pelayanan antenatal yang adekuat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan antenatal yang adekuat. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring penyelenggaraan pelayanan antenatal yang adekuat sehingga pemanfaatan pelayanan antenatal yang adekuat meningkat.
Analisis Kinerja Petugas Pelaksana Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Balita dan Anak Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Keramasan Muhammad Rizki; Iwan Stia Budi; Suci Destriatania
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.182-190

Abstract

Latar Belakang: Cakupan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) balita dan anak prasekolah di Puskesmas Keramasan Kecamatan Kertapati dalam kurun waktu 2 tahun terakhir (tahun 2013 dan 2014) belum mencapai target Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kota Palembang. Tingkat keaktifan petugas pelaksana SDIDTK di wilayah kerja Puskesmas Keramasan yaitu 78%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas pelaksana SDIDTK balita dan anak prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Keramasan Kecamatan Kertapati tahun 2015.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel adalah petugas pelaksana SDIDTK, berjumlah 88 orang yang dipilih secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan di wilayah Puskesmas Keramasan pada tahun 2015 menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik berganda.Hasil Penelitian: Ada hubungan pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,016), sarana prasarana (p=0,000), dana (p=0,001), dan sistem pengawasan (p=0,002) dengan kinerja petugas pelaksana SDIDTK. Tidak ada hubungan imbalan (p=0,599) dengan kinerja petugas pelaksana SDIDTK. Faktor yang paling berhubungan dengan kinerja petugas pelaksana SDIDTK adalah pengetahuan (Exp(B) = 76,262).Kesimpulan: Kinerja petugas pelaksana dalam pelaksanaan SDIDTK belum mencapai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2008 dan hal ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, motivasi, sarana prasarana, dana dan sistem pengawasan. Diharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Puskesmas Keramasan dan Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagai pemegang kebijakan untuk melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kinerja petugas pelaksana dalam pelaksanaan SDIDTK.
Analisis Kinerja Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas dalam Meningkatkan Cakupan PHBS Rumah Tangga di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Sri Lestari; Iwan Stia Budi; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.191-197

Abstract

Latar Belakang: Cakupan PHBS rumah tangga Kota Palembang tahun 2014 yakni sebesar 64.36% hal ini belum mampu memenuhi target capaian yang ditetapkan oleh pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan Kota Palembang tahun 2014 yakni 70% rumah tangga ber-PHBS dengan persentase puskesmas di Kota Palembang yang belum mampu memenuhi target cakupan PHBS Rumah Tangga tahun 2014 mencapai 56,41% (22 Puskesmas). Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan Promosi Kesehatan terutama cakupan PHBS rumah tangga tingkat puskesmas salah satunya berkaitan dengan kinerja petugas promosi kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah 38 petugas promosi kesehatan dari 38 Puskesmas di wilayah kerja kota Palembang. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.Hasil Penelitian: Data hasil analisis univariat menunjukkan 57,9% petugas memiliki kinerja yang baik. Hasil uji bivariate menunjukkan hasil bahwa pengetahuan (p=0,027), motivasi (p=0,010), kompensasi (p=0,021), dan iklim organisasi (p=0,015) memiliki pengaruh terhadap kinerja petugas promosi kesehatan dalam meningkatkan cakupan PHBS rumah tangga.Kesimpulan: Kinerja petugas promosi kesehatan dalam meningkatkan cakupan PHBS rumah tangga dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, kompensasi dan iklim organisasi.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue