cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Hubungan antara Faktor Predisposisi dengan Rendahnya Minat Akseptor KB untuk Menggunakan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Kerja Puskesmas Payakabung Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2008 Hayani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Salah satu sasaran dari gerakan Keluarga Berencana Nasional adalah mengajak sebanyak mungkin peserta KB (Keluarga Berencana) baru untuk menggunakan metode kontrasepsi efektif dan berjangka panjang seperti AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Alat kontrasepsi ini dapat memberi dampak positif terhadap pencegahan kehamilan. Berdasarkan data dari berbagai sumber, prevalensi dari pengguna AKDR masih rendah terutama di wilayah kerja Puskesmas Payakabung Ogan Ilir yaitu 0,15%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan dari faktor predisposisi antara lain jumlah anak, pendidikan dan pengetahuan dengan rendahnya minat akseptor KB untuk menggunakan AKDR.Metode : Desain penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh akseptor KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Payakabung Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2008 yang berjumlah 1942 orang dan sampel penelitian diambil secara tidak acak (non random sampling) dengan metode accindental sampling sehingga di dapatkan sampel sebanyak 95 orang.Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis univariat sebagian besar responden menggunakan alat kontrasepsi non AKDR yaitu 92,6% dan berdasarkan analisis bivariat bahwa ada hubungan antara jumlah anak dengan penggunaan AKDR (p value=0,042), ada hubungan antara pendidikan dengan penggunaan AKDR (p value=0,047), dan ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan AKDR (p value=0,044).Kesimpulan : Disarankan agar para bidan di Puskesmas Payakabung Ogan Ilir untuk meningkatkan lagi penyuluhan dan KIE-KB(Konseling, Informasi dan Edukasi-Keluarga Berencana) khususnya mengenai AKDR dan efek sampingnya yaitu dengan cara mengundang minimal 10 akseptor KB dari masing-masing desa ke Puskesmas Payakabung Ogan Ilir untuk mendapatkan penyuluhan, dimana penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan flip chart dan alat peraga sebagai alat bantu penyuluhan sehingga akseptor KB tersebut mendapatkan informasi yang lebih jelas dan tepat.Kata Kunci : Akseptor KB aktif, AKDR, jumlah anak, pendidikan, pengetahuan
Analisis Risiko Karakteristik, Sosial Ekonomi, Perilaku dan Faktor Lingkungan terhadap Malaria di Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Susy Sriwahyuni Sukiswo; Rinidar; Sugito
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi perhatian global, Kecamatan Arongan Lambalek merupakan daerah rawan malaria di Kabupaten Aceh Barat dengan kategori Medium Incidence Area dengan nilai API 3,67 per 1000 penduduk masih diatas target API Nasional pada fase eliminasi API kurang dari 1 per 1000 penduduk tahun 2013. Penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik, social ekonomi, perilaku dan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian malaria di Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control, metode penarikan sampel yaitu purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri 33 kasus dan 33 kontrol, kelompok kasus adalah orang yang dinyatakan positif malaria sedangkan kelompok kontrol orang yang dinyatakan negatif berdasarkan tes laboratoris/ RDT (rapid diagnostic test).Hasil Penelitian : Dari hasil analisis bivariat diketahui ada lima variabel yang berpengaruh terhadap kejadian malaria yaitu pekerjaan (p=0,000, OR = 0,05), pengetahuan (p =0,000, OR = 17,5), Sikap (p =0,001, OR = 7,43), tindakan (p = 0,000, OR = 9,8) dan lingkungan (p=0,000, OR = 9,0). Hasil analisis multivariat factor risiko yang paling dominan terhadap kejadian malaria adalah pengetahuan (p = 0,006, OR=12,783, CI 95% =2,045–79,893).Kesimpulan : Disarankan perlu adanya penyuluhan yang intensif mengenai malaria untuk lebih menambah pengetahuan dan informasi masyarakat.Kata Kunci : Malaria, Sosial Ekonomi, Perilaku, Lingkungan.
Kajian Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Rika Noprianty; Eddy Ibrahim; Restu Juniah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pertambangan merupakan industri yang mempunyai risiko tinggi sehingga faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi penting dan merupakan salah satu indikator bagi kinerja perusahaan. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.Metode : Data primer yang diperoleh dari responden yang dijadikan sarana untuk mendapatkan informasi atau data yang dilakukan secara survei lapangan melalui observasi dan wawancara langsung dengan Latar Belakang : Pertambangan merupakan industri yang mempunyai risiko tinggi sehingga factor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi penting dan merupakan salah satu indikator bagi kinerja perusahaan. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.Metode : Data primer yang diperoleh dari responden yang dijadikan sarana untuk mendapatkan informasi atau data yang dilakukan secara survei lapangan melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden dalam perusahaan dan data sekunder diperoleh dari PT. BA (Persero) Tbk yang dikumpulkan dan disusun sesuai dengan masalah penelitian ini yang dilakukan secara studi literature. Data dianalisis melalui analisis teks, interpretasi data, dan analisis deskriptif.Hasil Penelitian : Hasil evaluasi dan analisa yang dilakukan di PT.BA (Persero) Tbk, implementasi SMK3 dalam kategori kuning atau baik/hati-hati, frekuensi kecelakaan (FR) kategori hijau atau kecelakaan jarang terjadi dan tingkat keparahan (SR) kategori kuning atau sedang sehingga tingkat kecelakaan kerja masuk kategori level 2 (cukup aman).Tingkat pencapaian implementasi SMK3 masuk kategori kuning sedangkan tingkat kecelakaan kerja masuk dalam kategori hijau. Tingkat kecelakaan berdasarkan traffic light system masuk kategori kuning atau hati-hati. Tingkat pencapaian implementasi SMK3 terhadap tingkat kecelakaan tahun 2013 masuk dalam kategori Level 3 atau hati-hati.Kesimpulan : Tingkat implementasi SMK3 di PT. BA (Persero) Tbk, 79,06% masuk kategori kuning kategori hijau. Tingkat kecelakaan PT. BA (Persero) Tbk tahun 2013, frekuensi kecelakaan (FR) kategori hijau dan tingkat keparahan (SR) kategori kuning.Ttingkat kecelakaan kerja masuk kategori level 2 (cukup aman). Pemetaan tingkat implementasi SMK3 dan Tingkat Kecelakaan Kerja Di PT. BA (Persero) Tbk tahun 2013 adalah pada level 3 (hati-hati). sedangkan tingkat kecelakaan terhadap faktor tingkat pendidikan dan masa kerja, diperoleh 3 (tiga) indikator implementasi SMK3 dengan nilai terendah yaitu Pendidikan Pelatihan dan Penerimaan Karyawan dengan persentase 72.60%, Pertolongan Pertama dengan persentase 73.24%, Promosi K3 dengan persentase 74.44%.Kata Kunci : Sistem Manajemen K3 (SMK3), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Implementasi SMK3.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Defisiensi Zat Besi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Palembang Desi Winda Wati; Fatmalina Febry; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia defisiensi besi merupakan masalah umum dan luas dalam bidang gangguan gizi di dunia. Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Kejadian anemia defisiensi besi yang tinggi memberikan dampak negatif pada ibu hamil seperti meningkatkan kesakitan dan kematian yang tinggi, baik ibu sendiri maupun bayi yang akan dilahirkan, oleh karena itu anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 anemia pada ibu hamil 37,1% dan 40,1% nilai ambang batas anemia ibu hamil dibawah 11 gr/dl. Dinas Kesehatan Kota Palembang menyatakan setiap tahun mengalami peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu 2,99% (2012), 3,00% (2013) dan meningkat secara signifikan sebanyak 8,69 % (2014). Tujuan studi ini adalah menganalisis determinan defisiensi pada wanita hamil Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional, dengan cara Quota Sampling dari 4 wilayah kerja Puskesmas Gandus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gandus Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 sampel. Instrumen yang di gunakan yaitu kuesioner. Analisa data menggunakan univariat, bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui bahwa terdapat 4 variabel independen yang berhubungan dengan defisiensi zat besi pada ibu hamil yaitu pengetahuan (p-value= 0,023), usia kehamilan (p-value=0,044), konsumsi tablet Fe (p-value=0,049), dan asupan zat besi (p-value=0,048) serta tidak ada hubungan antara Frekuensi antenatal care (p-value= 0,980) dan peran petugas kesehatan (p-value=0,560) dengan defisiensi zat besi pada ibu hamil. Kesimpulan: Petugas kesehatan diharapkan untuk melakukan kegiatan pendidikan untuk wanita hamil selama kunjungan antenatal care untuk menurunkan tingkat kekurangan zat besi.Kata Kunci: Defisiensi zat besi, ibu hamil, asupan zat besi
Determinan Kejadian Anak Balita di Bawah Garis Merah di Puskesmas Awal Terusan Novitasari Novitasari; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara peringkat kelima dunia dengan jumlah anak balita yangmengalami gangguan pertumbuhan dan 7,7 juta anak balita yang berat badannya di Bawah Garis Merah(BGM). Pada tahun 2014, kejadian BGM di Puskesmas Awal Terusan sebesar 2 anak balita. Tapi pada tahun 2015 kejadian BGM mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 53 anak balita. BGM merupakan kekurangan gizi tingkat berat sehingga pada saat ditimbang berat badan berada di bawah garis merah pada KMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian anak balita BGM di Puskesmas Awal Terusan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Besar Sampel dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan rumus Lemeshow, dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling terhadap populasi yaitu anak balita usia 12-24 bulan dan jumlah sampel sebanyak 53 anak balita. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian BGM adalah penyakit infeksi (p value = 0,024), pola makan anak (p value = 0,000), partisipasi ibu ke Posyandu (p value = 0,006), pengetahuan ibu (p value = 0,006) dan status sosial ekonomi (p value = 0,002). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian BGM adalah ASI eksklusif (p value = 0,451) dan jarakkelahiran anak (p value = 0,177).Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat melakukan antisipasi dan meminimalisir risiko BGM padaanak balita agar tidak berkelanjutan.Kata Kunci: Determinan, anak balita, Bawah Garis Merah (BGM)
Determinan Kajadian Diare pada Anak Balita di Indonesia (Analisis Lanjut Data Sdki 2012) Widia Eka Susanti; Novrikasari; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare merupakan penyebab kedua kematian pada anak-anak di bawah lima tahun dan telah membunuh sekitar 760.000 anak setiap tahun. Distribusi angka kematian di dunia menyatakan diare masih menjadi penyebab utama kematian pada anak dibawah 5 tahun sebesar 15%. Kelompok umur balita adalah kelompok yang paling tinggi menderita diare dengan insiden diare di Indonesia sebesar 10,2%. Tujuan studi ini adalah menganalisis determinan kajadian diare pada anak balita di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder SDKI 2012 dengan populasi balita (0-59 bulan) sejumlah 45.607 orang dan sampel berjumlah 14.752 balita di Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan complex sample regresi logistic ganda model prediksi. Hasil Penelitian: 15,2% anak balita mengalami diare. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan variabel umur ibu (PR 2,015 95% CI 1,648-2,463), pendidikan ibu (PR 1,475 95% CI 1,140- 1,910), daerah tempat tinggal (PR 1,177 95% CI 1,043-1,329), pekerjaan ibu (PR 0,817 95% CI 0,732- 0,913), sosial ekonomi (PR 1,703 95% CI 1,370-2,116), kepadatan hunian (PR 1,168 95% CI 1,038-1,313), sumber air minum (PR 1,178 95% CI 1,038-1,337), jenis tempat pembuangan tinja (PR 1,211 95% CI 1,085- 1,352), jenis lantai rumah (PR 1,188 95% CI 1,048-1,347), dan jenis kelamin anak (PR 1,172 95% CI 1,051- 1,307) dengan kejadian diare pada anak balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah umur ibu setelah dikontrol variabelpekerjaan ibu, pendapatan/indeks kekayaan, kepadatan hunian, dan jenis kelamin anak (PR 1,911 95% CI 1,558-2,346).  Kesimpulan: Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah variable umur ibu setelah dikontrol variabel pekerjaan ibu, pendapatan/indeks kekayaan, kepadatan hunian, dan jenis kelamin anak.Kata Kunci: Diare, anak balita, Indonesia
Ekuitas Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan: Teori & Aplikasi dalam Penelitian Haerawati Idris
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan merupakan tantangan besar yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Kesenjangan status kesehatan antara negara maju dan berkembang sering terjadi. Termasuk kesenjangan kesehatan antar kelompok dalam suatu negara. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan aplikasi ekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan dalam penelitianMetode: Literatur review ini merupakan studi pemetaan sistematis terkait ekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan di beberapa negara. Dilakukan dengan satu set lima pertanyaan penelitian, terdapat 30 studi, mulai 1999-2014, dievaluasi.Hasil Penelitian: Ekuitas dalam akses pelayanan kesehatan terjadi jika pelayanan kesehatan telah terdistribusi menurut geografi, sosial ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Demikian pula sebaliknya. Studi empiris umumnya melaporkan kejadian inekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Umumnya peneliti menggunakan data sekunder dalam mengeksplorasi ekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan.Kesimpulan: Ekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan merupakan isu penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam mencapai tujuan sistem kesehatan. Hal ini dapat tercapai jika pelayanan kesehatan terdistribusi menurut geografi, sosial ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Upaya perbaikan dari sisi supply side dan demand side serta eksplorasi studi-studi ekuitas akses pelayanan kesehatan perlu dikembangkan.
Analisis Konsekuensi Kebakaran dan Ledakan Pada Tangki LPG (Liquefied Petroleum Gas) di PT Surya Esa Perkasa Tbk Palembang Desy Indah Permatasari; Elvi Sunarsih; H.A. Fickry Faisya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kilang LPG memiliki bahaya kebakaran dan ledakan yang dapat terjadi akibat kegagalan pada saat pengolahan, penyimpanan, atau pendistribusian. PT Surya Esa Perkasa Tbk merupakan kilang LPG di Indonesia yang berisiko tinggi terjadinya kebakaran dan ledakan akibat kebocoran LPG pada tangki bermuatan 150 ton. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis konsekuensi kebakaran dan ledakan pada tangki LPG di PT Surya Esa Perkasa Tbk Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis konsekuensi dilakukan dengan membuat pemodelan kebakaran jet fire, fireball/BLEVE, flammable area/flash fire, dan pemodelan ledakan VCE menggunakan software ALOHA versi 5.4.4. Threat zone terjauh dari beberapa pemodelan tersebut akan dianalisis jumlah populasi pekerja berisiko dan analisis emergency response plan (prosedur, tim, sarana dan prasarana) yang telah diterapkan.Hasil Penelitian: Threat zone pemodelan jet fire mencapai jarak 150 meter, pemodelan BLEVE mencapai jarak 1,3 kilometer, pemodelan flammable area mencapai jarak 911 meter, dan pemodelan VCE mencapai jarak 398 meter. Jumlah populasi pekerja berisiko sebanyak 81 orang. Penerapan Emergency Response Plan (ERP) dilihat dari aspek prosedur, tim, serta sarana dan prasarana tanggap darurat untuk pekerja sudah baik tetapi belum terdapat ERP yang ditujukan untuk masyarakat sekitar.Kesimpulan: Pemodelan BLEVE memiliki konsekuensi terjauh mencapai 1,3 kilometer dengan jumlah populasi pekerja berisiko sebanyak 81 orang, dan ERP yang telah diterapkan oleh PT Surya Esa Perkasa Tbk untuk pekerja sudah baik tetapi belum memiliki ERP untuk masyarakat sekitar.
Hubungan Kunjungan Antenatal Care dengan Persalinan Sectio Caesarea di Indonesia (Analisis Data SDKI 2012) Ririn Fratiwi Febbryanti S; Nur Alam Fajar; Indah Purnama Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka sectio caesarea yang tinggi menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko pada maternal dan efek samping perinatal. Kunjungan antenatal care berguna untuk memantau kehamilan dan merencanakan persalinan agar diketahui status kehamilan ibu sehingga dapat mendeteksi dini penyakit dan komplikasi pada ibu dalam menentukan tindakan persalinan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kunjungan ANC dengan persalinan SC di Indonesia pada data SDKI 2012.Metode: Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dengan kriteria inklusi wanita umur subur 15-49 tahun dan pernah melahirkan anak hidup 5 tahun terakhir survei. Desain studi cross-sectional dengan sampel 12.536 ibu yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data penelitian dilakukan dengan complex sample univariat, bivariat uji chi-square dan multivariat uji regresi logistik model faktor risiko.Hasil Penelitian: Hasil analisis ada hubungan signifikan antara wanita yang melakukan kunjungan antenatal care tidak lengkap dengan persalinan sectio caesarea. Namun, hubungan ini sebagai faktor protektif, artinya ibu yang melakukan kunjungan antenatal care tidak lengkap menurunkan risiko 0,742 kali lebih kecil untuk melakukan persalinan sectio caesarea dibandingkan ibu yang melakukan kunjungan antenatal lengkap setelah dikontrol dengan sosial ekonomi keluarga, daerah tempat tinggal, pendidikan ibu, umur ibu, paritas, dan komplikasi selama kehamilan. Kesimpulan: Kunjungan antenatal care memiliki hubungan signifikan dengan persalinan sectio caesarea di Indonesia setelah dikontrol sosial ekonomi keluarga, daerah tempat tinggal, pendidikan ibu, umur ibu, paritas, dan komplikasi selama kehamilan. Dilakukan upaya promosi kesehatan dalam advokasi kebijakan, bina suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat.
Analisis Partisipasi Lansia dalam Kegiatan Pembinaan Kesehatan Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sekar Jaya Kabupaten Ogan Komering Ulu Indah Dwi Wahyuni; Asmaripa Ainy; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada masa lanjut usia manusia mengalami berbagai kemunduran yang mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh karena disebabkan oleh perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia pada tubuh. Upaya pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan bagi lansia adalah dengan mengadakan kegiatan pembinaan kesehatan. Akan tetapi, partisipasi lansia dalam kegiatan tersebut masih rendah. Tujuan studi ini adalah menganalisis partisipasi lansia dalam kegiatan pembinaan kesehatan lansia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi observational dengan desain Cross Sectional. Analisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Sampel ditarik secara purposive sampling dengan jumlah 96 responden.Hasil Penelitian: Hasil uji chi-square menunjukkan umur (p=0,011), jenis kelamin (p=0,035), pekerjaan (p=0,000), sikap (p=0,001), kebutuhan (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) mempunyai pengaruh terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan pembinaan kesehatan. Sedangkan, pendidikan (p=0,075), pengetahuan (p=0,092), jarak tempuh (p=0,596), dan peran kader (p=0,461) tidak mempunyai pengaruh terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan pembinaan kesehatan. Berdasarkan uji regresi logistik ganda, variabel yang paling dominan mempengaruhi partisipasi lansia adalah pekerjaan, sikap, dan kebutuhan.Kesimpulan: Partisipasi lansia dalam kegiatan pembinaan kesehatan dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, pekerjaan, sikap, kebutuhan, dan dukungan keluarga. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan pembinaan kesehatan antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat kegiatan pembinaan kesehatan lansia.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue